MY AFFAIR BE MY HUSBAND (R&R)

MY AFFAIR BE MY HUSBAND (R&R)
R&R 41



"Bantuin ya, Kak. Kakak kan baik, cantik, dan rajin menabung. Sekali ini aja pura-pura jadi pacar ku," mengapitkan kedua tangannya memohon.


"Kamu jangan berbohong apalagi sama kakak kamu. Nanti kwalat lho," Ruby menolak secara halus.


"Sekali ini aja, Kak." Memohon lagi.


"Rey, sekali berbohong ke depannya akan terus di tutupi dengan kebohongan lainnya. Lebih baik kamu jujur sama kakak kamu," tolak Ruby sekalian memberi nasihat.


"Ya sudah kalo nggak mau," menampakan mimik wajah sedih.


Ponsel Reyhan berdering kembali, kali ini Paris yang meneleponnya.


Paris "Heh kunyuk, dimana lo? Jam segini kakak gua belum balik. Anterin sekarang! Kalo gak gua gorok lo!" (Ancam Paris karena kakaknya tidak kunjung pulang)


Reyhan "Iya, iya. Ini mau aku anterin. Nyantai dikit lah."


Paris "Nggak ada santai santai, buruan anterin sekarang," marah.


Reyhan "Iya, iya."


Mematikan panggilannya.


"Sepertinya kakak memang harus pulang." Sedih. "Rey, bayar dulu ya, Kak," ucapnya sambil mengeluarkan dompet di saku celana bagian belakang.


"Kakak bayar sendiri aja."


"Nggak usah, Kak. Biar dari Reyhan aja. Ada kok, kakak tenang aja," mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompetnya kemudian pergi ke kasir. Tidak lupa membungkus untuk kakaknya.


Karena ancaman dari Paris, Reyhan segera mengantarkan Ruby pulang. Di depan rumah Paris sudah menunggunya sambil meminum kopi dan tunduk menatap layar ponselnya.


"Nih, aku anterin Kak Ruby pulang dengan selamat tanpa ada kurang sedikit pun," ucap Reyhan dengan bangga pada Paris yang sudah menunggunya.


Paris mendongakkan kepalanya lalu berdiri mensejajarkan diri dengan Reyhan.


"Kurang ajar bener jam segini baru nyampe. Darimana saja?" ucap Paris kesal tapi ia menyembunyikan senyumnya di belakang Reyhan.


"Ris, sudah. Kakak kan udah pulang. Kasihan Reyhan, ini hari yang berat untuknya. Kakak masuk dulu," ucap Ruby pada Paris yang menurutnya marah pada Reyhan.


"Rey, makasih sudah anterin kakak pulang dan maaf nggak bisa bantu kamu," ucap Ruby pada Reyhan dan segera masuk ke dalam.


"Kemana dulu, Bro?" tanya Paris yang belum mendapatkan jawaban.


"Makan dulu tadi," jawab Reyhan.


"Paling makan padang," ejek Paris sudah biasa lagi.


"Memang."


"Ah gila nih orang, nggak romantis banget. Masa cewek sekelas Kak Ruby di ajak ke Warung Padang. Padahal aku sengaja biar dia bisa dekat sama kamu, Rey. Kalo gitu caranya, ya dia pasti ilfil," tuturnya.


"Dia aja nggak masalah. Jadi sengaja? Sialan lo!" decak Reyhan.


"Tapi nggak nolak juga kan?"


"Huuh dasar Mak Comblang. Cabut dulu, ada kakak ku di kostan," pamit Reyhan.


"Hati-hati, nggak bisa tidur kebayang-bayang kakak ku," ejeknya lagi.


Sepanjang perjalanan Reyhan memikirkan jawaban untuk sang kakak yang menunggunya. Reyhan pun sengaja mengambil jalan memutar untuk memperlambatnya sampai di kostan. Tapi tetap saja ia harus menghadapi kakaknya.


Rega sudah menunggunya di kostan. Reyhan berjalan perlahan dan membuka pintu juga perlahan.


"Lama banget, nggak tahu apa kakak mu kelaparan," ucap Rega kesal.


"Sorry, nih belikan nasi padang," memberikan bungkusan yang dibawanya.


Rega menyambarnya dan langsung membukanya karena sudah lapar menunggu adiknya sejak tadi. Kemudian menyantapnya dengan lahap dan tak tersisa.


"Mana pacar mu?" tanya Rega saat sudah selesai makan.


"Sudah ku antar pulang. Dia wanita baik-baik mana mungkin ku antar pulang malam-malam," jawabnya ngeles.


"Bagus kalo gitu. Kerja yang bener biar bisa cepat nikahin dia. Kalo dia wanita baik-baik kata mu," Rega menasehati.


"Nyuruhnya nggak bisa yang lain ya? Kerja terus perasaan. Udah kayak romusa aja jaman jepang," gerutu Reyhan.


"Setidaknya kalo kamu punya penghasilan dan punya pekerjaan kamu tidak akan menyusahkanya. Ingat tanggung jawab laki-laki itu menafkahi istri. Jangan sampai istri mu nggak bahagia karena menikah sama kamu. Bahagiakan istri mu lebih bahagia dari masa sebelum menikah dengan mu. Tapi jangan membahagiakannya hanya dengan materi saja tapi juga harus disertai dengan kasih sayang yang tulus. Saling menghargai dan saling mengerti itu adalah kuncinya. Bukan saling menuntut untuk sempurna karena nggak ada yang sempurna di dunia ini. Tujuan menikah itu bukan menjadi yang sempurna tapi menyempurnakan," Nasehat Rega panjang lebar kayak kereta api.


"Siap komandan, laksanakan," sahut Reyhan bersemangat.


"Pernikahan mu sendiri bagaimana, Kak," tanya Reyhan menatap nanar kakak yang memberinya nasihat pernikahan.


"Aku sudah berusaha untuk mencintainya, tapi gagal. Dan usaha ku tak pernah dihargai. Sekarang di saat aku ingin pergi dia mengancam ku dengan berbagai cara. Pertama dia mengancam ku akan menjatuhkan harga diri wanita yang aku cintai dan setelahnya dia mengancam ku akan bunuh diri jika aku menceraikannya. Pilihan yang sulit bagi ku," tuturnya mengingat kejadian yang telah ia lalui


"Semoga cepat ada jalan keluarnya, Kak." Menepuk bahu kakaknya memberikan dukungan.


Reyhan merebahkan tubuhnya di kasur, sedangkan Rega pergi keluar untuk menghisap rokok.


"Hari ini beberapa kali aku merasakan Ruby ada di dekat ku. Rindu ini semakin menggunung, Ruby. Sampai di tempat sejauh ini saja aku masih saja memikirkan mu. Kamu dimana, sayang? Apa kau juga rindu pada ku?" ucap Rega dalam lamunannya.


Setelah menyesap dua tiga batang rokok Rega kembali ke dalam dan mendapati Reyhan sudah terlelap. Kali ini ia kembali ke hotel dengan menggunakan taxi karena besok hari terakhirnya berada di sini. Rega harus membereskan barang-barangnya dan juga menghadiri acara penutupan kegiatannya.


Di tempat lain, di kamar Ruby duduk bersandar di atas tempat tidur. Lamunannya melayang pada seseorang yang ia tak dapat temui walau mereka tengah berada di tempat yang sama.


"Bisa saja aku menemui mu, Rega. Tapi aku tak punya keberanian untuk itu. Aku tak mau melakukan kesalahan untuk kesekian kalinya. Walau hati ini ingin sekali melihat mu dan memastikan mu baik-baik saja tanpa aku. Dalam hati ku, aku selalu mencintai mu. Mencintai mu dalam diam,"


Ruby pun terlelap dalam mimpi indahnya.


NEXT >>>>>


SABAR DULU YAA...


REGA & RUBY MASIH BELUM BISA DI PERTEMUKAN.,,,,,,🤗🤗🤗


RUBY NYA MASIH BELUM MAU KETEMU KATANYA 😁😁😁


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK LIKE COMMENT DAN VOTE...


BIAR AUTHORNYA TAMBAH SEMANGAT UP TIAP HARINYA....


MAKASIH SEMUAAA.....


❣️❣️❣️❣️❣️❣️