MY AFFAIR BE MY HUSBAND (R&R)

MY AFFAIR BE MY HUSBAND (R&R)
R&R 36



Selepas kepergian Sely dan Jeny, Ruby masih mematung merasakan sakit yang ada dalam hatinya. Semua ini memang salahnya, yang telah masuk ke dalam kehidupan rumah tangga Rega dan Sely.


Menyesal. Namun hatinya tidak dapat berbohong bahwa ia benar-benar menyimpan rasa pada Rega. Air mata terus menetes tak tertahankan. Kenangan indah bersama Rega terus terbayang bersamaan dengan deraian air matanya.


Bayangan itu terpecahkan ketika suara ponselnya berbunyi terus menerus. Ruby mengangkat teleponnya dan berbicara dengan bibinya di ujung sana.


"By, kamu yang tabah ya. Kereta yang membawa Mamah, Papah mu dan juga Sean jatuh ke jurang. Dan sudah dipastikan tidak ada yang selamat dalam kecelakaan itu. Sekarang Paman dan Bibi sedang menunggu di rumah sakit dekat sini."


Seketika tubuhnya bergetar hebat, seakan langit runtuh menimpanya. Kabar yang tidak terduga dan sangat menyedihkan datang dari anak semata wayangnya dan kedua orang tuanya.


Tubuhnya tidak dapat lagi menahan cobaan demi cobaan yang menimpanya, akhirnya Ruby terkulai dan jatuh.


Adnan yang saat itu baru saja datang, menangkap tubuh Ruby yang akan jatuh ke lantai tak sadarkan diri. Adnan berusaha membangunkannya tapi tak berhasil. Dengan sigap Adnan mengangkat tubuh Ruby dan membawanya ke rumah sakit.


Ruby membuka kedua matanya, kepalanya masih terasa sakit. Dengan tangannya, ia memegang kepala dan mengangkat badannya.


"Kamu sudah sadar?" tanya Adnan yang terlihat begitu cemas.


"Aku dimana, Mas?"


"Kamu di rumah sakit, tadi kamu jatuh pingsan. Jadi aku bawa kamu kesini," jelas Adnan.


"Mas, Mas Sean, Mas... Hiks.... Hiks.." Menangis histeris.


"Kenapa? Ada apa dengan Sean?" tanya Adnan bertambah cemas.


"Sean dan orang tua ku kecelakaan. Kereta yang mereka tumpangi jatuh ke jurang, Maaasss," terus menangis.


Adnan yang mendengarnya terkejut bukan main. Sampai detik ini ia belum bertemu lagi dengan anak semata wayangnya itu. Adnan sangat terpukul karena dia belum bisa menjadi ayah yang baik untuk Sean.


"Dimana kejadiannya?" tanya Adnan.


"Di daerah rumah Bibi ku, antarkan aku kesana Mas!" pintanya sambil terus menangis.


"Iya kita kesana sekarang. Aku urus administrasi mu dulu," ucap Adnan.


Kedua orang tua Adnan menyusulnya ke rumah sakit, setelah Adnan menghubunginya dan langsung berangkat menuju kota 'Y' tempat kecelakaan itu terjadi.


Para petugas polisi dan Tim SAR mengevakuasi korban kecelakaan kereta naas tersebut. Lokasi dan letak dimana kereta itu terjatuh sangat sulit sekali untuk evakuasi korban, karena keadaan jurang yang curam. Setelah beberapa hari, barulah semua korban dapat di evakuasi dan di serahkan pada keluarga.


Acara pemakaman orang tua Ruby dan juga Sean anaknya telah selesai. Ruby masih tampak sedih dan sering kali menangis. Dalam sekejap ia kehilangan orang-orang yang ia sayangi.


"Nak Ruby, Ibu pamit ya. Sudah lah jangan terus bersedih, biarkan orang tua mu dan Sean tenang di atas sana. Tugas kita sekarang hanya bisa mendoakan mereka," ucap Atiek berpamitan dan menenangkannya sambil mengelus punggung Ruby.


"Iya, Nak Ruby, tidak baik berlarut-larut dalam kesedihan," ucap Suryo.


Semua orang merasakan kesedihan yang sama seperti halnya Ruby. Adnan pun merasa sangat menyesal dan terpukul atas kehilangan Sean anaknya.


Adnan dan kedua orang tuanya berpamitan untuk pulang dari rumah Bibi Lies, bibinya Ruby.


"Ruby, aku pulang dulu. Jangan terus bersedih. Semua ini sudah kehendak yang maha kuasa. Kamu harus ikhlas," ucap Adnan berpamitan.


Tak bersuara dan hanya diam, Ruby benar-benar sudah kehilangan separuh jiwanya.


"Ya Allah, ampuni lah semua dosa-dosa ku. Apa ini hukuman untuk ku karena telah keluar dari jalan mu? Aku telah menyakiti hati sesama wanita dan telah merebut kebahagiaannya. Dan sekarang Engkau menyadarkan ku dengan mengambil orang-orang terkasih ku. Ampuni aku Ya Rab. Tempatkan lah kedua orang tua ku dan anak ku yang tersayang di sisi Mu. Di tempat yang terindah di sana. Aammiinn,"


Hatinya kini sangat rapuh dan juga lelah, hingga ia jatuh terlelap masih dengan balutan mukena di tubuhnya.


Keesokan harinya Bibi Lies membangunkan Ruby untuk sarapan.


"Ruby, bangun! Bibi tahu kamu sangat bersedih karena kehilangan orang tua dan anak mu, tapi kamu juga harus tetap menjaga kesehatan mu juga. Kalo kamu kayak gini terus mereka akan sedih melihatnya. Kami semua juga sedih sama seperti mu," ucap Bibi Lies.


"Iya, Bi. Maafin Ruby sudah banyak merepotkan Paman dan Bibi di sini," ucap Ruby duduk di samping bibinya.


"Kita ini keluarga. Tidak ada yang merepotkan atau merasa direpotkan. Sekarang cepat mandi dan turun untuk sarapan ya."


"Iya, terimakasih, Bi."


Bibi Lies adalah adik bungsu dari mamanya. Keluarga Bibi Lies tinggal di Kota 'Y', mereka sangat baik dan sangat memanjakan Ruby. Bibi Lies mempunyai suami bernama Paman Edi dan anak yang bernama Paris.


Semua keluarga Bibi Lies sudah berkumpul di meja makan, Ruby datang terakhir tapi mereka masih menunggunya untuk sarapan bersama.


"Ruby, sebaiknya kamu tinggal bersama kami saja. Kamu juga belum dapat pekerjaan kan di sana," ucap Paman Edi di sela-sela sarapan.


"Iya, Ruby. Kalo kamu di sini Bibi jadi ada teman wanitanya. Rumah ini terlalu banyak lakinya," bujuk Bibi Lies senang dengan ucapan suaminya.


"Asik Kak Ruby tinggal di sini. Kalo kakak butuh pekerjaan nanti Paris bisa bantu masukin kakak di kantor ku. Kemarin kantor ku sedang membuka lowongan kerja," ucap Paris kegirangan juga.


"Tuh Paris aja senang kamu tinggal di sini. Bibi nggak mau kamu tinggal sendiri jauh dari Bibi," bujuk Bibi Lies.


"Nanti aku pikirkan, Bi," jawab Ruby.


"Jangan lama-lama mikirnya Kak. Aku kan mau pamer sama teman-teman aku kalo aku punya kakak cantik kayak Kak Ruby," celetuk Paris.


"Dasar kamu ini, lanjutkan makan mu," ucap Paman menegur Paris.


Ruby tersenyum melihat keharmonisan keluarga bibinya.


"Sepertinya aku akan memulai hidup yang baru di sini dan meninggalkan semua kenangan di sana. Semoga ini menjadi jalan terbaik untuk ku," bergumam dalam hatinya.


Ruby meneruskan sarapannya. Dan kehidupan baru Ruby pun akan di mulai. Walau dalam hatinya tetap tidak bisa ia perbarui. Dalam hatinya hanya ada satu nama yaitu Rega.


NEXT >>>>>>>


maafkan baru UP...


author lagi kurang sehat....


semoga kakak2 semua pada sehat ya...


jangan lupa like dan commentnya....


dan vote juga....


❣️❣️