MY AFFAIR BE MY HUSBAND (R&R)

MY AFFAIR BE MY HUSBAND (R&R)
R&R 59



"Sayang, kamu kenapa sih dari tadi diam terus?" tanya Rega saat sudah menepikan mobilnya di parkiran apartemen.


"Gapapa," jawab Ruby singkat.


"Karena tadi ketemu Sely? Riky itu teman kerja aku, pasti kamu juga tahu kan. Dia itu ternyata mantan pacarnya Sely, dan sekarang mereka akan menikah," jelas Rega.


"Benarkah? Semoga mereka bahagia ya," ucap Ruby masih sendu.


"Kamu kenapa? Bilang sama aku?" tanyanya lagi.


"Aku gapapa, ayok cepat kita naik," ajak Ruby.


"Oh kamu udah nggak sabar ya," tersenyum nakal. "Main di ranjang," bisiknya.


"Yank, ini masih diluar. Gimana kalo ada yang dengar," omel Ruby.


"Makanya cepat," Rega menggendong Ruby masuk ke dalam lift.


"Aayyaannk," teriak Ruby.


Acara main di ranjangnya sudah selesai di jam satu dini hari. Ruby dan Rega terlelap dalam mimpinya.


Paginya Rega bangun lebih dulu, ia tak tega membangunkan istrinya yang masih terlelap. Rega beranjak ke kamar mandi membersihkan diri.


Selesai mandi ia membuatkan sarapan untuknya dan Ruby. Lalu berganti baju memakai baju kerjanya.


Ruby masih terlelap, Rega mengecupnya sebelum berangkat. Ruby menggeliat, memeluk Rega sudah wangi, membuka matanya dengan sempurna Rega sudah rapi dengan kemejanya.


"Yank, kok udah rapi? Emang sekarang jam berapa?" terperanjat melihat jam dinding. "Aku kesiangan," Ruby cepat bangun setelah meliht jam dinding sudah pukul setengah delapan pagi.


"Gapapa, aku sudah buatkan sarapan untuk mu. Aku berangkat kerja dulu ya. Kamu lanjutin lagi aja tidurnya," ucap Rega mengecup kening Ruby lagi lalu pergi.


🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋


Hari berganti hari, semua berjalan begitu cepat. Sudah genap satu tahun Ruby menikah dengan Rega.


Karena terus menerus meminta ijin untuk bekerja, akhirnya Rega mengijinkan Ruby mengurus usaha laundry miliknya. Berkat kerja keras dan keuletan Ruby, kini usahanya berkembang pesat.


Rega semakin kagum dan bangga, karena walaupun Ruby bekerja ia tidak lupa dengan tugasnya menjadi seorang istri. Karena usahanya semakin maju, Rega menghadiahi Ruby sebuah mobil untuk kesehariannya.


Namun masih ada yang mengganjal di hati Ruby, sudah satu tahun pernikahan mereka belum dikaruniai buah hati. Rega tidak pernah mempermasalahkan hal itu dan mereka bahagia.


Suatu pagi di akhir pekan.


"Yank, hari ini kita belanjanya agak banyak ya, nanti akan ada teman ku berkunjung. Boleh minta tolong masak untuk menyambut mereka?" pinta Rega sambil menyeruput teh hangat buatan istrinya.


"Iya, habis sarapan kita pergi belanja ya. Jam berapa mereka akan datang?" tanya Ruby.


"Nanti malam, sekalian makan malam di sini aja kayaknya," jawab Rega.


Dengan di bantu Rega, semua persiapan selesai di siapkan sebelum waktunya tiba. Walaupun Ruby masih bertanya-tanya siapa tamu yang akan datang ke apartemennya nanti.


Suara bel berbunyi sangat nyaring, Rega berjalan membuka pintu dan mempersilahkan tamunya masuk, Ruby masih merapikan meja makan dan meletakan lilin di atasnya. Ruby menyusul Rega menemui tamunya, betapa terkejutnya ketika tamu yang datang itu adalah Sely dan Riky.


“Sayang?” panggil Rega menyadarkan Ruby dari terkejutnya.


Ruby senyum terpaksa.


Untuk apa Rega mengundang mereka berdua ke apartemennya? Padahal Ruby sangat tidak ingin bertemu dengan mereka terutama dengan Sely. Semuanya duduk di meja makan saling berhadapan. Rega menyambut mereka dengan ramah. Ya, Rega memang selalu ramah dengan semua orang termasuk mantan istrinya itu. Mereka menikmati acara makan malam itu.


“Sebenarnya kita kesini ingin mengantarkan undangan pernikahan kita,” ucap Riky.


“Iya, kami akan menikah,” tambah Sely.


“Kapan?” tanya Rega.


Riky mengeluarkan sebuah undangan dan memberikannya pada Rega, kemudian Rega membukanya.


“Minggu depan?” tanyanya setelah membaca undangan yang diberikan Riky.


“Iya, kalian datang ya!” ucap Sely, tatapannya masih menampakan tidak suka pada Ruby.


“Oh iya pasti kita datang. Iya kan, sayang?” Rega menoleh kesebelahnya dimana Ruby berada.


“Iya,” Ruby mengangkat kepalanya dan tersenyum menjawab suaminya.


“Masakan mu, lumayan juga. Pantas saja Mas Rega jadi gemukan sekarang,” ucap Sely begitu saja.


Ruby hanya tersenyum pasi menanggapi ucapan Sely.


“Ruby memang pandai memasak,” ucap Rega.


Usai menyantap hidangan makan malam, Rega dan Riky mengobrol di balkon untuk merokok dan minum kopi. Ruby dan Sely duduk di sofa depan televisi, tanpa bersuara hanya suara televisi yang terdengar. Situasi itu dimanfaatkan Sely untuk menggoyahkan hati Ruby.


“Benarkan apa aku bilang, lelaki yang sudah pernah selingkuh akan melakukan hal yang sama untuk kesekian kalinya,” ucap Sely mengejek.


“Apa maksud mu berkata seperti itu? Rega nggak akan mungkin berbuat seperti itu pada ku,” balas Ruby.


“Kamu mau bukti? Aku akan kirimkan buktinya sekarang juga. ”Sely mengotak –atik ponselnya lalu menatap Ruby lagi dengan sinis. “Buka hp mu! Aku sudah mengirimkan buktinya,” ucapnya lagi.


Ruby memeriksa ponselnya, Sely mengirimkan beberapa foto ke akun whatsappnya. Ruby menutup mulut dengan sebelah tangannya, tidak percaya apa yang dilihatnya. Di foto itu Rega tengah bersama seorang wanita, mereka sedang berada di sebuah tempat makan dan ada Arina juga. Ruby menenangkan dirinya, ia tidak boleh terlihat sedih di hadapan Sely.


“Bagaimana? Percaya? Apa yang kamu lakukan dulu sama persis seperti itu bukan? Dan sekarang kamu merasakannya. Namanya Jelita,” ucap Sely masih dengan nada sinis.


“Kamu mau membalas ku dengan cara seperti ini? Maaf aku nggak tertarik. Aku lebih percaya suami ku dari pada foto nggak jelas yang kamu kirim itu.” Bersikap biasa saja walaupun dalam hatinya sakit luar biasa.


“Dan apa maksud mu mengirimkan foto murahan itu? Bukannya kamu sudah mau menikah? Atau kamu masih menyukai suami ku? Suami ku sangat mencintai ku dan aku percaya itu,” tambah Ruby menyudutkan Sely.


“KAU!!” Sely geram.


Ruby meninggalkan Sely masuk ke dalam kamar. Sely tersenyum jahat dan duduk santai di atas sofa menunggu Riky.


“Kau sudah masuk ke dalam perangkap ku. Wanita mana yang tahan melihat suaminya bersama wanita lain, haha,” Sely bersorak dalam hatinya.


Akhirnya Riky dan Sely pun pulang, meninggalkan rasa pahit di hati Ruby. Kini hatinya bimbang, haruskah ia percaya dengan Sely? Selama ini hubungannya dengan Rega baik-baik saja, setiap harinya Rega menunjukan rasa cinta padanya, tidak mungkin Rega mengkhianatinya.


Ruby mengingat belakangan ini Rega memang sedikit berbeda, kadang Rega selalu mengangkat telepon di balkon menjauhinya. Kadang pergi pagi sekali dan sering pulang larut malam. Ruby tidak menaruh curiga karena ia pikir Rega pergi untuk bekerja.


Namun setelah melihat foto yang dikirimkan Sely, ia jadi bertanya kemana suaminya selama ini, apa yang dilakukan Rega di belakangnya.


NEXT >>>>>>


Like


komen


vote


⭐5


🤗🤗🤗