
"Iya. Aku yang menggodanya. Aku yang mengejarnya karena hatiku sedang rapuh saat itu. Dia yang baik memberikan ku tempat untuk bersandar saat aku terpuruk. Semenjak saat itu aku menyukainya."
Terkejut, marah, geram dan kesal saat melihat video yang dikirimkan Sely padanya. Dan juga tidak percaya kenapa Ruby bisa berkata seperti itu d video itu. Secepatnya Rega mengambil kunci mobil dan berlari ke parkiran. Menancap gas mobilnya menuju rumah Ruby dengan kecepatan tinggi.
Inikah akhir dari pernikahannya bersama Sely? Apakah ini jalannya untuk berpisah dengan Sely dan melanjutkan hubungan yang serius dengan Ruby? Kalau pun harus memilih Rega lebih memilih Ruby untuk menjadi pendamping hidupnya. Tapi dalam benaknya bertanya, kenapa Ruby mengatakan bahwa dia yang menggodanya? Padahal jelas-jelas Ruby yang pertama menolaknya saat Rega menyatakan perasaanya. Sebelum akhirnya mereka benar-benar berhubungan karena faktor keadaan yang memberi mereka kesempatan untuk itu.
Berkali-kali Sely meneleponnya tapi Rega abaikan. Yang paling penting sekarang adalah Rega secepatnya menemui Ruby. Rega tahu Ruby pasti sedang merasa tertekan dan sedih sekarang. Inilah saatnya, Ruby menjadi milik Rega seutuhnya. Karena itulah yang Rega inginkan selama ini.
Rega keluar dari mobil, berjalan ke depan pintu lalu mengetuknya tak ada jawaban dari dalam. Rega mngetuknya lagi beberapa kali tapi masih tidak ada yang keluar. Rega mencoba menelpon Ruby tapi no lamanya di blokir. Yang dapat Rega lakukan hanyalah menunggu, menunggu Ruby membuka pintu atau datang padanya.
Sudah berjam-jam menunggu, Ruby tak kunjung datang juga. Rega memutuskan untuk pulang ke rumah dan membuat perhitungan dengan Sely.
Di Rumah Rega.
Sely menangis sesenggukan tidak percaya Rega bisa bermain api dibelakangnya. Selama ini ia selalu percaya pada suaminya itu. Bahkan ia mengira bahwa Rega sangat cinta padanya, karena setiap keinginannya selalu dituruti.
“Kenapa kamu mengkhianati ku, Mas. Apa salah ku?” dalam tangisnya.
Sely duduk di sofa dan menyandarkan kepalanya, memeluk ponselnya sambil terus menangis.
Rega datang. Sempat terenyuh saat melihat Sely yang sedang menangis. Selama ini ia mencoba untuk mencintai Sely dan memaafkan setiap sikap prilakunya tapi sampai sekarang yang ada hanya perasaan kasihan yang mendominasi perasaanya terhadap Sely.
Rega duduk di sebelah Sely yang sedang menangis.
“Kenapa kau lakukan itu sama aku, Mas. Apa kurang ku sama kamu?” ketika Rega sudah duduk disebelahnya.
“Maafkan aku. Tapi sikap mu lah yang membuat ku melakukannya,” jawab Rega.
“Kenapa, Mas? Aku selalu menjadi apa yang kamu ingin kan. Tapi apa balasan kamu sama aku. Kau berselingkuh di belakang ku,” tangisnya semakin menjadi.
“Kapan? Kapan kau menjadi apa yang aku inginkan? Mencoba saja kamu nggak pernah. Jangankan mencoba bertanya apa yang aku ingin kan juga nggak pernah sama sekali,”
“Jadi kamu pikir aku ini egois? Tega kamu, Mas. Apa kurang aku sama kamu, Mas. Apa?” masih menangis tersedu di samping Rega.
“Kamu kurang bersyukur, Sel,” tegas Rega.
”Itu bisa kamu aja. Kamu seperti ini karena kamu nggak pernah cinta kan sama aku?” bicara dengan nada tinggi.
“Aku mencoba untuk mencintai mu tapi sikap mu nggak pernah menyenangkan hati ku yang ingin mencoba untuk memberikan lebih dari rasa ,,,,,,” ucapannya terhenti.
“Rasa apa, Mas? Rasa kasihan kan? Aku tahu kamu menikahi ku karena kamu hanya sekedar kasihan sama aku,”
"Coba kau ingat-ingat lagi! Apa aku pernah mengabaikan mu selama ini? Semua keinginan mu aku penuhi. Kau tahu itu kenapa? Karena aku mencoba berbagai cara untuk mencintai mu. Tapi kau tidak pernah menghargainya dan selalu merasa kurang. Sampai akhirnya aku bertemu dengannya yang selalu membuat ku nyaman dan di hargai," tutur Rega.
Sely masih terus mengeluarkan air matanya.
"Aku sudah lelah berusaha untuk mencintai mu tapi tak pernah dihargai," lirihnya.
"Aku lelah biarkan aku pergi," ucap Rega tegas.
Bangun dari duduknya lalu melangkahkan kaki ke kamar dan membereskan barang-barangnya. Sely mengikutinya, menahan Rega memasukan pakaiannya ke dalam koper.
"Mas, jangan pergi. Jangan tinggalin aku. Maafin aku, Mas," cegah Sely sambil terus menangis dan menahan tangan Rega.
"Lepaskan aku. Kamu mau hidup dengan orang yang nggak pernah bisa mencintai mu? Jadi biarkan aku pergi." Rega terus memasukan bajunya ke dalam koper.
"Aku rela hidup seperti itu asal sama kamu, Mas," air matanya belum juga berhenti menetes usahanya menahan Rega belum juga berhasil.
Rega menutup kopernya lalu membawanya keluar kamar. Sely terus mencoba menahannya.
"Selangkah saja kamu keluar dari rumah ini, aku akan sebarkan video PELAKOR itu. Kau tahu reputasi ku di dunia maya kan? Satu menit saja aku posting video ini akan menjadi viral dalam sekejap. Semua orang akan menghujatnya dan mencapnya sebagai perebut suami orang. Apalagi sampai kau benar-benar bersamanya itu semakin membuktikan dia wanita hina," ancam Sely.
Langkah Rega terhenti mendengar ancaman itu. Bagaimana mungkin ia biarkan Ruby menerima semua itu. Imej buruk yang akan di sandangnya kelak, Rega tidak mau itu terjadi.
Rega berbalik, kembali berjalan mendekati Sely.
"Apa mau mu, hah?" sepertinya Rega sudah tidak dapat lagi menahan amarahnya.
"Kau tetap disini atau aku sebarkan video ini."
"Kau wanita licik. Cukup aku yang kau buat menderita jangan ditambah lagi." Rega mengurungkan niatnya untuk pergi dan melemparkan kopernya masuk kamar.
"Ternyata kau lebih memilih melindungi harga dirinya. Daripada menjaga perasaan ku," sindir Sely.
"Untuk apa aku menjaga perasaan mu. Kau saja nggak pernah menjaga perasaan ku," balas Rega.
Brrrraaaaakkkkkk......
Rega masuk kamar dan menutup pintunya dengan keras.
Aaaaaarrrrrrrgggghhhh....
Meluapkan emosinya, Rega menendang koper yang tadi ia lemparkan ke dalam kamar.
NEXT >>>>>>>>
Like
comment
vote
⭐5