
Hari pertamanya masuk kantor setelah cuti lebih dari satu minggu tentu saja mengundang pertanyaan teman-teman kantornya. Belum lagi ada cerita dari Cindy bahwa Rega sedang berada di pulau dewata bersama seorang istri. Padahal baru saja ada kabar peceraiannya dengan Sely belum lama ini.
“Cie cie yang punya istri baru,” goda salah seorang teman kantornya.
“Apa sih?” senang namun bingung itu yang Rega alami saat ini.
Rega ingin mengumumkan pernikahannya, tapi Ruby belum siap banyak orang tahu tentang pernikahan mereka.
“Jadi cuti bulan madu ke Bali, Ga?” tanya temannya yang lain, hanya dijawab senyuman penuh misteri dari Rega.
“Mana oleh-oleh Bali? Kok kita nggak kebagian?”
“Kapan kita makan-makan nih, kenalin dong istri barunya,”
Dan banyak lagi pertanyaan-pertanyaan seputar kehidupan baru Rega yang membuat teman-teman kantornya penasaran. Rega sudah tahu ini akan terjadi dari semenjak bertemu dengan Cindy di Bali.
Rega hanya menarik nafas panjang dan berusaha untuk menahan diri dari pertanyaan-pertanyaan teman-temannya. Waktu makan siang Rega memilih untuk makan siang di dalam mobilnya, karena pasti akan menimbulkan banyak lagi pertanyaan saat Rega membawa bekal untuk makan siang.
Satu per satu kotak makannya ia buka, isinya ada nasi putih, perkedel kentang, oseng tempe, ayam kecap dan potongan buah apel dalam kotak yang terpisah-pisah. Disimpannya di kursi sebelahnya untuk mempermudah ia menyantapnya. Di ambil sendok dan garpu lalu menyantap dengan lahap masakan istri tercintanya. Teringat istri di rumah, Rega menekan tombol teleponnya.
Rega “Halo, Sayang! Lagi apa?”
Ruby “Lagi nonton TV. Kamu lagi apa?”
Rega “Aku lagi makan, kamu sudah makan?”
Ruby “Aku baru aja selesai makan, terus sekarang nonton TV sambil nunggu kamu pulang,”
Rega “Yank, di kantor rame pada ngomongin aku. Aku jadi bingung harus jawab apa.”
Ruby “Terus kamu jawabnya gimana?”
Rega “Aku nggak jawab apa-apa,”
Ruby “Sekarang kamu makan dimana, Yank?”
Rega “Makan di mobil,”
Ruby “Kok di mobil?”
Rega “Kalo aku makan di pantry atau kantin nanti banyak yang minta. Aku nggak rela bagi-bagi masakan istri ku sama orang lain,”
Ruby “Pelit ya kamu. Ya udah habiskan makannya ya, dan cepat pulang,”
Rega “Iya sayang, Love you,”
Ruby “Love you too,”
Rega melanjutkan makan siangnya sampai habis tak tersisa, barulah ia memulai pekerjaannya kembali. Sedangkan Ruby di apartemen merasa tidak enak karena harus menutupi pernikahannya terus.
“Mungkin karena berawal dari sebuah kesalahan, aku jadi takut untuk mengumumkan pernikahan ku,” batinnya.
Berhari-hari Ruby masih bimbang dengan perasaannya, tapi Rega selalu menuruti apa yang di inginkan Ruby untuk tidak memberitahukan pernikahan mereka kepada semua orang yang dikenalnya.
Suatu hari Ruby dan Rega makan malam di luar, karena Rega ingin mengajak Ruby keluar supaya ia sudah merasa bosan tinggal di apartemen terus.
“Yank, kapan Arina kamu bawa tinggal sama kita?” tanya Ruby saat sedang menunggu pesanan makananya.
“Belum saatnya,” jawab Rega singkat.
“Kamu belum percaya ya sama aku? Kalo aku bisa mengurus Arina?”
“Bukan begitu, sayang. Aku kan harus mencari sekolah yang cocok untuk Arina, kamu tahu sendiri kalo Arina itu nggak seperti anak lainnya. Terus kita juga masih tinggal di apartemen,” jelas Rega.
“Hmmm, tapi aku bosan nggak ada kegiatan kalo kamu lagi di kantor. Kalo aku kerja boleh nggak?”
“Yank? Boleh ya?”
“Nanti aku pikirkan,”
“Yah ayank, tinggal bilang boleh atau nggak susah amat,”
“Kasih aku hadiah dulu baru aku ijinkan,”
“Kamu mau apa?”
“Nanti pulangnya ya,”
“Hmmmmm… Kamu tahu aja aku udah beres datang bulan,”
“Tahu dong kamu kan istri ku,”
“Iya, iya,”
“Pokoknya nanti malam aku mau yang berbeda ya, yang paling hot.”
“Yank, kamu nggak tahu tempat deh ngomongin itu,”
“Hehe, iya sayang. Jadi pengen cepet pulang,”
Pesanan datang dihidangkan oleh pelayan di atas meja, Ruby dan Rega menikmati makan malamnya. Pasangan bahagia, ya itulah mereka. Untuk saat ini. Tapi yang namanya rumah tangga pasti saja ada masalah yang datang.
Ternyata Sely dan Riky juga berada di tempat yang sama dengan mereka, Riky dan Sely menghampiri meja mereka.
“Rega,” panggil Riky.
Ruby sangat terkejut ketika melihat Sely dan Riky menghampiri mereka.
“Eh, Ky,” Rega juga sama terkejutnya namun Ruby hanya bisa menunduk.
“Boleh gabung?” tanya Riky.
“Iya, boleh,” ragu tapi membolehkannya.
“Istri mu nggak di kenalin?” ucap Riky.
“Oh iya, ini Ruby istri ku,” Rega tidak bisa menutupinya lagi di hadapan Riky dan Sely.
Ruby sudah tidak enak perasaan satu meja bersama Sely, ingin rasanya lari menjauh tapi apalah daya. Sely menatap Ruby tak berpaling, tidak percaya bahwa sekarang Ruby berada di samping Rega.
“Yank, aku ke toilet dulu,” ucap Ruby dan Rega hanya mengangguk.
Dengan cepat Ruby berjalan sampai di toilet, Ruby mengatur nafasnya perlahan. Kejadian terakhir kali bertemu dengan Sely membuatnya trauma bertemu lagi dengannya. Dan meneybarnya video itu, membuat Ruby semakin takut bertemu dengan Sely walaupun ia tahu bahwa yang menyebarkannya adalah Tami.
Ruby membasuh wajahnya beberapa kali, mencoba menenangkan dirinya sendiri. Tapi ternyata Sely menyusulnya.
“Pelakor dan pengkhianat menikah.” Sely mendelik sinis ke arah Ruby. “Kamu yakin kalo dia akan setia sama kamu? Biasanya kalo lelaki udah pernah selingkuh dia akan melakukannya lagi suatu saat nanti.” Sely membasuh tangannya lalu pergi meninggalkan Ruby.
Apa maksud dari perkataan Sely? Ruby tak mengerti, yang jelas Sely masih tidak suka padanya.
NEXT >>>>>>>
LIKE
COMMENT
VOTE
SEMOGA SUKA VISUALNYA 🤗