MY AFFAIR BE MY HUSBAND (R&R)

MY AFFAIR BE MY HUSBAND (R&R)
R&R 57



Hari berganti begitu cepat, sudah enam hari Ruby dan Rega menikmati bulan madu mereka. Sisa tinggal satu hari lagi mereka berada di Pulau Dewata.


Ruby sudah siap untuk hari terakhir bulan madunya. Tapi sang suami masih pulas terpejam dalam alam mimpinya.


"Yank, bangun. Ini udah jam sembilan kamu masih belum bangun juga. Aku lapar nih," ucap Ruby membangunkan Rega yang tidak mau bangun juga.


Entah sudah berapa kali Ruby memanggilnya supaya Rega bangun. Dan beberapa kali juga Rega tidak bergeming dan membuka matanya.


Karena sudah sangat kesal akhirnya Ruby membangunkannya dengan cara lain. Ruby naik ke atas perut Rega, diciuminya semua bagian wajahnya sampai berakhir di bibirnya. Senyuman penuh kemenangan mengembang, rupanya Rega pura-pura tidur dari tadi. Tangan Rega menguncinya, sempat membuat Ruby terkejut tapi ia terus melanjutkan aksinya.


"Kenapa nggak dari tadi , Yank? Jadi kan aku bangunnya juga dari tadi," bisik Rega sambil tersenyum.


Berbalik sekarang Rega yang mengambil kendali. Dipindahkannya Ruby menjadi di bawahnya, lalu tangannya asik menjamah tubuh mulus itu.


Gairahnya semakin membara, tangannya semakin liar menjelajahi setiap inci tubuh Ruby.


Namun.....


"Yank, kok merah?" ucap Rega dibarengi tatapan kecewa.


"Hehe, iya tadi aku datang bulan," menunjukan deretan gigi dibalik bibir merahnya.


"Yah, padahal aku udah bangun, adik kecil juga," keluh Rega tidak bisa melampiaskan hasratnya.


"Suruh siapa nggak bangun bangun. Ayok cepetan mandi, hari terakhir aku ingin keluar beli oleh-oleh," ucap Ruby beranjak bangun dan memakai bajunya lagi yang sempat Rega lepas tadi.


"Mandiin, kamu harus tanggung jawab udah bangunin adik kecil ku," nada manja disertai rengekan dan memohon.


"Adik kamu Reyhan udah gede," jawab Ruby acuh tapi tersenyum jahil.


"Yang ini," tunjuk Rega pada benda yang sudah mengeras miliknya.


Ruby tertawa, lalu menarik Rega ke kamar mandi. Setelah kurang lebih satu jam berada di kamar mandi baru mereka keluar.


Ruby memilihkan baju untuk Rega dan membantu memakainya. Rega sangat senang karena Ruby selalu memanjakannya. Setiap harinya Rega dibuat jatuh cinta, semakin hari semakin bertambah rasa cinta dan sayangnya pada istrinya itu.


Hari terakhir dihabiskan mereka berbelanja oleh-oleh untuk keluarganya.


Paginya mereka meninggalkan Pulau Dewata untuk kembali ke kehidupan yang sebenarnya.


Reyhan menjemput di bandara, lalu mengantarkan pasangan pengantin baru itu ke rumah Bibi Lies yang sudah siap menyambut mereka.


"Gimana bulan madunya? Apa bibi dapat oleh-oleh kabar cucu baru dari kalian?" tanya Bibi Lies.


"Ah Bibi ini, baru aja satu minggu kita menikah udah nanya cucu," jawab Ruby malu-malu.


"Kamu ini, kayak yang baru pertama kali aja," goda Bibi Lies.


"Belum, Bi. Malahan sekarang aku lagi datang bulan,"


"Semoga secepatnya bibi dapat kabar gembira ya,"


"Iya, aamiinn,"


"Ya sudah ayok kita makan dulu, habis itu kalian istirahat,"


Semua berkumpul di meja makan, Bibi Lies memasak banyak untuk menyambut kedatangan Ruby dan Rega.


Selesai makan-makan, Ruby dan Rega membagikan oleh-oleh yang sudah disiapkan.


"Ini buat Bibi, Paman, dan Paris," Ruby memberikan masing-masing satu paperbag.


"Terimakasih oleh-olehnya, Kak," ucap Paris.


"Oh iya, ini buat Prita, jangan lupa kasihkan," tambah Ruby lagi.


"Wah asik, ada alasan buat ketemu Prita nih," Ucap Paris senang.


"Aku mana, Kak,?" tinggal Reyhan yang belum punya paperbag.


"Ini buat kamu, Rey," memberikan satu paperbag untuk Reyhan.


"Yeeeaayy dapat juga," bersorak senang.


"Rencananya besok Rega akan membawa Ruby untuk tinggal bersama Rega. Rega meminta ijin Paman dan Bibi untuk membawa Ruby," tutur Rega


"Kalian kan sudah menikah, jadi tidak minta ijin pun Paman dan Bibi pasti mengijinkannya," jawab Paman Edi.


"Makasih Paman sudah mengijinkannya. Soalnya lusa Rega sudah masuk kerja seperti biasa," ucap Rega lagi.


"Iya, tapi sering sering bawa Ruby ke sini. Karena pasti Bibi akan kangen sama Ruby," tambah Bibi Lies.


"Iya, Bi. Pasti," Ruby memeluk bibinya.


🦋🦋🦋🦋🦋🦋


Kembali ke apartemen membuat Ruby mengingat masa-masa dulu sewaktu awal menjalin hubungan bersama Rega.


"Sudah lama sekali." Ruby menyusuri setiap sudut apartemen, mengingat apa saja yang pernah ia lakukan di sana.


"Sayang? Kok ngelamun?" tanya Rega melihat Ruby terdiam.


"Kata siapa nggak ada yang berubah? Ada kok," sanggah Rega.


"Apa?"


"Status kita." Memeluk Ruby dari belakang. "Sekarang kita sudah menjadi pasangan suami istri yang sah," sambungnya.


"Seperti mimpi yang menjadi kenyataan jadi istri kamu,"


"Aku akan terus berusaha mewujudkan semua mimpi-mimpi mu," ucap Rega sungguh.


"Gumawo, Oppa," ucap Ruby menggunakan bahasa korea.


"Oppa? Emang aku udah setua itu?" tanya Rega tidak mengerti.


"Itu bahasa korea Yank. Artinya Terimakasih sayang. Gitu," jelas Ruby.


"Punya istri demam drama korea jadi gini nih. Aku yang masih ganteng dan menawan ini di sebut opa opa," keluhnya merengut.


Ruby tertawa.


Keesokan harinya, pagi pagi sekali Ruby sudah bangun. Kesibukan sebagai istri di mulai kembali dengan suami yang baru.


Beres mandi, Ruby membuat sarapan dan menyiapkan air hangat untuk suaminya mandi. Setelah itu barulah ia membangunkan Rega untuk mandi.


Ruby membuka selimut yang menutupi wajah Rega, di usapnya kepala Rega dengan lembut lalu mengecupnya dua kali.


"Sayang, bangun."


Rega menggeliat malas kemudian mengangkat badannya dan duduk di sebelah Ruby.


"Hari ini aku kerja yah, Yank?" tanya Rega suara khas bangun tidur.


"Iya, aku sudah siapin air hangat buat mandi. Nanti airnya keburu dingin."


"Sayang, kamu nggak usah nyiapin air hangat buat aku mandi. Aku biasa mandi pakai air dingin. Tapi makasih ya, aku akan coba mandi air hangat," mengecup kening Ruby lalu pergi ke kamar mandi.


Ruby menyiapkan baju kerja Rega dan menaruhnya di atas kasur. Lalu kembali ke dapur untuk menghidangkan sarapan di meja makan.


Tak berselang lama Rega keluar kamar sudah berpakaian kerja lengkap melekat di tubuhnya. Ruby menyodorkan teh hangat untuk di minumnya.


"Yank, makan siang mau makan di rumah atau di kantor?" tanyanya.


"Kayaknya di kantor, Yank. Gapapa, ya. Aku nggak temani kamu makan siang di rumah," sambil menyeruput tehnya.


"Iya gapapa. Aku sudah siapkan untuk makan siang nanti, di bawa ya, dan habiskan," sambil menuangkan nasi dan lauknya ke dalam piring untuk sarapan suaminya.


"Iya pasti aku habiskan, masakan istri ku kan paling lezat di dunia," ucapnya sambil menggoda.


"Bisa aja. Sarapan dulu nanti kesiangan,"


Rega merasa beruntung mempunyai istri yang sangat perhatian seperti Ruby. Baru kali ini ia merasakan sebagai suami sepenuhnya.


Di pernikahan pertamanya bersama Kania, ibu dari Arina, tidak berlangsung lama. Itu pun sering kali Rega yang bahkan mengurusnya karena Kania sering sakit-sakitan.


Sedangkan dengan Sely, pernikahan mereka tanpa cinta. Mungkin karena itu juga Sely tidak pernah mengurusnya dengan baik.


Dan sekarang bersama Ruby, ia menemukan sesuatu yang sangat berbeda dan menjadikannya seorang suami yang sesungguhnya.


Selesai sarapan, tas kerjanya sudah siap, bahkan sepatunya pun sudah mengkilap siap pakai. Ruby menundukkan badannya di depan Rega akan memakaikan kaus kaki dan sepatunya. Rega mencegahnya.


"Sayang, sudah biar aku saja," Rega menepuk sebelah tempat duduknya. "Kamu duduk sini," ucapnya. Lalu memakai kaus kaki dan sepatunya sendiri.


"Makasih, ya," mencium kening Ruby. "Aku pergi kerja dulu. Love you." ucapnya lagi.


"Love you too, hati-hati dan cepat pulang," senyuman manis tergambar di wajah Ruby lalu mencium punggung tangan Rega.


"Terimakasih Tuhan, telah mengirimkan bidadari seperti Ruby pada ku," Gumam Rega dalam hati.


NEXT >>>>>>>>>


AKU PASTI UP TIAP HARINYA.


TAPI UNTUK NEXT EPS AKAN ADA VISUALNYA.


KARNA KLO ADA FOTO/GAMBAR DI NASKAH DIRIVIEW NYA BISA 2 SAMPAI 3 HARI SAMA NT/MT.


JADI UNTUK NEXT EPS DITUNGGU AJA YA PASTI DI UP KOK...


UNTUK DPT NOTIF UP TERBARUNYA TEKAN TANDA ❤️ DI KIRI BAWAH...


JANGAN LUPA VOTE NYA


LIKE COMMENT NYA JUGA....


MAKASIH SEMUA....


🤗🤗🤗🤗