
"RUBY..."
Teriakan Adnan sontak saja membuat dua orang yang sedang berpelukan itu terkejut dan melepaskan pelukannya.
"KALIAN???"
Buuuugggghhh.....
Adnan memukul Rega sampai terhuyung dan jatuh ke kursi, namun Rega tidak melawan.
"Cukup, Mas," cegah Ruby menghalangi Adnan memukul Rega lagi
"Dia itu sudah berkeluarga, Ruby," ucap Adnan.
"Memang kenapa kalo aku sudah berkeluarga, hah?" Rega membela diri dan berdiri menantang Adnan.
Adnan sudah di kuasai amarah dan sudah ingin terus memukuli Rega tapi dihalangi oleh Ruby. Akhirnya Adnan memukul ke tembok untuk melampiaskan amarahnya.
"Aaaaarrrrrggghhh,"
Adnan tampak mengatur nafasnya dan meredakan amarahnya yang tadi meledak-ledak.
"Sejak kapan kalian berhubungan? Apa sejak kau masih jadi istri ku, Ruby?" tanya Adnan mengintrogasi.
"Masih? Jadi kau sudah,,,," Rega mencoba bertanya pada Ruby, tapi cepat terpotong oleh Adnan.
Ruby membuang muka ke sembarang arah menghindari pertanyaan Rega. Tapi akhirnya Adnan mengatakannya. Ruby hanya bisa diam tak bersuara.
"Iya, kita sudah bercerai. Pasti kau sangat senang, bukan?" ucap Adnan penuh penekanan.
"Kenapa Ruby nggak bilang sama aku kalo mereka sudah berpisah?" batin Rega.
"Kau puas sekarang?" ucap Adnan lagi.
"Kalo kalian sudah berpisah, untuk apa kau marah-marah seperti ini? Kau sudah nggak punya hak lagi atas Ruby," ucap Rega yang sudah kepalang basah.
"Karena kau pria beristri, kau nggak baik buat Ruby," jawab Adnan.
"Kalo begitu, bukan kah kita sama? Kau melakukan yang sama pada Tami saat kau masih menjadi suami Ruby," balas Rega tidak mau kalah.
"KAU," bersiap memukul Rega lagi namun cepat di halangi Ruby.
"CUKUP!! Lebih baik sekarang kalian pergi dari rumah ku." Ruby kesal mengusir mereka kemudian terduduk di kursi.
"Ruby, aku mau bertemu Sean," ucap Adnan mengeluarkan jurus pamungkasnya.
"Sean nggak ada, lebih baik kamu pulang. Bukannya istri mu sedang hamil?" usir Ruby.
"Tapi Ruby aku masih mau bersama mu," ucap Adnan lagi.
"PERGIIIIII!!!"
Akhirnya Adnan pergi dari rumah Ruby. Tinggal Rega yang masih bertahan di sana.
"Lebih baik kamu juga pulang. Aku ingin sendiri," pinta Ruby pada Rega yang masih berada di tempatnya.
"Baiklah, kamu baik-baik aja kan?"
Ruby menjawab dengan anggukan. Kemudian Rega juga melangkahkan kakinya keluar rumah dan pulang ke apartemennya.
Ruby mengunci pintu rumahnya dan termenung memikirkan nasibnya yang kini sudah menjadi janda. Hubungannya dengan Rega pun masih terhalang status Rega yang masih beristri.
🦋🦋🦋🦋🦋
Sely sedang sibuk dengan dunia sosialitanya. Popularitasnya di dunia maya sudah tidak diragukan lagi. Di akun media sosialnya sudah ada jutaan yang mengikutinya.
Setiap aktifitas yang ia lakukan pasti ia unggah di akun media sosial miliknya. Tapi dengan kepopulerannya Sely semakin angkuh dan berada di atas angin.
Sedang asik dengan grup sosialitanya, ia mendengar suara getaran benda di dekatnya. Sely mencari dimana sumber suara dan menemukannya.
"Hp-nya siapa nih?" setelah menemukan benda bergetar yang mengganggunya.
"Tadi Mas Rega duduk disini. Kayaknya ini punya dia," ucapnya menerka-nerka.
Sely membuka ponsel yang ditemukannya, ternyata pesan dari operator seluler yang membuat ponsel itu bergetar.
"Coba foto ah, ini kan tipe hp kamera jahat." Membuka aplikasi kamera lalu memotret dirinya sendiri dengan ponsel yang ia temukan.
Setelah puas berpose dan berfoto ria, ia melihat semua hasil jepretannya di galeri. Sely menggeser layar ponsel dengan jarinya, melihat hasil jepretannya barusan.
Terus menggeser foto-fotonya, Sely dibuat terkejut dengan banyak foto yang ia temukan di ponsel itu. Foto dimana Ruby sedang merawat Arina di rumah Paman Abdul. Sely memperbesar foto itu untuk melihatnya lebih jelas.
"Ini kan si anak cacat itu. Aku pernah melihat wanita ini. Tapi dimana ya? Dan siapa dia? Kenapa foto-foto ini bisa ada di Mas Rega?" Sely semakin bingung dengan apa yang baru saja ia temukan.
Sely terus mengingat-ingat wanita yang tengah berada di foto bersama Arina, hingga akhirnya ia ingat bahwa itu adalah mantan istri dari suaminya Tami, Adnan.
Tanpa pikir panjang Sely langsung mengirimkan foto-foto itu pada Tami untuk memastikannya.
Sely : Say, ini mantan istri suami mu bukan?😬
Tami : Iya bener Bebz. Kamu dapat darimana foto itu? Terus siapa anak yang lagi sama dia? Setahu ku anaknya itu laki-laki dan masih usia dua tahunan.
Sely : Ada deh. 😁😃
Tami : Eh Bebz, waktu itu aku ke rumah dia terus ada suami kamu di sana. Katanya sih habis nganterin tuh si mantan karena dia nggak enak badan. Emang suami kamu satu kerjaan ya sama dia?
(Membaca balasan dari Tami, Sely semakin curiga dan marah.)
Sely : Aku nggak tahu, Say. Nanti aku tanya suami ku deh dia satu kerjaan atau nggak sama tuh cewek.
Tami : Hati-hati jaga suami mu, Bebz. Dia kan sekarang udah jadi jendeus. Bisa aja kan dia kegatelan godain suami kamu. Namanya jendeus, kayak ular berbisa, bahaya.
(Sely semakin memanas.)
Sely : Kamu tahu rumah dia kan? Besok anterin aku ke rumahnya. Kita kasih pelajaran tuh si janda gatel. Aku ajak Jeny juga.
Tami : Iya tahu dong, Bebz. Oke besok kita kesana. Bye.
Sely terus menghubungi Rega tapi ponsel Rega sedang berada di luar jangkauan. Dan Rega pun tak kunjung pulang, membuatnya semakin curiga dan semakin yakin bahwa ada sesuatu antara suaminya dan Ruby.
Semalaman Sely tidak bisa tidur memikirkan foto-foto itu dan kelakuan Rega di belakangnya.
NEXT >>>>>>>>>>
like
comment
vote
⭐⭐⭐⭐⭐