
Aku ingin engkau ada disini
menemaniku saat sepi
menemaniku saat gundah
Berat hidup ini tanpa dirimu
ku hanya mencintai kamu
ku hanya memiliki kamu
Aku rindu setengah mati kepadamu
sungguh ku ingin kau tahu
aku rindu setengah mati
Meski tlah lama kita tak bertemu
ku slalu memimpikan kamu
ku tak bisa hidup tanpamu
Aku rindu setengah mati kepadamu
sungguh ku ingin kau tahu
aku rindu setengah mati
aku rindu setengah mati ....
Aku rindu setengah mati kepada mu
sungguh ku ingin kau tau
ku tak bisa hidup tanpa mu
aku rindu.................
Mungkin hanya lagu itu lah yang bisa mengartikan perasaannya saat ini. Berulang-ulang Rega memutarnya saat di perjalanan menuju kantornya.
Rindu. Rindu yang tak kunjung bertepi dan belum menggapai temu. Ruby telah membawa separuh jiwanya. Namun dilema memenjarakannya dalam status yang Rega tidak inginkan.
Di loby Rega bertemu dengan Nita dari kantor cabang BC teman Ruby dulu.
"Pak Rega," panggil Nita.
Rega menoleh ke arah suara.
"Bu Nita, mau menyerahkan laporan," sapa Rega.
"Iya, Pak."
"Mari ikut saya,"
Rega di ikuti Nita berjalan ke ruangannya. Nita menyerahkan laporan kantor cabangnya dan Rega memeriksa setiap lembar berkas laporan yang ia terima.
"Tidak ada kekurangan, semuanya bagus. Ada lagi yang bisa di bantu?" tanya Rega.
"Sudah, Pak. Terimakasih,"
"Bu Nita, menyerahkan laporan?" sapa Pak Beny yang baru saja bertemu Nita.
"Iya, Pak,"
"Dulu sempat ada yang menggantikan Bu Nita yang datang ke sini bawa laporan. Bu Ruby kalo nggak salah. Bagaimana sekarang kabarnya?" ucap Pak Beny berbincang dengan Nita.
Deg. Ruby.
Rega sangat sedih sekali mendengar namanya, sedih karena ia sangat rindu dengan pemilik nama itu.
"Ruby sekarang tinggal di Kota 'Y', Pak. Waktu kita ada acara di sana saya sempat bertemu dengannya. Orang tuanya dan anaknya meninggal karena kecelakaan kereta waktu itu," jelas Nita dan terdengar jelas oleh Rega.
"Apa?" ucap Rega dengan suara lantang mengagetkan Pak Beny dan juga Nita.
"Orang tua dan anaknya kecelakaan dan aku nggak tahu. Ruby maafkan aku nggak ada di saat tersulit dalam hidup mu," batin Rega.
"Maaf, tadi Bu Nita bilang kalo Ruby tinggal di Kota 'Y'?" Rega merendahkan suaranya dan memastikan lagi apa yang Nita ucapkan.
"Benar, Pak Rega. Waktu ada acara kantor di sana kan Ruby sempat ke hotel menemui kita. Dan saya juga sempat ke rumah bibinya untuk mengucapkan belasungkawa waktu itu." Jelas Nita lagi.
"Boleh minta alamatnya? Saya ada urusan yang belum saya selesaikan dengannya. Tidak enak kalo terus menundanya," pinta Rega mencari alasan.
"Saya tidak tahu jelas alamatnya, karena waktu itu saya di antar sama mantan suaminya. Kalo tidak salah Ruby tinggal di dekat kantor pemerintah dekat dengan pusat kota," jelas Nita yang mulai heran dengan pertanyaan Rega yang menanyakan Ruby sedetail itu.
"Oh baiklah. Terimakasih informasinya sangat membantu," ucap Rega ramah.
Secercah harapan untuk bertemu Ruby, rindunya sudah menggebu ingin bertemu. Rega segera membeli tiket pesawat hari itu juga. Tidak lupa Rega mengirimkan pesan pada Reyhan dan mengirim foto Ruby.
Rega : Rey, aku ingin kamu cari seseorang dalam foto itu. Aku akan tiba di bandara tiga jam lagi. Jemput aku di bandara.
Reyhan di Kota 'Y' setelah melihat foto Ruby dan membaca pesan dari kakaknya.
Sebelum Reyhan membalas pesan kakaknya, ia pergi menemui Ruby untuk memastikan. Reyhan segera mencari Ruby ke ruangannya.
"Kak Ruby, ada hal penting yang ingin aku bicarakan," kata Reyhan saat sudah berada di ruangan Ruby.
"Ada apa? Bicaralah!" ucap Ruby sambil melihat kanan kiri tidak enak dengan teman satu ruangannya.
"Nggak di sini. Kita bicara di kantin saja." ajak Reyhan.
Ruby mengikuti Reyhan sampai ke kantin.
"Ada apa, Rey?" tanya Ruby setelah mereka duduk di bangku paling pojok di kantin.
Reyhan menunjukan foto Rega pada Ruby dan menunjukan pesan yang di kirimkan Rega.
Ruby menitikkan air mata saat melihat foto Rega. Perasaannya tidak dapat dibohongi kalau Ruby sangat merindukan Rega juga. Tapi keadaan yang memaksanya untuk tidak menemui Rega lagi. Dan yang mengejutkan Reyhan adalah adik kandung Rega.
"Ada hubungan apa antara kakak dan Kak Rega?" tanya Reyhan serius.
"Itu sebuah kesalahan, Rey. Dulu aku sempat dekat dengannya. Aku pindah ke sini untuk melupakannya walau aku nggak bisa. Tapi aku harus melakukannya, aku nggak mau jadi duri dalam daging di kehidupan rumah tangganya," jelas Ruby sambil mengeluarkan air mata dan sukses membasahi pipinya.
Reyhan memberikan sapu tangannya untuk menghapus air mata di pipinya.
"Kak, terus sekarang, apa kakak mau menemui Kak Rega?" tanya Reyhan.
"Aku nggak mau kesalahan itu terulang lagi, Rey. Tolong bantu aku, kita nggak bisa bertemu lagi. Dia harus bisa melupakan aku, demi keutuhan rumah tangganya," jelas Ruby.
"Apa kakak tahu bahwa rumah tangga Kak Rega itu nggak bahagia? Kak, kasihan Kak Rega. Dia sangat cinta sama kakak,"
"Rey, aku juga sangat cinta sama dia. Tapi cinta kita terlarang. Jadi jangan sampai dia menemukan ku di sini,"
"Kak, temui dia sekali ini saja. Dia sangat merindukan mu. Kak Ruby juga merasakan yang sama kan?"
"Tapi, Rey. Aku nggak bisa,"
"Kak, hargai usahanya untuk menemukan mu,"
"Tapi aku nggak mau kesalahan yang sama terulang lagi," masih dengan pendiriannya.
"Aku punya rencana, Kak. Temui dia sekali ini saja, setelah itu terserah kalian."
"Rencana apa?"
"Nanti kakak akan tahu. Jadi mau nemuin dia atau nggak? Aku tahu Kak Ruby juga merindukan Kakak ku kan?"
"Baiklah, aku akan menemuinya,"
"Ikut aku ke bandara sekarang, kalo di lihat dari pesannya Kak Rega akan sampai tigapuluh menit lagi. Bersiap lah, aku tunggu di depan."
Ruby mengambil tasnya lalu mereka pun berangkat ke bandara menggunakan taxi karena Reyhan hanya membawa motor.
Tigapuluh menit cukup banyak waktu untuk menjemput Rega ke bandara. Sampai di bandara pun Ruby harus menunggunya lagi. Satu jam Ruby dan Reyhan menunggu Rega tak kunjung datang.
"Kak, aku ke toilet sebentar ya,"
Ruby mengangguk pelan.
Sambil menunggu Ruby bermain dengan ponselnya, membuka akun media sosialnya menghilangkan rasa bosan menunggu.
Tiba-tiba ada yang memeluknya. Ah, ya, ini wangi parfum seseorang yang dulu sering memeluknya. Ini pelukan seorang Rega. Ruby menengadahkan kepalanya memastikan orang yang memeluknya, iya benar yang memeluknya adalah Rega, lelaki yang sangat dicintainya.
"Apa ini benar kamu? Aku sangat merindukan mu. Aku rapuh tanpa mu," ucap Rega sambil mengeratkan pelukannya.
"Jangan pergi lagi. Jangan jauh jauh dari ku," ucap Rega lagi.
Pelukan Rega adalah pelukan ternyaman yang Ruby rasakan. Ruby hanya bisa diam dalam pelukannya, hatinya memang sangat merindukan saat saat seperti ini.
Momen mengharukan nan romantis itu harus terhenti saat Reyhan datang.
"Ekheeumm, ekheuumm,,," deheman Reyhan.
Reyhan menarik Ruby ke sampingnya.
"Jangan peluk peluk orang sembarangan. Dia itu pacar ku," ucap Reyhan tegas pada Rega.
"APA?" Rega tak percaya.
NEXT >>>>>>>>>
akhirnya ruby & rega bertemu juga.
betewe sampe mu tidur aku dengerin lagu dmasiv yg rindu setengah mati....
ada yang mau coba dengerin lagunya juga?
jangan lupa like comment vote ⭐5 ya...
follow juga authornya..
😁😁❣️🤗🤗