MY AFFAIR BE MY HUSBAND (R&R)

MY AFFAIR BE MY HUSBAND (R&R)
R&R 10



Esok paginya Ruby yang baru saja selesai bersiap untuk pergi bekerja, tak lama ia menerima pesan dari Rega.


Rega : Aku di depan rumah.


Ruby : Depan rumah?


Rega : Iya cepat keluar aku tunggu.


Ruby melihat keluar dari kaca jendela kamarnya dan ia melihat mobil Rega ada di depan rumah orang tuanya. Ruby segera mengambil tasnya lalu keluar kamar tak lupa memberi kecupan untuk Sean.


“Hey, kenapa bisa tiba-tiba ada di sini?” tanya Ruby heran dan senang ada Rega yang pasti akan mengantarnya ke kantor.


“Kata kamu mobil kamu di rumah kontrakan mu, jadi aku kesini aja sekalian kita ke kantor bareng,” jawab Rega santai.


“Iya, tadinya aku mau naik ojek saja,”


“Tidak akan aku biarkan kamu naik ojek,”


“Memang kenapa?”


“Karena aku pasti cemburu lihatnya,”


“Dasar, kamu bisa saja,” mencubit lengan Rega.


“Ih kok malah di cubit,” meringis.


“Terus maunya di apa?”


“Di peluk kayak kemarin,” mengerlingkan matanya pada Ruby.


“Ayok cepat jalan nanti kita kesiangan, malah godain aku,”


“Tapi senang kan?”


“Tidak,” mengelak padahal hatinya senang.


Rega tergelak dan melajukan mobilnya menuju kantor Ruby. Sampai di depan kantor Ruby, Rega memberikan sebuah kunci pada Ruby,


“Ini kunci apartemen aku, kalau kamu lagi suntuk butuh menenangkan diri kamu bisa ke sana. Tidak perlu bilang ke aku kalau kamu mau kesana tinggal kesana saja, ya.” Jelas Rega.


“Tapi aku …..” Jari telunjuk Rega menempel di bibir Ruby dan menghentikan kalimatnya.


“Sssttt. Aku juga kalo lagi butuh ketenangan suka ke sana. Kamu tenang aja tidak ada yang tahu tempat itu selain aku sama kamu,” jelasnya lagi.


“Okey, terimakasih ya,”


“Terimakasih saja?”


“Sudah deh jangan mulai, aku masuk dulu nanti kamu telat ke kantor,”


“Ya sudah, selamat bekerja,”


“Hati-hati di jalan,”


Ruby keluar dari mobil Rega dan masuk ke dalam kantornya.


"Sakit apa kemarin, Buk?" tanya Nita saat Ruby baru saja duduk di meja kerjanya.


"Ah biasalah tidak enak badan," jawab Ruby.


"Sekarang sudah mendingan?"


"Sudah dong, makanya masuk kerja."


"Eh, By. Hari ini aku izin setengah hari ya."


"Mau kemana? Tumben."


"Hehe, aku mau pergi sama Rama,"


"Hmmmm, ya sudah. Kamu sudah ijin ke Pak Erwin?"


"Nanti aku ijin sekalian bawa dokumen untuk di tanda tangani Pak Erwin,"


"Okey,"


"By, aku di kasih giwang ini dari Rama bagus tidak?" memperlihatkan kupingnya yang menempel giwang emas disana.


"Bagus, modelnya aku suka,"


"Ini hadiah dari dia, katanya dia sangat sayang sama aku, aku jadi tambah tidak bisa lepas dari dia,"


"Terus kamu kasih apa sama dia?"


"Kamu pasti tahu lah aku kasih apa,"


Ruby tidak mengerti dengan jawaban Nita.


"Kita main di ranjang," bisik Nita di telinga Ruby.


"Apa?" membelalakan matanya tidak percaya.


"Kamu sudah terlalu jauh, Nit,"


"Iya, aku tahu tapi hati ku berkata kalau aku juga sangat menyayangi Rama,"


Ruby menjadi teringat lagi dengan masalah rumah tangganya kini yang sedang di ujung tanduk. Sampai sekarang pun Adnan belum juga ada menghubunginya.


"Ini memang salah, tapi aku mencintainya. Dan baru kali ini aku mengikuti kata hati ku, By. Aku akan tanggung semua resikonya." Ucap Nita lagi.


"Iya, yang penting kamu terus bahagia," ucap Ruby tersenyum pada Nita.


Ponsel Ruby berbunyi.


Rega : Pulang kerja bisa ke apartemen dulu?


Ruby : Bisa, ada apa?


Rega : Aku ingin nasi goreng seafood buatan kamu, sesuai janji mu tempo hari. 😁😁


Ruby : Masih ingat?😄😄 Baiklah nanti akan ku masakan buat kamu.😊😊


Rega : Aku sudah beli bahan-bahannya kamu tinggal masak saja. Pulang kerja aku jemput ya.😉😉


Ruby : Oke. 👍👍


"BBM an sama siapa sih? Kayaknya sangat menyenangkan sambil senyum-senyum begitu?" tanya Nita yang sedari tadi melihat tingkah Ruby tidak biasanya.


"Ah ini biasa di grup SD pada ngelawak, haha" jawab Ruby ngeles..


"Ohh," Nita hanya ber-oh ria mendengar jawaban Ruby.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Waktu pulang tiba, benar saja Rega sudah menunggunya di depan kantor. Ruby segera masuk ke dalam mobil dan Rega langsung melajukan mobilnya.


Setibanya di apartement Ruby langsung mulai menyiapkan apa saja yang akan di olah menjadi nasi goreng seafood. Dan rupanya Rega sudah mempersiapkan semuanya.


"Semuanya sudah siap. Ada yang harus aku kerjakan cheff?" ucap Rega sambil melirik Ruby.


"Tolong cuci dulu udang dan cumi. Aku mau siapkan bumbu untuk nasi gorengnya." pinta Ruby.


"Itu saja? Ada lagi?" tanya Rega lagi.


"Itu saja dulu."


"Okey!"


Keduanya saling membantu dan bekerjasama membuat nasi goreng seafood yang sudah direncanakan.


Duapuluh menit berkutat di dapur akhirnya nasi goreng seafood buatan Ruby sudah masak dan siap untuk di makan.


Ruby membagi nasi gorengnya menjadi dua piring dan di letakannya di meja.


"Nasi gorengnya sudah jadi, silahkan di nikmati selagi hangat," ucap Ruby.


Rega tersenyum penuh suka cita.


"Aromanya bikin lapar," ucap Rega sudah tidak sabar ingin menyantap nasi gorengnya.


"Ayok di makan dong,"


Rega menyuapkan suapan pertamanya.


"Bagaimana?"


Rega mengunyah makanannya dan menikmatinya sebelum menjawab pertanyaan Ruby.


"Ini enaaaak sekali. Nasi goreng seafood terenak yang pernah aku makan,"


Rega terus melahap nasi gorengnya.


"Pelan-pelan nanti kesedak,"


"Hehe" menunjukan giginya, "Habis ini sangat enak. Sering sering ya buatkan aku yang seperti ini!" meneruskan lagi makannya.


Selesai makan Rega mencuci piring kotor yang tadi digunakan untuk makan. Kemudian duduk di samping Ruby yang sedang menonton televisi.


"Nonton apa sih serius banget?"


"Nonton drama korea, lihat deh mereka romantis banget kan?"


"By,"


"Yah," Ruby menoleh ke sampingnya dimana ada Rega yang memanggilnya.


Cup.


Ciuman mendarat di bibir Ruby lagi. Ruby terkejut, entah kenapa tubuhnya tidak dapat menolak ciuman Rega, dan ia hanya terdiam.


"Kok tidak dibalas?" Rega sedikit kesal tapi melakukannya lagi.


Kali ini Ruby mulai hanyut dalam ciuman yang diberikan Rega. Kedua bibir itu saling beradu saling ******* dan saling bertautan. Mereka menikmatinya seperti tidak ada beban dan pemisah diantara keduanya.


Rega melakukannya dengan lembut hingga membuat Ruby terhanyut dalam buaiannya. Tangan Ruby melingkar di leher Rega dan tangan Rega melingkar di pinggang Ruby.


Setelah beberapa lama Rega sadar bahwa Ruby sudah sangat membutuhkan oksigen untuk bernafas. Rega melepaskan ciuman itu dan memberi kesempatan untuk Ruby bernafas.


"Terimakasih," bisik Rega di telinga Ruby.


Ruby menyembunyikan wajahnya yang terasa panas dan merah merona dipipinya.


Rega memeluknya.


"I will always love you." Rega.


NEXT >>>>>>>>>>


kakak readers jangan lupa tinggalkan jejaknya ya.. dengan cara like comment n vote... author sangat berterimakasih sekali buat kakak readers,...