
"Untuk apa kau datang lagi? Aku sudah menikah, menjauh dari ku," ucap Sely terlampau marah pada Riky.
"Tolong dengarkan dulu penjelasan ku! Setelah itu baru kau boleh marah pada ku," pinta Riky.
"Penjelasan apa? Semuanya sudah terlambat,"
"Belum terlambat. Atau kau akan terus hidup dengan orang yang sama sekali nggak cinta sama kamu,"
Sely diam, memang selama ini tidak pernah ada cinta dalam pernikahannya. Sely sendiri tidak mau melakukan kewajibannya karena ia tidak pernah mencintai Rega. Sely hanya memanfaatkannya untuk memuaskan gaya hidup kelas atasnya.
"Kamu mau kan, memulai lagi dari awal dengan ku? Aku ingin aku hidup dengan mu, juga anak kita," ucap Riky.
"Dia anak ku, kamu nggak punya hak mengakuinya sebagai anak. Kamu sudah meninggalkannya dari semenjak ia masih dalam kandungan ku," tolak Sely.
"Aku terpaksa melakukan itu karena orang tua mu mengancam ku akan menggugurkan kandungan mu kalau aku memaksa menikah dengan mu waktu itu. Maafkan aku!" jelas Riky.
"Nggak mungkin, nggak mungkin orang tua ku mengancam mu melakukan itu," ucap Sely tidak percaya.
"Waktu itu aku hanya lelaki yang nggak punya harta kekayaan, orang tua aku pun bukan orang berada. Mereka berniat menikahkan mu dengan Rega karena dia anak teman orang tua mu yang kaya. Aku kalah jika dibandingkan dengan harta." tutur Riky mengenang kejadian yang lalu.
"Aku nggak percaya. Mana mungkin orang tua ku melakukan hal sekeji itu," Sely masih tidak percaya dengan penjelasan Riky.
"Kalo kamu nggak percaya. Lihat ini!" Riky menyodorkan kotak berwarna hitam pada Sely.
Kotak itu berisi uang lima puluh juta dan secarik kertas bertuliskan ancaman.
"JANGAN DATANG MENEMUI SELY. KALAU TIDAK, ANAK ITU TIDAK AKAN PERNAH LAHIR KE DUNIA. MENJAUH LAH. UANG ITU LEBIH DARI CUKUP UNTUK PERGI DARI KOTA INI."
"Aku nggak pernah memakai uang itu sepeser pun. Tapi aku nggak pernah pergi dari kota ini. Aku selalu mengawasi mu dari kejauhan. Sampai akhirnya aku tahu yang menikahi mu adalah Rega teman kerja ku." tutur Riky menjelaskan semuanya.
Tubuh Sely gemetar mengetahui yang sebenarnya terjadi. Sely mengingat kenangan indah bersama Riky ketika mereka masih brsama.
Air matanya kembali terjatuh, namun kali ini ada Riky yang menghapusnya.
"Kamu mau kan, memulai lagi semuanya dari awal sama aku? Ku mohon beri aku kesempatan untuk bertanggung jawab sama kamu dan anak kita." Riky terus berusaha untuk membujuk Sely kembali padanya.
Diam dan hanya itu yang Sely bisa lakukan. Permohonan Riky membuatnya bimbang, tapi dalam hatinya Clara harus tahu siapa ayah biologisnya.
"Kamu jangan egois, pernikahan kita tanpa cinta kamu tahu itu. Aku akan menceraikan mu, agar kalian bisa bersama. Dan tolong jangan melakukan hal yang bodoh lagi. Kau berhak hidup dengan orang yang kau cintai dan mencintai mu," ucap Rega yang entah sejak kapan berada di ambang pintu.
Riky menepuk pundak Rega yang menghampirinya.
"Aku akan bantu menjelaskan ke orang tua mu. Tenang saja. Clara butuh ayah kandungnya yang akan selalu menjaganya." Walau bagaimana pun Rega masih punya tanggung jawab terhadap Sely. "Tapi bantu juga aku menemukan siapa yang sudah menyebarkan video itu. Kalo bukan kamu, siapa lagi yang tahu tentang video itu?" ucapnya lagi.
"Di saat seperti ini saja kamu masih membelanya. Kamu memang nggak pernah punya rasa sedikit pun sama aku." Sely menangis tersedu.
"Bukankah kau juga nggak pernah mencintai ku? Kau mau menikah dengan ku karena untuk menutupi aib keluarga mu," Rega balik membalas Sely.
"Sely, kamu kenapa, Nak?" Wati berlari menghampiri anaknya yang sedang duduk dan menangis tersedu.
"Rega, ada apa ini?" tanya Marwan. "Dan kamu, saya sudah melarang kamu untuk mengganggu anak saya. Sedang apa kamu di sini hah? Mau merusak rumah tangga anak saya?" Marwan berbalik marah pada Riky
"Pah, Rega meminta Papah dan Mamah kesini karena ada yang mau Rega bicarakan."Rega menjelaskan maksudnya.
"Ada apa Rega? Cepat katakan!" pinta Marwan.
"Pernikahan Rega dan Sely sudah tidak bisa di pertahankan lagi, karena di dalam pernikahan kami sampai saat ini hanya status saja tidak tumbuh ras cinta diantara kami. Daripada dipaksakan diteruskan akan menimbulkan banyak masalah dan dosa bagi kami. Rega putuskan untuk menceraikan Sely." Tutur Rega dengan jelas dan sungguh.
"Ini pasti karena dia kan?" tunjuk Marwan pada Riky.
"Tidak sama sekali. Ini tidak ada hubungannya dengan siapa pun orang luar diantara pernikahan kami. Semuanya murni karena kami tidak bisa lagi meneruskan pernikahan kami. Kami sudah berusaha menumbuhkan rasa diantara kami tapi selama ini tidak ada hasil. Kami putuskan untuk mengakhirinya dengan baik-baik. Semoga Papah dan Mamah mengerti kondisi kami," tutur Rega lagi.
"Aku kira Mas Rega mau membeberkan aku yang nggak pernah menjalankan tugas ku sebagai istri yang baik di pernikahan kami. Tapi ternyata dia menutupinya dari orang tua ku. Mas Rega memang orang yang baik, aku yang sudah bersalah padanya. Aku sudah memanfaatkannya. Terimakasih, Mas. Sekarang aku yang harus menebus kesalahan ku dengan melepaskan mu," ucap Sely dalam hati.
🦋🦋🦋🦋🦋🦋
Di suatu tempat ada dua orang yang sedang tertawa karena misinya telah berhasil mempermalukan Ruby.
"Kamu ahli banget ternyata menyebarkan aib si janda gatel itu, hahaha."
"Aku pakai akun palsu ku, Kak. Untung saja kakak masih simpan video menyedihkan si janda gatel itu."
"Sengaja aku simpan, untuk berjaga-jaga. Tapi ternyata kamu lebih membutuhkannya lebih dulu, Dek."
"Sekarang semua orang akan membencinya, Kak. HAHAHAHAH. Reyhan akan menjadi milik ku dan nggak akan menolak ku lagi," ucap Thalia girang.
"Aku udah nggak sabar melihat si janda gatel itu di caci maki semua orang, HAHAHAH." Tami yang juga sedang bahagia menikmati penderitaan Ruby.
"Memang kenapa kakak sampai begitu membencinya?" tanya Thalia penasaran.
"Mas Adnan selalu saja memujinya di depan ku, aku kehilangan anak ku karena dia selalu saja membayangi pernikahan ku, dan juga mertua ku nggak mau menerima ku karena dia. AKU SANGAT MEMBENCINYA. AKU INGIN DIA MENDERITA." Tami mencengkram gelas yang berada di tangannya. Rasa bencinya pada Ruby telah membutakan mata hatinya.
"Berarti kita sama, Kak. Reyhan menjauhi ku semenjak ada dia di kantor ku. Dulu walopun Reyhan menolak ku, Reyhan nggak pernah mengabaikan ku atau menjauhi ku. Tapi semenjak ada dia di kantor, Reyhan selalu saja bersamanya. Gosip di kantor mereka sudah menjalin hubungan. Turun pamor aku dong, Kak. Kalah sama janda. Aku kan masih gadis, harusnya Reyhan lebih memilih ku," Thalia menceritakan alasan kebenciannya pada Ruby.
NEXT >>>>>>>>
LIKE
COMMENT
VOTE
FOLLOW
⭐⭐⭐⭐⭐
😉🤗❣️