MY AFFAIR BE MY HUSBAND (R&R)

MY AFFAIR BE MY HUSBAND (R&R)
R&R 45



Suara syahdu nyanyian dari radio yang di putar di dalam mobil, menambah suasana romantis bagi dua insan yang sedang melepas rindu. Lagu yang di putar pun seakan menjadi lagu yang sangat pas untuk mereka yang sedang jatuh cinta.


Meski ku bukan yang pertama


Di hati mu tapi


Cinta ku terbaik untuk mu


Meski ku bukan


Bintang di langit


Tapi cinta ku yang terbaik


Sepenggal lirik lagu dari Casandra menemani perjalanan mereka ke suatu tempat yang entah akan kemana.


Rega menggerakan tangannya ke atas tangan Ruby dan menggenggamnya, namun Ruby segera melepaskan tangannya.


“Kenapa?” tanya Rega kecewa.


Ruby melotot tajam pada lelaki di sampingnya.


“Lagunya bagus, jadi terbawa suasana,” ucap Rega mencoba mencairkan suasana karena dari tadi Ruby tidak berbicara apapun padanya.


Ruby hanya meliriknya sebentar, lalu berbalik memandang keluar jendela. Mobil terus melaju, menyusuri jalan mengiringi matahari yang sedang berada di atas.


Sebuah karya masa lalu yang megah nan eksotis terpampang jelas di depan mata saat Rega memarkirkan mobilnya di depan tempat wisata yang konon adalah situs warisan dunia. Menurut sejarah situs ini adalah sebuah tanda cinta dari seorang raja untuk pujaan hatinya.


“Jadi, mau diam terus?” tanya Rega berusaha membuat Ruby berbicara padanya.


Ruby masih tak bergeming, pandangannya lurus ke depan menatap candi nan megah di hadapannya.


“Kamu masih marah sama aku? Kalo gitu maafkan aku. Jangan diam terus. Aku dari tadi ngomong tapi kamu diam terus, aku nggak lagi ngomong sama boneka kan?” Rega sudah mulai kesal.


Ruby menarik nafas panjang-panjang lau mengeluarkannya perlahan.


“Kamu nggak kasihan sama aku? Mana yang katanya sangat sayang sama aku? Tapi kamu nggak tahu aku diam itu karena apa,” akhirnya Ruby membuka mulutnya berbicara.


“Iya aku tahu. Makanya aku nyari kamu kemana-mana. Aku ingin hubungan kita berlanjut menjadi hubungan yang sah. Aku mau kamu menjadi milik ku seutuhnya. Menjadi tempat dimana aku harus pulang,” tutur Rega.


“Tapi aku nggak bisa, Ga,” Ruby tertunduk bibirnya gemetar.


“Kenapa?”


“Karena kamu sudah dimiliki orang lain,” ucap Ruby pelan dan sedih.


“Raga ku memang, tapi hati ku hanya milik mu. Dimana pun dan sampai kapan pun hati ku hanya untuk mu,” meraih tangan Ruby dan menggenggamnya, kali ini Ruby tidak melepaskannya.


“Kamu harus tahu, siapapun nggak akan ada yang mau di duakan,”


“Aku akan cari cara untuk melepaskannya, karena nggak ada cinta antara aku sama dia. Secepatnya aku akan menjadikan mu satu-satunya untuk ku,”


“Aku nggak mau menjadi penyebab perpisahan kalian.”


“Terus aku harus bagaimana?”


“Kalo memang kita berjodoh, pasti akan ada jalannya,”


Suasana hening seketika, mereka berdua terlibat dalam pikirannya masing-masing. Memikirkan bagaimana cara agar bisa terus bersama atau mungkin hanya sebatas harap saja.


Tangan Rega mengusap kepala Ruby dengan lembut dan penuh kasih sayang.


"Kamu tunggu aku ya! Aku akan secepatnya jadi milik mu." Ruby menoleh dan Rega tersenyum manis sambil terus membelai rambutnya.


Rega menyenderkan kepala Ruby di pundaknya, membiarkannya tetap nyaman dalam dekapannya.


"Aku selalu merindukan saat-saat seperti ini, berdua sama kamu. Dimanjakan kamu, di perhatikan, dan semuanya tentang kamu aku rindu." Mengecup kepala Ruby. "Jangan jauh jauh dari hati ku!"


Esoknya Rega memutuskan untuk kembali pulang. Ia berpesan pada Reyhan untuk menjaga Ruby selagi ia tak bersamanya.


Namun kedekatan Ruby dan Reyhan di salah artikan oleh teman-teman kantornya bahwa mereka sedang menjalin hubungan.


Reyhan tak mengindahkan semua gosip tentangnya dan Ruby. Tapi tidak dengan Ruby, ia merasa risih dengan gosip yang beredar. Apalagi dengan pandangan sinis teman wanitanya yang menyukai Reyhan. Kapan hidup Ruby akan tenang dan damai?


Suatu hari mereka janjian di sebuah mall untuk sekedar jalan-jalan sepulang kerja. Ruby dan Reyhan sudah tiba lebih dulu.


"Rey, sepertinya teman-teman menyalah artikan kedekatan kita," keluh Ruby.


"Abaikan saja, Kak. Mereka kan nggak tahu yang sebenarnya." Saran Reyhan.


"Tapi aku merasa risih dengan sikap mereka yang jadi sinis sama aku,"


"Kakak kan masih punya teman, Prita."


"Iya, sih,"


"Dua 'P' itu kemana ya? Kok belum sampai juga," Melihat ke sekeliling mencari kedua temannya yang belum kunjung datang.


"Macet kali." Ruby juga melakukan hal yang sama.


"Itu mereka," tunjuk Ruby pada Paris dan Prita yang sedang berjalan mendekat.


"Kayaknya ada yang aneh," mendekap kedua tangannya di dada dan memperhatikan Pris dan Prita yang kini sudah di hadapannya.


"Cie, cie, udah pegangan tangan aja nih," goda Ruby melihat keduanya datang sambil berpegangan tangan.


"Hehehe," Paris dan Prita tersipu malu.


"Selamat ya," Ruby mengulurkan tangannya pada Prita dan memeluknya.


"Makasih, Kak," ucap Prita.


Paris dan Reyhan juga berpelukan memberikan selamat atas hari jadinya Prita dan Paris.


"Terus aku kapan punya pacar ? 😭" Menyadari hanya Reyhan yang tidak punya pacar.


"Makanya kalo ada cewek suka tuh jangan di tolak mulu. Tau rasa kan sekarang," seru Paris.


"Untung masih punya Kak Ruby. Walopun dia calon kakak ipar. Tapi lumayan lah buat nemenin jalan," ucap Reyhan menyenangkan diri sendiri.


"Jadi kamu manfaatin aku? Nanti lagi aku nggak mau ah di ajak jalan lagi," ucap Ruby.


"Jangan dong, Kak,"


"Ayok kita nonton, aku udah beli tiketnya." ajak Paris. "Sayang kasihkan tiket mereka berdua, kita beda kursi sama mereka,"


Prita merogoh tasnya mengambil empat tiket nonton lalu memberikan dua tiket pada Ruby.


"Cie sayang,"


"Cie yang lagi kasmaran nggak mau di ganggu,"


"Sayang, kita tinggalkan mereka yang lagi ngontrak di dunia kita," ucap Paris mengajak Prita memisahkan diri dari Ruby dan Reyhan.


"Sombong," maki Reyhan.


Ruby geleng kepala dan tersenyum geli.


Selesai nonton film di kursi yang terpisah jauh, pulangnya mereka bertemu di cafe karena sudah janji dari awal.


Layaknya sepasang kekasih yang baru saja jadian Paris dan Prita selalu berdekatan dan melakukan hal yang romantis. Membuat Reyhan kesal dan geram melihatnya.


"Kak, kalo lagi jatuh cinta emang kita yang di dekatnya jadi pawang nyamuk ya," decaknya kesal.


"Makanya kamu punya pacar," ucap Ruby.


"Belum ada yang cocok,"


"Kalo nggak ada yang cocok terus nggak akan pacaran kamu. Manusia itu nggak ada yang sempurna, Rey. Semua orang punya kekurangan,"


Reyhan diam mendengar nasehat Ruby, dulu mamanya pernah berkata persis seperti yang Ruby katakan.


"Mamah," Reyhan mengenang masa itu.


Dulu Reyhan sering sekali curhat dengan mamanya, terbilang Reyhan lah yang lebih dekat dengan mamanya.


"Mamah?" Ruby mengernyitkan dahi dan melihat ke kanan kirinya.


"Dulu mama ku mengatakan yang sama persis seperti yang kakak katakan barusan," jawab Reyhan.


"Kalo inget mamah, berdoa untuknya. Mungkin beliau merindukan doa mu untuknya," nasehat Ruby.


"Pantas saja Kak Rega tergila-gila sama kamu, Kak. Aku menemukan sosok ibu bersama Kak Ruby," batin Reyhan terharu.


Ponsel Ruby terus berbunyi beberapa kali, Ruby membuka ponselnya ada banyak pesan yang masuk di akun media sosialnya. Pesan yang berupa cercaan dan makian untuknya. Tubuh Ruby bergetar bagaimana bisa video itu bisa tersebar begitu saja di saat ia ingin melupakan kejadian paling menyakitkan dalam hidupnya.


Air matanya sudah tak terbendung lagi, tangisnya pecah saat itu juga. Reyhan, Paris, dan Prita menjadi cemas dan bertanya-tanya kenapa Ruby menangis.


Ruby menyerahkan ponselnya, mereka melihat seseorang memposting video Ruby yang sedang mengakui hubungan terlarangnya dengan Rega.


"Iya. Aku yang menggodanya. Aku yang mengejarnya karena hatiku sedang rapuh saat itu. Dia yang baik memberikan ku tempat untuk bersandar saat aku terpuruk. Semenjak saat itu aku menyukainya."


Ruby lemas terkulai dan tak sadarkan diri.


NEXT >>>>>>>>


Like


comment


vote


⭐⭐⭐⭐⭐


follow


😉🤗