
DIBACA KALO LAGI SAHUR DAN SETELAH BERBUKA YA.....
HAPPY READING.... 😉
🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋
Rega kembali duduk bersama Ruby, berharap tidak akan ada lagi yang akan membicarakan Ruby ke depannya.
Keempat wanita biang gosip itu pergi, dan tak kembali lagi.
"Sudah lah mereka memang seperti itu. Lagian Thalia dan kakaknya udah ketangkep sama polisi," ucap Reyhan sambil mengunyah makanannya.
"Tetap saja aku nggak terima mereka begitu saja," ucap Rega.
"Thalia dan kakaknya? Maksudnya?" tanya Ruby masih belum mengerti dengan percakapan kakak beradik di hadapannya.
Rega dan Reyhan saling pandang mendengar pertanyaan Ruby.
"Jadi, orang yang sudah menyebarkan video itu adalah Thalia, dan Thalia dapat video itu dari Tami kakaknya," jelas Reyhan.
"Sekarang kamu ngerti kan, kenapa aku ngelarang kamu kerja lagi waktu itu?" ucap Rega sambil mendekap Ruby.
"Kenapa kalian baru memberitahu ku sekarang? Tami? Bukan kah dia sedang hamil? Atau sudah melahirkan? Kasihan anaknya kalo dia sampai di penjara," ucap Ruby.
"Sayang, mereka sudah jahat sama kamu. Ngapain kamu masih peduli sama mereka? Biarkan mereka menerima hukuman perbuatan mereka," ucap Rega.
"Sepertinya Tami sudah melahirkan, Kak. Pas kemarin Rey ke kantor polisi perutnya biasa aja nggak kayak orang hamil," jelas Reyhan.
"Kamu nggak usah khawatir, Reyhan sudah mengurus semuanya. Sekarang kamu fokus sama pernikahan kita yang tinggal menghitung hari. Okey!" Rega mencium kepala Ruby sambil mendekapnya erat.
"Yaelah, mau mesra-mesraan tuh tahu tempat kalii," celetuk Reyhan. "Pulang ah," beranjak pergi.
"Kamu siiihhh," tunjuk Ruby.
"Apa? Mau lagi? Sini aku cium lagi," menarik kepala Ruby dan menciumnya lagi.
"Yank, ini tempat umum," kesal.
"Biarin, biar semua tahu kalo kamu milik ku,"
Ruby menggelengkan kepala, sedang Rega tertawa senang.
"Yank kamu kangen nggak sih sama aku? Dari semenjak aku ke sini kamu selalu menghindari ku. Kamu nggak kangen gitu saat saat kita berdua di apartemen?" tanya Rega sambil tersenyum nakal.
"Emang kamu mau apa?" Ruby balik bertanya.
"Mau berdua sama kamu," bisik Rega.
Ruby jadi salah tingkah.
"Makan dulu habisin, nanti kita pulang,"
"Pulang ke hotel yah,"
"Iya, tapi untuk bertemu Arina."
"Hmmmm,"
Benar saja, pulangnya Rega mengajak Ruby ke hotel dimana ia menginap. Mobil berhenti di parkiran hotel, mereka keluar dari mobil dan berjalan menuju lift. Rega menekan tombol angka tujuh dan lift pun merangkak naik. Beberapa kali Rega mencium kepala Ruby di dalam lift membuat Ruby menjadi risih.
Ting....
Lift sudah sampai di lantai tujuh tujuan mereka, pintu lift terbuka mereka melangkah keluar dari lift. Hingga sampailah mereka di kamar paling ujung di lantai tujuh. Rega membuka pintu dan menarik Ruby ke dalam kemudian mengunci pintunya.
Kamar itu begitu sepi, tidak ada Arina ataupun Paman Abdul dan Bibi Ira di sana.
Rupanya Rega sudah tidak bisa menahan kerinduan pada kekasihnya. Sudah sangat lama Rega tidak menyentuh bibir ranum yang selalu membuatnya bergairah itu. Kini kedua bibir sedang beradu menyatukan kerinduan mereka yang sudah lama terpendam.
Beberapa menit kemudian baru keduanya saling melepaskan. Karena sudah mulai kehabisan asupan oksigen di paru paru mereka.
"Yank, jangan!" ucap Ruby masih terengah-engah.
"Nggak akan. Aku hanya ingin berdua saja sama kamu. Aku kangen banget saat saat seperti ini," memeluk Ruby sangat erat seakan tak mau terpisahkan lagi.
Ruby bergerak ingin melepaskan pelukan Rega yang begitu menyesakkannya.
"Diam lah, sebentar saja aku ingin memeluk mu," ucap Rega lembut.
"Tapi kaki aku pegel kalo berdiri terus," rengek Ruby.
"Hehe, maaf," Rega melepaskan pelukannya kemudian duduk di atas kasur dan menarik Ruby ke dalam pangkuanya.
"Kalo gini, nggak akan pegel kan?" ucap rega lagi.
"Hmmmm,"
Kecupan mendarat di bibir Ruby lagi dan semua area wajah Ruby tertimpa kecupan Rega bertubi-tubi lalu berakhir dengan ciuman yang dalam dan lama. Sesekali mereka berhenti untuk mengambil nafas lalu meneruskannya lagi, begitu saja sampai tiga puluh menit berlalu.
"Yank, malam ini menginap di sini ya!" pinta Rega.
"Yaaank!!!"
"Nggak akan. Aku janji! Aku hanya ingin memeluk mu sampai pagi. Besok aku harus pulang dulu karena ada pekerjaan mendadak yang nggak bisa aku tinggalkan. Dan baru bisa kembali lagi ke sini lusa, sehari sebelum pernikahan kita," bujuk Rega.
"Tapi nanti Bibi Lies akan mencari ku." tolak Ruby.
" Aku sudah chat Paris kalo kamu nggak akan pulang,"
"Tapi janji ya, nggak akan macem-macem,"
"Iya sayang, aku janji,"
Malam itu sesuai janjinya, Rega hanya tidur dengan Ruby dalam pelukannya.
Berada dalam pelukan Rega memang terasa nyaman buat Ruby, sampai ia tertidur pulas sampai pagi. Matanya terbuka sepasang tangan kekar masih memeluknya. Ruby berbalik menghadap pada seseorang yang tengah tidur bersamanya kini.
Wajah Rega yang tampan memang sangat menyenangkan jika di pandang. Telunjuknya menyusuri semua titik wajah yang masih tertidur pulas. Sebuah kecupan di bibir Rega sukses mendarat dengan sempurna. Ruby tersenyum dan mengecup kening lelaki yang masih terpejam dalam mimpinya.
Sebuah handuk disambarnya lalu masuk ke dalam kamar mandi. Badannya sangat lengket karena kemarin tidak sempat mandi sore, mandi di pagi hari bisa menyegarkanya lagi. Rambut panjangnya terurai, kucuran ai shower membasahi seluruh tubuhnya.
Selesai membersihkan diri Ruby keluar dari kamar mandi, Rega masih tertidur pulas di atas kasur. Niat hati ingin membetulkan selimutnya tapi tangan Rega dengan cepat menarik Ruby masuk ke dalam selimut.
Ruby yang saat itu hanya mengenakan sehelai handuk dan rambutnya pun masih basah sehabis mandi membuat Rega sangat bernafsu untuk melahapnya saat itu juga. Kini Rega sedang berada di atasnya, beberapa kali ia menelan salivanya melihat kemolekan tubuh Ruby yang hanya memakai handuk mandi yang ia lingkarkan di sebagian tubuhnya.
Bagian pundaknya yang terlihat jelas dari bagian dada, putih mulus pahanya membuat Rega tidak bisa menahan hasratnya.
Rega melesatkan ciumannya ke bibir Ruby dan menjalar ke leher dan terus ke bawah. Ikatan handuknya sudah terbuka, terlihat jelas lekuk tubuh yang Rega rindukan selama ini.
"Yank, jangan,"
NEXT >>>>>>>>
LIKE
COMMENT
VOTE
MKASIHHH 🤗🤗🤗