MY AFFAIR BE MY HUSBAND (R&R)

MY AFFAIR BE MY HUSBAND (R&R)
R&R 40



Ketika berada di belakang Reyhan, Ruby terus memperhatikannya. Dahinya mengkerut, menandakan perasaan aneh tapi nyata. Penglihatannya sangat nyata, Reyhan begitu mirip sekali dengan Rega. Bahkan di lihat dari belakang pun Reyhan begitu seperti Rega.


"Kak, Kak Ruby," panggil Reyhan menyadarkan lamunannya.


"Iya, kenapa, Rey?" jawab Ruby segera setelah tersadar.


"Aku mau bertemu kakak ku dulu. Kak Ruby mau ikut ke dalam atau tunggu di sini?" tanya Reyhan.


Baru sadar Ruby tengah berada di sebuah parkiran hotel tempat diadakannya acara kantor tempat dulu ia bekerja.


"A, aku tunggu di sini saja," jawab Ruby.


"Aku cuma sebentar kok. Tunggu ya," ucap Reyhan sambil melayangkan senyumnya.


Reyhan berjalan masuk ke dalam hotel untuk menemui kakaknya.


"Senyumnya juga mirip. Aaahhh serupa tapi tak sama. Gimana aku bisa melupakan Rega kalo ada orang yang sangat mirip dengannya di sini. Satu kantor pula," menggerutu sendiri.


"Ruby," panggil seseorang, membuat Ruby tersentak kaget.


"Hey, Ruby, kamu ngapain di sini?" tanya Dina berjalan mendekat ke parkiran.


"Din, aku lagi nunggu teman," jawab Ruby setelah tahu siapa yang memanggilnya.


"Oh gitu. Ayok ikut aku, kita sapa teman-teman," ajak Dina menarik tangan Ruby.


"Din ,nanti teman ku nyari," tolak Ruby.


"Ah sudah gapapa, sebentar saja," terus berjalan dan menarik Ruby masuk ke dalam.


Teman-teman kerjanya yang dulu tengah berkumpul di restoran hotel itu. Ruby menyapa semua teman-temannya, ternyata tidak ada yang melupakannya, semuanya masih baik pada Ruby.


"Bu Ruby, apakabar? Kabarnya Bu Ruby sudah bekerja di kota ini ya," sapa Pak Erwin kepala cabang.


"Iya, Pak. Saya sudah dapat pekerjaan di sini karena saya juga sekarang tinggal di sini," jawab Ruby.


"Bagus kalo begitu. Semoga sukses di kantor barunya," tambah Pak Erwin.


"Terimakasih, Pak," dengan senyuman.


Setelah menyapa semua teman-temannya, Ruby berpamitan untuk pulang. Sampai parkiran Reyhan sedang menunggu di atas motornya.


"Kak, darimana?" Tanya Reyhan melihat Ruby baru saja datang dari pintu sebelahnya.


"Tadi ada teman di sana, aku menyapanya sebentar. Udah yuk ah pulang keburu sore," jawab Ruby dan mengajaknya untuk cepat pulang.


Helm dipakainya dan segera menaiki motor Reyhan. Mereka pun keluar dari parkiran dan melanjutkan perjalanannya.


"Kak, aku lapar. Kita makan dulu ya!" ajak Reyhan.


"Apa, Rey?" tanya Ruby tidak bisa mendengar perkataan Reyhan karena tiupan angin dan kecepatan motor yang sedikit kencang.


"Kita makan dulu," ucap Reyhan mengulanginya lagi.


"Iya, iya," jawab Ruby walau masih belum jelas Reyhan mengatakan apa.


Reyhan menghentikan motornya di depan rumah makan padang. Masakan padang memang kesukaannya, dan juga ia ingin mengajak Ruby juga merasakannya di tempat langganannya.


"Kita mau kemana, kok kesini?" tanya Ruby.


"Tadi kan aku bilang, kita makan dulu. Kakak bilang iya, ya sudah kita makan di sini aja ya. Gapapa kan?" jelas Reyhan.


"Emang tadi kamu bilang itu ya?" Ruby mengikuti Reyhan yang sudah masuk lebih dulu ke dalam.


"Iya, Kak. Nggak mau ya makan di pinggiran kayak gini?" tanya Reyhan menyelidik.


"I, iya gapapa. Tadi aku kurang jelas mendengar kamu ngomong. Jadi aku jawab iya aja. Hee," menggaruk kepala yang tidak gatal.


"Di sini rendangnya enak lho, kepala kakapnya juga enak, oh ya, otaknya juga, ayam cabe ijo, kikil, banyak lagi," Reyhan menyebutkan semua menu favoritnya.


Ruby tertawa mendengarnya.


"Iya aku juga tahu, aku juga suka masakan padang. Aku juga bisa memasaknya di rumah," tutur Ruby di sela-sela tawanya.


"Aku diketawain, tapi di sini lebih enak dari tempat yang lain. Eh tapi kalo kakak bisa masaknya, aku mau dong nyobain masakan kakak," ucap Reyhan.


"Iya, iya nanti kalo Reyhan main ke rumah Paris. Sekarang kita pesan makannya cepat nanti kamu kelaparan,"


"Aku nasi rendang aja,"


"Oke. Tunggu ya aku pesan dulu,"


Tak butuh waktu lama, pelayan sudah mengantarkan makanan yang di pesan Reyhan.


"Kamu pesan sebanyak ini?" tanya Ruby melihat pelayan mengantarkan berbagai macam menu makanan.


"Eheheh. Aku lagi lapar, Kak." Deretan giginya terlihat jelas dengan bibir yang tersungging.


Mereka pun mulai menyantap hidangan yang sudah tersaji di meja. Di tengah-tengah lahapnya menyantap makanannya ponsel Reyhan berbunyi.


Reyhan "Halo, iya, Kak."


Rega "Dimana kamu?"


Reyhan "Lagi makan."


Rega "Pulang jam berapa?"


"Rey, aku ke toilet sebentar ya," ucap Ruby lalu pergi ke belakang.


Reyhan mengangguk dengan masih menempelkan ponsel di telinga kanannya. Namun yang di sebrang telepon merasakan perasaan yang berbeda dan luar biasa mendengar seseorang yang sedang bersama adiknya.


"Ruby. Suara itu, suara Ruby," batin Rega.


Reyhan "Kak, Kak!"


Rega "Rey, kau sedang bersama siapa?" (Memastikan)


Reyhan "Ya sama cewek dong, Kak. Namanya juga anak muda."


"Kalo jawab jujur di katain jomblo ngenes lagi aku," batin Reyhan.


Rega "Pacaran terus. Cari duit yang banyak baru pacarin anak orang. Kenalin cewek kamu sama Kakak. Kakak ingin tahu dia seperti apa."


Reyhan "Iya, Kak. Nanti Rey kenalin."


"Busyet, gawat nih," decak Reyhan dalam hati.


Rega "Ya sudah, Kakak tunggu di kostan. Jangan lama-lama, kakak lapar bawa makanan."


Reyhan "Oke, oke."


Menutup teleponnya dan melanjutkan makannya lagi.


"Dasar 'Rentenir Galau' kerjaanya bikin kesusahan. Gimana caranya ngenalin cewek aku sama dia? Punya cewek aja kagak," gerutunya.


(Rentenir Galau kalo di singkat jadi Rega, wkwkwk 😂)


"Rey, siapa Rentenir Galau? Kamu pinjam uang ke rentenir?" tanya Ruby yang mendengar Reyhan menggerutu.


"Ah nggak, Kak. Eh iya, itu. Eh kakak aku," ucap Reyhan gelagapan.


"Masa kakak kamu disebut rentenir, haha?"


"Iya dia kayak diktator dan kayak rentenir memang. Nyuruh aku kerja terus pantang libur."


"Haha, ada ada saja kamu,"


"Kak, nanti ikut aku ke kostan dulu ya. Kakak aku ingin aku ketemu sama pacar aku. Tapi aku belum punya pacar 😭. Nanti kakak pura-pura jadi pacar aku sehari aja. Besok kakak aku udah pulang kok. Plisss, Kak. Selamatkan aku dari amukan kakak ku," memohon dengan wajah memelas.


"Gimana ya?"


NEXT >>>>>>>>>


BONUS BUAT MALAM MINGGUNYA AKU UP LAGI.....


JANGAN LUPA YA LIKE COMMENT & VOTE


TERIMAKASIH SEMUA


❣️❣️