MY AFFAIR BE MY HUSBAND (R&R)

MY AFFAIR BE MY HUSBAND (R&R)
R&R 20



Penghuni kamar hotel nampak lelah dengan aktifitas yang mereka jalani hari ini dan memilih untuk terlelap dalam mimpinya. Tapi tidak bagi penghuni kamar enam kosong tiga yang baru saja memulai malam panjang mereka.


Rega terus bermain di sana dengan lidahnya yang sangat lihai memanjakan Ruby dengan setiap sentuhan-sentuhannya yang membuat Ruby semakin terbuai dan merasakan kenikmatan.


Itulah posisi yang paling Ruby sukai saat Rega memainkan lidahnya di area inti miliknya. Sentuhan Rega yang lembut tapi nikmat itu membuatnya merasakan kenikmatan bercinta yang luar biasa.


Puas dengan area bawah, Rega menciumi tubuh Ruby pelan –pelan sampai ke atas. Perut, dada, leher, dan terakhir bibir lalu mereka berciuman lagi.


“Sayang aku mencintai mu,” bisik Rega di telinga Ruby kemudian memasukan intinya ke inti Ruby.


“Eummppphhh”


Rega melakukannya dengan pelan namun pasti, membuat Ruby lagi lagi terbuai dengan kelembutannya yang menggairahkan. Sampai saat Ruby sudah memuncak ia teruskan mengikuti iramanya dengan kencang. Sesekali mereka mengubah posisi bercintanya, sampai mencapai klimaks bersamaan.


Seperti layaknya pengantin baru mereka melakukannya berkali-kali malam itu. Baru saja selesai melakukannya tapi setiap kali Rega bersentuhan dengan Ruby kepunyaanya berdiri lagi dan mereka melakukannya lagi.


Waktu sudah pukul tiga dini hari, Ruby sudah terlelap karena kelelahan Rega tidur di sebelahnya dan memeluknya yang sama-sama tidak berbusana hanya di tutupi selimut.


Alarm berbunyi pukul lima pagi, Ruby cepat-cepat mandi dan memakai bajunya karena ia harus segera ke kamarnya untuk berganti baju. Rega baru saja bangun dan masih mengantuk.


“Sayang, aku harus kembali ke kamar Dina pasti mencari ku, acaranya dimulai jam tujuh, kamu juga cepetan bangun ya,”


Rega menahannya dengan pelukan, Rega masih belum mengenakan pakaiannya hingga membuat Ruby menjadi tak karuan dibuatnya.


“Yank, kalau begini terus nanti kita kesiangan dan nanti ada yang curiga,”


“Kita pulang nanti malam ya, acaranya hanya sampai hari ini, besok hanya penutupan saja,”


“Terus kita mau kemana?”


“Kita pulang ke apartemen, aku masih ingin bersama mu. Bilang pada Gina kamu ada yang jemput dan harus pulang,”


“Iya, sekarang lepaskan dan pergi mandi,”


Rega mengecup Ruby lalu melepaskannya. Ruby segera kembali ke kamarnya.


“Kamu tidur dimana, By?” tanya Dina yang melihat Ruby baru datang.


“Aku tidur di hotel sebelah,”


“Sama suami mu?”


“I, iya, hee,”


“Romantisnya, sampai di susulin kesini. Suami kamu baik banget sih,”


Sepanjang acara perusahaan Ruby tidak berhenti menguap, ingin rasanya ia tertidur saja di kamar. Malam panjangnya bersama Rega membuatnya kelelahan.


“By, woy, kok malah tidur sih?” ucap Dina sambil menggoyang-goyangkan tubuh Ruby di sebelahnya.


“Ngantuk banget, nggak enak badan lagi,” mengucek matanya.


“Ya sudah cuci muka sana, ato balik kamar aja. Biar aku yang di sini,” ucap Dina yang tidak tega melihat Ruby yang kusut dan terlihat sangat kelelahan.


“Ya sudah, tapi gimana laporannya nanti?”


“Gampang itu, kita bisa copas dari yang lain,”


“Oke deh, makasih ya, aku ngantuk banget mau tidur,”


Ruby kembali lagi ke kamarnya, dan tertidur. Sampai jam makan siang Ruby masih tertidur. Rega mencarinya dan menanyakannya pada Dina dan di katakan bahwa Ruby tidak enak badan dan tertidur di kamar. Rega mengerti permainannya semalam membuat Ruby kelelahan.


Acara sudah selesai pukul lima sore, malamnya digunakan yang lainnya untuk berjalan-jalan di kota itu karena terkenal dengan kota pariwisatanya sekalian membeli oleh-oleh untuk keluarganya. Lain dengan Ruby, ia membereskan barang-barangnya dan bersiap untuk pulang.


“Aku pulang duluan ya, Din. Sudah di jemput dan aku juga tidak enak badan,” ucap Ruby pada Dina.


“Iya, By, cepet sembuh ya. Tadinya aku mau jalan-jalan sama kamu disini,”


“Maaf ya Din, tidak bisa temani kamu jalan-jalan,”


“Iya tidak apa kamu kan lagi tidak enak badan,”


Rega sudah menunggunya di parkiran hotel, Ruby segera masuk mobil setelah melihat-lihat tidak ada yang mengenalnya di sana.


Namun baru saja Ruby masuk mobil Rega, datang sebuah mobil parkir di sebrang mobil Rega dan mobil itu adalah mobil Adnan. Ruby terus memperhatikan mobil itu dan menyuruh Rega untuk jangan pergi dulu. Adnan keluar dari mobilnya lalu membukakan pintu mobil untuk Tami terlihat begitu mesra. Tangan Adnan mengelus perut Tami dan mencium kepalanya mesra.


Ingin sekali menangis tapi air matanya tidak keluar saat itu. Entah karena ada Rega di sampingnya atau karena Ruby sudah mengikhlaskan rumah tangganya bersama Adnan. Jawaban dari menghilangnya Adnan beberapa minggu ini telah terjawab.


Rega menggenggam tangannya sangat erat sampai Adnan dan Tami sudah tak terlihat lagi masuk ke dalam hotel.


“Yank, jangan sedih ya. Ada aku,” ucap Rega tulus.


Ruby menoleh dan menatap Rega dengan lekat lalu mengangguk. Rega melajukan mobilnya untuk pulang ke apartemen, di sandarkannya kepala Ruby ke pundaknya dan mengelus kepalanya.


“Lupakanlah dia, Ruby. Aku sangat menyayangi mu. Menikahlah dengan ku,” gumam Rega dalam hatinya.


NEXT >>>>>>


like comment vote ⭐5