MY AFFAIR BE MY HUSBAND (R&R)

MY AFFAIR BE MY HUSBAND (R&R)
R&R 37



Hari baru di mulai.


Hari ini adalah hari pertama Ruby mulai bekerja. Atas bantuan Paris, akhirnya Ruby diterima bekerja di kantornya.


"Selamat bekerja Bu Ruby, Prita akan mengantarkan ke ruangan anda," Pak Harun menjabat tangan Ruby untuk memberikan selamat.


"Terimakasih, Pak," ucap Ruby.


Prita mengantarkan Ruby sampai di ruangan kerja barunya.


"Kalo ada yang mau di tanyakan silahkan hubungi saya melalui telepon, nomor extension sudah ada di dekat teleponnya,. Selamat bekerja," ucap Prita ketika sudah mengantarkan Ruby sampai di ruangan.


"Iya, terimakasih,"


"Saya permisi dulu,"


Cantik, berkulit putih mulus, badannya masih tetap terlihat sexy walau sudah pernah melahirkan dan punya anak. Tak terlihat bahwa Ruby adalah seorang janda dan pernah punya anak. Banyak karyawan laki-laki yang menyukainya.


Paris jadi seseorang paling di cari teman-temannya untuk menanyakan sesuatu tentang kakak sepupunya itu.


"Gila, Men. Itu bener kakak mu? Cantik banget, kenalin dong," Gilang mendekati Paris yang sedang asik menyantap makan siangnya.


"Giliran cewek aja semangat patlima nih orang," gerutu Paris.


"Hahaha, iya lah secara aku udah kelamaan jomblo, Men."


"Cewek mana lagi yang kalian bicarakan?" tanya Reyhan yang baru saja datang.


"Sepupunya si Paris tuh, cantik banget asli," jawab Gilang bersemangat.


"Yang mana, Kok aku nggak tahu?" tanya Reyhan lagi.


"Karyawan baru, nanti kau juga tahu. Kalo udah tahu nggak akan nolak cewek lagi kau," ledek Gilang.


"Hadeuuh, itu kakak ku kalian jangan ganggu," ancam Paris.


"Huuhh dasar pelit," seru Gilang.


"Yuk ah, cow," ajak Paris pada kedua temannya.


Waktu berlalu begitu cepat, sudah waktunya jam pulang kerja. Paris menunggu Ruby di parkiran dengan sabar.


"Nggak pulang, Ris?" tanya Reyhan yang sedang memanaskan mesin motornya.


"Nunggu kakak ku dulu," jawab Paris yang sedang duduk di jok motornya.


"Ya sudah aku duluan," Reyhan pergi membawa motornya keluar dari parkiran.


Sudah sepuluh menitan Paris menunggu, barulah Ruby keluar bersama Prita di sampingnya.


"Maaf lama menunggu, kakak baru belajar jadi agak lama," ucap Ruby tidak enak sudah membuat Paris menunggu tapi yang diajak bicara malah asik menatap seseorang di samping Ruby.


"Kalian kalo mau pulang bersama nggak apa kok. Biar kakak pulang naik taxi," ucapan Ruby menyadarkan keduanya yang sedang saling bertatapan itu.


"Enggak kok, Kak. Ayok pulang," Paris langsung menyalakan motornya.


"Kalo begitu, saya juga pulang ya, Kak. Sampai ketemu besok," pamit Prita.


"Baiklah, hati-hati ya. Daaahhh," Ruby melambaikan tangan ke arah Prita.


"Kamu suka sama Prita?" tanya Ruby pada Paris yang sedang mengendarai motornya.


"Iya, Kak. Sudah lama Paris suka sama dia tapi belum berani bilang," jawab Paris sambil cengengesan karena malu.


"Sepertinya dia juga suka sama kamu. Kenapa nggak coba bilang tentang perasaan kamu sama dia?"


"Malu ah, Kak. Takut ditolak."


"Huuhh dasar penakut," ejek Ruby.


"Makanya bantuin dong, Kak," pinta Paris sedikit merengek.


"Usaha sendiri. Cewek sukanya sama cowok yang gigih usahanya," memberikan saran.


"Ah baiklah, nanti aku coba. Tapi tetep bantuin ya, Kak," pinta Paris.


"Hah apa?"


"Bantuin!"


"Hah? Apa sih nggak kedengeran? Banyak angin jadi kamu ngomong kakak nggak bisa denger,"


"Haaiihh, giliran yang pentingnya dia kagak denger. Cantik cantik kok budeg nih orang," kesalnya.


Pletakkk.....


"Awwwww," Ruby memukul kepala Paris yang memakai helm tapi malah Ruby yang kesakitan.


"Berani kamu bilang kakak budeg, nggak akan kakak bantuin kamu dapetin Prita,"


"Lah giliran dibilang budeg dia denger, haha. Kakak ini memang lucu," ledek Paris.


"Apa kamu bilang?"


Ruby memukul-mukul punggung Paris dengan tasnya tapi pelan.


"Hahaduh ampun, Kaaakkk. Lagi dijalan ini bahaya jangan pukul aku terus,"


Rupanya Bibi Lies sedang menunggu kepulangan mereka di depan rumah.


"Kalian sudah pulang?" menyambut dengan senyuman.


Paris memarkirkan motornya lalu mencium tangan ibunya.


"Ruby, ada tamu yang mau bertemu dengan mu. Sudah menunggu dari tadi," ucap Bibi Lies.


"Siapa Bi?" penasaran.


"Lihat saja ke dalam. Kasihan sudah menunggu mu lama," Bibi Lies mengajak Ruby masuk ke dalam menemui tamunya.


NEXT >>>>>>


jangan lupa ya tinggalkan jejaknya


like comment vote dan ⭐5