MY AFFAIR BE MY HUSBAND (R&R)

MY AFFAIR BE MY HUSBAND (R&R)
R&R 44



Dari kejauhan Reyhan melihat Rega berlari dan langsung memeluk Ruby. Terharu? Iya. Senang? Juga iya. Baru kali ini Reyhan melihat kakaknya mencemaskan seorang wanita setelah almarhum istri pertamanya. Lama Reyhan membiarkan mereka saling berpelukan, sampai akhirnya ia datang dan memisahkan mereka.


“Jangan peluk-peluk sembarangan. Dia pacar ku,” ucapnya.


“Apa?” Rega tak percaya.


Reyhan memberikan kode pada Ruby dengan mengedipkan matanya, Ruby pun mengerti maksud Reyhan. Inilah rencananya.


“Iya, dia pacar ku,” ucap Reyhan lagi.


“Ruby, katakan kalo kamu bukan pacar dia!” pinta Rega. Ruby hanya menunduk.


“Sudah ayok kita pulang, nanti kita bicarakan di kostan,” ajak Reyhan menarik Ruby bersamanya.


“Eeh, tunggu,” Rega menyusulnya.


Reyhan tersenyum melihat tingkah kakaknya.


Di depan bandara Reyhan menyetop taxi dan membiarkan Ruby duduk di kursi depan sedangkan Reyhan dan Rega di kursi belakang.


“Kenapa kamu yang di sini? Harusnya Ruby yang di sini,” ucap Rega kesal.


“Suka-suka aku,” kata Reyhan acuh.


Rega sangat kesal di hari pertama ia bertemu dengan Ruby, Rega tidak bisa berduaan saja dengannya. Walaupun Reyhan mengatakan Ruby adalah pacarnya Rega masih tidak percaya. Rega yakin Ruby masih mencintainya seperti dulu.


Sampai di tempat tujuan, Reyhan segera membukakan pintu mobil untuk Ruby dan berjalan bersamanya. Rega tidak mau kalah, ia pun berjalan di sebelah Ruby. Akhirnya Ruby di apit oleh kakak beradik itu.


“Aku nggak masuk ke dalam, ini kan kostan cowok. Aku menunggu di ruang tamu saja.” Ucap Ruby


“Nggak kau harus masuk,” ucap Reyhan.


“Nggak usah, di sini aja sama aku,” Rega tak mau kalah.


“Masa aku harus masuk dengan kalian berdua,” decak Ruby.


“Ya sudah,” Reyhan tersenyum pada Ruby. “Kak, kamu pasti capek kan. Kakak masuk aja istirahat. Aku mau kangen-kangenan sama pacar aku,” ucap Reyhan semakin membuat Rega kesal padahal di belakang Rega ia tak kuat menahan ingin tertawa.


“Iya, kamu pasti capek.” Tambah Ruby.


“Ruby, aku ke sini karena ingin ketemu sama kamu. Aku capek gapapa, asalkan aku bisa sama kamu,” jelas Rega.


“Tapi aku sudah punya pacar, dan pacar ku adalah adik mu, Reyhan,” ucap Ruby.


“Tuh kan, nggak percaya sih,” ejek Reyhan.


“Aku nggak percaya,” tetap dengan pendiriannya. “Kamu nggak bisa bohong sama aku, Ruby. Mata mu nggak bisa bohong kalo kamu masih mencintai ku. Lagi pula Reyhan usianya jauh di bawah kamu,” ucap Rega berusaha untuk membuat Ruby kembali padanya.


“Cinta itu nggak memandang usia,” tegas Reyhan.


“Diam kau curut kecil,” ucap Rega kesal.


“Reyhan, aku capek. Antarkan aku pulang,” Ruby menarik tangan Reyhan supaya menjauh dari Rega.


Iya, benar. Ruby memang tidak bisa berbohong kalau sebenarnya ia masih menyimpan rasa pada Rega Sekarang pun ingin sekali Ruby meluapkan rasa rindunya, tapi Ruby masih teringat dengan kejadian dulu. Ia harus menanggung pahit atas kesalahannya bermain api dengan suami wanita lain. Ruby berjalan ke depan dan terus berjalan di susul Reyhan.


“Ruby, tunggu. Ruby!” Rega menghalanginya.


“Kak, Sudah! Ruby ingin pulang.” Reyhan berusaha menghalangi kakaknya mendekati Ruby. Namun Rega tak menghiraukannya.


“Ruby. Dengarkan aku dulu. Maafkan aku kalo aku sudah menyakiti mu. Tapi ku mohon, saat ini aku ingin bersama mu. Aku sangat merindukan mu. Sudah lama aku selalu mencari mu. Ke rumah mu, ke kontrakan mu yang dulu. Aku selalu menunggu mu di sana, berharap kau datang. Sekarang aku sudah menemukan mu, kamu malah mengabaikan aku.” Rega berusaha untuk meyakinkan Ruby.


Rega meraih tangannya dan menggenggamnya, ia juga melihat Ruby masih memakai gelang yang ia berikan. Rega sangat yakin bahwa Ruby masih mencintainya, ia tak mau lagi kehilangan Ruby untuk kedua kalinya.


Drama yang mengharukan itu di saksikan langsung oleh Reyhan, ia sebenarnya tidak tega melihat kakaknya terus memohon pada Ruby untuk tidak pergi dan terus bersamanya. Kuncinya adalah Ruby sendiri, mau atau tidak menerima Rega kembali. Tapi Reyhan ingin mengerjai kakaknya yang sedang merana karena wanita.


"HAHAHAHA,"


Rega sadar, ia tengah dikerjai oleh Reyhan dan Ruby. Walau kesal karena dikerjai tapi ia bisa bernafas lega karena Ruby masih bisa jadi miliknya.


"Jadi kamu ngerjain kakak mu, hah?" Rega mengunci Reyhan dan menjitaknya berkali-kali.


Reyhan yang sedang tertawa pun jadi meringis kesakitan.


"Ampun, Kak. Ampuuunnn," ringis Reyhan kesakitan.


Ruby menggeleng kepala melihat tingkah kakak beradik itu.


"Ga, sudah. Kasihan Reyhan kesakitan," ucap Ruby.


"Dia pantas mendapatkannya," masih terus mengunci Reyhan menjewer dan menjitaknya berkali-kali.


"Ampun, Kak. Kak Ruby tolong aku, Kak!" ucap Reyhan mencari bantuan.


Ketika sudah puas membalas adiknya barulah Rega melepaskannya. Kuping Reyhan sudah merah sekali, kepalanya sakit dijitak berkali-kali. Reyhan mengusap-usap kepalanya dan juga kupingnya.


"Kelewatan nih punya kakak, sampai panas gini kuping. Aduh linu banget kepala ku, 😭" Reyhan terus meringis kesakitan.


"Yang kelewatan itu kamu. Beraninya ngerjain kakak," balas Rega.


"Tapi kan Kak Ruby juga ikutan ngerjain Kakak. Kok cuma aku yang kena hukuman," bela Reyhan.


"Oh sudah pasti nanti aku hukum juga lebih dari ini," ucap Rega sambil mengerlingkan matanya pada Ruby.


"Aku harus pulang." Ruby ingin melarikan diri namun cepat di tahan Rega yang memeluknya dari belakang.


"Jangan kemana-mana, Sayang. Aku kangen banget sama kamu," bisiknya di telinga Ruby.


"Woy, nggak usah peluk-peluk di sini juga kali. Nggak ngehargain aku yang jomblo sendiri di sini," decak Reyhan kesal.


"Iya, ini tuh diluar nggak enak kalo ada yang lihat," ucap Ruby sambil berusaha melepaskan jeratan tangan Rega.


"Iya, iya. Ya sudah ayo kita masuk saja," ajak Rega.


"Enggak. Lebih baik antar aku pulang sekarang." tegas Ruby


"Huuhh, otaknya ngeres aja pengen masuk kamar mulu," ledek Reyhan.


Rega mengabaikan ledekan adiknya, kini ia hanya fokus pada Ruby.


"Aku ambil mobil dulu, ya. Tunggu, jangan kabur," ucap Rega sambil masuk ke dalam mengambil mobil.


"Kak, kamu hebat ya bisa buat kakak ku sampai lucu kayak tadi, haha," ucap Reyhan sambil tertawa.


Ruby juga ikut tertawa. Namun ketika Rega datang mereka membungkam mulut lagi.


Rega keluar dari mobil membukakan pintu, Ruby masuk ke dalam mobil dan mereka pun pergi meninggalkan Reyhan sendiri.


"Jiah yang mau kangen-kangenan lupa sama aku yang sudah mempertemukan mereka. Haassudahlah, nasib nasib." keluhnya.


NEXT >>>>>>>>


like


comment


vote


,⭐5