MY AFFAIR BE MY HUSBAND (R&R)

MY AFFAIR BE MY HUSBAND (R&R)
R&R 46



Kerja keras adalah prinsip hidupnya. Tak pantang lelah dan tak pantang menyerah. Baginya hasil yang memuaskan adalah buah dari usaha yang gigih dan tak kenal waktu. Sudah hampir jam sepuluh malam Rega masih berada di kantornya, persiapan untuk proyek barunya memang memakan waktu, tenaga dan pikirannya. Namun Rega tidak pernah mengeluh demi tanggung jawab dan loyalitasnya ia rela lembur sampai malam.


Kopi hitam menemaninya lembur malam ini, diseruputnya beberapa kali untuk menghilangkan rasa kantuk yang sudah mulai menyerangnya. Kadang beristirahat sebentar untuk menghilangkan rasa pegal setelah lama berada di depan komputer.


“Rega, saya pamit pulang duluan ya. Anak ku lagi sakit,” pamit Pak Beny dengan menenteng tas hitam kulitnya bersiap untuk pulang.


“Ah iya, Pak. Saya juga sebentar lagi selesai. Hati-hati di jalan,” jawab Rega ramah.


Kantor sudah sepi karena sebagian besar karyawannya sudah pulang dan meninggalkan kantor. Tinggal Rega dan Riky yang masih berkutat dengan layar monitornya. Meja Rega tidak terpaut jauh dengan meja kerja Riky hanya terhalang dua meja di sisi kanan.


“Ga, mau pulang jam berapa?” tanya Riky.


“Seberesnya saja,” jawab Rega tanpa menoleh yang bertanya matany fokus menatap layar monitor.


“Oke, aku temani. Aku juga masih ada sedikit kerjaan. Istri kamu nggak nyariin?” tanya Riky lagi tujuannya adalah ingin mengetahui kabar Sely.


“Dia besok baru pulang,”


Riky ber oh ria dalam hatinya.


“Sudah lama sekali aku nggak bertemu dengan Sely. Bagaimana pula dengan anak ku?” gumam Riky dalam hati sambil melihat foto dirinya bersama Sely sewaktu mereka masih menjalin hubungan.


“Bukankah itu Sely?” tanya Rega.


Riky terkejut ketika Rega tiba-tiba saja sudah ada di belakangnya dan yang lebih mengejutkan Rega melihat fotonya bersama Sely.


“Ga, ini nggak seperti yang kau lihat. Ini hanya foto lama,” jawab Riky gugup.


“Aku gapapa kok.” Rega duduk di depan meja Riky dengan santai. “Kamu mantan pacar Sely?” tanya Rega lebih serius.


“Ga, maaf. Ini hanya foto lama yang belum aku hapus. Iya aku memang pernah berhubungan dengannya tapi itu dulu. Sekarang kami sudah menjadi masa lalu,” jelas Riky takut membuat Rega marah.


“Belum di hapus atau memang sengaja nggak di hapus? Kamu masih cinta sama dia?” Rega masih menatapnya dengan serius.


“Iya, aku masih memiliki perasaan untuknya,” jawab Riky mengakui perasaaanya.


“Pantas saja kamu selalu menanyakan istri ku,”


“Ga, aku nggak bermaksud untuk membuat marah. Tolong jangan marah padanya!” Riky memohon.


“Apa kau ayah dari anak yang di kandung Sely waktu itu?”


Riky menunduk dan mengangguk pelan, ada penyesalan dalam wajahnya. Rega menghadiahinya dengan kepalan tangan yang meluncur di pipi kirinya. Emosinya sudah tidak terkendali.


“Kenapa kau lari dari tanggung jawab hah?” bentak Rega sangat keras dengan nafas yang terengah-engah.


“Pukul aku lagi, Ga. Aku memang pantas mendapatkannya. Aku sudah meninggalkan dia di saat dia sangat membutuhkan ku. Tapi aku terpaksa karena orang tuanya mengancam ku akan mengugurkan kandungannya dan aku nggak mau itu terjadi. Aku lebih memilih untuk meninggalkannya daripada membahayakan nyawanya.” Tutur Riky menjelaskan apa yang sudah terjadi di masa lalunya.


“Besok aku tunggu di rumah ku!” ucap Rega.


Rega kembali ke mejanya dan mengambil tas dan kunci mobil, lalu ia melangkah keluar untuk pulang.


Riky menyentuh pipi yang tadi di pukul Rega, lalu memukul mejanya dengan keras. Frustasi takut Rega marah dan Sely menjadi korbannya.


Awalnya Rega ingin memakai cara halus untuk melepaskan Sely, supaya Sely bisa kembali bersama dengan Riky.


Tapi rencananya gagal ketika mendapat kabar dari Reyhan bahwa ada yang menyebarkan video Ruby yang sedang mengakui hubungan terlarang dengannya. Rega sangat geram mengetahui video itu tersebar luas begitu saja.


Sely sudah kegirangan Rega mengirimkan pesan sedang menunggunya di rumah. Berbagai macam oleh-oleh untuk Rega sudah Sely persiapkan.


"Saldo rekening tinggal lima ratus ribu. Semoga saja Mas Rega dapat bonus jadi bisa tambahin uang belanja ku. Biar bisa beli kalung berlian lagi gantiin yang kemarin di jual buat liburan ke Eropa. Aahhh senangnya. Mas Rega mau kasih aku kejutan apa ya nanti di rumah? Jadi nggak sabar pengen cepat sampai rumah," gumam gumam dalam hati sambil menggusur kopernya.


Taxi sudah berhenti di depan rumah, Sely turun dari taxi dibantu supir taxi menurunkan kopernya dari bagasi.


"Mas, Mas Rega aku pulang." Panggil Sely mencari suaminya.


Rega sedang duduk di sofa ruang tengah, ia hanya menatap datar tanpa ekspresi ketika Sely datang.


"Kok degdegan gini ya?" gumam hati Sely.


"Duduk!" titah Rega.


Sely menurut duduk di sebelah Rega yang sudah menunggunya.


"Pernikahan kita sudah berapa lama?" tanya Rega.


"Hampir empat tahun. Kenapa?" Sely balik bertanya.


"Aku ingin mengulang awal mula kenapa kita harus menikah,"


"Oh itu. Nggak banget buat aku," Sely menunduk sedih mengingat kejadian sebelum ia menikah dengan Rega.


"Waktu itu aku sedang mengandung, dan untung ada kamu, Mas, yang menikahi ku. Kalo nggak, mungkin aku sudah malu karena melahirkan anak tanpa seorang ayah. Walopun waktu itu kamu adalah seorang duda beranak satu, aku terpaksa menikah dengan mu karena desakan orang tua dan aku sendiri sedang hancur waktu itu karena kekasih ku tiba-tiba meninggalkan ku."Air mata menetes di pipinya mengingat kejadian pahit yang ia alami.


Tanpa sepengatahuan Sely, Rega merekam semua pembicaraannya dengan Sely.


"Pinjam HP mu!" pinta Rega.


"Buat apa?" baru kali ini Rega meminjam ponselnya, tanpa pikir panjang Sely memberikannya pada Rega.


"Kau boleh istirahat,"


"Kejutannya mana, Mas?"


"Sebentar lagi," Rega masih saja berbicara datar tak berekspresi.


"Ya sudahlah aku mau ke belakang dulu," Sely beranjak dari duduknya dan pergi ke kamar mandi.


Rega sudah merekam pernyataan Sely di ponselnya dan akan ia bagikan di akun media sosial milik Sely sendiri. Dari awal Rega mencurigai Sely yang sudah menyebar luaskan video Ruby di sosial media sampai semua orang tahu video itu. Sukses membagikan video rekaman Sely, Rega menaruh ponsel Sely di atas meja.


"Mas, apa aku harus tutup mata kayak di film-film?" tanya Sely saat sudah kembali duduk bersama Rega.


"Nggak usah. Kamu tinggal tunggu aja,"


Baru saja beberapa menit Rega membagikan video rekaman Sely, sudah banyak sekali yang memberikan komentar dan pesan pribadi pada Sely. Ponselnya terus berbunyi dan bergetar.


"Rame banget, nggak biasanya se-rame ini. Mungkin mereka komen di postingan aku waktu liburan kemarin," ucap Sely santai.


"Sel, kamu nyebarin video Ruby? Aku sudah turuti apa mau kamu, tapi kamu masih menyebarkannya. Jadi apa mau mu sekarang hah?" kali ini Rega mengekspresikan kemarahannya.


"Video Ruby apa? Kamu masih menyebut namanya di depan ku. Jadi ini kejutan untuk ku hah?" Sely terpancing emosi.


"Video itu sekarang sudah tersebar luas, siap lagi yang menyebarkannya selain kamu. Hanya kamu kan yang menyimpan video itu?" Rega sudah geram dengan tingkah istrinya itu.


"Nggak. Aku nggak mungkin menyebarkannya. Kita sudah sepakat kan?"


"Jangan bohong kamu!"


"Aku nggak bohong. Akan aku buktikan," Sely mengambil ponselnya.


Namun yang ia lihat adalah komentar dan pesan dari para netizen yang mengatainya habis-habisan.


"*Jadi si Sely hamil duluan. Dan bukan anak suaminya. Cewek macam apa kayak gitu,"


"Apa? Suaminya duda anak satu? Tapi ngakunya suaminya lajang. Ahahaha dasar tukang bohong,"


"Kasian suaminya jadi korban. Dia sendiri hamil duluan tapi nggak mau akuin suaminya duda dan punya anak. Keterlaluan."


"Bilangnya suaminya lajang tapi ternyata duda udah punya anak pula. Jahat banget nggak ngakuin status suaminya,"


"Pembohong besar. Hamil di luar nikah, cewek macam apa itu."


"Gengsinya sih tinggi. Anak dari suaminya nggak pernah di akuin*."


Beberapa komentar dan pesan pribadi dari netizen.


(Komentarnya author perhalus bahasanya biar lulus review... 😁)


"Apa ini?" Sely tidak merasa membagikan apapun di akunnya beberapa menit yang lalu.


Sely melihat dengan jelas bahwa itu videonya beberapa saat yang lalu.


"Ini kamu yang posting, Mas? Tega kamu, Mas. Kamu jahat banget sama aku. Kenapa kamu melakukan itu?" Sely merasa tertipu dengan kejutan yang diberikan Rega.


"Kamu yang jahat. Kamu janji sama aku nggak akan membagikan video itu kalo aku nggak menceraikan kamu. Tapi buktinya, video itu sudah tersebar luas dimana mana. Itu balasan yang setimpal bukan,"


"Tapi aku nggak mempostingnya dimana pun. Aku bisa buktikan,"


Sely membuka akun media sosialnya yang sedang ramai dengan komentar dan pesan yang menyudutkannya dirinya. Tapi ia mencoba membuktikan pada Rega bahwa Sely tidak pernah membagikan video Ruby.


"Kamu bisa lihat sendiri, aku nggak pernah membagikannya," Sely menunjukan semua aktivitasnya di media sosial miliknya.


Rega mengamati dengan seksama, memang tidak ada video Ruby di akun media sosialnya Sely. Lalu siap kalau bukan Sely yang menyebarkannya?


"Lihat! Aku nggak pernah membagikan video itu. Tapi kamu sudah menyebarkan video aib ku barusan. Kamu jahat, Mas," Sely menangis tersedu.


"Maaf. Kau bisa menghapusnya," Rega memelankan suaranya merasa bersalah.


"Hapus? Semua orang sudah melihatnya kau bilang hapus? Aku tahu kamu nggak pernah cinta sama aku. Kamu hanya kasihan aja sama aku," Sely terus menangis.


"Aku punya kejutan lagi buat kamu. Ku harap kamu akan bisa menerimanya lagi." Rega berusaha bersikap tenang.


Sely masih menangis, ponselnya terus berbunyi. Ia menonaktifkan ponselnya karena tidak kuat melihat pemberitahuan di ponselnya yang berisi cacian dan makian untuknya.


Di saat tangisnya mulai reda, Riky muncul dari balik pintu. Menghampiri Sely yang duduk di sofa dengan sisa isakkan tangisnya.


"Sely,"


Kepala Sely bergerak ke arah dimana suara memanggilnya. Matanya terbelalak tak percaya ada Riky datang ke rumahnya.


"Dia kejutan untuk mu, yang sesungguhnya," ucap Rega.


"Mau apa kamu ke sini?" Sely lebih marah dari sebelumnya.


"Dengarkan penjelasan ku dulu," ucap Riky.


"Nggak ada yang harus di jelasin lagi. Aku sudah menikah dan kamu dulu meninggalkan ku," ucap Sely sinis.


"Bereskan urusan kalian berdua. Aku menunggu di depan." ucap Rega meninggalkan mereka untuk menyelesaikan masalah yang terjadi beberapa tahun yang lalu.


Pikiran Rega masih bertanya-tanya, siapa yang sudah menyebarkan video Ruby kalau bukan Sely?


Silahkan boleh di jawab di kolom komentar ya... 😉


NEXT >>>>>>>>>>


like


comment


vote


⭐⭐⭐⭐⭐