
Pernikahan.
Tidak ada yang sempurna di dunia ini, karena kesempurnaan hanya milik Yang Maha Kuasa. Begitu pula dengan pasangan kita, tidak ada yang sempurna. Tujuan pernikahan itu sendiri bukanlah mencari yang sempurna tapi saling menyempurnakan.
Itu lah harapan sepasang pengantin baru yang kita sudah ketahui, bahwa pernikahan yang sekarang adalah bukan pernikahan pertama untuk mereka. Namun mereka sangat mendambakan pernikahan yang bahagia dalam pernikahannya dan semoga ini yang terakhir. Kita doakan saja.
Seulas kapas menghapus riasan yang menempel pada wajah Ruby. Sedikit demi sedikit riasan itu hilang, kini Ruby sudah terlihat polos tanpa make up di wajahnya.
Layaknya pengantin baru pada umumnya, malam ini adalah malam pertama baginya. Tapi tidak ada persiapan khusus untuk menyambut malam pertama yang sangat dinantikannya ini.
Handuk kimono melekat di tubuhnya menutupi bagian atas sampai lima senti di atas lututnya.
Pintu kamar mandi terbuka, sesosok lelaki yang kini sudah sah menjadi suaminya keluar dengan rambutnya yang basah.
Tanpa basa-basi tangan kekar itu memeluk yang kini sudah sah menjadi miliknya.
"Mau mandi dulu?" tanya Rega sambil mendaratkan dagunya di pundak Ruby.
"Iya, badan ku lengket banget," jawab Ruby sambil mengelus lembut pipi suaminya kini.
"Jangan lama-lama ya," bisik Rega disertai kecupan lembut di pipi kanan Ruby.
Ruby berjalan masuk ke kamar mandi dan langsung membersihkan dirinya dengan kucuran air shower yang menyegarkan. Setelah selesai Ruby keluar dari kamar mandi, rupanya Rega sudah menunggunya tepat di depan pintu.
"Ngapain kamu, Yank?"
"Nungguin kamu," senyuman nakal dengan deretan gigi terpampang nyata di balik bibir Rega yang merekah.
Gendongan ala bridal shower pun di lakukan Rega. Ruby mengalungkan tangannya ke leher Rega saat sedang berada di pangkuannya.
Selanjutnya.....
Malam panjang di malam pertama menjadi sepasang suami istri yang sah di mulai. Entah berapa ronde, entah berapa gaya yang dipakai. Yang pasti malam itu menjadi malam yang sangat melelahkan juga mengesankan.
Jam tiga pagi Ruby baru bisa memejamkan matanya seusai pergulatan sengit yang telah ia lalui bersama Rega suaminya sekarang. Begitu pun dengan Rega, ikut memejamkan matanya sambil memeluk Ruby dalam dekapannya.
Alarm berbunyi pukul enam pagi, Ruby segera bangun dan mematikan alarm ponselnya. Pagi ini ia harus bersiap, karena akan langsung pergi berlibur atau dapat dikatakan berbulan madu.
Rega yang masih terlelap ia tinggalkan, menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Selesai dari kamar mandi, Ruby menghampiri sang suami yang masih tidur manja di atas tempat tidur. Di belainya pipi sang suami dengan lembut di kecupnya berkali-kali, tapi sang suami masih saja asik dengan mimpinya.
"Yaank, bangun dong. Jam delapan kita harus berangkat kan," ucapnya membangunkan Rega.
"Hehe, aku udah bangun kok. Cuman pengen ngerjain kamu aja biar terus nyiumin aku," pelukan erat melingkar di pinggang Ruby.
"Uhh dasar jahil kamu ya! Cepat bangun nanti kita terlambat,"
Alih-alih bangun, Rega malah menjatuhkan Ruby ke atas kasur.
"Yank, lagi ya!" ucap Rega saat sudah berada di atas Ruby.
"Nanti kita kesiangan!!!!!" Rasanya yang semalam saja lelahnya belum benar-benar hilang.
"Bentar aja. Yang ini super kilat nggak pake lama. Yaahh?" merengek meminta jatahnya lagi.
Rega sekarang sudah menjadi suami sahnya, Ruby tidak bisa menolak.
Rega mulai beraksi menjamah setiap area sensitif yang bisa membuat Ruby terhanyut dalam permainannya. Kurang dari tiga puluh menit mereka sudah selesai dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi bersama.
Reyhan mengantarkan mereka sampai bandara, setelah pamit dahulu kepada keluarga mereka.
Bulan madu pun di mulai di pulau dewata.
Hari pertama bulan madu mereka habiskan di kamar hotel tanpa kecuali, makan pun diantarkan ke dalam kamar.
Hari kedua barulah Ruby merengek minta keluar untuk jalan-jalan. Seharian kemarin di kamar membuatnya kelelahan dan jenuh. Bagaimana tidak, Rega terus saja menggempurnya setiap saat. Nempel dikit langsung berdiri katanya. Hadeuh,,,, kebayang jadi Ruby pasti gempor. Tapi namanya juga pengantin baru mungkin kebanyakan seperti itu.
Ruby sudah siap dengan celana pendek, tanktop warna putih, tidak lupa topi dan kaca mata yang membuatnya terlihat sempurna. Rega melihat penampilan istrinya dari atas sampai bawah lalu menggelengkan kepala.
"Kenapa?"
"Aku nggak mau semua orang melihat ini, ini, ini, ini." Menunjuk bagian tubuh Ruby yang terbuka.
"Terus mau pakai baju mana? Kita kan mau ke pantai, ini udah paling pas," bantahnya.
Rega memilihkan celana panjang dari koper Ruby dan baju kaos miliknya untuk Ruby pakai.
"Ini, dan jangan protes!" memberikan pakaian yang dipilihnya.
Tanpa banyak bicara lagi Ruby memakainya, daripada terus di kurung di kamar hotel tidak menikmati liburannya. Rega melihat istrinya lagi dari atas sampai bawah seperti tadi.
"Kenapa masih kelihatan sexy aja sih? Aku nggak rela orang lain melihatnya," ucapnya sambil menangkup wajahnya sendiri.
"Ya udah kita di sini aja sampai liburannya selesai," ucap Ruby kesal sambil menghempaskan diri ke atas sofa.
"Hey, jangan ngambek gitu dong, aku kan cuma bercanda. Habisnya aku nggak mau membagi wajah cantik mu ke semua orang." Rega ikut duduk di samping Ruby.
Ruby mendorongkan wajahnya ke dada Rega dengan kesal.
"Nih sembunyiin aja nih biar nggak di ambil orang," umpatnya kesal.
Rega tertawa melihat tingkahnya.
"Ya udah ayok, katanya mau jalan-jalan," Akhirnya Rega mengalah demi senyuman manis istrinya. Diraihnya tangan Ruby dan mengajaknya keluar kamar.
Tujuan mereka adalah pantai, semilir angin pantai menghembus menerpanya. Hari masih cukup pagi, tapi pantai sudah penuh dengan para turis yang sedang berenang atau hanya berjalan-jalan saja.
"Sayang, kita duduk di sana," ucap Rega menunjuk tempat yang kosong.
Mereka berjalan kemudian duduk di sana, menghadap pantai yang sudah mulai sesak dengan para wisatawan.
"Tunggu sebentar ya, aku beli dulu kelapa muda biar seger." Ruby mengangguk.
Rega kembali dengan membawa dua buah kelapa muda di tangannya.
"Selamat menikmati sayang," ucapnya sambil meletakan kelapa muda di atas meja kayu.
"Makasih suami ku,"
"Sama-sama istri ku,"
Rega berjalan ke mendekati pantai, sedang Ruby masih duduk di bawah payung besar tempat duduknya.
Seorang wanita berpakaian sexy mendekati Rega dan bersalaman dengannya. Ruby mengerutkan dahinya, mengamati mereka dengan seksama. Hanya saja Ruby tidak mendengar apa yang mereka bicarakan.
Sepasang tangan menggelayut manja di lengan suaminya. Ruby sudah tidak tahan melihat pemandangan itu. Terlebih Rega tidak menghindar dan terkesan diam saja saat wanita itu menyentuhnya.
Cemburu sudah menguasainya, Ruby berdiri dan pergi meninggalkan tempat duduknya entah kemana.
Rega kembali beserta wanita itu ke tempat duduknya tadi, tapi Ruby sudah tidak ada di sana.
"Mana istri mu?" tanya wanita itu.
"Tadi ada di sini, mungkin sedang ke toilet. Kita tunggu sebentar," jawab Rega.
Mereka melanjutkan obrolannya tanpa mengetahui bahwa Ruby sedang menangis di tempat lain.
NEXT >>>>>>>>>>>>>
Jangan lupa vote nya yaa....
berapapun vote kalian sangat berarti untuk R&R.... terimakasih banyakk.... 🤗🤗🤗🤗