MY AFFAIR BE MY HUSBAND (R&R)

MY AFFAIR BE MY HUSBAND (R&R)
R&R 56



"Rega," panggil seseorang di bibir pantai.


Rega berbalik dan melihat seorang wanita menghampirinya.


"Eh, Bu Cindy," jawab Rega lalu mereka bersalaman.


"Sama siapa ke sini?" tanya Cindy.


"Sama istri," jawabnya.


"Istri? Jangan bohong!!" ejek Cindy sambil menggoyang-goyangkan tangan Rega dengan kedua tangannya membuat Rega risih.


"Iya Bu, ayok aku kenalkan dengan istri ku," ajaknya.


Tapi ketika Rega kembali ke tempat semula Ruby sudah tidak ada di sana.


"Mana istri mu?" tanya Cindy.


"Mungkin lagi ke toilet, kita tunggu sebentar," ucap Rega.


Namun setelah menunggu lama Ruby tak juga kembali.


"Sepertinya aku harus mencari istri ku. Hari sudah siang sebentar lagi makan siang. Mungkin istri ku kembali ke hotel. Saya duluan Bu Cindy," pamit Rega dengan rasa cemas.


"Ya baiklah. Salam sama istri mu ya," ucap Cindy.


Rega mengangguk lalu melangkah pergi, perasaannya tak karuan. Mengapa Ruby tiba-tiba pergi tanpa memberitahunya.


"Ruby pasti salah paham melihat aku tadi dan Bu Cindy," pikirnya.


Pintu kamar di bukanya, ternyata tidak di kunci tandanya Ruby ada di dalam. Rega mencari di penjuru kamar hotel dan menemukan Ruby yang tertidur meringkuk di balkon. Matanya sembab karena habis menangis. Rega membawanya ke dalam dan membaringkannya di tempat tidur.


"Maaf," Rega mengusap kedua mata Ruby dengan ibu jarinya.


Karena tidak mungkin untuk mencari makan diluar, Rega memesan makanan untuk makan siang mereka di dalam kamar.


Tak lama pesanannya pun datang, Rega keluar untuk membawa makanannya. Ia tidak mau ada orang lain melihat Ruby sedang tertidur.


Setelah menyimpan makanannya, ia kembali ke atas tempat tidur memeluk Ruby. Ruby melepaskan tangan Rega, rupanya Ruby sudah bangun.


"Hey, kenapa?" tanya Rega.


"Gapapa," ketus.


"Ayolah, aku bukan paranormal yang tahu segalanya tentang kamu. Kalo kamu ada masalah bilang sama aku," ucap Rega.


"Terus kenapa kamu nikahin aku kalo kamu nggak tahu tentang aku?" masih ketus.


Rega memeluknya lagi, ia tahu Ruby sedang dibakar rasa cemburu karena tadi melihatnya bersama Cindy. Pelukannya sangat kuat hingga Ruby tidak bisa melepaskan diri lagi.


"Lepasin nggak?" kata Ruby.


"Nggak,"


"Lepasin!!!"


"Diam!! Dengarkan aku dulu. Setelah itu aku lepasin kamu," ucap Rega lembut.


Ruby akhirnya diam dan menuruti ucapan Rega.


"Wanita yang tadi menyapa ku di pantai itu dia Cindy karyawan yang gantiin kamu di kantor cabang. Aku nggak tahu kalo dia ada di sini juga. Tadi aku mau kenalin kamu sama dia tapi kamu keburu nggak ada," tutur Rega.


"Tapi dia pecicilan gitu sama kamu aku nggak suka," sanggah Ruby.


Cindy memang terkenal genit dan pecicilan di kantor tapi Rega tidak akan mengatakannya, bisa-bisa urusannya akan tambah rumit.


"Maaf, habisnya tadi kamu diam aja waktu dia deketin kamu. Aku juga kan nggak mau kamu di sentuh-sentuh orang lain selain aku. Apalagi yang menyentuh mu itu wanita sexy begitu," mulai luluh tapi masih kesal.


"Lihat sini!! Membalikan badan Ruby saling berhadapan. "Lain kali tanyakan dulu sama aku. Dan untuk seterusnya kamu harus percaya sama aku, kalo aku nggak akan mungkin mengkhianati mu. Butuh banyak perjuangan buat dapatkan kamu. Aku nggak mungkin begitu saja menyia-nyiakan kamu." mengecup kening Ruby tulus


"Iya maaf," ucap Ruby memeluk Rega.


"Bukannya tadi minta di lepasin, nggak mau di peluk?" goda Rega.


"Nggak, nggak mau. Nanti di curi wanita sexy lagi," ucap Ruby membuat Rega tertawa.


"Yank, mau main lagi?" goda Rega lagi.


Ruby melepaskan pelukannya, dan menjauh dari suaminya. Pertempuran yang semalam saja masih terasa sakit di selangkangannya.


"Yank, aku lapar," mengalihkan pembicaraan.


"Oh iya, aku udah beli makanan tadi. Kita makan di kamar aja ya nggak usah keluar," Ruby mengangguk, Rega bangkit dan membuka bungkusan makanannya di meja di ikuti Ruby menyusulnya.


"Tapi nanti malam kita keluar ya! Aku bosan di kamar terus,"


"Iya nanti kita jalan-jalan malam, tapi jangan ngambek lagi ya," mengacak-acak rambut Ruby.


Malamnya mereka keluar untuk pergi jalan-jalan sesuai rencana.


Tidak sengaja mereka bertemu lagi dengan Cindy, tapi kali ini ada Ruby bersama Rega. Ruby tak lepas menggandeng tangan Rega disepanjang jalan.


"Ternyata kita bertemu lagi," ucap Cindy sambil tersenyum. "Jadi ini istri mu," mengulurkan tangannya pada Ruby. "Cindy,"


"Ruby," membalas uluran tangannya.


"Sepertinya kita pernah bertemu, tapi dimana ya?" ucap Cindy.


"Mungkin hanya perasaan saja," tukas Ruby


"Kami permisi dulu, Bu Cindy," pamit Rega meninggalkan Cindy.


Ruby dan Rega makan malam di sebuah restoran seafood yang mengarah ke pantai. Mereka memilih tempat duduk di lantai dua agar bisa melihat pemandangan dari atas.


Berbagai olahan seafood sudah di hidangkan di meja, membuat nafsu makannya bertambah.


"Yank, aku beritahu teman kantor ya, kalo kita sudah menikah," ucap Rega di sela-sela makannya.


"Jangan dulu, Yank. Aku belum siap. Aku takut mereka berprasangka yang bukan-bukan tentang pernikahan kita," jawab Ruby.


"Kenapa mesti takut sama prasangka orang lain? Aku sudah menikahi mu secara agama dan negara, apa yang kamu takut kan?" Rega nampak sedikit kesal.


"Yank, aku belum siap. Biarkan saja mereka tahu dengan sendirinya. Tapi nggak sekarang," Ruby masih dengan pendiriannya.


"Iya, asalkan kamu nyaman aja, Yank," jawab Rega.


Rega kesal karena Ruby masih melarangnya untuk memberitahukan pernikahan mereka pada semua orang. Padahal dalam hatinya Rega sudah tidak sabar ingin memberitahukan semua orang bahwa Ruby adalah miliknya.


NEXT >>>>>>>>>


LIKE


COMMENT


VOTE


TERIMAKASIH.......


🤗🤗🤗🤗🤗