
BACANYA KALO UDAH BUKA DAN SAAT SAHUR YA..... 😉🤗
HAPPY READING.....
🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋🦋
“Yank, jangan!!!”
Sekuat tenaga Ruby mendorong tubuh Rega menjauh darinya, handuk yang sempat terbuka ia tutup kembali.
“Kamu sudah janji, tepati janji mu atau aku nggak mau nikah sama kamu,” tegas Ruby.
Rega terjatuh ke lantai karena dorongan Ruby yang sangat keras, ia sadar nafsu sudah menggelapkan matanya. Rega bangkit dan menghampiri Ruby yang terlihat sangat marah dengan ujung handuk yang digenggamnya di tengah gunung kembar yang sangat menggiurkan Rega sedari tadi.
“Maaf, aku kelepasan. Aku mandi dulu. Kamu cepat pakai baju!” ucapnya pelan dan merasa bersalah.
Tanpa menjawab Ruby perlahan menjauh dan mencari bajunya. Rega segera masuk ke dalam kamar mandi dan berusaha mengeluarkan yang seharusnya dikeluarkan bersama Ruby dalam permainannya. Apa boleh buat, kali ini Rega harus mengeluarkannya sendiri di kamar mandi.
Pakaian lengkap sudah melekat di tubuhnya, Ruby mengeringkan rambutnya dengan handuk lalu menyisirnya dengan rapi. Sedikit riasan di wajahnya sudah membuatnya lebih cantik dan bersinar tanpa harus dandan berlebihan.
Pintu kamar mandi terbuka, Rega keluar dengan handuk yang melingkar dari pinggang sampai atas lututnya. Gumpalan otot-otot yang kekar sangat terlihat jelas, dadanya yang bidang, perut yang kotak kotak seperti roti sobek yang baru saja keluar dari oven sangat nikmat untuk lansung dilahap. Perempuan mana yang tidak terpana jika melihat pemandangan yang sangat luar biasa ada di hadapannya, termasuk Ruby tanpa berkedip menikmati pemandangan indah di depannya.
“Kita lihat! Apa kamu akan tahan dengan godaan aku yang hanya pakai handuk ini?” dalam hati Rega tersenyum nakal.
Tangan halus menyusuri otot otot kekar itu, perlahan namun pasti membelai lembut setiap lekukannya merasakan setiap inci keperkasaan seorang Rega. Belaian lembut berpindah dari pundak ke dada bidang yang selama ini sangat hangat jika dalam dekapannya, jari jemari Ruby bermain di sana.
Ahhhh sangat mengasyikan memainkannya setiap hari.
Puas dengan dada bidang yang selalu membuatnya nyaman kini jari jemarinya turun kebawah, ke area perut yang kotak kotak itu seperti roti sobek atau bisa jadi wadah cetak es batu yang sama kotak kotaknya. Dihitung mungkin ada entah itu enam kotak atau delapan kotak yang bertengger di sana.
Setelah perut, belum puas Ruby hanya bermain di sana. Handuk ini menghalangi saja pergerakan selanjutnya, tangannya menarik ujung handuk yang mengait di pinggang yang sexy itu. Berkali-kali Ruby menelan salivanya menikmati anugrah tuhan yang diberikan pada seorang makhluk bernama Rega yang menjadi kekasihnya.
Namun, ah Ruby menutup mata dengan kedua telapak tangannya, tersadar Ruby membayangkan menjamah tubuh Rega. Halusinasinya membuat jantungnya berdebar kencang, ruangan ber-ac yang sangat dingin pun berubah menjadi panas dan menggerahkan.
Rega tersenyum penuh kemanangan, usahanya menggoda Ruby berhasil.
Ruby membuka kedua telapak tangan yang menutupi kedua mata indahnya, dilihat Rega sudah berpakaian lengkap dan rapi.
“Sayang, kamu baik baik saja kan?” Rega pura-pura tidak tahu apa yang sedang menimpa Ruby saat itu.
“Gapapa. Kamu sudah siap?” Ruby menyembunyikan kehaluannya.
“Kamu sakit?” menyentuh kening Ruby dengan punggung tangannya.
Sandiwara yang bisa jadi menguntungkan dirinya, jikalau Ruby tidak bisa menahannya lagi.
“Badan kamu panas. Mau aku antar ke dokter?” senyuman nakal mengembang di belakang Ruby.
“Aku gapapa,” jawab Ruby.
“Ayolah, sayang! Jangan ditahan lagi!” gumam Rega dalam hati.
Rega mendekatkan wajahnya ke depan mata Ruby yang saat ini sedang berusaha untuk menahan keinginannya.
“Kamu gapapa?” bisik Rega semakin menggoda.
Pertahanan Ruby runtuh seketika, dengan kedua tangannya Ruby menarik wajah itu dan meluncurkan ciumannya. Dalam hati Rega bersorak kegirangan sudah membuat Ruby jatuh ke dalam perangkapnya.
Ciuman penuh gairah pun terjadi, baju yang sudah lengkap melekat pun kini terlepas lagi, menyisakan pakaian dalam yang menutupi sebagian tubuh polos mereka.
Nyaringnya dering ponsel menghentikan aksi mereka yang sedang dikuasai nafsu membara. Rega mematikan panggilan yang masuk ke dalam ponselnya dalam melanjutkan lagi aksinya. Namun lagi, lagi ponselnya terus berdering membuatnya sangat kesal.
“Angkat saja dulu, mungkin telepon penting!” ucap Ruby.
“Halo!!!” Rega mengangkat teleponnya dengan nada kesal. "Okey! Aku berangkat sekarang," Rega menutup teleponnya kemudian berbalik menghadap Ruby yang sudah berpakaian lagi.
"Aaahhh aku nggak suka." Mendengus kesal.
Ruby membelai lembut pipi yang sedang memerah karena kesal tidak tersalurkan hasratnya.
"Kita lanjutkan di malam pertama kita nanti," ucap Ruby meredakan kekesalan Rega.
Kecupan manis mendarat di kening Ruby. Rega memakai bajunya di bantu Ruby mengancingkan kemejanya dan menyisir rapi rambut Rega yang tidak beraturan.
"Cepat kembali, jangan buat aku menunggu lama!" Tangan Ruby menggantung manja di leher Rega dan mengecup bibir Rega dua kali.
"Kamu sangat pintar menggoda ku ya. Nanti akan ku balas pada waktunya," ucap Rega menggoda.
Ponsel Rega berdering lagi.
"Iya, aku dalam perjalanan. Aku sampai sana sebelum jam makan siang," ucapnya dengan seseorang di ujung telepon.
"Aku harus pergi," usai menutup telepon yang sangat mengganggu acara berduaanya dengan Ruby.
"Aku antar sampai bandara, biar nanti aku yang mengantarkan mobil Reyhan." Rega mengangguk setuju.
🦋🦋🦋🦋🦋🦋
Rega sampai di kantornya sebelum makan siang, langsung menuju ruang rapat karena sudah di tunggu direktur perusahaan yang akan membahas masalah proyek barunya. Sampai melewati dua jam dari jam makan siang rapatnya belum juga selesai.
Sesekali Rega melihat foto Ruby yang ada di ponselnya. Baru saja beberapa jam yang lalu mereka berpisah Rega sudah merasa rindu pada kekasihnya itu.
Rega : Miss You. 🤗😘
Satu menit belum ada balasan.
Lima menit.
Sepuluh menit.
Tiga puluh menit.
Satu jam belum juga ada balasan membuatnya gegana (gelisah, galau dan merana).
"Kemana sih? Kok belum balas juga?" keluhnya.
Rega : Sayang. Sayang. Sayang. Sayang....
Mengirimkan pesan lagi karena belum juga mendapatkan balasan.
Beberapa menit kemudian matanya berbinar membaca balasan pesan dari Ruby.
Ruby : Miss you more, Yank. 😘❤️
NEXT >>>>>>>>
LIKE
COMMENT
VOTE
⭐⭐⭐⭐⭐
MAKASIH BANYAAAKKKK 🤗🤗