MY AFFAIR BE MY HUSBAND (R&R)

MY AFFAIR BE MY HUSBAND (R&R)
R&R 65



Di suatu pagi.


Rega sudah selesai mandi, diraihnya baju yang sudah disiapkan istrinya di atas kasur lalu memakainya. Rambutnya disisir rapi, tidak lupa menyemprotkan sedikit parfum di bajunya.


Ketika sarapan sudah siap, Ruby kembali ke kamar untuk memanggil suaminya sarapan. Dibukanya pintu kamar, dilihatnya Rega sudah siap dengan pakaian kerjanya yang sudah ia siapkan tadi.


"Kenapa dia selalu terlihat tampan? Kenapa juga aku selalu ingin dekat terus sama suami ku? Nak, biarkan papa mu kerja ya. Jangan sampai dia harus cuti lagi karena kamu tidak merelakannya pergi." gumam Ruby dalam hati saat melihat Rega sudah siap berangkat kerja.


Sudah tiga hari ini Rega cuti tidak masuk kerja karena Ruby selalu ingin dekat dengannya. Ruby selalu menangis jika Rega pergi dan jauh darinya. Mungkin bawaan jabang bayi yang dikandungnya ingin terus bersama suaminya siang dan malam.


Paras Rega yang tampan, wangi parfumnya yang maskulin, dan bentuk tubuh Rega yang atletis membuat Ruby jatuh hati bertubi-tubi pada suaminya. Bukan hanya fisiknya yang membuatnya jatuh hati tapi karena kasih sayangnya juga yang tak pernah putus Ruby rasakan selama mereka hidup bersama.


"Yank, sudah cakep, sudah rapi mau kemana?" Lagi lagi Ruby tidak bisa menahan perasaan tak mau ditinggalnya.


"Mau kerja dong sayang. Sudah tiga hari aku nggak masuk. Tolong mengerti ya!"


"Tapi kamu cakep banget, wangi lagi, rapi begini pasti banyak yang naksir deh di kantor."


"Aku memang sudah cakep dari dulu, makanya kamu cinta banget kan sama aku. Uuhh istri ku kalo lagi cemburu begini menggemaskan sekali," mencubit pelan kedua pipi Ruby.


"Aku ikut kerja ya, kalo nggak kamu nggak boleh pergi." Ruby memeluk Rega dan menangis.


"Kok nangis? Sayang aku kan bukan mau main. Aku mau kerja cari uang buat keluarga kita." Rega sudah mulai kesal dengan keanehan istrinya.


"Tapi aku mau dekat kamu terus, nggak mau jauh. Nanti kalo kamu jauh banyak yang godain kamu. Kamu kalo pergi cakep sama wangi begini pasti banyak yang godain kamu diluar sana." Ruby merajuk.


"Dari dulu kan aku sudah seperti ini kalo pergi kerja dan kamu nggak masalah. Kenapa sekarang jadi masalah? Sayang, aku sudah terlambat." Rega sudah kesal dibuatnya.


Ruby semakin mengeratkan pelukannya dan terus menangis.


"Aku yang memintanya untuk istirahat di rumah, tapi malah aku yang jadi ikutan diam di rumah. Hadeuuhh...." batin Rega.


"Jangan pergi ya. Peluk aku terus seperti ini," Rengeknya lagi.


"Iya. Tapi kita sarapan dulu, aku sudah lapar dan kamu harus minum obat." Selalu tidak tega melihat Ruby menangis.


"Ya udah ayok sarapan!" Ruby melepaskan pelukannya dan mengajak suaminya keluar kamar.


Rega menggelengkan kepala.


"Arina sudah bangun?" tanya Rega sambil mendekap Ruby dan berjalan keluar kamar.


"Sudah lagi di mandikan sama Lastri (pengasuh Arina)" jawab Ruby.


Rega duduk di kursi meja makan, Ruby mengambilkan makanannya ke atas piring dan di simpannya di depan suaminya. Tidak lupa segelas air minumnya juga.


"Sayang, kamu nggak makan?" melihat Ruby hanya duduk di sampingnya.


"Aku mau disuapin makannya." pintanya manja.


"Aku suapin tapi kamu harus janji ya, ijinkan aku masuk kerja hari ini. Sudah tiga hari aku nggak masuk, kerjaan ku pasti banyak yang harus diselesaikan." ucap Rega.


Ruby mengangguk. "Tapi aku ikut."


"Ya sudah kamu boleh ikut. Kita sewa hotel di dekat kantor saja ya. Biar nanti kalo ada apa-apa aku bisa langsung samperin kamu." Sudah malas berdebat penuh drama keanehan yang terus menerus.


Drama di pagi hari terlewati dengan sangat dramatis dan selalu ada tangisan dan larangan tidak boleh pergi dari mulut istrinya.


Berganti drama di malam hari saat akan tidur, biasanya Ruby akan terus menempel padanya sampai Rega harus membiarkannya tidur pulas dulu baru Rega bisa pergi mandi atau menonton acara sepak bola kesukaannya.


Berbeda dengan malam ini, Ruby tidak menempel padanya, malah mengabaikannya.


"Sayang, lagi apa sih?" merebahkan dirinya dengan paha Ruby dijadikan bantal.


"Lagi nonton drakor, Yank. Sudah sana ah jangan ganggu." Ruby menyingkirkan kepala Rega dari pahanya.


"Ya sudah aku keluar ya, mau ngerokok dan ngopi." ucap Rega berdiri dan berjalan ke pintu.


"Hiks, hiks..... Huaaaa..... huaa..... 💦💦💦💦😭😭😭😭,." Ruby menangis tersedu-sedu membuat Rega mengurungkan niatnya untuk keluar kamar dan berbalik lagi duduk di sebelah Ruby.


"Kenapa sayang? Iya deh aku nggak akan keluar disini aja sama kamu. Tapi jangan nangis ya," ucap Rega mengusap air mata istrinya.


"Tragis banget, cowoknya mati kena tembak 😭😭😭😭😭" Ruby menangis lagi.


Rega mendengus kesal lalu berdiri lagi akan pergi keluar, namun Ruby menahannya.


"Mau kemana?" tanya Ruby.


"Aku mau ngerokok dulu sebentar di depan," jawab Rega.


"Aku lapar," rengek Ruby memajukan bibirnya lima senti ke depan.


"Mau makan apa? Kamu pasti ngidam ingin nasi goreng kambing kayak orang hamil yang lainnya. Aku pasti akan carikan untuk mu." ucap Rega semangat.


"Kalo ngidam makanan kan wajar nggak aneh lagi," batin Rega.


Namun Ruby menggelengkan kepala.


"Aku ingin mie goreng pake telor ceplok." deretan giginya berjejer rapi saat mulutnya tersungging senyum.


"Kalo gitu ayok ke bawah, aku panggilkan Bik Idah buat masakin." ajak Rega.


"Nggak mau. Aku pengennya kamu yang masakin buat aku." pinta Ruby.


Rega sudah lelah dan pasrah dengan semua ini. Akhirnya Rega memasakkan mie goreng dengan telor ceplok permintaan istrinya. Ruby duduk di meja makan memperhatikan Rega yang sedang memasak.


Satu piring mie goreng dengan toping telor ceplok sudah siap dihidangkan di atas meja. Ruby melahapnya sampai habis tak tersisa.


"Minumnya mau apa?" tawar Rega.


"Coklat hangat." pinta Ruby.


Rega membuatkannya dan langsung diberikan pada istri tercintanya. Ruby meminumnya sampai tidak menyisakan sedikit pun di dalam gelas.


"Yank, aku sudah kenyang. Ke kamar lagi yuk," ajak Ruby.


Mereka kembali ke kamar. Ruby menyenderkan badannya di sandaran tempat tidur dan Rega duduk di tepian tempat tidur sebelahnya.


"Yank, aku merokok sebentar diluar ya," pamit Rega setelah Ruby duduk dengan nyaman di atas tempat tidur.


"Jangan pergi. Aku mau bobok sama kamu." pinta Ruby.


Rega kembali duduk.


"Ya sudah, kita bobok sekarang ya.," ucap Rega lembut dijawab anggukan oleh Ruby.


Ruby merebahkan dirinya dan memeluk erat suaminya.


"Yank, jangan pergi." Ruby memejamkan matanya.


"Iya, sayang aku disini nggak akan pergi."


"Kalo aku sudah bobok juga jangan pergi, temani aku bobok." pintanya lagi.


"Iya, kita bobok sekarang ya."


"Hmmmm."


Akhirnya Rega pun ikut tertidur sampai pagi menjelang.


NEXT >>>>>>>


Like


comment


vote


⭐5


makasih semua..


🤗🤗🤗🤗