
Balasan pesan dari Ruby menjadi penyemangat hari itu. Rega meneruskan rapatnya dengan serius dan terus fokus dengan pekerjaannya sampai rapat pentingnya selesai.
Rega pulang ke apartemennya hari sudah gelap. Sebuah piring di letakkannya di atas meja. Bungkusan makanan yang sempat ia beli di perjalanan pulang ia buka dan memindahkan isinya ke dalam piring. Diambilnya sendok dan garpu, lalu dengan lahap Rega memakan makan malamnya.
Selesai makan malam, Rega mengeluarkan ponselnya ingin menghubungi Ruby yang sudah seharian ini tidak mendengar suaranya langsung. Jari tangan dijadikan sisir dadakan untuk merapikan rambutnya sebelum ia menekan panggilan video dengan kekasihnya.
Rega "Hay, Sayang, lagi apa?"
Ruby "Mau tidur, ini kan sudah malam. Kamu sendiri lagi apa?"
Rega "Lagi kangen kamu,"
Ruby "Beneran kangen?"
Rega "Iya bener, masa bohong,"
Ruby "Kangen apanya?"
Rega "Kangen semuanya,"
Ruby "Cepat beresin kerjaannya! Aku tunggu kamu di sini,"
Rega "Iya sayang. Bobok yang nyenyak ya!"
Ruby "Iya kamu juga."
Panggilan video cukup untuk pengobat rindu sebelum mereka bertemu nanti.
Rega memejamkan matanya, berharap malam ini bertemu dengan Ruby dalam mimpinya.
Esoknya Ruby diminta datang ke kantor polisi untuk memberikan keterangan tentang videonya yang tersebar luas di laman media. Tentu saja di temani Paris dan Reyhan bersamanya.
Usai memberikan keterangannya pada polisi, Ruby menemui Tami dan Thalia sebelum pulang.
"Kak, yakin mau bertemu mereka?" tanya Paris memastikan sebelum petugas memanggil Tami dan Thalia ke ruang tunggu.
"Iya, Kakak yakin. Kamu tenang saja Kakak baik-baik saja," jelas Ruby.
"Rey, temani di sini." ucap Reyhan.
"Iya, baiklah,"
Tami dan Thalia pun datang bersama petugas yang mengantarkannya.
"Untuk apa kamu menemui kami? Masih belum puas kamu masukin kami ke penjara?" ucap Tami masih dengan keangkuhannya.
"Justru aku yang harus bertanya seperti itu sama kamu. Belum puas kamu mengambil suami ku, sampai harus menyebarkan video itu? Sebenarnya apa mau mu?" balas Ruby.
"Karena kamu terus menerus membayangi ku dan Mas Adnan. Sampai aku harus kehilangan bayi ku, semua itu karena kamu," ucap Tami menggebu-gebu.
Ruby terkejut mendengar Tami kehilangan bayinya. Sebenarnya ia merasa iba, tapi Tami masih menunjukan kebencian padanya.
"Sepertinya itu bukan salah ku. Mungkin itu hukuman untuk seseorang yang sudah merusak rumah tangga orang lain," ucap Ruby tak kalah pedas.
"Kak, sudah lah, ayok kita pergi dari sini!!" ajak Reyhan melihat situasi yang semakin memanas.
"Rey, aku melakukan ini karena aku sangat menyukai mu. Tapi kamu selalu mengabaikan ku. Dan kenapa kamu memilih dia daripada aku?" ucap Thalia pada Reyhan.
Ruby pun dibuat terkejut oleh ucapannya.
"Ini alasan aku menolak mu waktu itu, karena kamu terlalu berambisi untuk mendapatkan sesuatu. Kamu nggak tulus, kamu hanya ingin populer karena dekat dengan ku. Kak Ruby itu calon Kakak ipar aku, jadi aku pasti dekat dengannya." jelas Reyhan. "Ayok kita pergi, Kak," ajak Reyhan pada Ruby.
Thalia menunduk pasrah, sedangkan Tami masih bersikap angkuh dan kebenciannya semakin menjadi.
"Kenapa kamu diam aja? Lawan dong," protes Tami pada Thalia.
"Aku sudah salah langkah," ucap Thalia lirih.
"Tenang saja, kita hanya lima bulan di sini. Habis itu kita pikirkan lagi cara menghancurkan perempuan j****g itu," kebencian Tami masih belum berakhir.
🦋🦋🦋🦋🦋
Hari yang paling di nanti akhirnya tiba, langit pun ikut andil memberikan warna biru yang menjuntai luas di atas sana. Awan terlihat malu-malu menampakan diri di hari yang cerah dan sangat istimewa bagi pasangan yang sedang berbahagia.
Ini memang bukan pernikahan yang pertama untuk Ruby dan juga Rega. Tapi rasanya sungguh sangat melebihi dari yang pertama. Tentu saja bahagia, dan yang pasti grogi yang luar biasa juga terjadi terutama Rega.
"Rasanya sama aja kayak yang pertama, bahkan ini lebih degdegan." sahut Rega.
Reyhan geleng kepala melihat tingkah kakaknya.
"Arina, lihat ayah mu seperti setrikaan ya mondar mandir kayak gitu," celetuk Reyhan pada Arina yang sedang asyik dengan mainan rubiknya.
Arina memperhatikan ayahnya sekilas lalu asyik lagi main rubik.
"Ngajarin Arina nggak bener kamu," ucap Rega tidak suka.
Semua sudah siap, keluarga Rega berangkat dari hotel ke rumah Bibi Lies.
Karena pernikahannya memang sederhana suasananya pun tidak semeriah pernikahan pada umumnya yang banyak didatangi tamu hanya keluarga terdekat saja yang terlihat di sana.
Paman Edi dan Bibi Lies menyambut keluarga Rega dengan ramah. Paris dan Prita juga nampak serasi dengan pakaian batik pasangannya membuat Reyhan iri melihatnya.
"Wesss couple, kayak abege aja," ledek Reyhan.
"Sirik aja lu!" timpal Paris.
Prita hanya tersenyum melihat tingkah keduanya.
Prosesi paling penting dan paling dinanti adalah ijab kabul yang Rega ucapkan di depan wali dan saksi. Saat itu Ruby belum diperbolehkan keluar, sebelum Rega mengucapkan janji suci pernikahan.
"Saya terima nikah dan kawinnya RUBY FADILA BINTI ANTO WARISMAN dengan maskawin tersebut tunai." Dengan sungguh dan penuh keyakinan Rega mengucapkan janji sakral pernikahannya.
"Bagaimana para saksi? Sah?"
"Saaahhhh,"
Semua orang yang hadir mendoakan kebahagiaan untuk keberlangsungan pernikahan Rega dan Ruby.
Janji suci telah di ucapkan, seseorang yang paling dirindukan Rega pun akhirnya keluar dari tempat peraduannya.
Rega menatap penuh cinta wanita pujaan hatinya tanpa berkedip. Betapa cantiknya, Ruby yang kini sudah sah menjadi istrinya, menjadi miliknya seutuhnya.
Ruby dan Rega duduk berhadapan, Ruby mencium punggung tangan Rega dibalas kecupan cinta di keningnya.
Kilat kelap kelip kamera mengabadikan momen bersejarah yang tak akan pernah terlupakan bagi sepasang pengantin yang sedang berbahagia ini.
Mereka membubuhkan goresan tanda tangan di atas buku tanda cinta yang sesungguhnya sebagai tanda bahwa mereka sudah sah menjadi sepasang suami istri.
"Selamat ya Kak. Semoga ini menjadi pernikahan terakhir untuk mu dan juga Kak Ruby. Semoga kalian bahagia, dan cepat beri aku keponakan yang lucu." Reyhan memeluk kakaknya dan menyalami Ruby.
"Selamat ya sayang, semoga pernikahan mu yang sekarang membawa kebahagiaan untuk mu," ucapan dari Bibi Lies disertai pelukan dengan Ruby.
"Makasih, Bi,"
"Selamat Kak. Semoga kalian bahagia," giliran Paris dan Prita memberikan ucapan selamat.
Satu persatu keluarga memberikan selamat pada pasangan pengantin baru yang sedang berbahagia.
"Mbuuuuu," Arina berlari ke arah Ruby. "Mbu atik nget," memeluk Ruby erat.
"Arina juga cantiiikkk banget," ucap Ruby membalas pelukan Arina.
"Sini peluk ayah juga," ucap Rega.
Ketiganya berpelukan seperti keluarga yang bahagia.
NEXT>>>>>>>>
BANTU VOTE NYA YA BIAR RANKINGNYA NAIK TERUS.....
R&R AKU IKUTIN CONTEST NOVEL, NGGAK BERHARAP BANYAK SIH TAPI SEENGGAKNYA BERUSAHA....
MAKASIH BUAT SEMUA YANG SUDAH MEMBERIKAN DUKUNGAN UNTUK R&R....
DUKUNGAN KALIAN SANGAT BERARTI....
MAKASIH BANYAK SEMUA.....
🤗🤗🤗🤗🤗🤗