MY AFFAIR BE MY HUSBAND (R&R)

MY AFFAIR BE MY HUSBAND (R&R)
R&R 21



Ruby sangat lelah, apalagi dengan hatinya yang melihat suaminya bersama wanita lain dan bahagia tanpanya.


Ruby lebih banyak diam dari sebelumnya dan Rega mengerti situasinya.


"Kamu mau seperti ini terus?" tanya Rega.


"Maksud mu?"


"Dia menggantung status mu seperti ini. Kamu mau seperti ini terus?"


"Aku tidak tahu, bersama mu pun aku tetap salah kan?" lirih.


Rega memeluknya.


Akhirnya Ruby terlelap dalam pelukan Rega sampai pagi menjelang.


Ruby bangun merasakan sebuah tangan masih memeluknya dari belakang. Ia berusaha melepaskannya dan segera ke kamar mandi.


Selesai dari kamar mandi Rega masih tertidur pulas. Ruby keluar kamar dan memasak sarapan karena malam mereka melewatkan makan malam.


Sedang asik memasak sepasang tangan kekar memeluknya.


"Kenapa tidak membangunkan aku?" suara khas bangun tidur Rega.


"Kamu masih pulas tadi."


"Wanginya enak sekali."


"Mandi dulu baru sarapan, aku sudah buatkan kamu teh hangat di meja,"


Rega mencium pipinya lalu meminum teh yang sudah dibuatkan Ruby kemudian bergegas masuk kamar mandi.


Yang membuat Rega betah apabila bersama Ruby adalah karena Ruby selalu memanjakannya. Menyiapkan segala kebutuhannya, memasakan makanan untuknya dan tentu saja membuatnya selalu merasa jatuh cinta padanya. Berbanding terbalik jika ia berada di rumah bersama Selly istrinya.


Ruby melayaninya seperti seorang istri pada suaminya. Rega sangat senang dengan itu.


"Mau pulang jam berapa, Yank?" tanya Rega di sela-sela sarapannya.


"Agak siangan aja, jam sebelas mungkin atau sudah makan siang juga gapapa, biar kita makan siang bareng dulu," jawab Ruby.


"Ya sudah, aku tidak akan pulang kok, mau ke rumah paman lihat Arina,"


"Yank, paman mu tidak bilang apa-apa waktu aku ke sana?" tanya Ruby cemas.


"Tenang saja, paman dan bibi belum pernah bertemu dengan istri ku sebelumnya, jadi waktu kamu kemarin ke sana di sangkanya kamu istri ku," jelas Rega.


"Syukurlah,"


"Syukur apa? bersyukur kamu jadi istri ku?" goda Rega.


"Bukan. Syukurlah, jadi tidak ada yang curiga,"


"Kalau kamu berpisah dengan suami mu, aku akan menikahi mu. Aku janji," ucap Rega sungguh-sungguh.


Ruby hanya menunduk keluh mendengar Rega mengatakan itu. Baginya sama saja bertahan bersama Adnan atau menikah dengan Rega pun sama. Sama-sama di duakan. Jadi untuk saat ini tidak ada yang lebih baik baginya.


Rega memeluknya.


"Apapun keputusan mu, aku akan selalu bersama mu," ucap Rega.


"Terimakasih, ya," tersenyum pada Rega.


Seusai mengantarkan Ruby, Rega langsung ke rumah pamannya. Arina tampak senang saat Rega datang. Ayah dan anak itu bermain gembira, Rega membelikannya mainan sewaktu dalam perjalanan membuat Arina senang kegirangan.


"Yah, Mbu ana?" ucap Arina pada Rega dengan bahasanya.


Rega sempat tidak mengerti dengan ucapan Arina, karena Arina biasanya tidak pernah menanyakan orang lain sebelumnya.


"Arina sangat senang bertemu dengan istri mu, dia bilang itu ibunya. Dia ingin bertemu lagi katanya," jelas paman.


"Oh begitu,"


"Yah, Mbu. Ina ngin Mbu," ucap Arina lagi.


"Iya, sayang. Nanti ayah bawa ibu lagi ke sini bertemu Arina ya," ucap Rega.


Rega berpikir untuk menelepon Ruby untuk membuat Arina senang.


Ruby "Halo,"


Rega "Yank, ada yang ingin bicara dengan mu,"


Ruby "Siapa?" (penasaran)


Ruby "Arina. Halo sayang, apakabar?"


Arina "Allooo Mbu Ina angeun mbu,"


Ruby "Oh, Arina kangen sama ibu? Ibu juga kangen sama Arina,"


Rega "Kamu baru bicara di telepon saja sudah mengerti yang Arina bicarakan. Dari tadi aku tidak mengerti dia ngomong apa. Paman yang kasih tahu kalo Arina ingin bertemu lagi dengan mu,"


Ruby "Ya sudah nanti bawa aku ke sana lagi ya. Aku harus memandikan Sean dulu, titip salam buat Arina dan juga paman dan bibi,"


Rega "Iya nanti aku sampaikan,"


Rega menutup teleponnya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Adnan datang ke rumah orang tua Ruby setelah satu bulan lebih tidak memberikan kabar.


"Adnan ingin membawa Ruby dan Sean jalan-jalan, Mah," ucap Adnan pada Dewi setelah di persilahkan masuk.


"Jalan-jalan kemana?" tanya Dewi.


"Jalan-jalan biasa saja, Adnan sudah lama tidak membawa mereka jalan-jalan,"


"Kita berdua saja, Sean baru saja tidur," Ruby tiba-tiba keluar dari kamarnya.


Ruby bersiap lalu pergi bersama Adnan. Mereka pergi ke sebuah kafe.


"Sayang, apa sudah tidak ada lagi kesempatan buat ku?"


Ruby sangat kasihan melihat Adnan yang seperti tidak terurus, badannya sedikit kurus, kumis dan jambangnya belum di cukur. Miris memang, biasanya Ruby yang selalu mengurusnya, mencukur kumis dan jambangnya supaya terlihat rapi.


"Bukankah kau sudah bahagia bersamanya?"


"Tidak, aku maunya sama kamu dan Sean,"


"Bohong,"


"Aku tidak bohong. Aku benar-benar menyesal,"


"Tidak usah banyak bicara lagi, Mas. Aku tahu dia sedang mengandung anak mu kan?"


"Jadi kamu sudah tahu? Aku menikahinya hanya untuk bertanggung jawab saja sama anaknya itu pun aku tidak tahu anak siapa,"


"Jangan mencari alasan untuk membuat ku kasihan sama kamu, Mas. Karena aku sudah muak dengan semua kelakuan mu,"


Adnan menggenggam tangan Ruby, memohon untuk diberikan kesempatan lagi.


"Beri aku kesempatan sampai anaknya lahir, ku mohon," memelas.


Ruby merasa kasihan padanya, dan teringat Sean yang masih membutuhkan ayahnya.


"Aku beri satu kesempatan lagi," akhirnya luluh dengan tampang memelasnya Adnan.


"Makasih sayang, mau kan kamu pulang ke rumah kontrakan kita lagi?"


"Tidak," tegas Ruby.


"Aku ingin tinggal lagi bersama kamu dan Sean. Terus aku harus bagaimana?"


"Sampai kamu bisa berubah dan menceraikan dia kita tinggal di rumah orang tua ku,"


"Tapi ....."


"Tidak ada tapi, kalau kamu mau rumah tangga kita utuh lagi turuti kemauan ku, Mas,"


"Baiklah aku akan turuti semua kemauan mu,"


"Bawakan mobil ku ke rumah mamah," pinta Ruby.


"Maaf sayang, mobil mu sudah ku jual," ucap Adnan sedikit takut.


Adnan ingat mobil Ruby sudah ia jual untuk membelikan tas mahal permintaan Tami, terpaksa ia menjual mobil istrinya itu.


Ruby membuang nafasnya, mau berdebat pun ia sudah lelah dan sudah tidak mau lagi.


NEXT >>>>>>>>>


like comment vote


terimakasih