
Tak terasa dua bulan telah berlalu, kini usia kandungan Mohini sudah memasuki usia 14 minggu atau 4 bulan. Dan selama 3 bulan pula Charlie mengalami kehamilan simpatik, Ia mengalami morning sicness, mood yang berubah ubah bahkan menginginkan hal hal aneh ( ngidam ). Meski baru 4 bulan, namun perut nya sudah membuncit sedikit lebih besar dari ukuran biasa nya, mungkin karena ia sedang mengandung baby Twins. Pagi ini mereka berdua hendak kembali ke Delhi.
Yuvi dan Meena telah kembali ke kampus mereka masing masing karena masa libur mereka telah usai. Jendra juga telah kembali ke Delhi bersama Opa, Oma dan kakek nya, hanya tersisa mereka berdua di Orlando.
Charlie memang sengaja tinggal di Orlando lebih tepat nya di mansion keluarga Pratap Singh hingga usia kehamilan Mohini cukup untuk menaiki jet pribadi nantinya.
Saat ini, Mohini terlihat sibuk merapikan koper milik nya dan sang suami. Sementara Charlie terlihat sedang membuatkan susu ibu hamil untuk Mohini. Dengan telaten Charlie menuangkan susu rasa vanilla kedalam gelas lalu menyeduh nya dengan air hangat.
Ceklek
Charlie membuka pintu kamar sambil membawa segelas susu hangat ditangan kanan nya.
"Honey, ini minum susu dulu." Kata Charlie sambil menyodorkan gelas nya.
"Nanti saja, taruh di meja dulu." Ujar Mohini yang masih sibuk merapikan koper milik nya.
"Minumlah dulu, nanti biar aku yang merapikan sisa nya." Ucap Charlie yang menaruh gelas nya di atas meja kemudian mendudukan istrinya di sebuah kursi.
"Iya...terimakasih sudah membuatkan ku susu." Ujar Mohini sebelum meneguk habis susu ibu hamil nya.
"Sama sama...itu sudah tugas ku sebagai dady yang baik." Jawab nya sambil mengacak rambut Mohini.
"Ihhh!! Jadi berantakan lagi kan rambut nya..."Cebik Mohini sambil merapikan kembali rembutnya.
"Biar saja...kau cantik saat rambut mu berantakan." Ucap Charlie sambil merapikan kembali pakaian mereka yang belum dimasukan ke dalam koper.
"Kau tau, aku sangat merindukan suasana rumah kita." Ujar Mohini yang masih terduduk di kursi.
"Aku juga merasakan hal yang sama, Honey." Ucap Charlie yang juga merasa rindu suasana kota Delhi." Apa lagi dengan putra kecil kita...aku sangat rindu padanya." Kata Charlie sambil membayangkan wajah Jendra yang sangat menggemaskan.
"Kau benar hubby, aku juga sangat merindukan Jendra."
"Nah, semua nya sudah siap...kita berangkat sekarang Honey ?" Ujar Charlie yang sudah selesai membereskan semua nya.
"Ayo kita berangkat."
Mereka berdua pun pergi halaman belakang mansion yang sangat luas, saking luasnya bahkan landasan pacu pribadi pun juga tersedia.
Charlie segera menggandeng istrinya yang tengah mengandung dengan sangat hati hati. Tak lama setelah duduk di kursi penumpang, jet pribadi tersebut pun take off meninggalkan kota Orlando.
Saat hendak keluar dari lobby, Charlie segera dihampiri oleh body guard dady Pratap yang ditugaskan membawa kursi roda untuk Mohini. Kedua nya langsung dijemput oleh supir dan dikawal ketat oleh orang orang kepercayaan dady Pratap.
Tiba dirumah mereka segera disambut seluruh penghuni istana megah dady Pratap. Jendra yang baru pulang sekolah juga kaget melihat kedua orang tua nya telah kembali dan langsung berlari kearah sang dady meminta pelukan hangat yang dirindukan nya.
"Daddyy !!" Pekik nya sambil berlari dengan tas di pudak nya.
Melihat hal tersebut Charlie juga ikut berlari kecil menghampiri putra nya, segera ia menangkap tubuh Jendra menggendong nya serta menghujami wajah nya dengan ciuman.
"God ! Dady sangat rindu pada mu, Son." Ujar Charlie saat menggendong Jendra.
"Jendra juga rindu dady dan momy, juga baby twins." Ucap Jendra yang menyembunyikan wajah nya di ceruk leher Charlie.
Charlie membawa Jendra bertemu momy nya yang juga amat rindu pada nya.
"Sayang...momy rindu sekali pada mu nak." Ucap Mohini yang turut menciumi wajah putra bungsu nya.
"Jendra rindu momy dan baby twins." Ucap Jendra yang memasang wajah imut nya. "Apa baby nya sudah besar, Mom ?" Tanya Jendra dengan polos nya.
"Tentu saja, lihat perut momy sudah besar sekarang." Jawab Mohini sambil memperlihatkan perut buncit nya pada Jendra.
"Woww !! Itu tampak seperti balon." Ujar Jendra takjub.
"Heheheh...anak momy bisa saja." Mohini terkekeh mendengar ucapan Jendra.
"Momy...makan yuk." Ajak Jendra yang sudah lapar rupanya.
"Kau lapar rupanya, ayo momy temani makan." Jendra dan Mohini pun pergi ke ruang makan. Meninggalkan Charlie yang masih melepas rindu dengan dady Pratap dan ayah Manohar.
VISUAL
Jendra Saat Usia 2 Tahun