
Charlie dan Mohini baru pulang saat hari menjelang sore, setelah menghabiskan siang bersama keduanya tertidur dan baru bangun pada pukul 3 sore. Mohini yang terus kepikiran dengan Jensra dan twins meminta untuk segera pulang ke mansion.
Kedua nya pun tiba kembali di mansion dan langsung disambut dengan Jendra yang berlari kearah dady nya." Dadyyy !!! Gendongg!!" Jendra berlari dan ditangkap oleh Charlie yang langsung menggendong nya dan menciumi pipinya.
"Dady periksa nya sudah selesai ?" Tanya Jendra dengan polos nya. Charlie pun menganggukan kepalanya seraya berucap," maaf ya...dady lama perginya." Ujar nya meminta maaf putra kecilnya itu.
Jendra menggangguk dan tersenyum." Iya tidak apa, kan dady lagi sakit." Jawab bocah tersebut sambil memeluk dady nya lagi." Tapi dady sudah sembuh loh, nih lihat ! Sudah tidak pakai penyangga lagi." Ucap Charlie yang menunjukan kakinya yang sudah bebas dari penyangga lutut.
"Yeyyyy!! Dady sudah sembuhh..." Jendra bersorak kegirangan karena dady nga sudah sembuh. Disaat yang sama Meena dan Yuvi baru saja pulang dari rumah Wisnu teman mereka sekolah." Dady sudah sembuh ? Syukurlah kalau begitu." Ucap Meena yang tak sengaja mendengar suara Jendra dari ruang keluarga.
"Bagaimana reuni kalian ? Apa menyenangkan ?" Tanya Mohini pada kedua anak nya yang sudah tumbuh menjadi remaja yang cantik dan tampan." Sangat menyenangkan, Mom. Dan sepertinya, ada yang menyukai kakak diam diam." Jawab Meena yang sengaja menggoda sang kakak yang terlihat cuek itu.
"Siapa memangya yang menyukai kakak mu diam diam ?" Mohini dibuat penasaran dengan putrinya ini." Hehehehe....siapa lagi kalau bukan kak Freya, benarkan kak ?" Meena sengaja menyenggol siku kakak nya.
"Oh ya ?! Yang benar ?" Mohini pura pura terkejut mengetahui anak sahabat mereka ternyata menyukai putra sulung nya. Sebagai seorang ibu tentu Mohini tahu bahwa Freya sudah mengagumi Yuvi sejak mereka sekolah bersama, hanya saja ia tak terlalu menghiraukan nya.
"Ishh sok tau !" Yuvi mencebik kesal pada sang adik yang menceritakan Freya didepan semuanya. Padahal dalam hatinya Yuvi juga mempunyai rasa yang sama pada Freya, hanya saja ia masih bingung dengan perasaan nya sendiri.
Yuvi pun memilih pergi ke kamar daripada nanti terus ditanyai momy nya. Didalam kamar ia kemudian mandi, keluar dari kamar mandi ia melihat handphone nya menyala. Ternyata Freya baru saja mengirim pesan untuk nya.
"................"
"Sudah, baru saja kami sampai."
"............."
"Sepertinya bisa, tapi harus minta izin momy."
"..........."
"Okay, nanti ku kabari kalau bisa." Yuvi mengakhiri chattingan nya dengan Freya, besok ia akan mengantar Freya ke toko buku untuk membeli beberapa buku novel. Gadis itu juga meminta Yuvi untuk menemaninya berkeliling mall nanti.
Kesadaran Yuvi semakin menurun dan berujung tertidur lelap saking lelahnya hari ini. Sementara itu, Charlie dan Mohini mengajak Jendra serta twins untuk pergi bermain di salah satu playground.
Jendra asik bermain di playground bersama Mohini sedangkan Charlie menjaga twins yang tertidur pulas dikereta bayi mereka." Jendra happy ?" Tanya Charlie pada putranya yang tengah meminum minuman nya." Happy, dady. Nanti kita kesini lagi ya." Jendra menjawab dengan wajah gembiranya.
"Iya sayang, nanti kita jalan jalan lagi." Charlie setengah mengacak rambut anaknya. Kemudian Jendra lanjut main hingga waktu bermain pun habis, mereka memutuskan untuk makan malam sebelum pulang.
"Momy, Jendra mau ramen." Ujar Jendra yang saat ini tengah berada di restoran jepang." Okay, boy." Mohini memesankan Jendra ramen serta udang tempura.
"Kau mau makan apa, honey ?" Tanya Charlie penuh perhatian. Mohini terdiam sejenak," aku ingin sushi." Jawab nya kemudian." Okay, aku juga pesan itu."
Saat tengah makan, mereka dikejutkan dengan kehadiran salah satu teman Jendra yang berkunjung bersama keluarganya." Dad, itu ada teman Jendra." Ucap nya sambil menunjuk orang yang dimaksud. Charlie segera menoleh dan mendapati teman yang dimaksud adalah anak dari pasangan artis ternama dinegara nya.
"Yug Devgan ? Apa dia teman mu, boy ?" Tanya Charlie yang penasaran, bagaimana bisa anak nya ini berkawan dengan anak artis papan atas sekaligus calon klient nya tersebut. Jendra mengangguk membenarkan," Kak Yug memang temanku dad...kami berteman di forum para pecinta robot." Jelas Jendra panjang lebar.
Perlahan ia mendekati Yug yang duduk bersama sang kakak, Nysa." Hai, kak Yug. Apa kau mengenali ku ?" Sapa Jendra pada bocah laki laki tersebut, ayah si bocah tampak bingung mendengar ucapan Jendra barusan.
"Apa kalian pernah bertemu sebelum nya ?" Tanya Ajay selaku ayah nya Yug." Tidak, dad...Yug tidak pernah bertemu dengan nya." Jawab Yug yang belum mengetahui bahwa yang menyapa adalah teman virtual nya di forum pecinta robot.
"Baiklah, bagaimana jika perkenalan ulang. Namaku Rajendra Chandramohan, kalian bisa memanggilku Jendra." Ujar Jendra sambil mengulurkan tangan nya. Yug terdiam mengingat sesuatu diotak nya, sedetik kemudian barulah ia ingat siapa orang yang baru saja menyapanya tadi.
"Apa kau bergabung di forum pecinta robot ?" Tanya Yug langsung pada Jendra." Yup, aku bergabung dalam forum tersebut." Yug langsung memeluk Jendra saat tahu ia adalah teman virtual nya selama ini.
"Astaga !! Akhirnya aku bertemu pencipta robot bubble bot favoritku." Yug senang sekali akhirnya bisa bertemu secara langsung dengan pencipta robot kesukaan nya.
"Tidak aunty, aku bersama momy dan dady...mereka ada disana." Jendra menujuk ke arah kedua orang tuanya yang tengah melihat nya dari kejauhan. Charlie yang penasaran akhirnya mendekati Jendra bersama sang istri." Uncle, kenalkan dia dady dan nomy ku." Jendra mengenalkan Charlie dan Mohini pada ayah dari sahabat nya itu.
"Kita bertemu lagi Mr. Charlie." Ujar Ajay pada Charlie yang membuat Mohini terkejut mendengarnya." By, apa kau pernah bertemu dengan nya ?" Tanya Mohini pada suaminya.
"Iya, sebulan yang lalu kami meeting bersama dikantor." Jawab Charlie lagi." Mari, silahkan bergabung dengan kami." Ajak istri Ajay yang tak lain dan tak bukan ialah Kajol, sahabat dari aktor legendaris Shahrukh Khan.
"Suamiku ingin dibuatkan setelan jas, oleh karena nya ia meminta tolong pada suamimu untuk membuatnya." Ujar Kajol menjelaskan meeting yang terjadi pada Mohini." Maksud aunty jas TIGER 2.0 versi terbaru ?" Tanya Jendra yang langsung ingat dengan setelan jas pria yang mampu melindungi penggunanya dari bahaya apapun.
"Apa kau yang membuat nya Jendra ?" Tanya Yug dan sang kakak berbarengan." Tidak, itu murni buatan dady ku sendiri." Jawab Jendra apa adanya." Tunggu, kau harus bertemu dengan pencipta robot WWR generasi pertama." Jendra mulai menggunakan mode panggilan hologram dengan sang kakak.
Ajay dan sang istri begitu terpukau dengan jam yang Jendra gunakan saat ini." Hallo munchkin." Sapa Yuvi yang baru saja terbangun dari tidurnya, terlihat rambutnya yang berantakan." Hai kak, apa kau kenal mereka ?" Jendra mengarahkan jam nya mengelilingi keluarga Yug. Segera saja Yuvi merapikan rambutnya dengan jemari tangan nya." Astaga Jendra !! Bukankah itu keluarga Ajay Devgan ??" Yuvi mengucek kedua matanya untuk memastikan yang dilihat nya benar.
"Iya kakak, dan ini temanku Yug. Dia teman di forum pecinta robot yang kita ikuti." Ucap Jendra pada sang kakak." God ! Ini sangat funtastic !" Balas Yuvi yang begitu gembira karena bertemu dengan teman virtual nya selama ini.
"Hai, siapa nama mu ?" Tanya Ajay dan istrinya begitu ramah." Nama ku Yuvraj Chandramohan, atau panggil aku Yuvi saja." Ucap Yuvi dengan sopan pada keduanya.
"Apa dia putra sulung mu, Mr. Charlie." Tanya Ajay pada Charlie." Dia putra sulung ku, ngomong ngomong panggil aku Charlie saja." Jawab Charlie sambil tersenyum ramah.
"Sepertinya ia akan menjadi CEO sukses seperti mu." Ucap Kajol yang melihat aura kepemimpinan yang kental pada Yuvi." Ya, dia yang akan menggantikan ku nanti." Charlie sangat bangga saat mengucapkan nya, terlihat ia tersenyum setelahnya." Aku melihat nya di siaran berita, katanya putramu telah difitnah mengedarkan obat terlarang ?" Ucap Ajay pada Charlie." Memang, untung nya putraku tidak bersalah." Jawab Charlie yang seperti mengingat kejadian yang belum lama terjadi.
"Ya, kami sekeluarga melihat sidang putramu yang sangat alot. Dan akhirnya kebenaran tetaplah menang." Imbuh Kajol yang turut menyaksikan persidangan yang disiarkan untuk umum.
"Boy, dimana adik mu ?" Tanya Charlie pada Yuvi." Dia bersama Oma dan Nenek didapur." Jawab Yuvi membuat Charlie mengernyit heran, pasal nya Meena sangat jarang berada didapur dan lebih sering berada di galerinya." Benarkah ? Dia tidak ke galeri ?" Tanya Charlie yang keheranan.
"Dia sedang belajar membuat kue, aku rasa Meena ingin membuat kue untuk pesta kak Aryan." Jawab Yuvi yang tersenyum simpul. Mohini dan Charlie saling beradu pandang dan tersenyum," putri kita sudah besar ya." Ujar nya pada Mohini.
"Kau ingin dibawakan apa oleh dady ?" Tanya Charlie yang sangat perhatian pada setiap anak nya." Manisan." Yuvi lansung menjawab dengan cepat pertanyaan dady nya barusan." Okay, tanyakan Meena juga dia ingin dibawakan apa." Titah Charlie pada Yuvi," Okay...nanti Yuv tanyakan." Charlie segera mengakhiri sesi telpon nya.
Dari kejauhan bibi Mothi datang menghampiri majikan sambil membawa Jev yang menangis histeris." Owekowekoweekk...." Tangis Jev terdengar begitu nyaring dari meja sebrang.
"Bibi, apa yang terjadi ? Kenapa Jev menangis seperti ini ?" Tanya Mohini dengan lembut dan tidak marah marah." Tidak tahu nyonya, sepertinya Tuan kecil kurang nyaman ditempat baru." Jawab bibi Mothi yang sibuk menenangkan Jev.
Mohini coba menggendong Jev, namun tangis nya tak kunjung berhenti. Bahkan Charlie pun tak mampu menghentikan nya."Mom, Jendra boleh mencoba nya ?" Tanya Jendra pada momy nya yang sudah putus asa. Mohini menyerahkan Jev untuk digendong Jendra, sungguh ajaib memang tangis Jev seketika berhenti saat tubuh nya digendong sang kakak.
"Wah...sepertinya Jev ingin manja denganku." Kelakar Jendra yang menciumi pipi gembul adiknya itu. Jev tampak memamerkan senyum ceria nya saat sang kakak terus menciumi wajahnya." Jendra adik mu lucu sekali." Nysa terpesona oleh kelucuan Jev." Kak Nysa mau menggendong nya ?" Tawar Jendra yang tahu bahwa Nysa ingin sekali menggendong bayi gembul ini.
"Dengan senang hati." Nysa mulai menggendong Jev dengan hati hati, sepertinya Jev senang digendong oleh Nysa." Kalian manis sekali." Ucap seseorang dari belakang, sontak Jendra langsung menoleh kebelakang dan mendapati kakeknya ada disini.
"Kakek ? Nenek ?" Jendra mengernyitkan dahinya penuh kebingungan." Ayah ? Tumben ayah kemari ?" Karena setahu Charlie ayahnya ini kurang suka makanan Jepang." Mami sedang ingin makan ramen, makanya kami datang kemari." Jawab Rhea pada Charlie.
"Oh ya, kenalkan dia ayahku." Ucap Charlie pada keluarga calon klient nya tersebut." Loh, anda Tuan Manohar kan ?" Ajay langsung mengenali laki laki yang berdiri depan nya." Apa kita sudah bertemu sebelumnya, Ajay ?" Tanya Manohar pada Ajay." Belum, tapi, siapa yang tidak mengenal si pembuat brankas tercanggih serta ayah dari petarung legendaris seperti putramu ini." Balas Ajay sambil menepuk pundak Charlie pelan.
"Hahahaha...itukan hanya masa lalu, saat ini orang mengenalku sebagai pemilik rumah peternakan." Manohar tertawa saat mengingat masa lalu nya yang cukup menguras emosi saat itu." Aku rasa, fans kalian jauh lebih banyak daripada fans ku dan Ajay." Ucap Kajol yang membuat Charlie dan ayahnya saling melempar senyum.
"Ku dengar Rhea sedang mengandung ?" Tanya Kajol pada Manohar." Benar, sudah berjalan 5 minggu." Jawab Rhea ramah." Kalian bergabung saja dengan kami." Tawar Ajay pada Manohar dan Rhea.
Keduanya menurut dan duduk disamping Jendra." Silahkan duduk, Sweetie." Manohar mempersilahkan sang istri untuk duduk terlebih dulu." Makasih, sayang ku." Ucap Rhea yang tersenyum pada suaminya.
"Sama sama bumil ku, sekarang kau makan apa ?" Tanya Manohar penuh perhatian." Ramen pedas, boleh ?" Tanya Rhea yang langsung ditolak oleh sang suami." Tapi aku ingin makan itu. Please..." Rhea mulai mengeluarkan jurus memelas nya." Baiklah, tapi jangan terlalu pedas." Akhirnya Manohar mengabulkan keinginan istrinya.
"Apa kau sangat suka pedas ?" Tanya Kajol pada Rhea yang memesan ramen dengan level pedas 15, dirinya bahkan hanya sanggup di level 7." Hehehehe....tidak juga, hanya saja semenjak hamil aku jadi suka sekali rasa pedas." Jawab Rhea sambil memperlihatkan senyum pepsoden nya." Astaga !! Mungkin anak kalian akan suka pedas nantinya." Balas Kajol yang yang geleng geleng kepala melihat tingkah Rhea yang sungguh absurd.
Mereka pun makan bersama layaknya keluarga besar sebelum akhirnya mereka harus dihadang oleh paparazi yang selalu mengikuti kemana pun mereka pergi.