
Dua minggu kemudia, Mohini tampak tengah bersiap untuk pergi berbelanja bersama sang suami serta Jendra.
Begitu sampai di mall Mohini langsung pergi ke pusat pakaian anak dan perlengkapan bayi. Disana ia mulai memilih baju baju yang lucu untuk menyambut kelahiran baby twins.
Charlie turut membantu sang istri dalam memilih baju untuk calon buah hatinya. Dari mulai baju, stroller, kaos kaki dan tangan, box bayi, hingga peralatan menyusui.
Charlie sengaja membeli perlangkapan bayi lagi, bisa saja ia memilih untuk memakai perlengkapan milik jendra atau Meena, namun Charlie lebih memilih membeli yang baru. Sementara pakaian milik Yuvi, Jendra dan Meena saat masih kecil ia donasikan ke yayasan sosial milik nya.
Ya, Charlie memang memiliki yayasan amal pribadi yang juga diperuntukan untuk menampung para wanita dan anak anak korban peperangan maupun KDRT.
Yayasan tersebut bekerja dibawah naungan pemerintah India, Charlie menamai yayasan tersebut MEER FOUNDATION. Para pekerja disana bekerja tanpa sepengetahuan media. Bahkan media juga tak tau akan hal ini, Charlie menutup rapat soal MEER FOUNDATION.
Oleh sebab itu, ada beberapa orang yang menilai Charlie sebagai orang yang pelit padahal ia kaya raya. Untung nya, Charlie tak menanggapi pemberitaan miring tentang nya yang bersliweran di TV maupun majalah.
Kelak jika Meena telah menyelesaikan kuliah nya, Charlie akan menyerahkan Meer Foundation pada nya. Hal yang sama juga akan terjadi pada Yuvi, ia akan segera memimpin Tiger Group dan liga WWR setelah menyelesaikan masa kuliah. Sementara Charlie akan mengurus club cricket milik nya, Charlie baru saja membeli club cricket dari India.
Tim tersebut cukup familiar di negara sana dengan nama Kolkata Knight Rider atau disingkat menjadi KKR. Ada banyak selebriti yang juga ikut memegang saham besar disini sebut saja Hritik Roshan, Madhuri Dixit dan sang raja bollywood Shahrukh Khan.
"Hubby, menurut mu ini lucu tidak ?" Tanya Mohini yang tengah memegang baju bayi berwarna biru dengan gambar teddy bear ditengah nya.
"Sangat lucu, ambil yang warna pink juga ya." Ujar Charlie sambil menunjuk baju yang sama tapi dengan warna pink yang menggemaskan.
"Okay, hubby."
"Mom, yang ini bagus kah ?" Tanya Jendra saat memegang sepasang sepatu mungil di tangan kanan nya.
"Bagus juga, ambil yang itu ya boy." Ujar Mohini pada Jendra
"Honey, kalau yang ini bagaimana ?" Giliran Charlie yang bertanya mengenai pilihan nya untuk calon baby twins mereka.
"Woahh...gaun ini sangat indah sayang." Ucap Mohini sambil memasukan gaun putih nan mungil itu ke dalam trolly belanja.
"Mom–momy....Jendra boleh beli crepes disana ?" Tanya Jendra sambil menunjuk ke arah yang ia maksud.
"Boleh...ini, ambil dan beli crepes yang kau mau." Ujar Mohini sambil memberi uang 5 rupee pada Jendra. Jendra segera berlari kearah penjual crepes yang terletak di sebrang toko perlengkapan bayi.
"Paman, berikan aku 3 crepes yang terlezat disini." Ujar Jendra pada paman penjual crepes.
"Tentu, ada tambahan lagi Tuan Kecil ?" Tanya sang penjual ramah.
"Tidak, itu saja paman." Sang penjual dengan telaten menuangkan adonan ke atas pan pipih kemudian menaburkan meses, dan selai strawberry ke atas adonan yang sudah kering, kemudian menggulung nya dan melilitnya dengan kertas kemasan.
"Crepes nya sudah siap, Tuan." Ujar sang penjual sembari menyodorkan paper bag berisi crepes pesanan nya.
"Semua nya jadi berapa, Paman ?" Tanya Jendra.
"Hanya 4 rupee, Tuan." Jawab si penjual.
Jendra menyodorkan uang 5 rupee yang tadi diberikan oleh dady nya.
"Tuan, ini kembalian nya." Ujar si penjual yang hendak memberi kembalian pada Jendra, namun ia menolaknya.
"Dad, tadi Jendra belikan ini untuk semuanya." Ujar Jendra seraya memamerkan paper bag nya.
"Uuuhhh...anak dady baik sekali." Ujar Charlie sambil mencium pucuk kepala Jendra.
"Honey, kita makan dulu yuk." Ajak Charlie yang tengah asik memakan crepes strawberry kesukaan nya.
"Kau lapar hubby ?"
"He'um....sepertinya cacing cacing ini sudah kelaparan." Jawab Charlie yang sudah menghabiskan satu crepes besar milik nya.
"Kalau begitu, ayo kita makan briyani." Ajak Mohini dengan semangat 45 nya.
"Ayo, tapi sebelum nya kita bayar belanjaannya." Ujar Charlie sambil mendorong trolly ke meja kasir.
"Total semua nya 10 lakh, Tuan." Ucap seorang kasir perempuan disana. FYI : 10 lakh itu sama dengan dua ratus lima juta tiga ratus lima puluh ribu rupiah.
"Ini, ambilah." Charlie terlihat menyodorkan black card milik nya.
"Ini tuan, kartu dan barang belanjaan nya." Sang kasir menyodorkan kembali card tersebut beserta barang yang mereka beli tadi.
"Terimakasih." Ujar Mohini ramah.
Ketiga nya lantas mampir kesebuah restoran yang menyajikan masakan khas India. Mohini langsung memesan satu porsi besar nasi briyani, ia merasa nafsu makan nya bertambah sejak mengandung baby twis.
Charlie yang juga merasa lapar pun juga memesan seporsi rogan josh lengkap dengan roti naan sebagai pendamping nya. Sedangkan Jendra hanya memesan menu dessert Gulab Jamun dan salah satu jajanan street food yang cukup terkenal disana yakni Kathi Roll ( baca : Kebab ala India ).
Puas mengisi perut kedua nya lantas memutuskan untuk kembali ke mansion. Saat didalam mobil, Mohini mengeluh sakit pada perut nya. Awal nya ia merasa itu akibat tendangan dari baby twins namun, Mohini merasa sakit nya bertambah parah. Sepertinya ia mengalami kram perut, dan ini kali pertama ia mengalaminya.
Charlie yang melihat sang istri kesakitan dengan segera meminta supir untuk mempercepat laju mobil menuju rumah sakit. Jendra juga tak kalah panik nya saat melihat sang momy meraung kesakitan, ia terus mengelus perut momy nya berharap sakit nya akan lebih baik tapi sepertinya itu sia sia. Hingga akhirnya Mohini pun pingsan karena tak kuat menahan rasa sakit.
VISUAL
ROGAN JOSH
GULAB JAMUN
KATHI ROLL
NASI BRIYANI
Foto By Google