Mr And Mrs Chandramohan

Mr And Mrs Chandramohan
Aku Kecewa Ayah



Selesai mengahabiskan waktu dipantai, keduanya segera mandi dan pergi ke kediaman ayah Manohar. Sampai disana, Charlie kaget melihat mansion yang lengang, hanya ada art yang sibuk dengan tugas mereka. "Bi, ayah kemana ?" Tanya Charlie sambil menggendong Jendra dibahu nya. "Tuan besar ada di kamar atas, Tuan muda." Jawab salah seorang art yang bekerja disana. Charlie segera keatas dan terkejutnya ia melihat sang ayah tengah bermain dengan sorang wanita.


Charlie yang tak ingin mengganggu aktivitas ayah nya memilih duduk diruang keluarga. Tak lama ayah Manohar keluar kamar dan langsung mendapat tatapan tajam dari anak nya. "Apa sudah selesai bercinta nya, Yah ?" Tanya Charlie dengan tatapan yang tak bisa dijelaskan lagi." Ka-kau ? Apa kau melihat nya ?" Ujar ayah Manohar terbata dan keringat yang memenuhi wajah nya." Tentu, aku sangat kecewa ayah. Tak sangka ayah akan berbuat seperti ini." Ujar Charlie dingin."Maafkan tante karna telah berlaku lancang pada ayah mu, tante menyesal telah melakukan nya." Ujar Rhea yang muncul dari arah belakang, sebelum nya ia telah mendengar pembicaraan ayah Manohar yang membuat nya menjadi tak enak hati pada Charlie.


"Bagus kalau anda menyesal, mulai hari ini jangan pernah temui ayah ku lagi !" Ucap Charlie dengan nada dingin nya. "Hah..." ayah Manohar mendesahkan nafas nya saat mendengar perkataan kasar putra nya.


"Baiklah, aku setuju. Aku akan menjauhi ayah mu, Nak....tenang saja, tak perlu khawatir." Ujar Rhea sambil menghapus air matanya, tak menyangka dirinya ditolak mentah mentah oleh calon anak sambung nya itu." No!! Aku tidak akan ku lepaskan kau! Aku akan menikahimu secepatnya !!" Sanggah ayah Manohar menolak ucapan Charlie untuk berpisah dengan Rhea, bagaimana pun ia harus bertanggung jawab atas perbuatan nya barusan.


"Tidak! Jangan keras kepala, turuti permintaan putramu. Tenang saja aku tak akan meminta tangung jawab atas apa yang kau lakukan hari ini, mungkin ini yang terbaik bagi kita berdua. Aku mohon ijinkan aku pergi." Ujar Rhea yang sekuat tenaga menahan rasa sesak didadanya, jujur Rhea tidak ingin berpisah dengan Manohar, pria baik hati yang membuatnya merasa jatuh cinta kembali.


"Tetap saja aku tak akan melepas mu, Rhea ! Aku akan menikahimu dengan atau tanpa restu Charlie. Aku menikahimu bukan karena kesalahan yang ku perbuat, aku sangat mencintaimu Rhea." Jawab Ayah Manohar mantap, ia tetap pada pendirian nya untuk segera menikah dengan Rhea. Charlie yang melihat perdebatan kecil itu hanya tersenyum sembari menikmati teh hangat nya, dalam hati ia sebenarnya merestui hubungan ayah nya dengan Rhea, hanya saja Charlie tertawa sinis. Keduanya hanya diam saja, tenggelam dalam pikiran masing masing, hingga ayah Manohar angkat bicara lagi.


"Baiklah kalau itu mau mu, ayah bisa apa memang nya ? Tapi kau perlu tau satu hal, ayah selalu mencintai mendiang ibu mu, cinta ayah akan abadi selama nya, tapi cinta itu tersimpan rapi dibelahan hati ayah yang lain. Kedatangan Rhea dihidup ayah tidak bermaksud untuk menggantikan kedudukan ibu mu, bahkan ibu mu sendiri yang menyuruh ayah menikah lagi jika ia pergi selama nya. Dia ingin agar putra nya yang telah ia lahirkan susah payah tak merasa kesepian karena tak memiliki figur ibu dihidupnya. Bertahun tahun ayah mu ini keras kepala dan memutuskan untuk hidup berdua dengan mu saja, namun hal itu sirna setelah ayah bertemu dengan Rhea, wanita cantik nan baik hati yang telah memikat hati ayahmu ini, Nak. Ayah minta maaf ya, karena membuatmu kecewa hari ini." Setelah mengucapkan kata kata yang membuat hati Charlie terasa teriris pisau, ayah Manohar bahkan rela bersimpuh dikaki anaknya agar Charlie mau memaafkan serta merestui keputusan nya.


"Aa–ayah...apa yang kaulakukan ? Ayo bangun, Yah." Charlie memapah tubuh ayahnya untuk bangun dan mendudukan nya disofa.


"Maafkan ayah mu ini, Charlie. Biarkan ayah menikah dengan Rhea." Ujar ayah Manohar lirih. Charlie hanya terdiam melihat ayahnya diliputi kesedihan. "Manohar, aku rasa sudah saat nya aku pergi. Jaga dirimu baik baik bersama Charlie ya, jangan khawatirkan ku." Ucap Rhea yang sudah bersiap pergi dari rumah kekasihnya itu.


TIIINNN


Klakson mobil terdengar nyaring didepan garasi mansion ayah Manohar. Sepertinya Rhea meminta supirnya datang dan menjemputnya pulang. "Aku pergi, selamat tinggal Manohar." Rhea mengucapkan kata kata terakhirnya diiringi lambaian tangan dan isak tangis.


Rhea melangkah pergi ke pintu utama, baru beberapa langkah menjauh dari mereka berdua, tiba tiba Charlie berdiri dari duduk nya seraya memanggil Rhea kembali,"mami...jangan pergi." Rhea terkesikap dengan apa yang ia dengar barusan.


"Charlie ka–kau ?" Bahkan ayah Manohar pun sangat kaget saat Charlie memanggil Rhea dengan panggilan mami."Yap, apa salah jika aku memanggil nya dengan panggilan mami?" Ucap Charlie dengan entengnya.


"Tapi bukankah kau tak setuju dengan hubungan kami ?" Tanya ayah Manohar memijit kening nya yang terasa berdenyut sejak tadi. "Memang nya, sedari tadi aku mengatakan tak setuju dengan hubungan kalian ? Tidak bukan, aku hanya tak suka jika ayah dan tante Rhea melakukan hal diluar batas seperti itu lagi, apalagi kalian ini kan belum menikah." Ucap Charlie lagi membuat sang ayah tersenyum bahagia mendengar nya. Manohar pikir putra nya tak suka melihatnya hidup bersama Rhea.


"Jadi ayah boleh menikah dengan Rhea ?" Tanya ayah Manohar memastikan pendengaran nya barusan, Charlie tersenyum seraya mengangguk.


"Oh ya, kapan kalian akan menikah ?" Tanya Charlie sambil mendudukan dirinya kembali di sofa yang empuk itu. Kedua nya saling bertatapan sejenak, sejurus kemudia ayah Manohar menjawab pertanyaan tersebut," dua minggu lagi, ayah akan menikahi Rhea." Jawab ayah Manohar dengan mantap dan penuh ketegasan diwajahnya.


"Bagus, kan kuurus semua keperluan kalian berdua. Cukup siapkan berkas kalian, dan anggap semua nya beres." Ucap Charlie yang segera menelpon Ashok untuk menyiapkan segala keperluan pernikahan untuk ayah serta calon ibu sambung nya tersebut.


"Akhirnya aku dapat merasakan hangat nya perhatian dari seorang wanita yang biasa dipanggil momy." Charlie sangat senang dapat memiliki keluarga utuh nan bahagia kembali. "Iya boy, ayah senang jika kau senang." Jawab Ayah Manohar menggenggam tangan Rhea erat.


Sejak saat itu, Rhea dibesarkan oleh kakek dan nenek nya di Inggris, namun dua tahun lalu kedua nya diambil oleh Tuhan. Sang kakek meninggal akibat serangan jatung, selang beberapa hari kemudian sang istri ikut menyusul nya ke alam baka. Hingga tinggallah Rhea seorang diri yang harus berjuang memimpin perusahaan yang ditinggalkan oleh kakek nya di India dan Inggris sebab ia lah pewaris satu satu nya yang keluarga Mazumdar miliki. Sang ayah meninggal sebelum dirinya diangkat resmi sebagai pimpinan saat itu oleh kakek Rhea.


Sedangkan ibunda Rhea berasal dari keluarga petani biasa yang mengandalkan hasil panen dari ladang milik orang lain untuk menyambung hidup, Saat itu Tuhan mempertemukan Arindam dengan. Rhea sebelum nya memang pernah menikah, namun belum sempat ia memberi keturunan, sang suami justru pergi meninggalkan nya sendirian dibumi akibat kehabisan darah saat menolong Rhea dari serangan perampok yang menyatroni rumah mereka malam itu. Sejak hari itu, Rhea menutup hatinya untuk semua lelaki yang mendekatinya. Namun, saat ia mengenal Manohar sepertinya hatinya berubah pikiran.


Setelah mengurus semua nya, Charlie mengajak ayah serta calon ibunya ke mansion dady Pratap untuk bertemu sang istri juga keluarga besar nya." By, dia siapa ?" Tanya Mohini penasaran dengan sosok yang mendampingi ayah mertuanya.


"Dia tante Rhea, calon istrinya ayah." Jawab Charlie memperkenalkan Rhea dihadapan keluarga istrinya. "Woahh!! Akhirnya kau menikah lagi kawan. Aku ikut senang mendengarnya." Ujar dady Pratap yang segera menyalami keduanya dengan tulus dan bahagia. Ia senang bahwa teman sekaligus besan nya tidak merasa kesepian lagi.


"Terimakasih Pratap. Tadinya, aku berpikir Charlie tak menyukai ide ini namun ternyata ia merestui hubungan kami berdua." Ujar Ayah Manohar yang sepertinya sangat bahagia.


"Aku hanya tak suka ayah melakukan itu sebelum menikah, sebenarnya sudah lama aku merestui hubungan kalian." Jawab Charlie yang membuat semuanya tercengang mendengar perkataan nya barusan


"Benarkah kau melakukan nya kawan ?!" Tanya Dady Pratap membuat Ayah Manohar serta Rhea tersipu malu. Keduanya mengangguk bersamaan," astagaa!! Kalian ini !" Ucap momy Shamita menggeleng gelengkan kepalanya.


"Maaf, aku tak bisa menahan nafsu ku tadi." Kilah ayah Manohar sambil menggaruk kepala nya. "Kau benar, aku saja selalu kelepasan jika menyangkut itu." Jawab dady Pratap seolah membenarkan alasan dari sahabat nya." Aauuww...sakit sayang." Rintihnya saat momy Shamita mencubit kencang perutnya.


"Rasakan ! Kalau bicara lihat situasi, ada Jendra disini." Kata Momy Shamita mengingatkan. "Kapan kalian menikah ?" Tanya nya lagi. "Dua minggu lagi mom." Jawab Charlie, momy Shamita hanya ber oh ria.


"Oh ya kita belum kenalan, siapa nama mu ?" Tanya momy Shamita kepo. "Kenalkan aku Rhea Mazumdar, panggil Rhea saja." Ucap Rhea menjabat tangan calon besan nya. "Aku Shamita Pratap Singh kau bisa panggil aku Shamita, salam kenal. Oh ya, sepertinya kau masih muda, berapa usia mu ?" Ucap momy Shamita ramah. "Memang, usia kami terpaut 30 tahun. Manu 61 tahun dan aku sendiri masih berumur 31 tahun." Jawab Rhea yang seketika membuat momy Shamita terkejut, bagaimana bisa besan nya ini memilih pasangan yang masih muda dengan selisih umur yang cukup jauh. "Wahh...Manohar beruntung mendapatkan mu. Masih muda dan sangat cantik." Kelakar momy Shamita menggoda temanya itu.


"Kalian makan malamlah bersama kami." Ajak dady Pratap yang diangguki oleh Charlie dan Mohini. "Benar, ayah dan mami makan bersama kami saja." Ucap Charlie bersemangat. Kedua orang itu pun mengangguk bersamaan.


VISUAL


Manohar Sharma



Rhea Mazumdar