
"Apa yang kau maksud, boy ?" Charlie menoleh kearah Jendra yang datang sambil membawa laptop ditangan kanan nya. "Ya, semalam aku memutuskan begadang karena tak dapat tidur. Akhirnya ku pustuskan untuk membuka vidio yang direkam dari drone kecil yang sengaja diprogram untuk mengikuti kak Yuvi semalam." Ucap Jendra menjelaskan pada seluruh keluarganya.
"Drone ? Kenapa kau mengikuti kakak mu dengan menggunakan drone ?" Tanya Mohini yang terheran heran dengan kelakuan bocah kecil ini." Hehehe..aku penasaran dengan pesta yang kak Aryan lakukan di dermaga. Dan ternyata aku malah menemukan orang yang telah memfitnah kak Yuvi disana." Jendra pun mengakui semuanya, ia hanya penasaran dengan pesta yang dilakukan oleh para remaja remaja semalam." Lantas apa yang kau lihat, Jendra ?" Charlie semakin penasaran tentang pelaku yang dilihat oleh putranya semalam.
"Yeah, Dady lihat saja sendiri di laptop ku." Jendra menyodorkan laptop beserta flashdisk yang berisi rekaman semalam. Charlie memutar vidio tersebut, semua tampak aman sampai seseorang berbaju hitam dengan memakai masker terlihat mendatangi salah satu pelayan diatas kapal.
"Stop disitu, Dad ! Lihat baik baik orang berbaju hitam itu !" Jendra meminta Charlie menghentikan rekaman tepat sesaat orang tersebut memberikan bungkusan kecil kepada si pelayan. "Apa dady mengenali postur tubuh nya ?" Tanya Jendra dengan tatapan menyelidik. Charlie berpikir sesaat,"aku ingat, postur ini mirip seperti Vijay Chaudhary." Charlie langsung teringat anak dari salah satu orang ternama yang sering menghadiri peluncuran robot robot keluaran TIGER GROUP.
"Dady benar ! Dia adalah Vijay putra dari Shaji Chaudhary." Jendra kembali melanjukan rekaman yang menunjukan wajah asli orang tersebut yang ternyata memanglah Vijay, putra dari orang ternama di kota ini, dia jugaadalah pendiri kerajaan bisnis Vijay Center." Apa alasan yang membuat Vijay mencelakai kakak mu ?" Momy Shamita yang sedari tadi mendengarkan pun menjadi penasaran dengan alasan Vijay yang sengaja menuduh cucunya tersebut.
"Begini, Vijay sebelum nya telah menabrak pejalan kaki di Kota Bandra hingga tewas. Sang ayah mengetahui hal tersebut dan ia ingin mengalihkan perhatian awak media akan kasus yang putranya lakuan agar masyarakat tidak mengetahui nya dan bisnis Vijay terselamatkan." Ujar Jendra menjelaskan apa alasan Vijay menjebak Yuvi dalam kasus ini.
Disaat yang bersamaan Charlie mendapat telepon dari ayahnya yang mengatakan kalau dirinya dan Rhea akan berkunjung.
"Lantas apa yang harus kita lakukan ?" Dady Pratap terlihat sangat frustasi, menyugar rambutnya ke belakang." Kau tenang saja Pratap, kita akan bekerjasama mengungkap kejahatan ini." Dari arah belakang Manohar muncul sambil menggandeng tangan istrinya." Aku tau itu tapi, rencana apa yang dapat kita pakai ?" Dady Pratap membalas perkataan Manohar barusan." Kakek dan Opa harus bekerjasama untuk membawa pelayan ini saat persidangan tiba. Kalian harus menyusup ke markas Vijay yang berada di rumah nya, tepatnya di ruang bawah tanah. Sementara Dady bertugas melumpuhkan Vijay dengan cincin kejut dan menembak nya dengan pelemas otot." Ujar Jendra memberi instruksi kepada ketiga nya.
"Wah wah wah....sepertinya Dady akan bersenang senang kali ini." Charlie tertawa devil dengan sorot mata nya yang mengerikan. "Gunakan topeng ini, Dad." Jendra menyodorkantopeng prostetik yang pernah Charlie pakai saat menghabisi Tadashi Hamada waktu itu.
Charlie tampak mengabari tim nya yang lain, bahwa mereka akan melakukan hal gila lagi bersama sama." Arun, persiapkan senjata kita seperti biasanya." Charlie dengan tenang nya memberikan perintah pada Arun untuk mempersiapkan segala kebutuhan senjata." Beres bos !" Arun segera mematikan telepon nya dan mempersiapkan senjata terbaik untuk tim nya.
Tak lama Charlie mendapat pesan dari kawan kawan yang lain," Semuanya sudah beres ! Kita siap menyerang kapan saja." Charlie pun membalas pesan yang Vikram kirimkan padanya," Bagus ! Kita akan menyerang sehari sebelum Yuvi di sidang."
"Semua sudah beres, kita bisa atur waktu yang pas saat harinya tiba." Ucap Charlie memberitahu Ayah nya dan Dady Pratap." Good ! Sekarang, kita nikmati pagi ini terlebih dahulu." Ujar Dady Pratap sambil melihat kearah istrinya. Shamita yang tahu apa arti tatapan itu pun menolak nya,"Jangan macam macam ! Fokus saja pada misi mu itu !" Ujar nya agak ketus.
"Hanya sebentar, biarkan aku menuntaskan nya." Dady Pratap memohon pada istrinya. Karena tak mendapat jawaban dari istrinya, ia pun berinisiatif menggendongnya kembali ke kamar." Hey ! Kau ini!" Momy Shamita terkejut saat suaminya menggendong nya ala bridal style. "Yuvi pasti akan bebas, Honey. Percayalah dengan kemampuan suami mu ini." Ujar Charlie sambil menggenggam jemari istrinya, seolah menyalurkan semangat dan keyakinan padanya.
VISUAL
Drone pengintai milik Jendra