Mr And Mrs Chandramohan

Mr And Mrs Chandramohan
Hadiah Untuk Dady



Setelah melewati pertarungan yang melelahkan, Charlie kini sudah berada dikamar nya. Dengan celana boxer nya ia tampak merebahkan dirinya diatas ranjang sambil melihat langit langit rumah.


"Kau memikirkan apa hmm ?" Tanya Mohini yang barusaja keluar dari kamar mandi.


"Tidak ada...hanya saja aku merasa beruntung memiliki kalian dihidupku ini." Jawab nya yang masih melihat langit langit rumah.


Mohini bergabung keatas ranjang dan duduk disamping sang suami sembari memangku kepala Charlie . "Aku juga beruntung memiliki suami sepertimu." Ujar Mohini yang sedang mengelus rambut hitam Charlie.


Sementara itu didapur Momy Shamita sedang membuat dosa ( crepes ala India ) dibantu oleh Jendra.


"Oma, kejunya taruh dimana ?" Tanya Jendra yang mengenakan celemek layak nya chef handal. Ditangan kanan nya ia memegang semangkuk keju parut yang disiap ditaburkan diatas dosa buatannya.


"Taburkan diatas dosa, taruh sedikit demi sedikit ya." Ucap momy Shamita memberi perintah yang langsung dimengerti. Jendra menaburkan keju parut keatas dosa yang sudah ia gulung dengan hati hati.


"Sudah siaappp!!" Seru nya girang saat melihat mahakarya nya yang sudah siap dihidangkan.


"Waahh!! Cucu oma pandai masak ya." Momy Shamita memberikan pujian untuk cucu nya itu.


"Tentu saja ! Jendra kan memang pintar." Jawab Jendra membanggakan dirinya. "Oma kita makan ini sambil nonton doraemon yuk." Ajak Jendra yang setiap minggu selalu menonton kartun negri Jepang tersebut.


"Tidak bisa sayang..." Tiba tiba Dady Pratap datang kedapur. Jendra mengerutkan keningnya aaat mendengar perkataan opa nya barusan.


"Begini sayang....hari ini Opa lelah sekali, jadi Opa ingin dipijat Oma." Dady Pratap mencoba mencari alasan yang tepat untuk cucu nya.


"Owh begitu ya...ya sudah Oma pijat Opa saja, Jendra mau main sama momy." Jawab Jendra sambil tertunduk lesu. Momy Shamita langsung mencubit lengan suaminya saat melihat cucu nya bersedih.


"Hei jangan sedih...nanti sore Opa ajak main jet ski mau ?" Dady Pratap berusaha membujuk Jendra, berharap Jendra akan menerima ajakan nya. "Mau Opa ! Yyeeyy naik jet ski !!!" Jendra kembali riang mendengar ajakan dady Pratap.


"Ok boy...sekarang Opa pijat dulu, boleh ?" Tanya dady Pratap pada cucu nya." Boleh Opa ! Oma pijat opa nya yang enak ya." Ujarnya sambil menatap kearah Momy Shamita dengan tatapan terimut nya.


"Nah, ayo sayang kita kekamar." Sahut dady Pratap yang langsung menarik tangan istri nya menuju kamar. Sementara Jendra pergi keruang keluarga dan menaruh camilan yang ia buat disana.


"Ayo cepat buka bajumu ! Aku akan memijat mu sekarang, setelah itu aku akan menemani Jendra kembali." Ucap Momy Shamita yang telah menyiapkan minyak urut untuk sang suami.


Dady Pratap terkekeh melihat kepolosan istrinya, Momy Shamita yang melihat nya merasa bingung.


"Kau bukan memijat sungguhan, tetapi memijat sekaligus menenangkan dia sayang." Ujar dady Pratap yang menuntun tangan istri nya ketempat pedang sakti nya bersemayam. Momy Shamita dapat merasakan pedang suami nya sudah bertegangan tinggi.


"Sudah hampir sebulan aku tidak merasakan milikmu yang sempit itu." Dady Pratap membuka pakaian nya hingga menampilkan tubuh atletis yang digilai oleh kaum hawa.


"Ish dasar kakek kakek mesum !" Sungut Momy Shamita pada suaminya." Tapi kau suka kan ?" Momy Shamita mengangguk malu malu.


Dady Pratap segera menyerang titik sensitiv milik istrinya." Eemh-mpphh..." dady Pratap mencium bibir momy Shamita tanpa ampun dan membuat nya kewalahan.


Ia langsung melucuti pakaian istrinya dan menggendong nya ke ranjang besar mereka. "Bisa kita mulai sekarang, honey ?" Bisik dady Pratap tepat ditelinga istrinya dengan suara berat nya ditambah wajah nya yang merah padam, menandakan hasrat nya sudah di ubun ubun. Momy Shamita tersenyum dan mengangguk.


"Eughhh...." leguh Momy Shamita saat tangan besar itu memilin boba nya. "Aahh...sayang enak sekali..."momy Shamita mengeluarkan racauan nya saat jari tengah suaminya mengobok obok intinya.


"Sshh...aahss...faste..faste hubby." Bahkan momy Shamita meminta dady Pratap menambah ritme obok obok nya. Dan sedetik kemudia ia mencapai pelepasan nya.


"Jangan lemas dulu, aku baru akan mulai." Dady Pratap mulai mengarahkan pedang nya kedalam sarung sempit yang sudah banjir.


"Aahh..." ***** kedua nya saat pedang tersebut sudah bersemayam dalam sarung legit nya. Dady Pratap mulai menggenjot dengan ritme sedang yang membuat Momy Shamita merem melek keenakan.


"Eegghh...oughh god" Dady Pratap menggeram tertahan saat merasa milik nya seperti diurut dan dijepit dibawah sana. Momy Shamita tampak mencengkram bahu suaminya saat dady Pratap menambah kecepatan.


Hampir 15 menit mereka bertempur, hingga akhirnya momy Shamita merasakan pedang sakti mandraguna itu membesar dan siap memuntahkan lava nya.


"Aaarrghhhh...." erang kedua nya saat mencapai pelepasan secara bersamaan. Sementara di markas satu sedang ada perang adu mekanik lain hal nya dengan markas 2 yang penuh canda tawa.


"Dady stoopp!! Hahahahaha geliii!!!" Jendra menjerit berusaha melepaskan belitan tangan Charlie yang terus menggelitik nya.


Berhasil lepas dari dady nya Jendra terlonjak girang, ia bahkan loncat loncat diatas ranjang dan membuat nya jatuh ke lantai.


BRUK


Kira kira itu suar apa ya kawan kawan ? ada yang penasaran ?