
Dini hari waktu setempat, Charlie mendapat telepon dari nomor tidak dikenal. Charlie mengangkatnya dan ternyata itu berasal dari pihak kepolisian India, mereka mengatakan bahwa Yuvraj Chandramohan telah menjadi pengedar narkoba di salah satu kapal pesiar.
Charlie segera bergegas ke kantor polisi ditemani oleh Dady Pratap dan Ayah nya sendiri. "Bagaimana ini bisa terdi, Yuv ?!" Charlie tanpa sadar membentak putra nya sendiri meski ia tahu bahwa Yuvi tak mungkin seperti itu, namun semua bukti seolah memojokan nya dengan segela tuduhan yang ada.
"Tidak dad ! Yuvi tak melakukan nya, Yuvi berani bersumpah bahwa Yuvi tak pernah mengonsumsi apalagi mengerdakan barang legal itu dady. Yuvi mohon, percayalah padaku." Yuvi berusaha meyakinkan dady nya bahwa ia tak seperti apa yang pihak polisi katakan sebelumnya." Dady percaya padamu, hanya saja mengapa bukti itu ada pada mu ?" Tanya Charlie yang mulai melunak saat melihat kejujuran di mata anak nya.
"Aku sendiri pun juga tidak tahu, saat kami tengah berpesta, tiba tiba segerombolan polisi datang dan menangkap ku dan menyuruhku untuk melakukan tes urine." Papar Yuvi pada dady nya,"sepertinya kau dijebak oleh seseorang, nak." Ucap Ayah Manohar pada cucunya.
"Ya ! Aku baru ingat satu hal dad !" Ucap Yuvi yang membuat semua nya penasaran tentang apa yang baru saja Yuvi ingat." Tadi, ada seorang pelayan yang tak sengaja menumpahkan segelas champagne di hoodie ini. Kemudian, dia membersihkan nya sambil ketakutan, karena kasihan aku pun menyuruhnya pergi dari hadapanku." Jelas nya tanpa ada yang dibuat buat atau mengada ada." Hmm...sepertinya mereka hendak bermain main dengan keluargaku." Charlie berucap sinis dengan memperlihatkan senyum devil nya yang menakutkan.
"Opa dan kakek benar dad, lebih baik kalian pulang dan jelaskan ini pada momy dengan hati hati. Aku tak ingin momy shock saat mendengar kabar bahwa putranya telah masuk penjara." Yuvi menyuruh dady nya untuk pulang karena ia takut momy nya akan mencari dirinya." Baiklah, dady pulang. Kau harus jaga dirimu baik baik, ini takkan lama Yuv." Pesan Charlie pada anak sulung nya yang kini harus mendekam di penjara selama beberapa hari kedepan.
"Ayo Meena, sekarang kita kembali ke mansion." Charlie mengajak putrinya untuk pulang bersama nya ke mansion, tapi Meena benar benar khawatir dengan keselamatan sang kakak yang harus mendekam sementara di jeruji besi." Tapi dad..." Meena menggantungkan kalimatnya sambil melihat kearah Yuvi yang tak jauh darinya." Pulanglah adik, kakak akan baik baik saja disini. Percayalah, kita akan kembali bersama setelah ini." Yuvi mengerti akan ke khawatiran adik nya ini, sebelum pergi Yuvi bahkan memeluknya sebentar. Setelah mereka pergi, Yuvi pun dimasukkan kembali kedalam sel nya.
Pagi pun tiba, Mohini yang baru bangun terkejut melihat suaminya yang sudah berpakaian rapi." Kau mau kemana, by ?" Tanya Mohini yang masih terduduk diatas ranjang." Tidak, aku tidak kemana mana." Jawab Charlie lembut, tak lupa ia memberikan morning kiss di bibir sang istri.