Mr And Mrs Chandramohan

Mr And Mrs Chandramohan
Mini Glamping



Manohar benar benar menepati ucapan nya tadi siang, ia membuat acara glamping di halaman belakang mansion nya.


"Cucu kakek bisa mendirikan tenda sendiri ?" Ucap nya yang melihat Jendra agak kesulitan mendirikan tenda kecil untuknya sendiri." Tenang, ini bukan masalah untuk ku." Jawab nya berusaha sangat keras membuat tenda itu berdiri tegak.


Sebenarnya, Manohar sudah menyiapkan tenda khusus yang di lengkapi oleh ranjang ukuran sedang juga meja nakas kecil. Namun, Jendra tidak ingin tidur bersama kedua orang tua nya maka dari itu ia memutuskan mendirikan tenda sendiri.


Karena udara malam agak sedikit dingin, Manohar pun membuat api unggun di dekat tenda mereka. Hal itu pula yang membuat baby twins tidak ikut acara ini, Mohini takut kedua anak nya kedinginan hingga mereka berdua sepakat untuk menitipkan kedua nya pada Mitha dan Saira hingga besok pagi.


Untung nya kedua maid tersebut sudah sangat profesional dalam mengatasi anak kecil. Jadi, mereka tak keberatan sedikit pub lagi pula Jev dan Ara sangat jarang menangis kecuali saat lapar dan popok mereka penuh. Kedua bayi tersebut lebih sering bermain bahkan tertidur dibanding menangis kencang.


"Dady, lihatkan Jendra bisa buat tenda sendiri ?" Seru Jendra saat sudah berhasil membuat tenda nya berdiri kokoh sempurna." Wahh anak dady hebat !" Charlie menghampiri putranya kemudian menggendong nya diatas pundak. Beberapa kali mereka berlari mengitari api unggun dan selama itu pula suara tawa dari anak dan ayah tersebut tak pernah berhenti.


Mohini yang menyaksikan pemandangan manis itu hanya tersenyum, ia senang kelima anak nya memiliki bonding sangat kuat dengan nya terlebih lagi dengan dady mereka." Charlie, kita bakar ikan nya sekarang ?" Tanya Manohar sambil membawa beberapa saus yang akan digunakan untuk memanggang ikan, ayam, dan sosis.


"Okay, Yah." Charlie menurunkan Jendra kembali dan membantu sang ayah menyiapkan pangganggan sembari mengoles ikan yang akan mereka bakar dengan mentega dan saus barbeque.


Selesai makan, mereka terlihat asik mengobrol. Manohar bersama Charlie dan putra nya tampak membahas pertandingan olah raga criket yang sebentar lagi akan diadakan di India. Tim cricket milik Charlie juga akan ikut bertanding dalam acara bergengsi tersebut, rencana nya Charlie akan mengajak Jendra untuk pergi menonton bersama.


Para lelaki sibuk membicarakan tentang pertandingan criket lain hal nya dengan Mohini dan ibu mertuanya itu. Mereka asik membicarakan hal hal berbau kecantikan, fasion hingga destinasi wisata.


"Omong omong, mami ada rencana baby moon ke luar negeri ?" Tanya Mohini pada Rhea yang asik mencemili brondong jagung kesukaan nya." Mami sih ingin baby moon ke Yunani, tapi tunggu kandungan nya kuat terlebih dahulu." Jawab Rhea yang ternyata masih ingin pergi ke Yunani setelah mereka batal honey moon ke sana.


"Iya sih...masih terlalu rentan kalau untuk saat ini, lagi pula ayah sepertinya masih sibuk dikantor." Balas Mohini sambil mencomot brondong jagung di depan nya." Terkadang aku merindukan masa masa kehamilan seperti ini, tapi kalau ingat sakit nya operasi sepertinya aku akan berpikir dua kali." Ucap nya mengelus perut mami mertua nya tersebut, Rhea tertawa mendengar curhatan menantunya itu.


"Kau benar, bahkan terkadang mami merasa takut akan persalinan nanti. Untung saja Manu selalu bisa menenangkan mami." Terkadang Rhea lun merasa takut akan persalinan pertamanya nanti, ia takut dirinya tak dapat menemani sang suami dan anak mereka di dunia ini. Tapi, Manohar selalu membuat nya tenang dengan meyakinkan nya bahwa semua akan baik baik saja.


"Rasanya aku bersyukur sekali mendapat seorang pendamping seperti Charlie yang memiliki orang tua yang sangat baik dan penyayang seperti mami dan ayah." Ujar Mohini, sejenak ia memeluk mami mertuanya yang masih muda dibawah nya.


"Mami juga bersyukur memiliki kalian, suami yang penyayang, seorang putra yang sangat berbakti, juga menantu yang baik dan cantik wajah dan hati nya." Rhea balas memeluk Mohini yang sudah dianggap nya putri kandung nya.


"Tuhan sangat baik, hingga Dia mempertemukan kita dalam satu keluarga besar." Ucap Mohini yang diangguki Rhea. Tiba tiba Manohar menghampiri keduanya, dibelakang nya tampak Charlie mengikuti langkah sang ayah sambil menggendong Jendra yang sudah terlelap di bahu nya.


"Angin nya semakin dingin, sebaik nya kita beristirahat sekarang." Ujar Manohar pada kedua nya." Ayah benar honey, kita tidur ya." Sahut Charlie setelah meletakan Jendra di tenda milik nya sendiri." Baiklah, lagi pula angin malam tak baik bagi ibu hamil." Balas Mohini yang menyetujui usulan sang suami.


"Kau bahagia hari ini ?" Tanya nya pada Rhea, mungkin pertanyaan seperti adalah hal kecil bagi orang lain, namun beberapa orang nyata nya perlu ditanya hal seperti ini oleh suami atau orang tua mereka.


"Aku selalu bahagia asal berada disisi mu, Suami ku." Ucap nya tulus, tak lupa ia memberi kecupan singkat dibibir sang suami sebelum mereka pergi tidur. Namun Manohar menahan tengkuk nya dan membuat kecupan itu semakin dalam.


"Kita lanjutkan yang tadi siang yah." Ujar Manohar yang sudah on fire bahkan adik kecil nya juga sudah menegang sempurna." Kalau mereka dengar bagaimana ? Malu ah." Rhea bukan nya menolak, hanya saja ia takut suara laknat nya terdengar hingga keluar tenda.


"Sebentar saja hanya sepuluh menit, ku mohon." Melihat ekspresi memohon suaminya, membuat Rhea tak tega dan akhirnya ia pun pasrah di bawah kungkungan Manohar.


"Aahh...Manu...mmpphhh.." Rhea berusaha menahan suara nya agar tak terlalu keras, begitu pula dengan Manohar yang menahan suara racauan penuh kenikmatan itu. Sementara di tenda milik Charlie juga sedang ada adegan asah pedang seperti di tenda sebelum nya.


"By...pelan pelan...aahhh." Mohini mencengram pundak sang suami saat tombak sakti itu bersamayam dalam intinya." Ooughh...shitt..aahss.." Charlie menggerakan pinggul nya perlahan ia berusaha mengontrol suara nya agar tak membangunkan semua orang.


Kedua pasangan itu benar benar tau cara menikmati udara dingin dengan berolahraga ranjang bersama pasangan nya masing masing. Kurang lebih satu jam akhirnya Manohar menghentikan aksinya setelah berhasil mengeluarkan lahar panas nya.


"Terimakasih, Sweetie. Love you more, Amore." Ucap nya sambil mengecup kening istrinya sebelum ia ambruk di samping nya." Love you too, Manu." Rhea membalas perkataan Manohar sambil tersenyum ke arah pria tersebut.


Hal yang sama juga terjadi pada Charlie yang baru saja menuntaskan permainan panas mereka. Namun, Charlie tak pernah membiarkan pepaya gantung milik Mohini menganggur begitu saja. Ia selalu menjadi bayi besar yang kehausan, untung nya persediaan ASI untuk si kembar sudah terpenuhi.


Mohini membiarkan kelakuan suaminya, ia hanya akan mengelus rambut hitam milik Charlie dan posisi ini pasti akan bertahan hingga besok pagi.


VISUAL


Tenda Khusus untuk Manohar dan Charlie



Tenda Milik Jendra