
Manohar bersama sang istri kini tengah menikmati indah nya pemandangan Lovanala yang menyejukan mata. Apalagi ditambah dengan kemilau nya sinar sun set yang begitu tenang dan damai.
"Manu, ada apa ? Kenapa kau senyum senyum sedari tadi ?" Tanya Rhea yang penasaran dengan tingkah suami nya ini." Charlie bilang pada ku bahwa Shamita tengah hamil saat ini, dan itu artinya Mohini dan Charlie sama sama akan memiliki adik kembali." Ujar Manohar yang tengah duduk diatas kap mobil nya bersama dengan Rhea disisi nya.
"Shamita hamil ? Wah...ternyata kalian seperti kelapa saja, makin tua semakin bagus santan nya." Ujar Rhea yang sangat frontal di depan suami nya." Aku tidak tua, Sweetie." Manohar merajuk tidak terima dikatakan tua oleh istrinya. Rhea justru tertawa menyaksikan reaksi sang suami yang begitu menggemaskan," baiklah kau tidak tua, hanya matang saja." Rhea meralat ucapan nya barusan dan itu membuat Manohar sedikit senang.
"Meski aku ini jauh lebih tua, tapi tetap bisa membuatmu menjerit ke enakan setiap malam." Ujar Manohar yang memberikan serangan tiba tiba tepat di bibir sang istri.
"Hhmmss..mmmpphhh..." Rhea dan Manohar sangat menikmati pertukaran saliva ini hingga mereka lupa bahwa ini bukan di kamar mereka. Puas menyesap madu di bibir istrinya, Manohar terlihat mengusap ujung bibir Rhea yang basah akibat pertukaran saliva tadi.
"Hari sudah hampir gelap, sebaiknya kita kembali ke mansion." Rhea mengangguk karena ia juga sedikit lelah hari ini. Benar saja begitu mobil melaju Rhea sudah tertidur dengan damai di kursi penumpang.
Manohar yang melihat nya lekas menepi sejenak untuk membetulkan posisi tidur wanita nya agar merasa nyaman. Mereka tiba di mansion pukul 7 malam, Manohar membuka seatbel milik Rhea dan menggendong nya hingga masuk kedalam kamar.
Setelah menidurkan Rhea diranjang super besar nya, ia lantas menuju ke dapur. Lelaki itu tampak menyondakan susu kedalam gelas kemudian menyeduhnya dengan air hangat, tak lupa dirinya meminta Mitha untuk mengantar makan malam ke kamar nya.
Rhea yang terbangun dari tidur nya terkejut saat menyadari dirinya sudah berada di mansion sang suami.
Ceklek
Pintu kamar terbuka dengan memperlihatkan Manohar yang tengah membawa segelas susu ditangan nya dan disusul oleh Mitha yang membawa nampan berisi menu makan malam hari ini.
"Manu, kau dari mana ?" Tanya Rhea saat sang suami sudah duduk di kursi sofa tak jauh dari ranjang mereka." Ini, aku membuatkan mu susu ibu hamil." Manohar menyodorkan gelas yang ia pegang kepada istrinya." Terimakasih, Manu." Rhea menerima susu pemberian suami nya dan menaruhnya diatas meja nakas.
Rhea lantas beranjak dari duduk nya kemudian berpindah ke pangkuan sang suami. Kehamilan pertama ini membuatnya tak bisa jauh dengan sang suami." Ada apa, hem ? Kau ingin sesuatu, Sweetie ?" Ucap Manohar lembut seraya menyelipkan anak rambut sang istri. Rhea menggeleng dia justru menenggelamkan wajah nya di ceruk leher sang suami.
Manohar pun hanya mengelus punggung istrinya." Bumil ku ini kenapa ? Apa ada masalah ?" Tanya nya yang sangat perhatian pada Rhea." Tidak, aku hanya ingin memeluk mu seperti ini. Seperti nya anak kita tak ingin mami nya jauh jauh dari ayah nya." Ucap Rhea sambil mengelus perut nya, Manohar kembali memeluk tubuh Rhea dengan satu tangan nya mengelus perut sang istri.
"Baby pasti lapar, kita makan dulu ya." Manohar mengambil hidangan yang sudah tersaji diatas piring kemudian menyuapi Rhea dengan sangat telaten nya.
"Aku mencintaimu, Tuan Manohar Sharma." Ucap nya setengah berbisik di telinga Manohar. Tentu ucapan seperti itu membuat jantung Manohar berdetak lebih cepat bahkan ia merasa diperut nya seperti ada jutaan kupu kupu yang berterbangan.
"Ti amo amore mio." Balas Manohar dengan memakai bahasa Italia yang ia kuasai sejak masih kanak kanak. Rhea pun juga mengerti arti dari kata yang satu ini," Kua pintar bahasa Italia rupanya." Ujar Rhea yang mencubit kecil hidung milik Manohar.
"Dahulu dady mengajarkan ku 4 bahasa sekaligus selain bahasa Inggris." Jawab Manohar menerawang masa kecil nya bersama sang dady yang telah meninggal di usia nya yang baru menginjak 5 tahun.
"Ayah ku juga seperti itu." Rhea pun juga dilatih beberapa bahasa oleh sang ayah saat dirinya masih kanak kanak. Rhea lantas mencium pipi sang suami dengan penuh cinta.
"Bibir nya belum, Amore." Manohar memonyong monyongkan bibir nya berharap Rhea mengecup nya saat ini. Sementara itu Rhea justru tertawa melihat sang suami nampak seperti ikan yang kehabisan oksigen.
Cupp
"Mmmpphh...hhmmpphhsss..." Rupanya kesempatan itu tidak disia siakan oleh Manohar, kecupan singkat yang diberikan sang istri justru diubah menjadi ******* yang begitu panas. Manohar melepas tautan bibir nya karena takut tak bisa mengontrol nafsu nya.
"Kenapa ? Kau tidak menginginkan nya ?" Ucap Rhea dengan wajah sendu nya." Bukan begitu, hanya saja aku tak ingin membuat mu dan baby kita kelelahan." Sanggah Manohar dengan wajah yang nyaris merah padam.
"Kau bohong." Ucap Rhea seolah tak percaya hingga Manohar menekan bagian bawah nya yang sudah berdiri sempurna." Kau merasakan nya kan ? Aku sangat menginginkan mu, tapi aku juga takut menyakiti baby kita." Ucap Manohar yang mati matian menahan hasrat nya yang kian membara.
Rhea dapat merasakan sesuatu mengganjal di area sensitiv nya." Tapi aku ingin Manu...sebentar saja tidak apa." Ucap Rhea seraya menggesekan bagian bawah nya hingga sang suami mendesah tertahan.
"Aahh...kau yakin ?" Manohar terlihat sudah tak lagi mampu menahan hasrat yang ingin dilampiaskan. Rhea mengangguk bahkan ia dengan tak sabar nya langsung ******* kembali bibir sang suami. Dan yeah, kedua nya melakukan perang penuh kenikmatan yang serangan nya mampu menghancurkan sekumpulan per di dalam kasur.
VISUAL
Pemandangan Indah di Lonavala