Mr And Mrs Chandramohan

Mr And Mrs Chandramohan
Nikah Bareng



Kini semua nya sudah ada dimeja makan yang penuh dengan masakan lezat menggoda selera. Mohini mengambilkan paratha serta lauk nya untuk sang suami, begitupun momy Shamita. Rhea juga tak mau kalah, ia turut mengambilkan Manohar paratha dan kari untuk lelaki kesayangan nya. "Makasih cantik." Ucap Ayah Manohar seraya ternyum hangat. Bahkan tak segan segan mencium pipi pujaan hatinya itu." Sama sama manu." Balas Rhea yang memanggil Manohar dengan panggilan sayang nya.


"Manu ?? Apa itu panggilan sayang untuk ayah mam ?" Tanya Charlie sengaja menggoda Rhea. Rhea malu malu menganggukan kepalanya, sedangkan Manohar terkekeh melihat raut wajah calon istrinya yang menggemaskan saat ini.


"Dad...bibi itu siapa ?" Jendra mengeluarkan pertanyaan yang sedari tadi berputar dibenaknya. "Dia calon nenek Jendra, kak Yuvi, kak Meena, Jev, dan Ara. Jendra senang tidak ?" Jawab Charlie menjelaskan sepelan mungkin agar putra nya mengerti dengan maksud perkataan nya.


"Nenek ? Berarti kakek akan menikah dengan bibi Rhea ? Hmm...Sepertinya tidak buruk, bibi Rhea terlihat baik dengan kita dan kakek." Ucap Jendra memberi penilaian yang ia tangkap dari interaksi keluarganya dengan Rhea.


"Jadi, Jendra senang atau tidak akan punya nenek lagi ?" Kini ayah Manohar yang langsung bertanya pendapat cucunya itu. "Tentu senang kek, bibi Rhea itu baik dan cantik seperti momy. Nanti Jendra beritahu kakak bahwa kita akan punya nenek lagi." Jawab Jendra yang diiringi tepukan dari tangan mungil nya. Tampak sekali rona bahagia yang terpancar dari bola mata nya.


"Dady...Janvi pulang !" Suara nyaring dari gadis cantik keluarga Pratap Singh memenuhi ruang makan malam ini. "Astaga kau ini !" Geram Momy Shamita yang kesal dengan tingkah putri bungsu nya. "Ih aunty jangan teriak teriak, ini bukan dihutan tau." Ucap Jendra memonyongkan bibir nya. "Iya iya...maafin aunty ya anak tampan." Balas Janvi mengelus kepala keponakan nya itu.


"Dad...dia siapa ?" Tanya Janvi pada dady nya saat pertama kali melihat Rhea dimansion ini." Dia Rhea, calon istrinya Manohar." Jawab dady Pratap singkat. "What !! Ayah menikah lagi kak ?!" Janvi sangat terkejut mendengar perkataan dady nya barusan. Charlie dan Mohini mengangguk bersamaan." Wihhh...selamat ya ayah, ayah jadi tidak kesepian lagi deh." Ucap nya sambil memeluk tubuh lelaki tua tersebut dengan perasaan bahagia.


"Terimakasih banyak princess nya ayah...kau dan Raj segeralah menyusul kami." Ucap Ayah Manohar menggoda Janvi yang terlihat salah tingkah mendengarnya. "Tentu ayah, kami akan menikah akhir bulan ini." Tiba tiba saja Raj menyela pembicaraan kedua nya, sampai sampai dady Pratap hampir tersedak saat mendengarnya.


"Apa itu benar, Janvi sayang ?" Tanya momy Shamita lembut." Iya mom, aku dan Raj akan menikah akhir bulan ini. Ayah dan ibu Raj merestui hubungan kami, bahkan keduanya datang kemari untuk bicara dengan dady dan momy." Jelas Janvi panjang lebar. "Dimana mereka sekarang ?" Ucap Charlie pada adik iparnya.


"Mereka diruang tamu kak." Jawab Raj antusias." Ajak mereka makan bersama kami, Raj." Ucap Charlie lagi." Kau benar, ajak mereka makan ya." Sahut Mohini. "Biar aku saja yang mengajak mereka, dad." Usul Charlie segera bangun dan melangkah ke ruang tamu.


"Ah, ini dia calon kakak ipar Raj kita." Ucap ayah Raj sumringah. "Paman ini bisa saja. Mari paman, kita kedalam." Ajak Charlie pada kedua pasangan suami istri itu. "Kami disini saja, nak...takut merepotkan." Ujar ayah Raj lagi." Dady yang minta lho paman, ayo ikut aku." Kata Charlie menggandeng tangan keduanya.


"Ada calon besan rupanya...ayo ayo duduk dan makan bersama kami." Ajak dady Pratap, kedua nya saling tatap. Sepertinya mereka masih sungkan kepada dady Pratap dan keluarganya sebab, yang mereka hadapi ini seorang pebisnis terkaya ke dua dinegaranya." Come on...jangan sungkan, anggap rumah sendiri saja." Ujar momy Shamita, keduanya lantas duduk dan makan bersama dimeja makan.


"Apa kalian benar benar merestui hubungan Raj dan Janvi putri kami ?" Tanya Dady Pratap seusai makan. "Benar, kami merestui keduanya Tuan." Jawab ibunda Raj lirih. "Jangan panggil aku tuan, panggil nama ku saja." Tukas dady Pratap yang sebenarnya kurang terlalu suka bila ada yang memanggil nya tuan. Ia lebih suka orang memanggil nama nya saja.


"Ah ya Pratap, kami sangat merestui Janvi dan Raj menikah. Putrimu itu sangat baik, aku sudah menganggap nya seperti anakku sendiri." Jawab ayah Raj dengan raut wajah bahagianya.


"Baguslah...kalau begitu apa kalian sudah menentukan tanggal baik nya ?" Tanya dady Pratap pada Raj dan Janvi. "Yap, kami akan menikah akhir bulan dad." Jawab Janvi dan Raj.


"Umm...kalau bisa sih dipercepat saja." Tawar Raj yang memang sudah kebelet nikah sama Janvi. "Boleh boleh saja...asal putriku juga menyetujui ide gilamu barusan." Balas dady Pratap santai.


"Mau ya sayang...kita menikah nya dipercepat. Please..." Raj memohon pada sang pujaan hati sambil menunjukan wajah imut nya. "Bagaimana ya...aku bingung Raj." Jawab Janvi yang memang masih bingung melangkah ketahap selanjutnya. Disatu sisi ia ingin bersama Raj, namun disisi yang lain ia masih ingin bersama kedua orang tuanya, kakak nya, serta keponakan nya yang lucu lucu.


"Aku mengerti, kau pasti berat berpisah dengan keluargamu. Tapi percayalah, saat kita menikah nanti kau masih bisa mengunjungi mereka bahkan kalau kau ingin menginap disini akan ku temani. Aku akan berusaha jadi suami dan dady yang baik untuk anak anak kita. Aku berusaha ada disamping mu sayang, aku janji. Aku benar benar serius dengan mu, benar benar cinta dan sayang padamu. Jadi, Will you merry me Janvi Pratap Singh ?" Setelah penantian panjang Raj melamar Janvi didepan semuanya, segera ia merogoh kesaku celana nya dan mengambil sekotak cincin yang telah lama ia persiapkan untuk momen ini. "Yes, i will." Jawab Janvi yang terharu mendengar perkataan manis dari Raj.


"Yes ! Yes ! Yessss!! Aku akan menikahhh !!!" Sorak Raj kegirangan bahkan sampai loncat loncat seperti kera dihutan. "Selamat ya nak, andai kakak mu disini pasti ia juga sangat senang." Ujar ibu nya Raj menghapus air matanya yang meleleh begitu saja. "Iya bu, sayang kakak sedang di Australia bersama kak Naina." Jawab Raj yang tiba tiba merindukan kakak nya Arun yang sedang ada bisnis di Australia.


"Hey, aku kan ada Raj. Bukankah aku juga kakak mu ?" Tanya Charlie seraya menoyor kepala Raj. "Oh benar juga ya...kau kan juga kakak ku." Jawab Raj membenarkan. "Ck! Cepat pasangkan cincin mu Raj !" Titah momy Shamita yang tak sabaran. Raj segera menyematkan cincin berlian dijari manis Janvi. "Whoah !! Sepertinya mereka akan menyusul kita manu..." Ucap Rhea mengelus rahang tegas Manohar.


"Selamat ya paman...kau juga selamat kak, akhirnya punya keluarga utuhmu sendiri." Ucap Raj menjabat tangan ayah Manohar dan Rhea dan terakhir memeluk sahabat sekaligus kakak nya. "Terimakasih Raj...kau benar kini lengkap sudah kebahagiaan ku." Jawab Charlie disela pelukan nya.


"Jadi hanya kak Charlie saja yang dipeluk ??" Goda Janvi sambil memasang wajah cemberut nya. "Kau ingin juga ? " Raj menghampiri Janvi dan memeluk nya, namun Raj mengurai pelukan mereka dan malah mendekatkan wajah nya sambil menutup matanya. Perlahan wajah nya semakin dekat dan....


CUP


Raj berhasil mencium Janvi tepat dibibir nya, ciuman yang tadi nya menempel berubah saat Raj mengunyah tipis tipis bibir kekasihnya yang masih mematung. Janvi yang masih baru melakukan nya, sedikit kaget namun dapat mengimbangi meski agak kaku.


"Ekhm....ingat kalian belum nikahhh!!" Seru Charlie menjewer telinga Raj sangat keras. "Aw aw aw...sakit kakk!! Putuslah nanti telingaku." Raj menjerit sekuat tenaga sambil mengipasi telinga nya yang panas. Bahkan Jendra sampai terpingkal pingkal melihat tingkah konyol paman dan dady nya.


"Dad...Jev dan Ara mana ?" Tanya Jendra yang ingin bermain bersama si kembar." Mereka ada di kamar sayang, Jendra mau main sama mereka ?" Ujar Mohini mengusap pucuk kepala anak nya. "Iya mom, Jendra naik ke atas dulu ya." Pamit nya yang lansung pergi ke lantai 2 menuju kamar si kembar.


Lantai 2


"Bibi, Jendra boleh main sama adik ?" Tanya Jendra sambil melihat pengasuh nya sedang mengganti popok Ara yang penuh.


"Boleh kakak Raja." Jawab Mothi yang selalu memanggil Jendra dengan panggilan Raja. "Raja mau gendong Jev ?" Tanya nya seraya menimang baby Jev yang baru bangun. Sepertinya bayi laki laki itu merasa lapar dan membuat nya terbangun.


"Mau mau...Jendra mau gendong Jev." Jendra terlihat sangat telaten saat menggendong Jev. "Halo adik, ini kak Jendra...Jev kalau sudah besar kita main bola bareng ya." Puas bersama Jev, Jendra gantian menggendong princess kecil yang asik tidur dalam gendongan nya. "Hai Ara cantik, kau adalah princess kakak....kakak akan selalu melindungi kalian." Jendra amat sayang dengan kedua adik nya, ia benar benar menjelma sebagai super hero untuk kedua nya. Dari si kembar masih dalam kandungan, Jendra sudah ikut menjaga nya. Mulai dari meminta momy nya agar tidak kelelahan, tidak boleh memasak, bahkan harus makan makanan sehat setiap hari nya.


Begitulah rutinitas Jendra sebelum tidur, diawali makan bersama kemudian menyapa adik kembarnya yang kian hari semakin menggemaskan, dan baru setelah itu ia akan pergi tidur.


"Night momy, night dady...love you." Pamit Jendra pada dady dan momy nya sebelum ia pergi ke alam mimpi. "Night prince, have a nice dream." Sahut kedua nya seraya mencium kening anak mereka.


"Dia sudah tidur, saat nya kau menidurkan ku." Bisik Charlie sensual tepat ditelinga Mohini. "Nanti, aku mau cek si kembar." Sanggah Mohini menolak diajak tidur oleh suami nya. "Hmm...aku ikut denganmu." Kedua nya lantas pergi meninggalkan kamar Jendra dan pergi ke kamar si kembar.


Perlahan Mohini membuka pintu kamar, ternyata kondisi cukup aman. Si kembar rupanya telah kembali tidur setelah menghabiskan sebotol penuh susu. "Si kembar tidur Mothi ?" Tanya Charlie sambil melihat kearah box bayi. "Iya tuan, barusaja." Jawab bibi Mothi. "Kalau mereka menangis, langsung kau bawa ke kamar kami ya." Ujar nya berpesan pada Mothi. "Baik tuan."


"By...mami Rhea kembali ke rumah atau menginap di mansion ayah ?" Tanya Mohini yang kini berada dikamar mereka berdua. "Mami bilang akan kembali ke rumah nya, tapi ntahlah kalau terkena bujukan ayah." Jawab nya menggendikan bahunya. "Yasudahlah...lebih baik kita tidur saat ini." Balas Mohini merenggangkan tubuh nya diranjang.


"Kau benar, ayo tidur." Charlie berbaring disamping sang istri dan mendekap tubuh istri nya dalam dekapan hangat nya. "Terimakasih sudah mau menjadi istri dan ibu dari anak anak ku honey, aku sangat bahagia bersama kalian disini. Aku mencintaimu dengan sepenuh jiwa dan ragaku." Ucap nya dengan tulus tanpa ada kebohongan sedikitpun. "Aku juga bahagia bisa menjadi istri serta ibu dari anak anak kita, kau selalu menjadi suami serta ayah yang baik untuk kami. Dan terimakasih pula sudah mau membalas rasa suka ku padamu. Aku juga mencintaimu hubby." Balas Mohini sambil membelai rambut hitam pekat suami nya.


VISUAL


Dinner Bersama