Mr And Mrs Chandramohan

Mr And Mrs Chandramohan
Menginap di Rumah Sang Aktor



Siang hari nya Jendra terlihat disibukkan dengan i pad nya, rupanya bocah kecil itu tengah berkirim pesan dengan aktor favorit nya. Setelah pertemuan perdana mereka di kota Dubai, Shahrukh dan Jendra sempat bertukar nomor ponsel rupanya.


Jendra sangat senang sekali bisa memiliki nomor pribadi sang aktor ternama itu.


On chat


"Hi, Uncle. Apa kau masih ingat pada ku ?"


"Tentu, siapa lagi kalau bukan fans kecil ku."


"Uncle, waktu itu kau pernah bilang jika aku boleh berkunjung ke rumah mu ?"


"Yeah, apa kau akan mengunjugi ku hari ini ?"


"Memang nya uncle tidak sibuk ?"


"Tidak, uncle libur hari ini."


"Jendra boleh datang ke rumah uncle ?"


"Hahahaha...kenapa tidak ? Kalau perlu menginaplah malan ini."


"Oh God ! Akhirnya keinginanku terkabul. Thank you, Uncle."


"You're welcom, Jendra. Uncle tunggu kedatangan mu hari ini."


Jendra bergegas turun dari kamar nya menuju ruang keluarga, tempat dady juga seluruh keluarga nya berkumpul.


"Dadyyy !!!" Jendra berlari menghampiri dady nya sambil membawa ipad ditangan nya.


"Hati hati, Boy."


"Dady...boleh Jendra pergi hari ini ?"


"Jendra memang nya mau pergi kemana ?"


"Ke rumah nya uncle Shahrukh."


"Hah ?!" Semua orang disana terkejut dengan perkataan Jendra barusan.


"Iya dady...uncle Shahrukh sendiri sudah mengizinkan kok. Ini buktinya." Jendra menunjukan ipad nya ke dady dan momy nya.


Charlie melihat chat antara putranya dan sang aktor tersebut.


"Bolehkah dady ? Please..."


"Baiklah...malam ini kau boleh menginap di sana." Charlie mengizinkan putranya untuk menginap di rumah aktor idola nya malam ini. Sesekali Charlie memberi kebebasan pada anak anak nya, asalkan mereka tanggung jawab dengan resiko nya.


"Momy dengar, mereka juga memiliki anak sebaya dengan mu."


"Yeah, namanya AbRam Khan. Dia sebenarnya dua tahun lebih tua dari ku."


"Woah...sepertinya cucu kakek akan bersenang senang di sana."


"Sampaikan salam Opa pada nya, Ya ?"


"Beres, Opa."


"Boy, nanti uncle Jack dan uncle Black yang akan mengawal mu selama kau menginap di sana."


"Okay dady...Thank you dady, momy."


"Selamat bersenang senang, Sayang. Muachh." Mohini mengecup kedua pipi anak nya sebelum ia kembali ke kamar tidur nya.


Jendra kembali ke kamar nya dan mempersiapkan kebutuhan nya dalam tas kecil milik nya sendiri. Tak lupa ia turut membawa sebuah koper jinjing yang sekilas desain nya mirip dengan desain iron man.


"Semuanya, Jendra berangkat dulu."


"Hati hati, Sayang."


Jendra pun akhirnya meninggalkan mansion bersama dua bodyguard yang telah ditugaskan tadi.


Sesampainya mereka di mansion yang tak kalah megah dengan mansion dady Pratap, beberapa security sudah siap menyambut kedatangan nya. Mereka hanya bertanya hal ringan saja pada supir.


"Woww...ternyata dalam nya sungguh keren." Gumam Jendra saat ia memasuki area mansion yang diberi nama "Mannat" tersebut.


Rasa kagum nya bertambah manakala sang tuan rumah sendiri yang menyambutnya di depan pintu mansion.


"Hai, uncle."


"Hai juga bocah manis."


"Wah uncle....mansion mu sangat keren."


"Terimaksih pujian nya, anak tampan."


"Kalian punya selera yang sama dalam menentukan warna dan dekorasi."


"Kalian ? Siapa kalian ?"


"Uncle dan Opa, kalian sama sama menyukai warna emas dan dekorasi megah."


"Hmm..sebaik nya pujian itu kau berikan padanya." Ujar sang aktor tersebut sembari menunjuk ke arah istrinya yang sedang duduk santai di ruang keluarga.


"Apa istri uncle yang mendekor seluruh nya ?"


"Kau benar sekali, Gauri yang medesain ini semua."


"Aunty Gauri hebat sekali."


Shahrukh membawa Jendra lebih dekat dengan istrinya tersebut.


"Sayang lihat, siapa yang datang !"


"Jendra ? Kau datang sendiri ?" Gauri terkejut melihat Jendra sudah berada di mansion nya.


"Tidak, uncle Jack dan uncle Black bersama ku." Jendra menunjuk pada kedua body guard yang senantiasa mengikuti kemana pun ia pergi.


"Aunty...bolehkah aku menginap di sini ?"


"Kenapa tidak ? Itu pasti sangat menyenangkan."


"Anak ini sangat menyenangkan, dia benar benar mirip seperti AbRam kita."


"Kau benar, Sayang. Dia mirip seperti nya."


"Uncle, dimana kak Aryan dan kak Suhana ?"


"Mereka ada di kamar nya, apa kau ingin bertemu dengan mereka ?" Jendra tentusaja menganggung senang.


"Baiklah, uncle akan mengantar mu ke sana."


"Tapi uncle, uncle Jack dan uncle Black bagaimana ?" Jendra melihat ke arah dua body guard kesayangan nya itu.


"Tidak apa, Tuan."


"Ya, Tuan nikmati saja. Kami akan menunggu di sini." Jawab Jack dengan sangat sopan.


"Apa mereka pengawal yang dady mu tugaskan ?" Tanya Gauri pada Jendra.


"Iya aunty, mereka pengawal kesayangan ku. Apa mereka juga boleh menginap bersama ku di sini ?"


"Tentu saja boleh, ada banyak kamar yang tersedia di sini. Maid akan menyiapkan kamar untuk kalian."


"Terimakasih banyak aunty."


"Sama sama, anak manis."


Jendra dan Shahrukh bersama sama naik ke lantai 4 menggunakan lift uang ada di mansion itu.


"Aryan, boleh papa masuk ?" Shahrukh mengetuk pintu putra sulung nya itu.


"Masuk saja papa." Shahrukh perlahan membuka pintu kamar, dan lagi lagi Jendra berdecak kagum denga interior kamar tersebut.


"Jendra ? Kapan dia kesini, Pa ?"


"Barusan, papa yang menyuruh nya menginap di mansion kita."


"Wah...AbRam pasti senang nanti."


"Betul sekali, dia akan senang memiliki teman baru."


"Kak Aryan sedang membuat film ?" Tanya Jendra yang melihat beberapa kertas berserak di atas meja kerja.


"Kau benar, aku tengah menggarap naskah film ku sendiri."


"Keren ! Kak Aryan hebat !"


"Tidak, kau justru lebih hebat. Kau bisa menciptakan robot yang keren."


"Hahaha...itu hanya iseng, kak."


"Kakak !" Tiba tiba suara anak kecil datang dari luar kamar.


"Ada apa, Abru ?"


"Dia siapa, Papa ?" Tanya anak bungsu Shahrukh saat pertamakalk bertemu dengan Jendra.


"Hai, aku Jendra." Jendra mengulurkan tangan nya dan disambut baik oleh bocah itu.


"Aku, AbRam."


"AbRam, Jendra ini anak dari kawan Papa yang kemarin bertemu di Dubai."


"Salam kenal, Jendra."


"Salam kenal juga, bisa kita berteman ?"


"Okay."


Jendra dan Shahrukh lanjut ke kamar putri satu satu nya di keluarga ini.


"Papa, bukan kah dia... ?"


"Pencipta robot SABER ?" Suhana mengganggukan kepala nya, siapa yang tak kenal dengan Jendra, anak kecil yang berhasil membuat banyak robot bermanfaat bagi manusia.


"Hai, kak Suhana."


"Hai juga, Rajendra."


"Jendra saja, tidak perlu terlalu formal."


"Baiklah, Jendra."


"Malam ini Jendra akan menginap di sini."


"Kedengaran nya menyenangkan."


Jendra terlihat menghubungi dady nya menggunakan jam tangan supercanggih.


"Hai, Son."


"Hai, dady. Jendra sudah sampai di mansion uncle Shahrukh."


"Bisa dady bicara pada uncle Shahrukh sebentar ?" Jendra menggangguk dan mengarahkan jam nya pada Shahrukh.


"Maaf, kau jadi repot karena ulah putra ku."


"Ck ! Tak masalah, justru aku senang dengan kedatangan nya ke sini."


"Dia tidak nakal kan ?"


"No, dia sangat menggemaskan. Bahkan dia sudah akrab dengan ketiga anak kami."


"Baiklah, selamat menikmati waktu kalian."


"Kau juga, bersenang senanglah dengan Mohini malam ini."


"Hahahaha...itu pasti ku lakukan." Balas Charlie sesaat sebelum telfon ditutup.