Mr And Mrs Chandramohan

Mr And Mrs Chandramohan
Kunjungan Adik Ipar



Sementara Manohar bersama sang istri menikmati pemandangan di Lovanala, maka di mansion Pratap sedang ada keributan.


Keluarga tersebut rupanya tengah kedatangan tamu spesial, Raj serta Janvi memutuskan untuk menghabiskan waktu dengan berkunjung ke mansion dady Pratap." Astaga Janvi !! Putri momy !!" Shamita langsung memeluk erat tubuh anak nya itu." Pelan pelan mom...ada baby disini." Ucap Janvi mengingatkan, Shamita langsung mengendurkan sedikit pelukan nya.


"Momy hampir lupa kalau disini ada cucu momy." Ucap Shamita yang mengelus perut putrinya yang sudah sedikit menonjol." Bagaimana kehamilan mu ? Apa semuanya baik baik saja ?" Tanya Mohini yang menghawatirkan kondisi sang adik tercinta." Semua nya aman kakak, Raj sangat menjaga ku...lebih tepatnya dia jadi overprotektiv, Kak." Jawan Janvi sambil terkekeh mengingat kelakuan suaminya yang begitu hati hati, bahkan dirinya tidak boleh memasak lagi.


"Dady mu juga dulu begitu saat momy mengandung kalian." Ucap Shamita yang membuat kedua putrinya geleng geleng kepala." Aku melakukan nya karena tidak ingin terjadi sesuatu pada kalian, benarkan Raj ?" Dady Pratap meminta persetujuan dari sang menantu." Dady benar sekali, aku juga tak ingin Janvi kelelahan." Raj membenarkan perkataan dady mertuanya itu.


"Ayah kemana, Kak ?" Tanya Janvi yang tak melihat Manohar sedari tadi." Ayah pergi menginap ke Maharashtra, katanya sih mau baby moon sama mami." Jelas Mohini dan dibalas anggukan oleh Janvi." Sampai kapan Ayah berada di sana, Kak ?" Giliran Raj yang bertanya pada Charlie dan Mohini." Ntahlah...mungkin seminggu, soalnya Ayah ingin mengajak mami jalan jalan naik Jeep nya." Kata Charlie yang sudah tau rencana sang ayah sehari sebelum nya.


"Bagaimana rasanya akan memiliki adik di usia dewasa ?" Tanya Raj yang sangat penasaran disaat orang lain mungkin malu saat tau jika akan memilki adik kembali di usia dewasa nya, namun tidak dengan sang kakak ipar yang tampak sangat gembira menyambut calon adik nya itu.


Charlie terdiam sejenak memikirkan jawaban yang pas," Perasaan ku sangat bahagia Raj...akhirnya aku dapat merasakan rasanya dijahili oleh adik sendiri." Jawab Charlie dengan raut wajah gembiranya." Aku ikut senang kalau kakak senang." Charlie tersenyum mengangguk mendengar perkataan Raj barusan.


"Usia kandungan mami berarti sama dengan ku ya, Kak ?" Tanya Janvi pada kedua kaka nya." Benar, dan kemungkinan nya anak kalian akan lahir di hari yang sama." Jawab Mohini yang membuat Raj tertawa mendengar nya, semua orang pun bingung dengan apa yang Raj lakukan.


"Hahahaha...anak kita akan seumuran dengan paman nya sendiri." Ucap Raj sambil mengelus perut sang istri tercinta." Benar juga ya...kalau baby nya lelaki maka baby kita akan memanggil nya Uncle dan kalau perempuan akan di panggil Aunty." Janvi turut mengomentari celotehan suaminya itu.


Ditengah tengah obrolan mereka, tiba tiba saja momy Shamita datang sambil membawa camilan ditangan nya. Rupanya ia pergi ke dapur sejenak untuk mengambil beberapa kotak manisan.


Saat berjalan menuju tempat Raj dan yang lain nya berkumpul, Shamita merasakan pusing amat hebat di kepala nya. Dady Pratap dapat melihat sang istri sedang tidak baik baik saja, dirinya pun berinisiatif membawakan manisan yang dipegang oleh Shamita.


Baru beberapa langkah dari istrinya, tiba tiba saja wanita tersebut terjatuh dilantai. Dady Pratap langsung menaruh manisan tersebut diatas meja dan menghampiri sang istri yang terkulai di lantai.


"Sayang ! Bangun ! Hey, bangun Shamita!" Dady Pratap menepuk nepukan tangan nya ke pipi sang istri. Mohini dan Janvi juga terlihat panik, Janvi segera menghubungi pihak rumah sakit milik momy nya untuk mendatangkan ambulance ke mansion dady nya.


Begitu ambulance tiba, Charlie langsung menggendong sang momy mertua kedalam mobil tersebut. Mereka semua kink berada di rumah sakit, tampak Dady Pratap yang terus berdoa demi keselamatan sang istri didalam ruang penanganan.


Terlihat seorang dokter keluar dari ruang penanganan," Bagaimana keadaan istri saya, Dokter ?" Dady Pratap langsung mencecar dokter tersebut dengan pertanyaan beruntun.


"Nyonya baik baik saja, Tuan. Hanya saja, sebaik nya anda membawa nya ke dokter obygyn." Ucap dokter itu membuat Dady Pratap dan yang lain nya kebingungan." Begini, saya tidak tahu kabar ini akan diterima dengan baik atau tidak, yang jelas saat ini perkiraan saya Nyonya tengah mengandung." Dokter pun menjelaskan alasan momy Shamita harus diperiksa oleh dokter obygyn.


"Dokter tidak bercanda kan ? Momy saya sudah tidak muda lagi loh ?" Mohini tampak tak percaya diusia nya yang sudah menginjak 40 tahun ia harus memiliki sorang adik kembali. Janvi pun juga sama terkejutnya seperti sang kakak.


"Saya sudah memanggil dokter Ansel untuk memeriksa kandungan istri anda, Tuan. Sekali lagi selamat untuk kalian." Dokter tersebut pun pamit undur diri, tak lama kemudian dokter Ansel datang untuk memerika keadaan momy Shamita yang masih belum siuman.


"Ansel, apa istriku benar benar mengandung ?" Tanya Dady Pratap yang masih belum yakin dengan ucapan dokter sebelumnya." Itu benar, dan kandungan nya sudah memasuki usia 2 minggu. Kehamilan ini sangat rawan terjadi keguguran, saya harap Tuan menjaga nya dengan ketat. Perhatikan juga kestabilan emosi istri anda dan pola makan nya, dan usahakan jangan terlalu sering menjenguk calon anak anda. Tuan mengerti, bukan ?" Dokter Ansel mewanti wanti dady Pratap agar lebih menjaga sang istri yang tengah mengadung benih nya itu bahkan ia memperlihatkan sebuah titik hitam yang bersemayam di rahim momy Shamita, dady Pratap terlihat mengerti dengan apa yang dokter Ansel sampaikan.


"Tapi Ansel, bagaimana jika istriku bertanya...apa yang harus aku lakukan ?" Dady Pratap benar benar pusing sekarang di satu sisi hatinya gembira mengetahui sang istri diberi kepercayaan kembali oleh Tuhan untuk menjaga seorang anak tapi, disisi lain dia takut sang istri akan merasa malu saat tahu tengah mengandung di usia yang tak lagi muda bahkan sebentar lagi mereka akan menyambut kelahiran cucu pertama dari putri kedua mereka.


Dokter Ansel yang melihat ekspresi dady Pratap hanya mengendikan bahu nya saja," Itu tergantung bagaimana anda menjelaskan nya." Jawab Dokter Ansel sembari memberikan beberapa resep vitamin yang harus dady Pratap tebus di apotek.


Setelah kepergian dokter Ansel, momy Shamita berangsur angsur siuman." Sayang, kau sudah bangun ?" Dady Pratap terlihat mencemaskan kondisi sang istri yang tengah hamil muda." Kenapa aku di rumah sakit ? Apa yang terjadi, Honey ?" Dady Pratap terlihat kebingungan namun Mohini mengkode nya agar berkata jujur apa yang tengah terjadi saat ini.


"Aku tau kau akan terkejut dan mungkin akan malu mendengar nya, tapi Tuhan nyata nya terlalu baik pada kita." Ucap Dady Pratap mengawali penjelasan nya." Tuhan kembali menitipkan seorang anak dalam rahim mu, dan kini usia nya sudah dua minggu. Aku tau pasti rasanya sangat memalukan bagi mu, karena aku pun merasakan nya. Diusia kita ini harus nya menimang cucu bukan lagi menimang anak, tapi aku mohon pada mu kita jaga dan rawat ia bersama, limpahi ia dengan kasih sayang yang sama seperti kita menyayangi kedua putri kita. Aku akan selalu bersama mu senantiasa disamping mu, istriku." Akhirnya Dady Pratap mampu mengutarakan apa yang ingin disampaikan nya sejak tadi. Momy Shamita awal nya sangat terkejut dengan kenyataan ini, hamil saat usia tak lagi muda membuat nya merasa takut, cemas, dan insecure jadi satu. Namun, saat ia melihat foto usg yang memperlihatkan malaikat kecil nya tumbuh dengan baik dalam rahim nya membuat hati nya tersentuh dan seketika ia jatuh hati dengan anak yang dikandung nya ini.


Di genggam nya tangan sang suami dengan penuh cinta," Kita akan berjuang bersama demi anak bungsu kita. Momy menyayangi mu, baby." Ucap Momy Shamita yang mengelus perut nya yang masih rata tersebut. Dady Pratap langsung menarik sang istri kedalam pelukan nya, menyalurkan rasa bahagia dan syukurpada Tuhan yang Maha Baik ini.


"Trimakasih Tuhan untuk berkat mu, kami akan menjaganya sebaik mungkin." Ucap Momy Shamita dalan hatinya, ia berjanji akan merawat serta menyayangi anak ini sepenuh hati." Janvi sayang, kau tidak malu kan karena akan memiliki adik saat kau sudah dewasa bahkan sebentar lagi akan menjadi ibu ? Momy benar benar minta maaf pada kalian, Momy fikir ini tidak akan terjadi lagi ternyata momy salah. Tuhan sangat baik pada kami berdua." Momy Shamita menyampaikan rasa khawatir nya saat tahu ia tengah berbadan dua saat ini.


Mohini dan Janvi kompak mendekat kearah momy mereka," Kami tidak marah atau pun malu. Justru kami bahagia akan menyambut adik kecil kami, jadi sekarang momy tidak perlu berpikiran aneh aneh..fokus saja pada kesehatan Momy dan calon adik bayi kami." Ucap Mohini selaku kakak pertama.


"Yang kakak katakan itu benar, Momy harus selalu sehat demi calon adik ku ini. Hey, adik jangan nakal di perut momy ya.." Janvi dan Mohini kemudian kompak memeluk momy mereka bersamaan.


"Wah kak ! Seperti nya nasib kami sama seperti mu !" Ucap Janvi sambil melihat ke arah kakak ipar nya itu." Kau benar Janvi, aku dan Charlie sama sama akan memiliki adik di waktu yang berdekatan." Balas Mohini yang berjalan ke arah sang suami dan lansung dipeluk oleh nya.


"Hahahahaha...seperti nya calon paman anak ku bertambah satu ! Dan itu semakin membuat ku senang." Raj pun tampak memeluk momy Shamita yang sudah dianggapnya seperti ibu nya sendiri." Dasar anak nakal !" Momy Shamita memukul pelan pundak Raj." Hehehehe....ampun momy. Peace." Raj mengacungkan kedua jari nya sebagai tanda damai.


"Boleh aku memberitahukan kabar ini pada yang lain, dad ?" Tanya Raj pada dady mertua nya." Tentu, bukan kah itu lebih baik, Sayang ?" Ucap nya sambil tetap memeluk sang istri tercinta." Bagikan manisan juga di kantor mu, Charlie." Titah Momy Shamita pada sang menantu.


"Beres mom, Ashok akan membagikan nya nanti." Jawab Charlie yang tengah membagikan kabar bahagia ini di grub chat nya yang beranggotakan Ashok, Vikram, Arun, dan Raj. Banyak yang mendoakan kesehatan dan keselamatan bagi momy Shamita dan bayi nya itu. Bahkan mereka semua berencana datang ke mansion dengan membawa keluarga masing masing.


Tentunya dady Pratap sudah memberi izin pada Charlie untuk mengundang teman teman nya itu. Tak lupa pula Charlie ikut membagikan kabar tersebut pada sang ayah yang sedang menikmati waktu berdua dengan istri serta calon anak mereka.


FYI : kehamilan alami di rentang usia 50 th lebih, bisa terjadi hanya saja kasus nya sangat jarang ditemukan.