
Hari Minggu merupakan akhir pekan yang ditunggu tunggu oleh para pekerja kantor, tak terkecuali Charlie. Biasanya Charlie habiskan waktu bersama ketiga anak dan istrinya untuk berkebun atau pergi menonton film.
Tapi agak nya ada yang berbeda pagi ini, Charlie terlihat berdiri dihadapan dady Pratap. Sepertinya kedua nya pria ini akan berduel olahraga tinju dan disaksikan oleh masing masing istri dan anak nya.
Dady Pratap mengenakan mengenakan headband hitam serta hand wrap army milik nya, sedangkan Charlie tampil dengan hand wrap merah miliknya dan tanpa haedband. Penampilan Charlie saat ini sangat sangar, ia sengaja memanjangkan sedikit rambut nya.
Dady Pratap mulai menyerang dengan agresif namun, masih bisa dihindari oleh Charlie.
Dironde pertama ini Charlie sengaja memilih bertahan daripada menyerang langsung, ia ingin melihat pergerakan ayah mertuanya terlebih dulu. Satu pukulan berhasil mendarat dirahang kanan Charlie.
"Aarrghh." Charlie mengerang kesakitan tepat dirahang nya. Ternyata pukulan ayah mertua nya ini masih berbahaya juga batin nya. Keberhasilan itu nyata nya membuat dady Pratap berpuas diri dan menyepelekan Charlie.
Dan saat ada kesempatan, Charlie balik menyerang titik lemah Dady Pratap dan membuatnya mengaduh kesakitan.
"****!!" Dady Pratap mengumpat kesal saat Charlie balik memukul tepat dirahang nya, membuat nya hampir oleng dan terjatuh.
"Bagaimana apa Dady menyerah ?" Tanya Charlie dengan wajah tengil nya itu.
"Cih ! Tidak akan pernah." Setelah melontarkan kata kata tersebut, Dady Pratap kembali maju dengan sisa tenaga yang ia punya. Dengan mudah nya Charlie berhasil membuat dady Pratap jatuh tersungkur akibat pukulan upper cut nya yang mematikan.
"Apa dady akan menyerah sekarang ?" Ucap Charlie melontarkan pertanyaan yang sama pada ayah mertuanya.
"Aku mengaku kalah Charlie." Kata Dady Pratap yang sepertinya sudah kehabisan tenaga.
Flashback on
Charlie yang sedang membaca majalah diruang tengah tiba tiba dihampiri oleh Dady Pratap.
"Apa kau sibuk hari ini ?" Tanya Dady Pratap pada menantunya itu.
"Tak terlalu, hanya saja ada meeting yang harus aku hadiri." Jawab Charlie sambil menutup majalah nya.
"Bagaimana kalau kau libur dulu selama sebulan, apa kau tertarik ?" Ucap Dady Pratap yang memberikan sebuah penawaran yang cukup bagus untuk Charlie.
"Boleh juga, tapi ada syarat nya bukan ?" Ujar Charlie yang sudah tau bahwa ada tujuan dibalik penawaran dady nya ini.
"Hhmm...kau memang pandai, syarat nya mudah saja." Kata Dady Pratap yang kini sudah duduk dihadapan Charlie.
"Apa syarat nya ?" Tanya Charlie agak tertarik dengan penawaran yang menggiurkan itu.
"Ku dengar, kau petarung handal bukan ?" Charlie manggut manggut mendengar nya." Kalau begitu kau cukup mengalahkan ku diatas ring. Bagaimana, apa kau setuju ?" Ucap Dady Pratap sekaligus bertanya menantunya untuk adu kekuatan diatas ring pagi ini.
"Deal ! Aku terima tantangan dady pagi ini !" Charlie dengan mantap menjabat tangan dady Pratap sebagai tanda menyetujui tantangan yang beliau berikan.
"Bagus, dady tunggu kau dibawah ! Pastikan Mohini serta Jendra menjadi supportermu." Pesan dady Pratap sesaat sebelum meninggalkan Charlie sendiri diruang tengah.
"Akhirnya kau datang juga rupanya ?! Kupikir, kau takkan datang." Ucap dady Pratap sengaja mengejek agar suasana bertambah panas.
"Cih..! Aku bukan pengecut dad !" Balas Charlie bersungut sungut.
Saat Charlie akan memasuki ring, Mohini mencekal tangan nya hingga membuat Charlie terhenti dan berbalik padanya.
"Ada apa honey ?" Tanya Charlie yang melihat raut wajah sang istri yang tampak murung.
"Aku hanya khawatir pada mu...aku takut jantung mu kambuh lagi." Jawab Mohini jujur mengutarakan ketakutan nya sedaritadi.
"Hush! Jangan bicara seperti itu, aku baik baik saja. Jangan terlalu mengkhawatirkan ku." Ujar Charlie yang meletakan jari telunjuk nya dibibir Mohini.
"Kalau dada mu sakit, tolong hentikan ya." Mohini benar benar khawatir dengan suami nya yang memiliki riwayat penyakit jantung. Tangan nya tak berhenti mengusap dada bidang milik Charlie.
"Iya..aku akan berhenti jika terasa sakit." Jawab Charlie yang sudah masuk ke dalam ring tinju. "Doakan aku ya !" Mohini mengangguk pasti.
Flashback Of
"Yeyyy !!! Dady menangggg!!" Jendra bersorak gembira saat melihat dady nya menang dalam sekali serang.
Charlie yang melihat hal itu hanya tersenyum tipis. "Sudah ku katakan bukan, aku akan menang." Ujar nya sambil mendekati Mohini.
"Iya...apa kau baik baik saja ?" Tanya Mohini yang masih khawatir dengan kondisi suaminya itu.
"Aku baik, honey. Beberapa hari ini aku akan dirumah bersama kalian." Ucap Charlie sambil menyeka keringat yang mengucur didahinya.
"I love you hubby." Mohini memeluk erat suaminya. Ia bahkan tak segan segan mencium bibir Charlie dihadapan semua orang.
"I love you more my heart." Jawab Charlie disela sela pelukan mereka.
"Dady...pelukk!!" Jendra segera menerjang tubuh Charlie dan menciumi wajahnya bertubi tubi.
VISUAL
Charlie
Dady Pratap