
Pagi nya Charlie dan Manohar kompak memakai kaus turtle neck untuk menutupi bercak kemerahan akibat pertempuran semalam. Mohini serta Rhea pun tampak memakai syal di leher mereka, tentu nya untuk menutupi keganasan para suami mereka semalam.
"Dady, kenapa pakai kaos turtle neck ? Kakek juga sama ?" Tanya seorang anak kecil yang tengah menikmati roti sandwich nya. Sontak keduanya saling beradu pandang, Manohar seolah memberi kode pada Charlie agar menjawab pertanyaan dari Jendra barusan.
"Eee itu...dady dan kakek janjian pakai baju yang sama, sama hal nya momy dan nenek yang kompak memakai syal. Iya kan, Yah ?" Charlie meminta pembenaran dari ayah nya," Hah ? Tentu saja benar." Jawab Manohar secepat kilat.
Sedang asik menikmati sandwich, mereka semua dikejutkan dengan suara teriakan anak kecil yang meminta tolong. Jendra langsung membuka pintu gerbang yang tak jauh dari posisi duduk nya saat ini.
Seorang gadis kecil tengah berlari menghindari kejaran anjing galak yang terus mengejarnya hingga membuat nya berlari mengitari beberap blok perumahan ini.
"Aaaaa !!! Help me please !!! Help!!" Jendra langsung menarik tangan gadis kecil itu untuk bersembunyi dari anjing galak tersebut." Ada apa, Jendra sayang ?" Tanya Mohini menyusul putranya yang berlari begitu cepat tadi." Dia di kejar anjing galak momy, jadi aku menolong nya." Ucap Jendra masih menggandeng tangan bocah yang sepertinya seumuran dengan nya.
Gadis kecil itu nampak nya ketakutan saat bertemu dengan orang baru, ia menyembunyikan tubuh nya di balik punggung Jendra.
"Jangan takut, dia momy ku." Ujar Jendra menenangkan gadis kecil tersebut. Dengan malu malu akhirnya ia pun menunjukan wajah nya pada Mohini." Siapa nama mu, anak manis ?" Tanya Mohini yang mensejajarkan dirinya dengan tubuh gadis kecil itu.
"Nama ku Alona, aunty." Jawab nya malu malu." Di mana rumah mu, Alona ?" Tanya Mohini lagi," Rumah ku ada di blok sebelah. Tapi anjing itu membuat ku berlari sampai sini." Jawab Alona yang masih terengah engah akibat berlari sangat jauh dari rumah nya.
"Seperti nya kau haus, minum dulu ya." Mohini mempersilahkan bocah itu untuk beristirahat sejenak di mansion ayah nya. Alona pun menurut ia mengikuti langkah Jendra menuju tempat duduk mereka tadi.
"Honey, dia siapa ?" Tanya Charlie heran saat melihat Mohini bersama seorang gadis kecil di belakang nya." Namanya Alona, dia tinggal di blok sebelah." Jawab nya sambil menuangkan segelas orange jus untuk Alona.
Alona menenggak habis jus tersebut sambil mengelap kringat yang membasahi wajah serta tubuh nya itu." Dia kenapa ?" Tanya Manohar pada menantunya." Alona habis di kejar anjing galak, maka nya ia terngah engah seperti ini, Kek." Ujar Jendra menjelaskan kejadian yang dialami teman baru nya ini.
"Kasihan sekali kau, Nak. Tapi tenang saja, kau aman disini." Ujar Charlie menenangkan Alona yang masih malu malu." Oh iya, kau sedang berlibur disini ?" Tanya Jendra yang berusaha mencairkan kecanggungan Alona pada keluarga nya.
"Ya, aku berasal dari Indonesia. Dan ini adalah liburan pertamaku ke negara ini, mengunjungi kakek dan nenek. Aku baru akan masuk taman kanak kanak tahun ini." Ucap Alona yang sudah mulai berani menceritakan tentang liburan pertamanya ini.
"Woahh ! Itu jauh sekali dari India. Apa kakek mu warga negara India ?" Jendra begitu pesaran dengan teman beda negara nya itu, pertama kali ia mendapat teman beda negara yang nyata bukan teman virtual biasa nya.
"Hmm ya...kakek dan nenek ku asli India, mereka tinggal di Delhi, namun mereka sering berkunjung ke farm house ini. Kalau ibu ku asli Indonesia." Jawab Alona dengan memakai bahasa Inggris yang sangat fasih untuk usia nya.
"Apa kita bisa berteman, Alona ?" Jendra mengulurkan tangan nya dan disambut juga oleh Alona." Tentu, kita teman sekarang. Astaga ! Aku lupa nama mu." Ujar Alona sambil meringis.
"Nama ku Rajendra Chandramohan, kau bisa memanggil ku Jendra." Jendra menyebutkan nama panjang nya pada Alona." Nama yang indah sekali." Mendapat pujian dari Alona membuat Jendra salah tingkah, bahkan pipi nya memerah seperti tomat.
Charlie serta mereka yang melihat reaksi Jendra hanya mengulum senyuman di bibir masing masing." Sepertinya cucu kakek senang mendapat teman baru ?" Manohar berniat menggoda sang cucu laki laki nya itu.
"Ini pertama kali nya aku berteman dengan orang beda negara, Kek. Lagi pula Alona itu sangat cantik." Ucapan Jendra barusan membuat Mohini nyaris tersedak kacang yang dimakan nya.
"Benar benar keturunan Chandramohan Charlie, tidak bisa melihat wanita cantik. Bisa bisa nya dia berucap seperti itu, anak dan dady sama saja." Monolog nya sambil menatap tajam ke arah Charlie.
Giliran Alona yang tersipu malu saat mengatakan dirinya itu cantik. Apa yang dikatakan Jendra memang benar adanya, Alona sangat cantik di tambah ia memiliki kulit seputih susu, mata hazel yang indah juga senyum yang menawan.
"Dia benar benar duplikat ku, pandai menilai orang." Ucap Charlie sambil melirik istrinya." Semoga saja dia tak seperti mu yang genit pada setiap wanita di luar sana." Balas Mohini yang kesal karena suaminya pernah menjadi play boy saat masa sekolah dahulu.
"Itu kan masa lalu, kalau saat ini cinta ku hanya untuk mu seorang." Ujar Charlie mencolek gemas hidung milik istrinya." Love you, honey." Bisik Charlie di telinga Mohini." Love you too, my sexy man." Jawab nya tak kalah mesra.
"Jendra sebaik nya aku pulang, ayah pasti sedang mencari ku saat ini." Alona berniat untuk pamit pulang ke mansion kakek nya yang terletak di blok sebelah." Eits, biar aku antar kau dengan sepeda ku." Ujar Jendra seraya mengambil sepeda roda dua yang dilengkapi dengan boncengan di bagian belakang.
"Kau yakin bisa ?" Ucap Alona taku takut saat akan membonceng di belakang." Tenang, aku ini kuat. Jadi, ayo berangkat." Alona mengangguk, Jendra mulai mengayuh sepeda nya menyusuri jalanan yang sangat asri.
"Jendra, kau bersekolah di mana ?" Tanya Alona penasaran." Tahun ini aku akan masuk sekolah dasar Dhirubai Ambani School." Jawab nya membuat Alona kaget, bagaimana bisa Jendra yang seusia nya langsung masuk ke sekolah dasar padahal ia harus menempuh sekolah TK lebih dulu.
"Bukan kah kau harus nya masuk kinder garden, ya ?" Ucap Alona yang memegang erat pinggang Jendra karena ia takut jatuh." Yeah, karena aku ini sangat pintar maka guru ku sendiri yang menawarkan untuk langsung masuk sekolah dasar." Alona yang mendengar nya sangat terpukau penuh kekaguman pada Jendra.
"Sayangg !! Syukurlah kau ketemu ! Ayah dan kakek khawatir pada mu, Nak." Ayah Alona memeluk erat putri tunggal nya itu." Tadi Alona di kejar anjing galak sampai lari mengitari beberapa blok dari sini, untung nya ada teman Lona yang bantu tadi." Ujar Alona menjelaskan peristiwa yang barusaja dialaminya.
"Siapa teman Lona ?" Tanya ayah Alona penasaran. Alona pun menunjuk kearah Jendra yang berdiri di samping sepeda nya." Hallo, uncle–kakek." Sapa Jendra sangat sopan pada kedua lelaki tersebut." Siapa nama mu, nak ?" Ayah Alona bertanya pada Jendra.
"Aku Rajendra Chandramohan, uncle boleh memanggil ku Jendra." Jawab Jendra memperkenalkan nama nya. Tampak si kakek sedang mengingat ingat sesuatu.
"Tunggu sebentar, kau itu putranya Charlie ?" Sang kakek langsung mengenali Jendra dari nama belakang nya saja." Kakek benar, ayah ku Chandramohan Charlie Sharma." Kakek Alona terlihat terkejut sekali bisa bertemu langsung dengan ilmuan muda di negara nya ini.
"Ranveer, kau tau dia adalah ilmuan muda yang negara kita miliki." Ucap nya pada ayah Alona." Benarkah, Dady ?" Ayah Alona tampak tak percaya,"dari tampilan saja Jendra seperti anak anak biasa, bagaimana mungkin dia menjadi ilmuan muda." Pikir ayah Alona yang baru pertama kali kembali ke tanah airnya setelah ia pergi bekerja di Indonesia selama bertahun tahun.
"Kau pernah dengar robot SABER 606 ?" Tanya si kakek, tampak ayah Alona menganggukan kepala nya. Siapa yang tidak tahu tentang hadirnya robot militer paling tangguh dan canggih tersebut.
"Dia adalah pencipta robot itu, Ranveer." Perkataan kakek Alona membuat Ranveer terkejut mengetahui bahwa yang menciptakan robot tersebut adalah seorang anak kecil.
"Astaga ! Kakek sampai lupa mempersilahkan mu duduk. Duduk lah dulu disini, kau pasti lelah mengayuh sepeda tadi." Jendra menurut dan duduk di samping kakek nya Alona. Ia disuguhi jajanan khas Indonesia yang dibawa oleh maminya Alona.
"Itu namanya dodol, rasanya manis dan kenyal." Ucap Alona saat melihat Jendra memperhatikan salah satu jajanan yang terhidang diatas meja. Jendra mengambil satu dan mulai mencoba nya.
"Kau benar, rasanya manis seperti ladoo." Tak disangka Jendra menyukai jajanan khas Indonesia yang memiliki cita rasa gurih dan manis yang melebur menjadi satu.
Tengah asik menikmati dodol nya, tiba tiba jam tangan Jendra berbunyi menandakan seseorang menelpon nya. Jendra menggeser layar jam nya, sehingga jam tersebut mengeluarkan hologram orang yang tengah menelfon nya saat ini.
"Jendra, dady dan momy ingin pulang sekarang. Kau ingin ikut atau menginap lagi di mansion kakek, sayang ?" Tanya Charlie yang tengah bersiap untuk kembali ke mansion Pratap.
"Jendra menginap dua hari lagi boleh ?" Rupanya Jendra masih ingin berlama lama di mansion sang kakek tercinta." Hahaha...tentu saja boleh, lagi pula anak dady ini sudah punya kawan baru." Charlie mengizinkan putranya untuk menginap beberapa hari lagi di mansion ayah nya.
"Ingat, jangan merepotkan kakek dan nenek ya !" Momy dan dady pulang dulu sayang." Ucap Mohini menasehati anak nya." Beres momy, Jendra tidak akan merepotkan kakek dan nenek. Bye momy, bye dady." Jendra melambaikan tangan nya kepada orang tuanya dan telfon pun berakhir.
"Wah jam tangan mu canggih sekali !" Ucap Alona kagum dengan jam tangan yang dikenakan oleh Jendra di tangan kirinya." Tentu, aku yang membuat nya. Ehm...lebih tepat nya aku yang menyempurnakan desain pertama jam tangan buatan kakak ku ini." Ujar Jendra menjelaskan asal usul jam tangan nya tercipta.
"Kakak mu hebat sekali !" Alona tak henti hentinya memuji Jendra yang membuat nya kagum dengan kecerdasan yang dimiliki nya." Lona sayang, kakak nya Jendra adalah pencipta robot yang kau suka." Ucap kakek Alona," hah ? Maksud kakek, robot Naughty Boy ?" Alona kaget bukan kepalang mendengar penjelasan sang kakek.
"Jendra, apa yang dikatakan kakek ku benar ?" Alona pun bertanya langsung pada Jendra tentang yang kakek nya sampaikan barusan." Kak Yuvi yang menciptakan robot generasi pertama liga WWR. Kakak juga lah yang menciptakan jam tangan ini, aku hanya menambahkan beberapa fitur didalam nya." Penjelasan yang Jendra berikan membuat ayah Alona percaya bahwa yang diceritakan ayah nya itu benar.
"Alona, ayo mandi dulu." Seorang wanita datang menghampiri Lona yang asik mengobrol dengan kakek dan ayah nya." Okay mami, Jendra aku mandi dulu." Ujar Alona seraya masuk kedalam rumah.
"Hai manis, siapa nama mu ?" Tanya mami nya Alona ramah pada Jendra." Nama ku Jendra, aunty." Jawab Jendra sopan." Kenalkan nama aunty Ayesha, panggil nya aunty Yesha saja." Jendra tersenyum seraya mengganggukan kapala nya.
"Jendra teman baru nya Alona ?" Jendra kembali mengganggukan kepalanya. Cukup lama Jendra berbincang dengan keluarga tersebut. Hingga akhirnya ia pun berpamitan untuk pulang, khawatir sang kakek mencemaskan nya.
"Lona, lain waktu datanglah lagi ke mansion kakek ku." Ucap Jendra sebelum meninggalkan mansion tersebut." Besok kita bekeliling bagaimana ?" Tawar Alona yang disanggupi oleh Jendra." Okay, aku akan membawa mu ke peternakan kakek besok." Ucap Jendra sesaat sebelum ia mengayuh sepeda nya kembali ke mansion sang kakek.
VISUAL
Alona Malhotra
Rajendra Chandramohan