
Matahari telah terbit diufuk timur, menyinari dunia dengan sinar kehangatan nya. Charlie dan tim nya sudah selesai dengan urusan mereka dirumah sakit dan siap pulang ke rumah. Sedangkan kondisi di mansion Pratap sangatlah ramai dengan tersebarnya berita kehamilan Rhea dan Janvi yang terjadi bersamaan. Usia kandungan mereka tak jauh beda, membuat keduanya bahagia.
"Mami tak menyangka kalau kita akan hamil berbarengan." Ujar Rhea dengan senyum bahagianya." Aku juga tak menyangka ini, Mam. Ku pikir, hanya masuk angin biasa...ternyata malah dapat kejutan!" Balas Janvi yang juga tak kalah senang nya. Pagi ini ia dan mami Rhea baru tahu kalau ada malaikat kecil dirahim mereka, itu bisa terungkap akibat Janvi yang muntah muntah saat sarapan dan Rhea yang tak kunjung mendapat tamu bulanan nya.
"Raj pasti akan bahagia saat tahu nanti." Ucap Rhea sambil mengelus perut rata putri nya." Yeah, Ayah juga pasti senang saat tahu mami tengah hamil." Rhea tersenyum membayangkan ekspresi sang suami nanti.
"Selamat ya kalian...sebentar lagi mansion ini akan semakin ramai." Momy Shamita tampak memberi pelukan untuk kedua calon ibu baru tersebut." Terimakasih, mom." Janvi mencium pipi momy nya." Terimakasih, Shamita untuk ucapan nya." Mohini, Laksmi, Naina, Shagun dan Meena juga ikut mengucapkan selamat untuk mereka.
"Ada kabar gembira apa ini ?" Tanya seseorang dari arah lift pintu utama, semuanya kompak menoleh dan terkejut melihat kedatangan Charlie dan rombongan nya." Hubby ! Akhirnya kau kembali !!" Mohini langsung berlari dan menubrukan dirinya ke tubuh Charlie." Aku tak mungkin ingkar janji padamu." Jawab Charlie sambil memeluk erat istri nya." Mmpphh...mmphhss..hubby." Charlie bahkan langsung ******* bibir milik Mohini, mengabsen setiap inci didalam nya.
Charlie segera melepas pagutan nya begitu tersadar tengah banyak orang diruangan ini. "Kalian sedang bicara apa tadi, hem ?" Tanya Charlie penasaran pembicaran apa yang mereka lakukan tadi hingga terdengar sangat heboh. "Rhea dan Janvi ada kejutan untuk kalian." Jawab nya enteng," kejutan apa yang kau siapkan untukku, Sweetie ?" Tanya Manohar pada istrinya.
Rhea mengambil tangan sang suami dan meletakan nya diatas perut ratanya." Dia sudah tumbuh, sayang." Ucap nya lirih sambil menggerakan tangan suaminya untuk mengelus perut nya. Manohar tampak diam dan terkejut sesaat," kau hamil ?" Manohar benar benar tak percaya dengan ini semua." Ya, buah cinta kita sudah tumbuh didalam sana." Jawab Rhea yang membuat setitik airmata terjatuh dari manik sang suami. Manohar sangat bahagia mendengar nya dan menjadi terharu, dipeluk dan dikecup nya sang istri dengan penuh kebahagiaan.
"Terimakasih, terimakasih karena sudah mau mengandung benih ku, Sweetie." Manohar tak henti hentinya menghujami sang istri dengan kecupan kecil diwajahnya." Akhirnya aku akan punya adik!! Yeess!" Charlie bersorak gembira persis seperti anak kecil yang dibelikan mainan." Selamat ya Ayah, Mami." Tak lupa ia mengucapkan selamat pada kedua orang tuanya.
"Sama sama, boy." Ayah Manohar tampak memeluk tubuh putranya sambil menepuk pundaknya. Hal yang sama juga terjadi pada Janvi saat memberitahukan kehamilan nya pada Raj. Seluruh keluarga Raj sangat bahagia mengetahui kabar tersebut dari Raj." Jaga cucu Dady dengan baik, Raj." Pesan dady Pratap pada menantunya," tentu saja, Raj akan jaga mereka berdua." Jawab Raj dengan senang hati.
"Ingat ! Kalian harus jaga istri kalian. Turuti apa yang menjadi keinginan mereka." Pesan momy Shamita pada Raj dan Manohar sahabat nya." Pasti, aku akan menuruti semua permintaan istriku ini." Jawab Manohar yang memeluk sang istri dari samping.
"Dady, kakinya pakai gips ?" Tanya Meena tiba tiba yang membuat semua nya memperhatikan kaki Charlie yang digips." By, kau terluka parah ?" Mohini langsung menjadi sangat khawatir dengan kondisi suaminya." Hanya retak sedikit, tak perlu risau." Charlie menenangkan Mohini supaya tak perlu cemas." Tapi sudah diperiksa bukan ?" Charlie mengangguk mengiyakan pertanyaan Mohini.
"Aku takut kau celaka, hubby." Ucap Mohini lirih," semuanya akan baik baik saja. Jangan takut." Ucap Charlie lagi." Dimana tiga peri kecil ku, honey ?" Charlie sudah sangat merindukan anak anak nya." Mereka masih tidur di kamar." Jawab Mohini," aku ke kamar mereka sebentar." Dengan perlahan Charlie berjalan kembali ke lift untuk menuju kamar anak anak nya.
Charlie membuka pintu kamar Jendra, dilihat nya sang anak tengah tertidur sambil memeluk guling kesayangan nya." Good morning boy, ayo bangun." Charlie membangunkan Jendra dengan lembut sambil membelai rambut anak nya. Jendra yang mendengar suara dadynya menjadi terbangun seketika," dady sudah pulang ? Yyeee !! Dady pulangg!!" Jendra memeluk dady nya sangat erat.
Cup
"Kita lihat Jev dan Ara, yuk." Ajak Charlie pada Jendra. Keduanya lantas pergi ke kamar si kembar yang ternyata sudah bangun lebih dulu." Anak anak dady sudah bangun rupanya." Charlie mengambil alih keduanya dari gendongan Mothi dan Urmila. Dicium nya pipi gembul kedua nya bergantian hingga keduanya menangis. Charlie segera membawa mereka pada sang istri untuk di ASIhi.
"Honey, sepertinya mereka lapar." Ucap Charlie sambil menggendong Ara di lengan kanan sementara tangan kiri nya memegang tongkat untuk menopang kaki cedera nya.
"Kau benar, makasih ya sudah dibawa kemari." Mohini mengambil Ara dari gendongan suaminya begitu pula Jev yang juga menangis dalam gendongan Mothi." Dad, aku ingin membawa Janvi ke rumah ayah dan ibu boleh ?" Ucap Raj meminta izin dari dady Pratap untuk membawa Janvi berkunjung ke rumah keluarganya.
"Boleh, hati hatilah saat dijalan." Ujar Dady Pratap pada keduanya." Sampaikan salam Momy untuk ayah dan ibu mu ya." Tambah Momy Shamita pada Raj. Raj dan Janvi pun berangkat bersama Arun dan Naina ke rumah keluarga mereka.
"Charlie, ayah bersih bersih dulu ya." Manohar terlihat meninggalkan Charlie dan yang lain nya. "Biar aku siapkan baju mu." Rhea ikut menyusul sang suami ke kamarnya." Kau mau kemana by ?" Tanya Mohini yang melihat Charlie ingin pergi." Ke kamar, aku ingin mandi honey." Jawab Charlie lagi.
Mohini memlototkan matanya, bagaimana bisa suaminya itu ingin mandi sementara kaki nya saja sedang cedera parah." No ! Kaki mu saja cedera, bagaimana mungkin ingin mandi ?!" Geram Mohini yang melihat tingkah suaminya itu." Tapi, badanku lengket rasanya." Jawab Charlie lagi," jangan mandi dahulu, lebih baik di lap saja." Ucap Mohini mengusulkan, Charlie akhir nya menurut apa yang dikatakan istrinya.
"Setelah ini aku lap tubuh mu, tunggu di kamar saja." Ujar Mohini kembali." Ok, honey." Charlie pun menaiki lift dan pergi ke kamar mereka berdua. Mohini benar benar menepati omongan nya, dengan telaten ia membersihkan tubuh bagian atas suaminya. Setelah semua beres, mereka pun pergi ke meja makan untuk sarapan bersama.
VISUAL
Rhea Mazumdar Sharma
Jeev & Ara