Mr And Mrs Chandramohan

Mr And Mrs Chandramohan
Mendaftarkan Arjun Sekolah



Pagi ini Manohar rencana nya akan pergi ke Dhirubai Ambani School untuk mengurus keperluan sekolah Arjun. Manohar yang sudah rapi dengan pakaian casual nya terlihat sedang sarapan bersama yang lainnya.


"Ayah mau ke Dhirubai Ambani School pagi ini ?" Tanya Charlie yang sudah diberitahu rencana ayah nya tersebut." Iya...ayah kesana pagi ini untuk mengurus administrasi nya." Jawab Manohar,"Manu aku ikut boleh ?" Tanya Rhea yang ingin ikut bersama suaminya itu.


"Kau disini saja...aku tidak lama sweetie." Manohar tidak mengizinkan Rhea untuk ikut bersamanya." Tapi aku mau ikut Manu...please." Rhea terus membujuk suaminya hingga akhirnya Manohar terpaksa menuruti keinginan Rhea yang sudah hampir menangis sebelumnya.


"Boleh ikut tapi jangan nangis." Ujar Manohar sambil mengacak rambut Rhea." Yayy...makasih sayang. Muacchh..." Rhea bersorak gembira bahkan sampai mencium pipi sang suami. Pemandangan itu juga tak luput dari perhatian Charlie yang terlihat tersenyum kecil.


Charlie merasa ayahnya itu sudah menemukan bagian hatinya yang lain. Charlie juga merasa keluarga yang ia inginkan selama ini sudah terkabul." Sekarang kita sarapan dulu, baru berangkat kesana." Ucap Manohar kembali.


Namun saat makanan tersaji di piringnya, Rhea justru mengalami morning sicknes." Kau baik baik saja ?" Manohar sungguh tak tega melihat istrinya yang harus tersiksa dipagi hari." Hmm...hanya mual sedikit." Jawab Rhea sambil meminum lemon tea kesukaan nya.


Manohar berinisiatif dengan menaruh piring nya kembali dan menaruh banyak makanan dipiring sang istri." Kau tetap harus makan, kasihan anak kita nanti." Ucap nya lembut," tapi aku mual Manu..."


"Kita makan sepiring berdua kalau begitu, aku yang menyuapi mu. Bagaimana ?" Tawar Manohar sambil mendorkan tangan nya yang berisi potongan paratha yang dicelupkan dengan kari domba. Rhea mulai membuka mulut nya,"apa masih terasa mual ?" Tanya Manohar yang penasaran." Tidak...rasanya justru sangat lezat." Manohar yang mendengarnya menjadi lega.


Setelah sarapan, Manohar benar benar menepati janjinya mengajak Rhea ke Mumbai. Kini Manohar, Yash, Arjun dan Rhea sudah siap pergi bertemu pak kepala sekolah." Paman, terimakasih sudah membelikan ku pakaian dan tas baru untukku." Ucap Arjun pada Manohar yang tengah mengemudikan mobil.


"Sama sama Arjun, belajarlah sunguh sungguh." Nasehat Manohar pada Arjun yang langsung diangguki oleh bocah itu. Saat sampai Arjun terbengong bengong melihat sekolah nya yang sangat besar dan megah. Manohar segera menggandeng ayah dan anak itu ke ruang kepala sekolah.


Disana Arjun dites membaca dan menulis seperti anak anak lain nya, semua tes diikutinya dengan baik hingga Arjun dinyatakan lolos." Selamat Arjun, kau hebat." Yash terlihat memeluk putranya yang sebentar lagi akan masuk sekolah." Terimakasih Ayah, Paman telah mengrimku ke sekolah." Ucap Arjun dipelukan ayah nya.


"Saat nya kita beli seragam." Ajak Manohar yang menggandeng tangan Arjun." Bagaimana ? Apa Arjun lolos, Manu ?" Tanya Rhea yang menunggu di kursi tunggu. Manohar menganggukan kepalanya.


Selesai urusan sekolah, Rhea mengajak Arjun dan ayah nya ke sebuah restoran terkenal yang menyajikan toast bread paling enak diseluruh kota." Arjun kau bebas pilih makanan yang kau suka." Ujar Rhea pada Arjun.


"Aku ingin toast bread isi keju dan milkshake." Ucap Arjun yang memang sangat ingin makana makanan mahal itu. Rhea pun memesankan nya melalui meja digital dihadapanya itu." Kau ingin makan apa manu..?" Tanya Rhea pada sang suami.


"Aku ingin special toast bread saja." Ucap Manohar. Kurang lebih sepuluh menit kemudian, para drone penghantar makanan mulai berdatangan ke meja mereka. Arjun yang melihat nya dibuat sangat terpukau dengan aksi para robot tersebut.


"Betul, robot robot itu adalah robot penghantar disini." Jawab Manohar lagi," pasti yang membuat nya Rajendra, cucu paman kan ?" Tanya Arjun lagi yang sangat antusias saat ini." Ya, sebenarnya Yuvraj yang membuat nya pertama kali kemudian Jendra yang menyempurnakan nya." Ungkap Manohar.


"Wah paman ! Cucu anda sangat hebat, bahkan dia sudah menjadi ilmuan hebat saat ini." Puji Arjun yang sekilas pernah melihat berita saat Jendra diangkat menjadi ilmuan termuda yang berbakat.


"Semua orang didunia itu hebat, kau juga akan jadi orang hebat nanti." Ucap Rhea memberi semangat pada Arjun." Terimakasih bi, sudah membantu ayah ku." Ucap Arjun pada Rhea.


"Ayo, kita makan." Ajak Manohar pada semuanya. Mereka makan dengan lahap apalagi Arjun yang sangat menikmati toast bread nya. Arjun bersyukur karena dipertemukan dengan Rhea dan Manohar yang baik hati yang bersedia menyekolahkan hingga menjamin kehidupan ia dan ayah nya." Arjun, ini untuk mu." Rhea memberikan bingkisan hadiah untuk Arjun sebelum mereka berpisah untuk pulang.


"Terimakasih paman, bibi." Arjun menerima hadiah tersebut dengan senang hati dan membawanya pulang bersama sang ayah." Sweetie, kalau kau pulang duluan bagaimana ?" Tanya Manohar tiba tiba saat mobil sudah melaju.


"Memang nya kau mau kemana ?" Ucap Rhea penasaran." Aku hendak meeting bersama tuan Ryu di sebuah cafe dekat sini." Jawab Manohar pada istrinya.


"Meeting nya dadakan ?" Tanya Rhea yang sebenarnya masih ingin bersama sang suami." Iya..tuan Ryu lupa mengabari ku sebelum nya."


"Aku tidak boleh ikut ya ?" Rhea benar benar tak ingin ditinggal oleh Manohar rupanya."Aku tidak ingin kau kelelahan, sayang." Ucap Manohar memberi pengertian pada istrinya." Tapi aku ingin di dekatmu, Manu." Ujar Rhea yang memeluk lengan Manohar dengan sangat posesif.


"Baiklah kau boleh ikut, tapi jika kau merasa lelah...pulang duluan saja." Manohar akhirnya mengalah pada keinginan istrinya itu. Kini mereka sudah sampai di cafe Y. Manohar berjalan masuk sambil menggandeng Rhea.


"Selamat pagi, tuan Ryu." Sapa Manohar saat bertemu dengan salah satu klien nya itu." Oh, selamat pagi juga tuan Manohar." Jawab tuan Ryu ramah.


"Tuan Ryu, kenalkan dia Rhea istri saya." Manohar memperkenalkan Rhea pada klien barunya itu." Ryuga Alexander." Ryu mengulurkan tangan nya." Rhea Sharma." Rhea turut membalas jabat tangan Ryu.


"Silahkan duduk, tuan Manohar." Ucap Ryu sopan. Manohar mempersilahkan istrinya untuk duduk duluan sebelum ia duduk.


Keduanya terlibat perbincangan cukup serius," Manu...aku ke toilet sebentar ya." Bisik Rhea tepat ditelinga suaminya." Aku antar, ok ?" Ucap Manohar menawarkan." Jangan, kau lanjutkan saja meeting nya." Ujar Rhea lagi yang bersiap pergi ke toilet dipojok sana." Tuan Ryu, saya tinggal sebentar ya ?" Manohar meninggalkan Ryu dimeja nya demi mengantar Rhea ke toilet.


"Maaf ya, lagi lagi aku merepotkan mu." Ucap Rhea setelah keluar dari toilet," jangan seperti itu...aku tak keberatan mengantarmu." Jawab Manohar yang mencuri ciuman di pipi Rhea. Mereka pun menlanjutkan meeting yang sempat tertunda.