
Pagi nya, Yuvi cepat cepat pergi menemui momy nya yang sedang membuatkan roti sandwich untuk sang adik." Mom, hari ini aku pergi keluar boleh ya ?" Ujar Yuvi sambil memeluk momy nya dari belakang." Dengan siapa kau pergi ?" Tanya Mohini pada Yuvi yang masih menempelinya.
"Sebenarnya Freya ingin ditemani mencari buku sekaligus menonton film." Ucap Yuvi jujur pada momynya. Mohini mengeurai sejenak pelukan anaknya," Dan kau ingin menemaninya kan ?" Mohini memicingkan matanya seakan mengintimidasi musuh.
"I-iya mom, kalau tidak di izinkan tak masalah." Ucap Yuvi yang berpikir momy nya tidak setuju dan ia akan mengabari Freya." Momy izinkan, tapi jangan pulang larut malam. Kau juga harus minta izin pada dadymu." Ucap Mohini mengelus pucuk kepala anaknya penuh sayang.
"Okay mom, Yuvi tidak akan macam macam." Yuvi bergegas menemui dady nya yang sedang memberi makan Kyubi di taman." Dad, Yuvi boleh pergi tidak ?" Tanya nya langsung pada Charlie.
"Kemari sebentar, kita duduk dahulu." Charlie justru mengajak putranya untuk duduk sejenak dengan nya." Apa benar yang dikatakan adikmu tentang Freya kemarin ?" Tanya Charlie yang sama sekali tidak bermaksud menggoda putranya sendiri." Ish..dady ini !" Yuvi mencebik kesal sedangkan Charlie justru tertawa melihat ekspresi Yuvi.
Sedetik kemudian Yuvi justru bersikap sangat serius." Dad, dulu saat jatuh cinta dengan momy apa yang kau rasakan ?" Tanya Yuvi yang penasaran seperti apa kisah cinta orang tuanya dahulu.
"Rasa sangat indah, saat itu dady gugup sekali bila bertemu momy mu. Padahal, awal nya dady tidak suka bahkan cenderung manjauhi nya...namun, itu semua berubah saat kami disatukan dalam misi. Sebenarnya, itu misi dady bersama paman paman mu, misi untuk mengalahkan kejahatan. Dan, momy mu saat itu membantu tim dady untuk bisa menari dengan baik agar kami bisa pergi ke Dubai. Misi berjalan baik, orang jahat itu telah dihukum...saat dinyatakan sebagai pemenang, dady senang sekali. Untuk pertamakali nya dady jatuh cinta pada pandangan pertama pada momy mu saat itu. Dengan penuh kesungguhan malam itu juga dady melamar momy dibawah riuh nya pesta bunga api malam tahun baru." Charlie menjadi bercerita awal kisah antara dia dan istrinya beberapa tahun lalu.
"Kenapa dady menghindari momy ? Dan misi apa yang kalian lakukan saat itu ?" Yuvi mencecar beberapa pertanyaan pada dady nya." Hmm...untuk pertanyaan yang pertama, alasan dady menjauhi momy kala itu karena momy mu itu selalu ingin dekat dekat dady dan itu membuat dady risih." Jawab Charlie apa adanya tanpa menyadari dibelakang nya ada Mohini yang tengah berdiri membawa sandwich untuk mereka berdua.
"Owwhh...jadi begitu rupanya ? Kalau sekarang sudah tidak risih lagi ya ?" Ucap Mohini yang langsung membuat Charlie kelabakan." Hehehehe...ampun honey, peace." Nyali seorang petarung seperti Charlie langsung menciut mendengar sindiran sang istri tadi. Mohini hendak berjalan pergi namun, Charlie langsung menariknya dan berakibat ia jatuh terduduk diatas pangkuan Charlie.
"Maaf ya, dulu aku sangat bodoh selalu menghindari mu. Dan sekarang aku malah terjebak dengan pesona dan cinta mu itu." Ucap Charlie sambil menyisipkan anak rambut Mohini yang menutupi wajah cantiknya. Perkataan Charlie membuat hati Mohini menjadi menghangat." Aku sudah memaafkan mu sejak dulu, i love you hubby." Ucap Mohini sambil membelai rahang tegas suaminya.
"I love you more, cintaku." Charlie memberi kecupan basah di kening sang istri. Mohini kembali memeluk Charlie dan menyandarkan kepalanya di dadanya." Dady belum jawab pertanyaan kedua ku." Yuvi kembali menagih jawaban tentang misi apa yang dady dan momy nya lakukan dulu.
"Untuk yang itu kau tanya langsung pada kakek mu." Jawab Charlie dengan enteng nya, sengaja ia berkata seperti itu karena dirinya ingin Yuvi tahu kisah yang sebenarnya dari sumbernya langsung.
"Kenapa harus kakek ?" Tanya Yuvi semakin penasaran dibuatnya." Agar kau mengetahui dari sumber nya langsung. Kau juga akan tahu alasan kakek mu sering disebut sebagai si pembuat brankas canggih." Ujar Charlie pada sang anak, Yuvi menganggukan kepalanya. Ia akan bertanya pada sang kakek nanti setelah menemani Stella ke mall.
"Kalau momy, dulu saat jatuh cinta dengan dady apa yang momy rasakan ?" Giliran Yuvi bertanya pada momy nya. Mohini yang mendapat pertanyaan seperti itu sedikit terkejut namun setelah nya ia memberi jawaban yang membuat putranya mengerti.
" Saat itu momy rasa jantung momy berdetak dua kali lebih cepat saat bertemu dengan dady mu, laki laki yang membuat momy jatuh cinta bahkan tergila gila akan pesona, kharisma, dan kebaikan nya kepada sesama. Momy merasa hari hari momy tidak lengkap rasanya jika tidak melihat dady mu walau sekejap mata, maka dari itu momy sering mendekati nya tapi sayang nya dady mu justru menjauhi momy. Hingga akhirnya tahun demi tahun terlewati berkat kesabaran momy, dady mu akhirnya melamar momy pada malam tahun baru di Dubai. Awal nya momy tidak percaya bahwa dady mu ini mencintai momy sejak dulu, namun melihat betapa ia sangat perhatian dan selalu mengatakan kata kata cinta..momy pun percaya. Bahkan dady mu terang terangan mengakui bahwa ia mencintai momy sepenuh jiwa dan raganya. Itu sebab nya momy tidak khawatir jika dady mu bertemu para fans wanitanya, karena momy tahu dady pasti akan kembali pada rumah nya yaitu momy." Mohini menceritakan pada putranya saat ia baru merasakan cinta pandangan pertama pada Charlie yang sangat cool dan kaku.
"Kenapa tiba tiba kau bertanya tentang rasanya jatuh cinta ? Apa putraku ini sedang merasakan nya, hem ?" Tanya Charlie sambil menaik turunkan alis nya.
"Kalau aku merasa jantung ku berdebar lebih cepat saat bertemu seorang wanita, apa itu jatuh cinta namanya ?" Tanya Yuvi pada kedua orang tuanya." Memang kau merasa begitu saat bertemu siapa ?" Ucap Mohini lembut pada anak nya yang sudah beranjak dewasa." Freya, aku merasa seperti itu saat bertemu dengan nya bahkan saat kami chatingan pun aku selalu begitu." Jawab Yuvi sambil memalingkan wajah nya yang tersipu malu.
"Ahahaha...putra kita sudah dewasa rupanya. Sudah mulai jatuh cinta dia." Charlie menggoyang goyangkan pundak anak nya sambil tertawa lepas." Apa lagi yang kau rasakan saat bertemu dengan nya, nak ?" Tanya Charlie lagi pada Yuvi." Aku merasa tidak suka jika ada yang mendekati Stella terlebih lagi jika laki laki, itu aneh bukan ?" Yuvi menceritakan perasaan aneh yang timbul saat melihat Freya didekati teman laki laki nya, tak rela rasanya jika Freya dekat dekat dengan pria selain dirinya." Itu wajar, kau cemburu tandanya." Ucap Mohini memberi pengertian pada putranya yang masih polos dalam hal percintaan.
"Sepertinya anak kita sedag jatuh cinta, honey." Ujar Charlie menatap lekat manik istrinya. Mohini tersenyum seraya mengangguk, diusap nya rambut sang anak yang dulu mereka nantikan kehadiran nya. Bocah laki laki yang dulu masih kecil kini beranjak dewasa." Sayang, apa kau masih bingung dengan perasaan mu padanya ?" Tanya Mohini yang bisa melihat keraguan di wajah anak nya.
Yuvi mendesahkan nafas nya," Yuvi bingung apakah ini cinta atau hanya nafsu belaka. Karena, Yuvi ingin menikah sekali seumur hidup sama seperti kalian." Ujar Yuvi pada kedua orang tuanya." Dengarkan momy, kalau kau masih ragu terhadap perasaan mu pergilah ke gereja, mintalah agar Tuhan memberi mu petunjuk tentang perasaan mu yang sebenarnya." Mohini memberi petuah yang sangat bijak bagi putra sulung nya ini.
"Momy benar boy, dalam hal apa pun jangan pernah lupakan Tuhan. Besok, kita ikut" Ucap Charlie membenarkan ucapan istrinya." Baik dady, Yuvi akan berdoa pada Tuhan agar dipilihkan wanita cantik dengan hati yang baik seperti momy." Jawab Yuvi yang merasa beban nya sedikit berkurang setelah bercerita pada orang tuanya.
Drrrttt drttt
Ponsel Yuvi bergetar pertanda seseorang menelpon nya.
"..........."
"Aku akan mengantar mu pagi ini."
"Tidak merepotkan sama sekali."
Telpon pun sudah dimatikan, Yuvi hendak bersiap menjemput Freya di rumah nya." Hey, semangat boy. Kau harus taklukan Vikram sebelum mendapatkan putri tunggal nya." Ujar Charlie pada sang anak." Pasti dady, aku akan menaklukan calon mertuaku yang super jahil itu." Jawab Yuvi sebelum akhirnya ia pergi ke garasi mobil nya dan pergi dengan membawa mobil sport kesayangan nya.
Mobil Yuvi melaju menembus padatnya jalan raya kota Delhi, sebelum sampai dirinya menyempatkan diri untuk mampir ke toko manisan langganan keluarganya.
"Paman, berikan aku dua kotak manisan terbaik yang kau jual." Titah Yuvi pada si penjaga toko." Ini pesanan mu, Tuan muda." Yuvi menerima dua kotak manisan tersebut dan segera membayarnya. Dengan hati berseri ia langsung menuju ke kediaman sang pujaan hati.
Yuvi sudah sampai dan langsung memencet bel rumah milik paman Vikram.
Ting tong ting tong
Setelah menunggu selama lima menit, akhirnya Yuvi dibukakan pintu oleh sang asisten rumah tangga yang sudah sangat mengenal Yuvi.
"Tuan muda, silahkan masuk. Maaf bibi terlalu lama membuka pintunya." Ujar bibi Durga pada Yuvi. Yuvi pun masuk kedalam, ternyata dirinya langsung disambut oleh sang paman yang memiliki tingkat kejahilan diatas rata rata.
"Keponakan ku sudah datang rupanya, Freya bilang dia akan pergi dengan mu?" Ucap Vikram seolah mengintimidasi Yuvi.
"Hehehehe iya paman, tenang saja tidak sampai larut malam kok." Jawab Yuvi berusaha meyakinkan sang paman." Oh iya, ini manisan untuk paman." Yuvi cepat cepat menyerahkan manisan yang berada ditangan nya.
"Hmm...mencurigakan, kau pasti ada mau nya kan ?" Yuvi menelan ludah nya kasar, rencana nya ternyata sudah diketahui oleh sang paman." Tid-tidak paman, Yuvi benar benar ingin membelikan paman manisan. Kalau paman tidak mau, buat Yuvi saja manisan nya." Yuvi hendak mengambil kembali manisan yang sudah ia berikan pada paman nya tadi.
"Eits...kata siapa paman tidak mau, paman mau kok." Vikram berusaha melindungi manisan kesukaan nya dari tangan Yuvi." Hahahahaha....bercanda paman." Yuvi tertawa melihat ekspresi paman nya yang begitu lucu." Dasar anak nakal !" Umpat Vikram yang merasa sudah dikerjai oleh keponakan nya ini.
"Yuv, kau sudah datang ?" Freya tiba tiba muncul dengan balutan dress casual yang simple namun indah dipandang. Yuvi terpukau dengan kecantikan gadis blesteran India dan Swiss tersebut." Heh anak nakal ! Jaga pandangan mu !" Vikram menepuk pipi Yuvi cukup keras.
"Eh i-iya paman, maaf paman." Ucap Yuvi yang tersadar dari lamunan nya saat mendapat tepukan di pipinya." Astaga ! Kau Yuvi anak nya Mohini kan ?" Stella muncul dengan heboh nya kala melihat Yuvi sedang duduk bersama suaminya di ruang kelurga." Iya aunty, aku Yuvi putranya dady Charlie dan momy Mohini." Jawab Yuvi dengan sopan santun.
"Sudah dewasa sekarang, dulu kita terakhir bertemu saat kalian lulus sekolah menengah atas." Ucap Stella mengingat momen terakhir bertemu dengan Yuvi saat ia dan suaminya menghadiri acara perpisahan putri tunggal mereka.
"Mereka cocok ya, dad ?" Ucap Stella pada sang suami yang langsung melotot mendengar apa yang istrinya katakan." Putri kita masih kecil, mom. Jangan bahas pernikahan dulu." Jawab Vikram yang masih belum siap melepas Freya untuk menikah atau pun berpecaran.
"Freya sudah dewasa, bila tiba saat nya kita juga harus melepas nya untuk dibawa ke rumah suaminya." Ujar mom Stella diangguki oleh suaminya." Tapi dia tetap jadi putri kecil ku sampai kapan pun." Ucap Vikram yang langsung mendapat pelukan hangat dari Freya.
"Pergilah dengan Yuvi, jangan pulang larut malam." Vikram memberi izin putrinya untuk jalan jalan dengan Yuvi." Okay dady." Freya mengecup singkat pipi dady nya.
"Ayo, kita berangkat Yuv." Ajak Freya pada Yuvi." Paman–aunty, kami pergi dulu." Yuvi berpamitan pada kedua orang tua Freya." Jaga putri ku baik baik, jangan macam macam padanya !" Pesan Vikram pada Yuvi.
"Tenang saja, aku tidak akan macam macam dengan putri cantik nya paman." Jawab Yuvi keceplosan pada Vikram." Apa kau bilang ?!" Vikram berniat menjewer telinga bocah nakal itu tapi tangan nya ditahan oleh istrinya." Tidak ada, lupakan saja paman." Yuvi langsung menggandeng tangan Freya yang langsung diteriaki sang paman.
"Hey!! Jangan sentuh putri ku ! Ingat, kalian bukan suami istri." Vikram mengultimatum Yuvi dengan wajah horor nya." I-iya paman, sorry." Yuvi langsung melepas gandengan tangan nya daripada babakbelur oleh paman nya sendiri.
Mereka akhirnya bisa pergi juga setelah menghadapi ocehan paman Vikram yang pedas nya bukan main." Maaf untuk yang tadi, Yuv." Freya tiba tiba meminta maaf pada Yuvi saat sudah berada dalam mobil.
Yuvi menoleh sejenak, kemudin mengaktifkan fitur auto pilot mobilnya." Maaf untuk apa ?" Tanya Yuvi kebingungan." Untuk sikap dady yang sedikit galak padamu." Jawab Freya yang membuat Yuvi tersenyum.
"Jangan dipikirkan, dady mu memang galak tapi dia itu sangat baik. Dia hanya ingin melindungi hartanya, yaitu kau." Ujar Yuvi dengan bijaksana nya." Yeah kau benar, dady memang seperti itu sejak aku kecil." Ujar Freya menimpali ucapan Yuvi. Mereka lantas melanjutkan perjalanan menuju pusat perbelanjaan.