Mr And Mrs Chandramohan

Mr And Mrs Chandramohan
Pengerjaan SABER 606



Paginya Raj datang setelah diminta oleh Jendra. Begitu masuk keruang keluarga dirinya sudah disambut oleh sang kakak dan istrinya yang tengah menikmati kopi.


"Kakak menginap disini semalam ?" Tanya Raj yang diangguki oleh Arun.


"Paman Raj !" Teriak ketiga anak laki laki yang baru saja selesai mandi itu.


"Ah keponakan tampan ku !" Balas Raj sambil memeluk erat ketiganya.


"Paman ayo kebawah !" Jendra segera mengajak paman nya itu untuk turun keruangan yang di desain khusus untuk merakit bentuk kerangka robot yang diciptakan dimansion ini.


"Tentu ! Paman sudah tak sabar melihat bentuk robot kalian bertiga." Ucap Raj yang segera mengikuti langkah ketiga nya menuju ruang bawah tanah yang terletak tak jauh dari tempat latihan Charlie dan dady Pratap.


"Adikmu sudah datang ?" Tanya Charlie yang baru muncul setelah berolahraga diruang gym lantai empat.


"Dia ada dibawah bersama Jendra dan twins A." Jawab Arun sambil kembali menyeruput kopi hitam buatan istri tercinta.


"Mari nikmati udara pagi ditaman belakang." Ajak Charlie pada Arun dan Naina untuk bersantai ditaman mansion ini. Disana bukan hanya terdapat taman melainkan juga terdapat kolam renang yang cukup besar.


"Ide bagus ! Aku juga sekalian ingin berenang." Balas Arun yang memang ingin menyegarkan tubuh nya dengan olahraga air tersebut.


Ketiga nya lantas pergi kebelakang, Arun segera melepas baju nya hingga menyisakan celana boxer nya saja dan langsung menceburkan dirinya ke kolam renang. Paman Akash yang juga ada disana juga ikut menceburkan dirinya ke air yang terasa menyegarkan itu.


Sementara Naina lebih memilih untuk duduk dipinggir kolam sembari menikmati sinar matahari pagi. Tak lama kemudian, Mohini menyusul sambil mendorong stoller baby twins. Mohini terlihat duduk diamping Naina, menemani nya mengobrol sambil menjemur baby Ara.


Sedangkan Charlie dengan sigap segera menggendong jagoan kecil nya untuk ikut menikmati hangatnya mentari pagi.


"Hey Charlie ! Ayo berenang bersama ku !" Ujar Arun sesekali menciprati Charlie dengan air kolam.


"Ckk ! Kau tak lihat, aku sedang berjemur bersama jagoan ku ?!" Balas Charlie sedikit kesal dengan Arun tapi ia tak bermaksud marah pada sahabat nya itu.


"Maksud ku, nanti setelah urusan mu beres." Ujar Arun meralat perkataan nya barusan.


"Oke !" Jawab Charlie singkat dan jelas.


Disaat yang lain sedang bersantai maka diruang bawah tanah kita akan melihat tiga anak jenius sedang mendesain robot mereka disebuah alat berbentuk papan ( mirip kaya meja yg dipake iron man ) yang dapat mengirimkan file desain robot langsung ke para mekanik dikantor.


"Ini adalah desain yang mengagumkan, Kids !" Ketiga bocah itu mendapat pujian dari Raj setelah melihat desain yang telah mereka ciptakan.


"Terimakasih paman." Ucap ketiga nya merasa senang dapat pujian dari Raj. Raj mulai mengutak atik desain tersebut, menambahkan fitur canggih serta menerapkan sistem pengenalan wajah serta suara.


"Desain nya sudah paman kirim ke para mekanik." Ujar Raj setelah menambahkan beberapa fitur canggih untuk robot pengawal sekaligus petarung tersebut.


"Tak lama lagi dunia akan segera menyambut robot SABER 606." Ucap Jendra dengan senyum kemenangan nya yang khas. Puas bersenang senang bersama robot nya, mereka berempat pergi ke belakang dan bertemu dengan Charlie.


"Bagaimana desain nya, apa sudah siap ?" Tanya Charlie yang sudah berada didalam kolam.


"Apa kalian bersenang senang tadi ?" Tanya Mohini pada ketiga bocah lelaki yang tengah melepas baju mereka.


"Kami sangat senang aunty....desain nya sangat fantastis kata paman Raj." Jawab si kembar berbareng


"Sudah beres semua, desain nya langsung dikerjakan oleh mekanik dikantor." Jawab Raj segera menghempaskan dirinya dikursi santai yang mengahadap langsung ke kolam renang.


"Hhmm...baguslah, semoga kita mendapat untung besar dari proyek ini." Kata Charlie lagi yang sedang berenang bersama Arun.


Berenang rupanya membuat perut mereka menjadi keroncongan, untung saja Mohini sudah menyiapkan makanan berupa beef burrito yang dihidangkan bersama nachos.


Mereka segera menyantap hidangan tersebut dipinggir kolam sambil bersenda gurau.


Sementara itu, Raj asik disuapi oleh Janvi. Dengan telaten Janvi menyuapi calon suami nya yang manja seperti anak kecil, tapi sangat dingin jika diluaran.


Beberapa jam kemudian, Arun berpamitan untuk kembali ke rumah bersama keluarganya juga Raj yang minta diantar ke pusat perakitan robot.


Dikamar, Mohini menatap sebal kearah Charlie yang sudah sibuk menyelesaikan tumpukan berkas kantor. Charlie yang sibuk didepan laptop menyadari tatapan sebal istrinya itu.


"Kau kanapa, honey ?" Tanya Charlie hanya menatap sekilas kemudian beralih lagi ke laptop.


"Tidak apa apa." Mohini menjawab ketus sambil mendengus kesal. Ia kesal sebab beberapa hari ini Charlie selalu sibuk dengan pekerjaan nya sampai melupakan jatah malam nya, tentu Mohini juga merindukan sentuhan yang Charlie berikan, namun ia sangat gengsi mengatakan nya.


"Ada apa...? Apa ada masalah dengan mu ?" Tanya nya penuh perhatian pada sang istri.


"Tidak, lanjutkan saja hingga kau melupakan ku. Padahal aku merindukan mu" Balas Mohini yang segera menghindar dan memilih menengok ke jendela kamar.


"Aku tidak melupakan mu, honey...kau adalah segala nya bagi ku. Tak mungkin aku mengabaikan mu. Aku juga rindu sayang...tapi bukankah kita selalu bertemu dirumah ?" Jawab Charlie yang sekaligus bertanya pada sang istri. Aneh rasa nya saat Mohini mengatakan rindu padanya padahal setiap pagi, sore dan malam mereka selalu bertemu, kecuali saat Charlie pergi ke kantor.


Saat Charlie hendak memeluk nya dari belakang, Mohini buru buru menghindar masuk ke ruang ganti dan menutup pintu rapat rapat. Charlie jadi bingung sendiri menghadapi mood istrinya yang suka naik turun seperti rollercoaster.


Tak lama Mohini keluar dari ruangan dengan memakai ligerlie warna merah menyala dan memperlihatkan lekuk tubuh nya yang seperti gitar spanyol.


Charlie segera berdiri dan menelan ludah nya kasar melihat Mohini memakai baju dinasnya." Kau ingin menggodaku ya ?" Ucap nya yang sudah mulai terangsang, bahkan celana sangat sesak sekarang.


"No, aku sedang tidak mood dengan mu. Aku hanya merasa panas saja." Jawab nya yang masih saja ketus, Mohini kembali melihat ombak lautan dijendela. Ia ingin memberi sedikit pelajaran pada suaminya yang super sibuk itu.


"Aku minta maaf ya....kalau kau merasa diabaikan oleh ku, tapi aku bekerja demi anak anak dan dirimu juga. Aku tau beberapa waktu ini aku sangat sibuk dengan ini semua, dan aku menyanyagimu, Honey. Maafkan aku." Ucap Charlie yang baru menyadari kesalahan nya yang sedikit mengabaikan istrinya itu. Perlahan ia memeluk Mohini dari belakang, menenggelamkan kepalanya diceruk leher wanita tersebut.


"Bohong, pasti kau terpaksa mengatakan nya. Minggir ! Aku mau tidur saja." Mohini segera melepas pelukan Charlie. Namun dengan cepat Charlie menarik tangan Mohini, hingga ia kembali dalam pelukannya.


"Percayalah, aku sangat rindu pada mu...bahkan ia juga merindukan mu. Aku benar benar menyesal." Charlie mengeratkan pelukan nya sambil sedikit menggesekan pinggul istrinya ini. Alangkah terkejutnya Mohini saat merasakan sesuatu yang mengganjal dibawah nya.


"Kau kenapa ?" Tanya nya yang sengaja membalas pergerakan Charlie hingga ia menggeram tertahan.


"Eeghhh...aku tak kuat lagi sayang." Ujar Charlie dengan suara parau yang penuh dengan gairah membara.


Charlie langsung melahap rakus bibir milik Mohini sampai ia merasa terengah engah. Segera ia menggendong Mohini menuju ranjang milik mereka berdua dan membaringkan nya.


"Boleh kah aku...?" Tanya Charlie meminta persetujuan istrinya sebelum menjalakan aksi nya.


Mohini yang sudah terbuai membalas dengan tersenyum, cukup baginya mendengar kata maaf dari Charlie.


Dan bibir keduanya kembali bersatu, menimbulkan suara decapan diruangan tersebut. Dan....


Crraakk


Charlie menyobek baju dinas kesukaan nya dan membuang nya asal. Charlie menenggelamkan kepalanya digundukan favoritnya itu, sesekali tangan nya bergerak memilin biji ketapang yang berwarna merah muda tersebut.


"Aahhh...hubbyy..." Mohini meracau tak jelas saat jari jari Charlie bermain disegitiga bermuda nya, ditambah lagi Charlie menggunakan lidah nya untuk mengobok obok inti istrinya. Mohini semakin membukakan kaki nya, mempersilahkan Charlie mengeksplor bagian intinya.


"Faster hubbyy....eehmm...sangat nikmat." Charlie semakin mempercepat ritme permainan lidah nya. "Aaarrrgghhh.....aku keluar." Mohini mengerang panjang dan tubuh nya bergetar hebat saat mendapat pelepasan pertamanya.


"Manis..."Ujar Charlie yang terkena semburan lahar panas istrinya sebab, kepala nya tadi semakin ditekan oleh Mohini saat akan mencapai pelepasan nya.


Charlie melucuti pakaian yang dipakai nya dan melempar nya sembarangan. Ia segera menindih tubuh Mohini yang sudah polos sejak tadi.


Perlahan ia menuntun kukubird nya memasuki lembah kenikmatan yang gelap dan basah tersebut. Charlie memompa pinggulnya naik turun dengan sangat lembut, membuat Mohini semakin terbuai dengan permainan sang suami yang ia cintai.


"Oouughh....hubbyy..." Mohini mencengkram bahu Charlie sangat kuat saat badai kenikmatan menerpa dirinya.


"Aahhh...sedikit lagi...eeghh..Aarrghh." Charlie juga ikut menyemburkan lahar panas nya yang sangat banyak itu.


"K–kenapa belum dicabut ?" Tanya Mohini yang merasa kukubird suaminya masih onfire didalam sana.


"Aku ingin lagi...boleh ?" Ucap Charlie yang wajah sudah sangat memerah dan penuh keringat percintaan.


"Hu'um...lakukan sepuas mu, hubby." Jawab Mohini yang sudah memasrahkan dirinya pada Charlie.


Charlie yang terlonjak girang, segera saja ia tancap gas lagi hingga membuat istrinya kelelahan melayani nya diranjang.


"Hosh hosh hosh." Deru nafas mereka bersahutan. Charlie berbaring disamping sang istri dan memeluk nya dengan sangat posesif.


"Bagimana apa kau puas sekarang ?" Tanya Charlie menaik turunkan sebelah alis nya.


Mohini hanya mengangguk sambil menenggelamkan wajah nya yang memerah seperti kepiting rebus


Charlie tergelak melihat istrinya yang salah tingkah dengan pertanyaan nya berusan. Charlie memang suka menjahili Mohini, bahkan Mohini menjulukinya Tuan Mesum. Ya, ini karena Charlie sering menggoda nya sampai ia salah tingkah sendiri mendengar ocehan nya.