
"Sayang, kita jalan jalan mau ?" Tanya Manohar saat santai dibalkon kamar hotel menikmati semilir angin. "Boleh, mau kemana memang nya ?" Rhea terlihat tertarik saat mendengar kata jalan jalan." Hmm...bagimana kalau menonton ?" Usul Manohar pada istrinya." Ok, aku ganti pakaian sebentar." Rhea bergegas ke walk in closet guna berganti pakaian.
"Sudah siap ! Ayo kita pergi." Ujar nya ketika keluar dari walk in closet dengan dress sederhana namun tetap cantik bila dikenakan. "Cantik sekali." Manohar memuji wanitanya hingga membuat nya merona. Selesai dengan urusan pakaian, keduanya turun ke loby menunggu supir menjemput mereka dengan mobil.
"Kau ingin nonton apa ?" Tanya Rhea yang bingung saat melihat beberapa film yang baru saja liris tersebut. "Terserah kau saja, sayang." Ucap Manohar yang tengah asik makan popcorn manis favoritnya. "Sheershah bagaimana ? Kudengar ceritanya sangat menarik." Pilihan Rhea akhirnya jatuh pada film dengan genre action dan romantis yang satu ini. Bercerita tentang seorang tentara yang harus ikut ke medan tempur dan terpaksa meninggalkan tunangan nya. Si tentara berjanji akan menikahi tunangan nya setelah perang berakhir, namun sayang dia kehilangan nyawanya saat dimedan tempur. Kehilangan orang yang disayangi nya, membuat sang tunangan memutuskan untuk tidak menikah dengan siapa pun. Film ini memiliki cerita yang sangat menarik untuk dilihat para pengagum film bollywood.
"Bukan menarik saja, namun romantis seperti kita." Ucap Manohar memasukan popcorn manis kedalam mulut Rhea. "Ayo kita masuk ke studio nya." Manohar lantas menggandeng tangan istrinya menuju studio tempat mereka menonton. Lain hal nya dengan pasangan Raj dan Janvi yang memilih menelusuri indahnya kota Dubai dengan mobil sport milik Raj.
"By, Dubai indah sekali ya." Ucap Janvi yang takjub melihat kemewahan kotanya para sultan tersebut. "Benar, dan rata rata penduduk nya memiliki singa untuk hewan peliharaan mereka." Sahut Raj sambil mengubah setir mobil nya menjadi auto pilot. "Wow ! So crazy !" Bola mata Janvi ingin keluar dari tempatnya saat mendengar perkataan suaminya mengenai gaya hidup mewah masyarakat Dubai.
Selesai menonton, keduanya lanjut mengelilingi mall. "Ini, pakai sesuka mu." Manohar menyodorkan sebuah kartu berwarna hitam kepada istrinya. Tentu Rhea tak asing dengan benda tipis itu," Ini untuk ku ?" Tanya Rhea memegang kartu hitam pemberian suaminya. "Yap, kau bebas memakai nya." Jawab Manohar sedikit mengacak rambut Rhea. "Terimakasih, Manu." Meskipun Manohar membebaskan nya untuk menggunakan kartu itu, namun Rhea tidak akan bersikap boros. "Sudah menjadi kewajiban suami untuk menafkahi istri, baik lahir maupun batin." Jawab Manohar membuat Rhea sangat bersyukur mendapat suami yang diidamkan nya. "Terimakasih sekali lagi Manu, I love you." Ujar Rhea setengah berbisik. "Aku ingin kecupan, boleh ?" Tanya Manohar iseng, namun alangkah terkejutnya ia karena....
CUP
Rhea mengecup bibirnya duluan, dan itu cukup membuat jantung Manohar bertalu talu rasanya. Tak ingin melewatkan momen ini, Manohar justru memperdalam kecupan itu menjadi sebuah *******. Perang antar lidah pun tak terelakan lagi. "Mmpphh...Manu." Manohar sangat rakus dalam perang lidah kali ini, bahkan ia seolah lupa bahwa mereka sedang ada di mall.
Rhea cepat cepat mendorong tubuh suaminya menjauh. "Ish dasar mesum !" Sewot Rhea yang kini lipstik nya belepotan disekitar bibir suaminya. "Maaf, bibir mu sudah menjadi canduku honey." Ujar Manohar beralasan. "Kau mau yang lebih hot ? Nanti saja dikamar." Ucap Rhea frontal didepan suaminya." Sungguh ? Baiklah, aku tunggu kau malam ini." Ucap Manohar kesenangan seperti mendapat jackpot.
"Ayo temani aku." Rhea tiba tiba menggandeng lengan suaminya menuju toko pakaian ulalala. Begitu sampai didalam, tubuh Manohar dibuat tegang saat melihat model pakaian dinas malam yang dipajang disana." Kau mau apa, honey ?" Tanya Manohar sambil terus menelan ludahnya kasar." Mau beli pakaian dinas untuk suamiku ini." Jawabnya sambil memilah milah baju haram yang cocok untuk nanti malam.
"Menurut mu, lebih bagus yang ini atau yang ini ?" Rhea meminta saran suaminya sambil memperlihatkan dua buah baju dinas ditangan kanan dan kirinya." Yang hitam saja, kau pasti sangat sexy memakainya." Jawab Manohar yang berusaha sekuat tenaga untuk menahan gairahnya yang semakin memuncak manakala dirinya melihat betapa tipisnya baju itu hingga menimbulkan fantasi liar diotaknya, terlebih lagi saat Rhea mengajaknya ke ruang ganti untuk mencoba baju dinas yang dipilihnya.
"Oh **** ! Kau sudah membangunkan nya." Manohar menatap sebal istrinya yang sedang berlenggak lenggok didepan cermin besar diruang ganti. "Upss...adik kecil tidur lagi ya, setelah ini kau akan mendapat servis terbaik dari sarangmu." Ucap Rhea seraya membelai gundukan dibalik celana jins milik suaminya, sial hal itu justru semakin membuat barbel jumbo nya semakin menggeliat. Bahkan tonjolan nya semakin tercetak jelas," kita cari hotel sekarang juga !" Manohar bergegas menggandeng istrinya sampai ke mobil.
Didalam mobil, Manohar langsung menurunkan resleting celana nya hingga barbel jumbonya menyembul dari dalam. Rhea yang mengerti segera mengocok barbel suaminya menggunakan kedua tangan dan mulutnya. Manohar tak lagi bisa mengontrol suara laknat nya saat lidah Rhea menari nari diatas kepala barbel nya. Hingga akhirnya....
"Aakhh...honey...faster sayang faster...oughhhhh...." Manohar mencengkram kuat jok mobil yang ia duduki saat barbel jumbonya menyemburkan lahar panas diwajah istrinya. Dan untung nya pak sopir didepan tak melihat aksi dua majikan nya yang somplak itu. "Hosh hosh...terimakasih honey." Manohar berucap dengan nafas terengah engah nya. Secepat kilat ia membenarkan posisi barbel jumbonya yang masih setengah keras untuk kembali tidur, sebelum ia bangkit kembali.
"Kau terlalu banyak mengeluarkan nya diwajah ku !" Ujar Rhea bersungut sungut sambil sesekali menyeka wajah nya dengan tisu basah. "Hehehehe....maaf ya, sudah lama aku harus puasa sayang." Balas Manohar yang ikut menyeka wajah istrinya menggunakan tisu. "Sebentar lagi kita sampai, tak sabar rasanya ingin menerkam tubuh mu." Ujar Manohar kembali dengan tatapan mata elang nya serta seringai licik tersungging dibibirnya. Rhea menelan saliva nya kasar saat ditatap oleh suaminya seperti itu.
"Tuan, kita telah sampai." Sang sopir berbicara dari balik telepon yang disediakan didalam mobil. "Oh, ya tentu." Manohar dan Rhea bersiap turun dari mobil, Manohar merengkuh pinggang sang istri begitu mereka ada didalam lobby hotel. Banyak pasang mata yang memperhatikan sepasang pengantin baru ini.
"Ya, itu ayah dari petarung andalan kita."
"Chandramohan Charlie Sharma?"
"Woah ! Dia beruntung memiliki istri cantik seperti Rhea Mazumdar." Dan masih banyak lagi kasak kusuk dari para fans ayah dan anak tersebut. Manohar yang mendengar nya sontak tersenyum melihat kearah istrinya, "mereka benar, aku beruntung mendapatkan mu." Bisik nya sambil mencium pipi Rhea didepan umum. Aksinya sukses membuat para penggemarnya bersorak sorai untuk pengantin baru tersebut.
"Oh God!! Tuan Manohar romantis sekali."
"Ah, rasanya aku ingin dicium juga."
Rhea yang mendapat ciuman dari suaminya benar benar merasa malu sekaligus senang, karena secara tak langsung Manohar telah memperkenalkan nya kepada mereka semua yang ada di lobby hotel.
"Berikan kamar paling bagus untuk kami." Titah Manohar pada seorang resepsionis yang berjaga di lobby. "Baik, ditunggu." Selang beberapa menit keduanya pun menaiki lift menuju kamar mereka dilantai 15. "Wow indah sekali !" Pekik Rhea yang melompat kegirangan seperti anak kecil saat melihat dekor kamar hotel yang begitu megah. "Ini belum seberapa."
Sraakkkkk
Manohar menyingkap tirai jendela kamar mereka, tampak dari dalam keindahan kota Dubai dari kamar yang mereka tempati saat ini. "Indah sekali." Ujar Rhea yang sudah berada dipelukan suami nya. Manohar mengurai pelukan nya sejenak sambil merogoh saku mantelnya, mencari sesuatu yang sudah dipersiapkan nya. "Aku membeli ini khusus untuk mu, sweetie. Ucap nya seraya menunjukan sebuah kalung dengan liontin berbentuk hati. "Kenapa hatinya hanya setengah bagian ?" Tanya Rhea yang mendapati liontin kalung nya hanya setengah bagian. Manohar tersenyum mendengarnya, "memang hanya setengah, karena sisa nya adalah milikku." Jawab nya dengan memperlihatkan kalung yang sama seperti yang ia berikan pada Rhea. "Dengan begini semua orang akan tahu bahwa kau adalah separuh hatiku." Jelas nya lagi yang semakin membuat Rhea berbunga bunga mendengarnya. "Aww..manisnya suamiku ini." Rhea yang sedang bahagia memberikan kecupan kecupan diwajah suaminya.
VISUAL
Pemandangan Kota Dubai dari atas kamar
Kalung pemberian Manohar