Mr And Mrs Chandramohan

Mr And Mrs Chandramohan
Pergi Ke Danau



Besok paginya, Alona datang dengan mengendarai sepeda roda dua nya. Tepat ketika ia hendak memecet bel pagar mansion tersebut, Jendra muncul sambil membukakan pintu gerbang.


"Alona, temani aku sebentar." Ucap Jendra saat kedua nya sudah berada di taman depan mansion ini." Kemana ? Katanya mau jalan jalan ?" Tanya Alona heran.


"Iya kita jadi jalan nya, tapi tunggu aku selesaikan tugas ku." Jendra terus menggandeng tangan Alona hingga sampai di gudang tua milik sang kakek." Buat apa kita di gudang ?" Alona makin heran melihat Jendra membuka sebuah meja yang tertutup dengan kain putih.


"Tentu saja membuat robot." Alona terperangah mendengar jawaban yang meluncur dari mulut teman nya itu. Jendra mulai memasukan beberapa sandi juga memindai sidik jarinya sebelum ia bisa mengakses desain robot ciptaan nya.


"Lona, lihat ini ? Bagaimana menurut mu ?" Tanya Jendra mengarahkan desain nya pada Alona." Kata mu ini robot ? Tapi, kenapa bentuknya mirip sarung tangan ?" Alona heran melihat desain robot yang sangat detail di setiap bagian nya itu.


"Hehehehe....ini bukan sarung tangan biasa, Lona. Ini sarung tangan ajaib." Jendra mengambil salah satu prototype robot tersebut dan memakai nya.


"Perhatikan baik baik !" Jendra mulai mengarahkan tangan nya yang sudah dipakaikan sarung tangan ajaib ke sebuah benda logam, ajaib nya benda tersebut langsung melekat di tangan kanan nya.


"Woah langsung menempel sempurna !" Alona berteriak heboh saat Jendra menguji kemampuan robot baru nya." Ini masih permulaan, rencana nya aku akan menambahkan fitur penyalin sidik jari pada sarung tangan ini." Ucap nya semakin membuat Alona terkesima.


"Pasti banyak yang akan membeli robot ciptaan mu, Jendra." Ujar Alona pada Jendra." Tentu, hanya saja aku menjual nya secara terbatas. Hanya untuk badan intelijen negara saja." Jawab jendra, ia memang akan memperkenalkan robot ini pada badan intelijen seluruh dunia.


"Kenapa memang nya ?" Tanya Alona penasaran." Karena akan sangat berbahaya jika alat ini jatuh ke tangan orang jahat. Mereka bisa melakukan hal berbahaya dengan menggunakan G.ONE." Alona menganggukan kepala nya.


"Ayo, kita jalan jalan." Ucap Jendra sambil menggandeng tangan Alona. Mereka pun berpamitan pada Manohar yang sedang menemani istrinya berjemur di taman.


"Kalian hati hati ya." Pesan Rhea pada kedua nya." Kalau kalian lelah, minta paman Rio untuk mengatar kalian ke mansion." Ucap Manohar pada Jendra dan diangguki oleh bocah tersebut.


"Lona, ayo pergi." Jendra kembali memboncengkan Alona dengan sepeda, bedanya kali ini mereka pergi dengan menaiki sepeda milik Alona. Tujuan pertama mereka adalah ke sebuah danau buatan yang terletak tak jauh dari peternakan.


"Woah indah sekali tempat nya !" Jendra dibuat takjub dengan keindahan danau yang cukup luas itu, ditambah pemandangan para angsa yang sedang berenang di pinggir nya.


"Ayah pernah membawa ku ketempat ini." Ucap Alona yang tampak mengeluarkan sesuatu dari kantung baju nya." Kau mau apa ?" Tanya Jendra yang penasaran.


"Memberi makan ikan, kau mau ?" Tawar Alona yang menyodorkan plastik kecil berisi pelet ikan. Tentu Jendra mau melakukan nya, ia sangat senang memberi makan ikan.


"Ikan nya banyak sekali ! Bahkan lebih banyak dari milik kakek." Jendra dan Alona sangat menikmati waktu berlibur mereka di Maharastra." Alona, kau tinggal dimana ?" Tanya Jendra pada Alona.


"Aku tinggal di Indonesia, tepat nya di Jakarta." Ucap Alona menjelaskan pada Jendra." Owh...aku boleh main ke rumah mu ?" Tanya Jendra yang lagi lagi membuat Alona kaget.


"Boleh, memang kau mau pergi ke Indonesia ?" Jendra mengangguk angguk," Aku ke Indonesia saat ulang tahun ku yang ke empat, karena aku ingin mengundang mu." Ujar Jendra pada Alona yang tengah memandang nya." Kau mau datang kan ?" Alona menggangguk malu malu," tapi bagaimana aku tau hari ulang tahun mu ?" Ucap Alona polos, pasal nya ia belum boleh menggunakan gadget seperti yang terkadang Jendra lakukan.


"Aku bisa mengirimkan mu surat setiap minggu nya. Bagaimana ?" Alona tampak berpikir sejenak, itu tidak terlalu buruk baginya. Lagi pula ia sudah bisa membaca dan mahir menulis, jadi tidak masalah pikir nya." Bagaimana, kau setuju tidak ?" Alona mengangguk menyetujui ide Jendra." Aku akan membalas surat mu nanti." Ucap Alona pada Jendra.


"Lona, apa saat dewasa kita bisa bertemu kembali ?" Ucap Jendra yang menatap Alona dengan sendu. Alona mengendikan bahunya, ia tak tau mereka bisa bertemu lagi atau tidak." Kenapa memang nya ?" Jendra berlari kemudian memetik sebuah bunga dan memberikan nya pada Alona.


Alona pun juga sama polos nya seperti Jendra," Aku janji kita akan menikah nanti." Jawab Alona sambil menyunggingkan senyum manis nya. Dengan mudah nya mereka berjanji untuk menikah saat dewasa nanti tanpa mengerti arti dari sebuah pernikahan itu apa." Alona, kita pergi ke peternakan mau ?" Tawar Jendra segera saja Alona mengganggukan kepala nya.


Begitu sampai di sana, mereka berdua langsung disambut oleh paman Rio yang sedang menggembala para sapi di padang rumput." Selamat datang, Tuan kecil." Ucap paman Rio ramah.


"Pagi uncle, aku datang bersama sahabat ku." Ucap Jendra pada paman Rio nya." Alona, dia uncle Rio. Uncle yang menjaga semua sapi sapi kakek di sini." Ucap Jendra mengenalkan Rio pada Alona.


"Hai uncle, aku Alona. Kami baru berteman kemarin." Alona memperkenalkan dirinya, Rio tersenyum mendengar penuturan Alona yang sangat menggemaskan baginya.


"Uncle, aku boleh mengajak sahabat ku berkeliling peternakan ?" Tanya Jendra meminta izin pada Rio." Silahkan, kalau kalian butuh sesuatu panggil uncle, okay ?" Rio pun meneruskan pekerjaan nya mengawasi para sapi yang sedang merumput itu.


"Jendra, ini milik kakek mu ?" Tanya Alona pada Jendra." Yap, ini punya kakek. Omong omong, kapan liburan mu berakhir ?" Alona terlihat mengingat ingat kapan liburan nya berakhir.


"Umm...Minggu depan aku pulang ke Indonesia." Jendra mengganguk mengerti." Aku punya dua tiket pertandingan criket hari Rabu nanti, kau mau ikut ?" Jendra menawarkan satu tiket yang ia punya pada sang sahabat.


"Aku ingin pergi dengan mu, tapi harus izin ayah dan bunda dulu." Jawab Alona," baiklah...nanti aku yang bicara pada ayah dan bunda mu, kalau perlu pada kakek mu juga." Jendra pun mengajak Alona kembali berkeliling peternakan yang sangat luas tersebut.


Lelah berkeliling mereka akhirnya memutuskan untuk kembali ke mansion, tentu dengan diantar oleh Rio menggunakan mobil pribadinya.


"Uncle, terimakasih sudah mengantarkan kami." Ujar Jendra setelah mereka sampai di mansion." Sama sama, Tuan kecil." Rio pun undur diri dari mansion." Cucu nenek sudah pulang ? Seru jalan jalan nya ?" Ucap Rhea yang melihat kedatangan cucu nya itu.


"Seru nek, tadi aku mengajak Lona berkeliling peternakan." Jendra menceritakan pengalaman nya menjelajah bersama Alona. Tak jarang Alona menimpali obrolan Jendra dengan nenek nya.


"Kakek, Jendra boleh ajak Alona ke pertandingan cricket nanti ?" Tanya Jendra ragu ragu pada kakek nya. Manohar menoleh ke arah sang istri, Rhea tampak mengganggukan kepala nya." Boleh, kakek mengizinkan nya." Jawaban yang diberikan Manohar membuat Jendra senang bukan main.


"Terimakasih, kek." Alona berterimakasih pada Manohar yang sudah memperbolehkan nya pergi bersama Jendra nanti." Tidak masalah, Princess." Terlihat wajah kedua anak tersebut sangat riang gembira hari ini.


"Oh ya, setelah ini kakek antar Alona pulang ya ?" Ucap Manohar pada Alona." Tidak usah, kek. Alona kan bawa sepeda tadi." Tolak Alona secara halus, ia tak ingin merepotkan kakek dari sahabat nya ini.


"Tidak apa, nanti sepeda nya biar uncle Vayu antar. Bagaimana ?" Alona pun setuju dengan tawaran Manohar barusan.


VISUAL


Danau yang dikunjungi Jendra & Alona



Robot G. One