Mr And Mrs Chandramohan

Mr And Mrs Chandramohan
Pelanggan ke 100



"Apa kau merindukan ku, hingga menyusul kemari ?" Tanya Charlie menaik turunkan alisnya memandang kearah Mohini.


"Byy...." rengek Mohini memukul lengan Charlie dengan wajah merona nya


"Wajah momy merah seperti tomat!" Ucap Jendra spontan membuat Mohini makin salah tingkah saja jadinya.


"Hahahahahah....lihat putra kita sampai menertawakan mu." Mohini semakin malu saja saat Jendra mengatakan dirinya seperti tomat.


"Sudahlah ! Momy mau pulang saja ! Mau main sama Jev dan Ara" Sungut Mohini berpura pura kesal dan merajuk dan melenggang pergi


"Yaahh...jangan marah dong momy sayang." Ujar Jendra dengan mimik muka sedih sambil melihat ke arah dady nya seolah meminta bantuan untuk membujuk momy mereka.


Charlie yang seolah tau apa yang putra nya sampaikan segera tancap gas guna menyusul istrinya yang sudah berjalan jauh.


"Honey tunggu !" Suara bariton menggema disamping Mohini, membuat nya berhenti melangkah dan sejenak melihat ke samping kanan nya.


"Mau apa hah !" Jawab Mohini ketus sambil menyilangkan kedua tangan nya di dada.


"Jangan marah marah, nanti cepat tua lho." Ujar Charlie mencolek dagu istrinya.


"Biar saja ! Kau juga sudah tua kan ?!" Jawab Mohini balik bertanya dengan berkacak pinggang.


"Heheheh...kau benar, aku tua dan mempesona." Kelakar Charlie, Mohini memutar bola mata nya jengah dengan kenarsisan sang suami.


"Jangan marah...aku hanya bercanda tadi. Please, forgive me." Pinta Charlie dengan tangan memegang kedua telinga nya.


"Iya dimaafin...tapi aku mau pulang." Jawab Mohini lagi. Merasa istrinya masih marah, Charlie berinisiatif turun dari ATV nya dan mendekati Mohini. Ditarik nya pinggang sang istri, hingga netra kedua nya saling bertatapan. Tatapan Charlie berhenti tepat di bibir **** milik istrinya, perlahan tapi pasti Charlie mendekatkan wajah nya.


CUP


Sebuah benda kenyal mendarat di bibir Mohini, membuat tubuh nya menegang seketika. Charlie mulai mengunyah tipis tipis bibir manis istrinya,Mohini turut membalas ciuman Charlie yang membuat nya merasa ada desiran hangat dalam tubuh nya. Rasa marah yang dirasakan nya tadi mendadak menguar entah kemana.


"Hhmmppss...mmphh." deru decapan semakin terdengar diantara mereka. Kedua nya berciuman cukup lama, menyalurkan cinta kasih diantara kedua nya.


"I love you, honey." Ucap Charlie seusai melepas pagutan nya dan menyeka bibir Mohini yang basah terkena saliva nya.


"I love you more, papa bear." Jawab Mohini yang langsung menubrukan dirinya ke tubuh sang suami. Charlie segera memeluk erat tubuh sang istri yang sangat ia cintai.


"Momy...Jendra ingin ice cream." Ujar Jendra yang membuat Charlie dan Mohini melepas pelukan nya dan menoleh tepat kearah Jendra.


"Prince ingin makan ice cream ?" Tanya Charlie sambil berjongkok mensejajarkan tubuh nya dengan tubuh putra nya." Boleh kah ?" Ujar Jendra meminta persetujuan kedua nya.


"Ambilah dan beli ice cream favorit mu." Titah Mohini menyodorkan uang yang dipegang nya pada Jendra. Penuh semangat ia berlari ke tukang ice cream yang tak jauh dari posisi mereka.


"Paman...tolong buatkan aku ice cream coklat." Ucap Jendra saat sampai ditukang ice cream." Tentu anak muda." Jawab si tukang ice cream ramah.


"Ini ice cream nya." Kata si tukang ice cream sambil memberikan dua porsi ice cream contong kepada Jendra.


"Kau memberikan dua untukku ?" Tanya Jendra bingung, pasal nya ia hanya memesan satu ice cream saja.


"Ya, hari ini kau adalah pembeli ke seratus ku. Oleh karena nya aku memberimu satu ice cream lagi." Terang si tukang ice cream panjang lebar.


"Oh. Terimakasih ya paman, kau baik sekali." Jawab Jendra sambil memuji kebaikan si tukang ice cream. Jendra pergi berlalu sambil membawa dua ice cream ditangan nya.


"Mom lihat ! Aku dapat dua ice cream." Ujar Jendra memamerkan ice cream milik nya.


"Cucuku dapat jackpot rupanya !" Dady Pratap rupanya juga ikut mengamati tingkah cucu nya sejak tadi. "Paman itu bilang, Jendra adalah pembeli ke seratus nya siang ini. Jadi, dengan senang hati ia memberiku dua ice cream ini." Jelas Jendra membuat dady dan momy nya hanya menganggukan kepala.


Jendra menyodorkan salah satu ice cream yang dia pegang kepada Mohini,"momy, ini ice cream coklat untuk mu." Ujar Jendra sembari memberikan ice cream contong nya.


"Ya ampun anak momy....baik sekali kamu, sayang." Balas Mohini menerima ice cream pemberian anak nya serta memberikan kecupan dipipi anak nya.


"Opa tidak kebagian ya ?" Tanya dady Pratap menampilkan mimik muka sedih nya. Sontak saja aksi nya membuat sang cucu merasa bersalah dan segera menghampiri nya.


"Jika opa mau, kita bisa makan ini bersama." Ucap Jendra pada dady Pratap. Dady Pratap tersenyum mendengar perkataan cucu nya yang sudah mengerti untuk berbagi kesesama nya.


"No, buat Jendra saja. Opa hanya bercanda tadi." Jawab dady Pratap sambil meraih tubuh Jendra dan membawa nya ke dalam gendongan nya.


"Sungguh ? Padahal aku ingin membaginya dengan Opa dan Kakek." Jawab Jendra yang ingin makan ice cream bertiga dengan kedua kakek kesayangan nya itu.


"Baikkah jika itu keinginan mu." Dady Pratap mulai menjilat sedikit ice cream coklat yang hampir meleleh itu.


"Apa rasa nya manis Opa ?" Tanya Jendra lagi."manis, seperti cucu Opa ini." Ujar dady Pratap memamerkan senyum teduh nya.


VISUAL



Ice Coklat Yang Menggoda gaess