Mr And Mrs Chandramohan

Mr And Mrs Chandramohan
Ngidam Pertama Kali



Saat ini semuanya sudah berada di meja makan, berbagai makanan sudah terhidang dan siap disantap. Para istri mulai mengambilkan makanan untuk suami mereka namun, tiba tiba Rhea menolak untuk makan.


"Ada apa, Sweetie ? Apa perutmu sakit ?" Tanya Manohar penuh rasa khawatir." Perutku tidak sakit, aku hanya ingin sesuatu." Jawab Rhea malu malu." Ingin apa ? Biar ku belikan saat ini." Manohar terlihat antusias saat sang istri ingin sesuatu.


"Aku ingin makan kebab isi daging dan keju." Ujar Rhea pada sang suami dan didengar oleh semuanya." Boleh, aku belikan ya ?" Jawab Manohar yang ingin beranjak pergi," bukan beli manu, aku ingin kau yang memasak kebabnya. Bisa kan ?" Tambah Rhea lagi yang sepertinya tak enak meminta sang suami untuk memasak di dapur, dirinya juga tak ingin merepotkan sang suami tapi ia tak dapat menahan keinginan nya itu.


"Sepertinya misi mu sebagai ayah siaga akan segera dimulai." Ujar dady Pratap pada sahabat nya." Kau benar, Pratap." Balas Manohar pada Pratap yang sudah berbaik hati padanya." Mau ikut, atau tunggu disini ?" Ucap Manohar menawarkan," ikuutt..." Rhea langsung menjawab ikut, baginya Manohar akan dua kali lebih tampan saat memasak di dapur.


Manohar kini sibuk menyiapkan bahan bahan membuat kebab untuk istri tercinta. Mulai dari mencuci sayuran segar hingga memotong nya dan menata nya dalam kulit kebab yang sudah ia panggang setengah matang.


Sementara Rhea menunggu nya di minibar sambil terpesona dengan ketampanan sang suami yang sangat macho saat memanggang kebab pesanan nya." Sweetie....ini kebab nya." Ucap Manohar sambil membawa sepiring kebab ukuran jumbo." Makasih, Sayang ku." Balas Rhea yang memberi kecupan singkat dipipi Manohar.


"Sama sama, Sweetie. Kalau kau ingin sesuatu, bilang saja pada ku." Ujar Manohar lagi," sekarang buka mulut mu, aakk..." Manohar terlihat menyuapi Rhea dengan potongan kebab," rasanya sangat lezat...kau pintar memasak rupanya." Rhea bahkan memuji kebab buatan suaminya itu, rasanya benar benar pas dilidahnya.


"Syukurlah kalau rasanya enak."


"Manu, maafkan aku telah merepotkan mu." Ucap Rhea dengan wajah sendu dan bahkan sampai menangis. Dia sungguh tak enak hati sampai membuat suaminya belepotan di dapur seperti ini.


"Sshhtt...tidak ada yang direpotkan, aku justru senang bisa mengabulkan keinginan istri cantik ku ini. Sudah...jangan menangis, kau jelek saat menangis." Manohar tampak menenangkan tangis sang istri, dirangkul nya pundak Rhea masuk kedalam pelukan nya.


"Manu..."


"Ya, Sweetie ?"


"Boleh aku makan ice cream ? Boleh ya..." Pinta Rhea yang tiba tiba menginkan ice cream contong." Boleh, mau sekarang atau nanti ?" Tanya Manohar dengan penuh kesabaran." Sekarang saja." Manohar kembali menuju kulkas dan mengambilkan ice cream contong yang memang sengaja di stock di mansion ini.


"Makasih, sayang." Rhea menerima nya dan langsung membuka ice cream strawberry itu hingga habis. Sedang asik dengan ice cream nya, tiba tiba momy Shamita mendatangi mereka." Bagaimana ? Apa Rhea mendapatkan yang di inginkan nya ?" Tanya Shamita pada Manohar," tentu saja...bahkan Rhea menyukai kebab yang aku buat." Sahut Manohar dengan bangganya.


"Dasar bucinn..."


Momy Shamita segera pergi ke ruang keluarga, dia tak ingin mengganggu kedua insan yang berbahagia ini." Sweetie...aku merindukan mu." Ucap Manohar membenamkan kepalanya di ceruk leher istrinya, Rhea sangat tahu maksud kata merindukan bagi Manohar." Lalu..?" Rhea berlagak tak tahu apa apa," apa aku boleh menjenguk nya, aku sungguh tak tahan lagi." Ujar Manohar dengan suara berat menahan gairah nya sambil sesekali memberi tanda merah di leher Rhea.


"Boleh...tapi jangan keluarkan di dalam." Rhea menjawab dengan susah payah, sebisa mungkin ia menahan suaranya." Aku akan pelan pelan, sayang." Manohar langsung membalik tubuh Rhea, dan ******* bibir ranum milik Rhea. Tangan nya bahkan sudah bergrilya kemana mana." Mmpphh....aah..." rhea men de sahhh tertahan akibat sentuhan memabukkan Manohar.


"Kita lanjutkan di kamar, ya." Manohar menggendong istrinya seperti anak koala dan membawanya ke kamar mereka. Sesampai nya dikamar, Manohar mengungkung Rhea dalam balutan tubuh kekar nya. Satu persatu Manohar melepas seluruh pakaian Rhea hingga menyisakan kacamata power rangers dan segitiga bermuda miliknya.


Manohar mulai mengabsen setiap inci tubuh sang istri, dari mulai gunung kembar favoritnya hingga turun ke lembah surgawi milik istrinya. Rhea hanya mampu memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan yang suaminya berikan." Aahhh...manu...hhmmsss..."nyanyian Rhea turut menggema di dalam kamar ini saat Manohar menusukan lidah nya tepat di inti Rhea.


Bahkan saking profesional nya hanya dalam beberapa menit Rhea mendapat pelepasan pertamanya. Manohar segera bangkit dan membuka seluruh pakaian nya." Aku masukkan, ya ?" Rhea merasakan benda tumpul yang menusuk nusuk bagian bawahnya hanya dapat menganggukan kepalanya.


Blesss


"Aahhh..." jerit keduanya saat pedang sakti itu terbenam sempurna dalam sarung nya. Perlahan Manohar mulai menggerakan pinggulnya maju mundur," Ouughh....sweetie...hhgggg." Manohar bahkan sampai mengetatkan rahangnya, rasanya pedang nya seperti dicengkram dan diurut oleh sarung milik Rhea.


Rhea juga tak kalah sama, beberapa kali kuku cantik nya menancap di pundak sang suami. Dirinya benar benar sangat menikmati setiap hentakan dan hujaman lembut yang Manohar berikan. Menit menit pun berlalu, Manohar juga merasa akan sampai pada pelepasan nya.


"Aakkhhh...sedikit lagii...aaarrghhh..." Secepat mungkin ia mencabut pedang sakti nya dan mengeluarkan lahar panas nya diatas perut Rhea." Hos..hos...hos..." Deru nafas mereka belum beraturan," makasih sayang." Ujar Manohar sambil menciumi wajah Rhea dan ambruk tepat disamping


"Manuu..." tiba tiba Rhea memanggil nya kembali, Manohar menoleh sesaat ke arah istrinya." Akuu...ingin..." Rhea menjeda ucapan nya sejenak," ingin apa ?" Manohar ikut penasaran jadinya. Rhea tak kunjung meneruskan ucapan nya dan malah mengecup bibir Manohar secara sensual.


Manohar yang mendapat sentuhan seperti itu menjadi terpancing kembali gairah nya." Jangan memancing ku, atau kau akan ku terkam lagi." Ucap Manohar berusaha menahan gairah nya yang sudah diubun ubun. Rhea tak kunjung menghentikan aksinya membuat Manohar blingsatan tak karuan,"aakkhh..." Manohar mendesah saat Rhea memberinya tanda merah di leher dan dada nya." Aku ingin lagi, Manu.." bisik Rhea di telinga suaminya. Rhea bahkan turut menyingkap selimut yang dipakainya dan terlihatlah pedang suaminya yang sudah on fire.


Dan yeah...ronde demi ronde pun terjadi hingga hampir menjelang makan siang." Hari ini kau sangat maniak, sweetie." Ucap Manohar mengelus pucuk kepala istrinya yang terlelap dalam pelukan nya. Keduanya tertidur hingga sore hari dan lupa akan makan siang nya.