
Tak terasa hari terus berlalu, hingga tiba saat nya Charlie beserta keluarga pergi menyaksikan jalan nya laga cricket yang akan berlangsung esok pagi.
Saat ini Charlie sudah berada dibandara New Delhi untuk melakukan penerbangan ke Kolkata tempat dimana laga itu berlangsung dengan meriah. Sengaja ia memilih penerbangan sore hari, itu semua agar keluarga nya tak kelelahan esok hari. Jadi, Charlie lebih memilih menginap semalam di Kolkata.
"Akhirnya kita pergi ke Kolkata bersama !" Ujar Jendra sambil berjalan digandeng oleh dady nya, sesekali ia melihat Alona yang berjalan dibelakang nya sembari digandeng juga oleh ayah Ranveer.
"Kemari, biar dady menggendong mu." Charlie sigap menggendong putranya sementara twins tertidur di kereta bayi masing masing yang di dorong oleh para maid.
Kini mereka semua sudah berada di atas pesawat eksekutif class, para penggemar yang berada satu pesawat dengan Charlie bersorak riuh. Mereka kaget sekaligus senang idola nya berada di pesawat yang sama sore ini.
"Tidurlah, kau pasti lelah." Ucap Charlie pada sang istri yang menyenderkan kepala di pundak nya. Charlie menyelimuti tubuh mereka dengan selimut yang disediakan oleh maskapai penerbangan.
Sementara kedua orang tua nya tertidur, Jendra dan Alona justru asik bermain tab yang dibawa oleh Jendra. Mereka memainkan seluruh game yang Jendra miliki.
Bosan bermain kedua nya lantas menonton kartun hingga tertidur pulas. Mereka tampak menggemaskan saat tidur, apa lagi posisi kedua nya sangat lucu.
Alona tidur sambil memeluk Jendra, begitu pun sebaliknya. Mereka tertidur hingga ayah Ranveer membangunkan kedua nya.
"Alona, Jendra...kita sudah sampai." Ayah Ranveer dengan lembut membangunkan kedua bocah yang masih terlelap dalam mimpi nya.
Kedua nya pun terbangun saat pesawat benar benar sudah landing dengan sempurna. Begitu tiba di lobby bandara, para penggemar Charlie langsung berkerumun. Mereka terlihat antusias menyambut kedatangan sang idola beserta keluarga nya.
Charlie beserta anak dan istrinya kompak menyambut kedatangan para fans yang ingin berfoto atau meminta tanda tangan. Bahkan tak jarang Charlie menerima pemberian dari para fans nya. Banyak diantara mereka yang kaget saat melihat tampilan idola mereka yang cukup berani dengan tatto besar di dada kanan nya.
Yap, sebelum nya Charlie memang sengaja membuat tatto besar di dada kiri nya. Bukan tatto sungguhan, melainkan henna yang di pola seperti tatto. Tak hanya Charlie yang melakukan nya, Jendra pun ikut menggambar pola yang sama di dada kirinya. Bocah itu ingin tampil persis seperti dady nya, mulai dari memangkas rambut dengan gaya rambut yang sama, hingga memakai kaus dengan warna yang sama.
Kedua nya terlihat semakin mirip jika disandingkan berdua. Yuvi kompak menggandeng tangan saudari perempuan nya untuk turut menyapa para fans.
⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
Pagi hari pun tiba, Charlie serta rombongan terlihat sarapan terlebih dahulu di restoran hotel tersebut." Dad, pertandingan nya pagi ini kan ?" Tanya Yuvi pada dady nya." Sekitar pukul 8 pagi, Yuv." Jawab Charlie sambil mengunyah makanan nya.
Lain hal nya dengan Yuvi, Jendra nampak melihat tatto di dada kiri nya sejak tadi." Kenapa kau melihat nya terus ?" Tanya Charlie penasaran.
"Gambar nya sangat keren, dady. Ini membuatku seperti para pegulat WWE !" Ujar nya yang sangat bangga dengan penampilan nya yang sekarang.
"Hahahaha...tapi ini hanya akan bertahan 4 minggu saja." Sahut Yuvi yang duduk di samping adik nya." Yap, itu karena tatto ini terbuat dari henna bukan tinta tatto yang asli." Jendra sudah diberitahu dady nya bahwa gambar itu akan hilang setelah 4 minggu berlalu.
"Yeah ! Kau sangat tampan, Jendra." Jendra yang mendapat pujian langsung salah tingkah dibuatnya." Ekhm...thank you, Alona." Jendra sengaja berdehem keras guna menetralkan degup jantung nya.
Charlie geleng geleng kepala melihat kelakuan putranya yang sama persis seperti nya saat pertamakali bertemu dengan Mohini belasan tahun yang lalu.
Usai sarapan, rombongan Charlie bersiap menuju stadion lapangan cricket Kolkata. Mereka disambut antusiasme warga yang hendak menonton juga.
Charlie juga yang lain tampak memberi lambaian tangan ke arah para penonton yang berada di pintu masuk stadion. Mereka lantas menempati kursi penonton kelas VVIP yang terletak di tribun paling atas.
Pertandingan baru dimulai tepat pukul 8 pagi waktu setempat. Charlie terlihat berulangkali menyemangati tim nya, ketiga anak nya pun turut serta.
"Come on !! Kalian pasti bisa !!" Para pendukung tim KKR pun kompak menyanyikan yel yel tim mereka.
Hal tersebut membuat semangat tim KKR semakin berkobar, tekad mereka semakin kuat untuk dapat lolos ke babak berikut nya. Saat ini kapten tim mereka tengah bersiap untuk memukul bola, Charlie serta para pendukung menjadi harap harap cemas dibuat nya.
"Ayolah Rinku, kau pasti bisa ! Tuhan izinkan tim ku menang, aku mohon Tuhan." Charlie menangkupkan tangan nya di depan dada, memohon pada Tuhan untuk diberi kemenangan pagi ini.
Bola mulai dilemparkan oleh pelempar ke arah Rinku Kumar, Rinku mengayun tongkat pemukul sekuat tenaga hingga akhirnya..
"Yaaarrrghhhh !!!! KKR hebat !!" Charlie refleks berdiri dan berteriak saat bola itu berhasil dipukul keras bahkan melambung hingga ke luar arena permainan. Tepat di momen itu, wasit membunyikan peluit tanda berakhirnya pertandingan antara tim KKR VS Pakistan pagi ini. Tim KKR sukses mengamankan posisi mereka untuk babak selanjut nya yang akan berlangsung distadion Dubai esok malam.
Charlie mengajak rombongan nya untuk turun ke tengah lapangan dan bergabung bersama anggota tim nya. Mereka berfoto bersama." Pak, terimakasih sudah memberi dukungan pada kami." Ucap Rinku sebagai kapten tim KKR.
"Tidak perlu berterimakasih, Rinku. Tim ini adalah tim favoritku sejak lama, aku bersyukur bisa memiliki kalian." Balas Charlie memeluk kapten tim nya dengan hangat.
Terlihat Rinku menangis haru kala ia bisa memeluk sang idola yang tengah berdiri di hadapan nya itu.
VISUAL
Charlie saat di Bandara New Delhi
Charlie & Jendra saat jadi penonton