
Setelah kepulangan Aryan, Charlie tampak berbicara sesuatu pada Meena." Meena, boleh dady tanya sesuatu ?" Ucap nya pada sang anak." Boleh dad, mau tanya apa ?"
"Apa kau tengah mengagumi seseorang selain dady, hem ?" Tanya Charlie lagi yang membuat Meena bingung menjawab nya.
"Iya, dad." Jawab nya jujur," pada siapa ? Apa Aryan orang nya ?" Charlie langsung bertanya poin yang ingin dia ketahui. Meena tidak ingin berbohong pada dady nya memilih untuk mengangguk saja." Begitu rupanya...putri cantik dady sudah besar sekarang." Ucap Charlie langsung memeluk sang anak." Dady tidak marah ?" Tanya Meena cukup kaget melihat ekspresi dady nya sekarang.
"Tidak, dady tidak marah sayang. Lagi pun kalian sangat serasi tadi saat duduk berdampingan." Jawab Charlie apa adanya, ia sebenarnya sudah tahu bahwa putrinya ini sedang jatuh cinta pada teman masa kecil nya itu." Tapi ingat satu hal, jangan lewat dari batasan kalian." Ujar Charlie mengingatkan putrinya.
"Iya dady, Meena akan ingat pesan dady." Ujar Meena pada dadynya. Sedari kecil ia dan Yuvi tumbuh menjadi anak penurut dan baik hati. Itulah sebab nya Charlie sangat menyayangi putri pertamanya meskipun ia hanya sebagai anak angkat.
"Tidurlah, malam sudah larut."
"Night dady. Love you."
"Night princess, love you too." Charlie memberikan ciuman dikening anak nya sebelum mereka tidur. Charlie lantas segera pergi ke kamarnya, disana terlihat Mohini yang tengah mengAsihi si kembar.
"Meena sudah dewasa sekarang, dia bukan princess kecil ku lagi." Ujar Charlie sambil menyenderkan tubuh nya di sandaran ranjang." Iya, dia sudah lebih mandiri saat ini." Sahut Mohini," Bahkan saat ini dia mulai menyukai lawan jenis nya." Ujar Charlie lagi yang membuat Mohini mengerutkan keningnya.
"Tadi Aryan kemari, ia dipercaya Ayah untuk menjadi asisten nya. Dan saat kami berbincang Aryan tampak mencari sesuatu, ternyata ia mencari Meena diam diam. Begitu Meena kebawah, mereka berdua seperti salah tingkah sendiri." Cerita Charlie sambil senyum senyum sendiri saat mengingat nya.
"Meena memang tengah mengalami fase itu pada Aryan, begitupun sebaliknya. Meena bilang Aryan adalah pria yang humoris dan baik hati seperti kau." Ucap Mohini yang akhir nya bercerita yang sebenarnya." Apa Meena pernah bercerita padamu sebelumnya ?" Ucap Charlie bertanya pada sang istri yang tengah bersiap untuk tidur.
"Ya, Meena pernah bercerita kalau dia sedang jatuh cinta dengan Aryan." Jawa Mohini," kalau mereka berpacaran apa kau merestuinya ?" Tanya Mohini pada sang suami yang tengah mengelus rambutnya.
"Tentu, Aryan anak baik baik. Dia pasti bisa membahagiakan putri kita." Jawab nya yang juga bersiap untuk tidur." Lantas kabar Yuvi bagaimana ? Apa tidak bisa dipercepat persidangan nya ?" Tanya Mohini pada sang suami.
"Sidang nya tetap dilakukan besok pagi."
"Sama sama, honey. Kau juga takkalah hebatnya, bahkan kau jauh lebih kuat dariku. Makasih banyak sudah melahirkan malaikat malaikat kecil untukku, memberi kebahagiaan untuku dan selalu mendampingi ku. Love you more honey." Charlie pun turut membalas kata kata istrinya dengan kata kata yang begitu manis dan membuat Mohini terharu mendengarnya.
"Ayo tidur, malam sudah larut sekarang." Ajak Charlie pada sang istri untuk mengistirahatkan tubuh lelah mereka. Dan mereka pun tertidur setelah pembicaraan panjang tadi.
Namun saat tengah malam, Charlie terjaga dari tidurnya. Ia kepikiran dengan kondisi Dev yang saat ini berada di gedung lama WWR, lebih tepat nya diarena bawah tanah nya yang luas dan rapih dan memiliki jalan masuk yang penuh belokan seperti dalam labirin. Meski sudah jarang terpakai, namun kebersihan gedung tersebut masih sangat terjaga. Sebab, ada beberapa event WWR yang masih dilakukan disana.
"Black, bagaimana keadaan Dev disana ? Apa anak buah Shaji menemukan nya ?" Tanya Charlie pada bawahan nya melalui telepon.
"Semua aman, bos. Dev baik baik saja, kemungkinan Shaji dan anak buah nya akan sulit untuk melacak keberadaan kami." Jawab Black memberi laporan pada bosnya.
"Bagaimana dengan keluarga Dev, apa mereka aman ?"
"Aman bos. Oh ya bos, sebelum nya anak buah Shaji pernah hampir masuk gedung ini tapi, mereka kesulitan mencapai arena bawah tanah karena jalan masuk nya seperti labirin dan akhirnya mereka keluar dari gedung ini." Ujar Black menjelaskan pada bosnya bahwa pasukan yang dikirim Shaji pernah datang namun mereka gagal menjalankan misinya.
"Bagus ! Kerja bagus Black ! Kau dan anak buahmu akan mendapat imbalan yang besar dariku."
"Trimakasih banyak, bos."
"Besok, tolong antarkan Dev ke persidangan Yuvi anakku."
"Sesuai perintah, bos." Charlie buru buru mengakhiri sambungan telpon nya dengan Black karena Mohini memanggil namanya." Charlie...kau dimana ?" Charlie langsung berbalik kearah istrinya.
"Aku disini, honey." Charlie menyahuti pertanyaan Mohini yang ternyata hanya mengigau saja." Aku mencintaimu, Charlie." Ucap Mohini dengan mata yang terpejam rapat." Aku lebih mencintaimu, sayangku." Bisik Charlie seraya mencium kening sang istri dan kembali tidur disamping nya hingga pagi menjelang.