Mr And Mrs Chandramohan

Mr And Mrs Chandramohan
Disambut Meriah



Puas makan ice cream, kedua nya meneruskan perjalanan kembali ke penginapan. Sesampai nya disana Mohini segera disambut sangat meriah oleh keluarga nya.


SURPRISEEE


seluruh keluarga menyambut kedua pasangan bahagia ini dengan penuh suka cita.


Momy Shamita bahkan sudah menyiapkan nama untuk twins nantinya." Oh ! Momy punya nama yang bagus untuk cucu momy." Ujar Momy Shamita antusias.


"Nama apa yang akan momy berikan pada anak ku nanti ?" Tanya Charlie yang penasaran.


"Kalau kembar laki laki dan perempuan nama nya ( Gasendra & Mahira )." Jawab Momy Shamita.


"Tapi kalau dua dua nya perempuan bagaimana ?" Tanya Mohini.


"Kalau perempuan maka nama nya adalah ( Meera & Mahira ) bagaimana ?" Sahut Ayah Manohar yang juga sudah menyiapkan nama untuk cucu nya.


"Waahhh nama yang baguusss !! Bagaimana kalau kita pakai nama itu nanti ?" Tanya Charlie meminta persetujuan Istrinya.


"Ide bagus ! Kita akan memakai kedua nama tersebut." Ujar Mohini sambil menjentikan jari nya. Mereka berdua sepakat untuk memakai nama yang disarankan Momy Shamita juga Ayah Manohar.


"Jendra senang tidak akan punya dua baby ?" Tanya Charlie pada putra bungsu nya.


"Senang sekali dad. Jendra juga berharap semoga baby nya boy and girl." Ujar Jendra dengan mimik wajah yang menggemaskan itu.


"Kalau kalian bagaimana ?" Tanya Charlie sambil menoleh ke arah Yuvi dan Meena.


"Kami juga sangat happy dad, dan semoga saja baby nya boy and girl." Ujar Yuvi mewakili sang adik.


"Right, aku juga berharap demikian dady." Sambung Meena yang langsung memeluk erat Charlie.


"Tapi, kalau baby nya girl semua, kalian tetap sayang kan ?" Tanya Mohini pada ketiga anak nya.


"Aku pasti menyayangi adik adik ku Mom, jangan khawatir." Ucap Yuvi sebagai kakak tertua.


Sementara itu, Jendra perlahan mendekati sang Momy sambil berkata "Hai adik...apa pun yang terjadi, ntah kau itu girl atau boy and girl...itu tidak penting, yang terpenting adalah kak Jendra akan selalu sayang kalian." Ucap Jendra sambil memeluk perut momy nya.


Perkataan Jendra mampu membuat semua orang terharu, ia terlihat sangat menyayangi calon adik nya itu. Saking sayang nya, ia bahkan ingin menjaga sang adik dari hal yang bisa membahayakan nya nanti.


"Munchkin ku sudah tambah besar rupanya." Seloroh Charlie sambil menyeka air matanya.


"Momy...kenapa semua nya jadi menangis ? Apa Jendra nakal ya Mom ?" Tanya Jendra yang sudah mulai ingin menangis juga.


"Tidak...anak momy tak pernah nakal. Semua nya menangis karena Jendra sangat sayang adik, padahal adik nya saja belum lahir." Ujar Mohini menenangkan Jendra dengan lembut sembari memeluknya.


"Begitu ya Mom..mereka menangis bukan karena Jendra nakal ?" Tanya Jendra sambil mengelap mata nya yang berkaca kaca barusan.


"Yap benar sekali, anak dady yang tampan ini mana pernah nakal." Jawab Charlie sambil menggendong Jendra.


MUACCHHH


"Love you so much, Son." Ucap Charlie selepas mencium kedua pipi gembul Jendra.


"Love you too, My Hero." Balas Jendra yang juga turut menghujami wajah Charlie dengan ciuman nya.


Setelah menurunkan Jendra dari gendongan nya, Charlie lantas berjalan mendekati si putra sulung nya.


"Boy, maaf jika kau merasa kasih sayang Dady dan Momy terbagi pada kedua adikmu..apa lagi saat ini Momy mu sedang mengandung, Dady pasti lebih sering menemani nya akhir akhir ini." Ucap Charlie dengan air mata tertahan.


"Hey...tak ada nama nya kasih sayang terbagi dad, justru kasih sayang kalian semakin bertambah pada ku juga pada adik adik ku. Lagi pula, sampai kapan pun kalian berdua adalah orang tua terbaik kami." Ucap Yuvi dengan sangat bijaksana.


"Kakak benar, Dady dan Momy adalah anugrah dari Tuhan yang paliiinggg berharga untukku. We love you Dad and Mom." Kata Meena yang membenarkan perkataan Yuvi. Meena segera memeluk kedua orang tua angkat yang sudah mengasuh nya sejak kanak kanak hingga dewasa seperti ini.


Sebagai orang tua yang memiliki anak lebih dari 1 orang, sudah sepatut nya kita tidak mengurangi rasa cinta dan kasih sayang pada anak.


Namun, sebaiknya kita justru semakin menambah stok cinta dan kasih sayang yang sudah menjadi dua elemen penting bagi anak anak mendewasa nantinya.


Satu hal yang paling penting dalam mengasuh anak dengan jumlah banyak, yakni jangan pernah bandingkan potensi antara anak satu dengan anak lain nya.


Karena, setiap anak punya keunikan nya masing masing. Yakin lah bahwa Tuhan menitipkan mereka pada kita untuk menjadi seorang pemenang bukan pecundang.


Janvi yang melihat keharmonisan keluarga kakak nya ikut terharu mendengar ucapan keponakan nya itu. Dalam hati, Janvi juga ingin memiliki keluarga yang harmonis bersama Raj nantinya.


"Kalau kita menikah nanti, kau akan menjadi suami yang perngertian seperti kak Charlie kan ?" Tanya Janvi yang khawatir mengenai rencana pernikahan nya nanti.


"Dengar, aku mungkin tak sebaik kak Charlie nantinya, tapi percayalah...aku akan berusaha menjadi suami terbaik versi mu sendiri." Ujar Raj meyakinkan sang kekasih pujaan hati nya bahwa ia akan selalu membahagiakan nya saat sudah berumah tangga nanti.


"Kau benar, nanti kita sama sama bangun keluarga kecil kita ya." Ucap Janvi yang kini sudah berada di pelukan Raj.


Cuuupp


Raj mengambil kesempatan untuk mencuri ciuman dibibir sexy Janvi, menyesap nya perlahan. Hingga terdengar suara deheman dari Dady Pratap juga Charlie.


"Eekhhmm !" Suara deheman Charlie juga Dady Pratap terdengar diruang keluarga.


Janvi dan Raj segera melepas pagutan bibir mereka, kedua tertunduk malu saat ketahuan berciuman dihadapan keluarga besarnya.


"Bagus ya...pokok nya Momy mau kalian secepat nya menikah !!" Perintah Momy Shamita yang langsung disetujui oleh Raj.


Bahkan Raj sampai mencium tangan calon mertua nya itu." Ohh..kau benar sekaliii Mom !! Secepatnya nikahkan aku dengan putrimu Janvi ya Mom!!" Serunya yang kegirangan. Sementara itu Janvi, hanya tersenyum malu malu.


"Astaga dad, kau yakin akan mempunyai menantu absurd seperti ini ??" Tanya Charlie pada Dady Pratap yang hanya memijit kening nya perlahan.


"Ntahlah...aku juga tak tau. Tapi...sepertinya putriku bahagia bersama nya." Ujar Dady Pratap lagi.


"Itu artinya Dady menyetujui pernikahan ku dengan Janvi ?" Tanya Raj dengan wajah secerah matahari yang bersinar terang hari ini.


"Heh ! Kalau aku tak setuju, mana mungkin aku merestui hubungan kalian tau." Ujar Dady Pratap seraya menoyor kepala Raj.


"Hehehehe....benar juga ya."


"Kita ke kamar saja yuk, disini hanya membuatku pusing saja." Ujar Charlie pada Mohini.


"Yuk." Jawab Mohini


"Ayo, biarkan aku menggendong mu ya." Ujar Charlie lagi dan detik berikut nya Mohini sudah berada di gendongan Charlie.


"Hubbyy...malu ih !" Cicit Mohini sambil menenggelamkan wajah nya di dada Charlie.


"Kenapa malu ? Aku kan suami mu, lagi pula kau kan tidak boleh terlalu lelah." Ucap Charlie memberi alasan.


"Dad, Mom, Yah...aku temani Mohini istirahat di kamar ya." Pamit Charlie pada ketiga orang yang tengah pusing melihat tingkah laku Raj yang sangat absurd.


"Temani dia ya, Nak." Pesan Ayah Manohar pada putra semata wayang nya.


"Beres, Yah." Jawab Charlie


"Momy istirahat dulu ya kids...kalian jangan nakal." Ujar Mohini pada ketiga anak nya.


"Beres, Mom." Jawab ketiga nya kompak.


VISUAL


Rajendra



Yuvraj



Mohini



Charlie & Jendra



Raj Verma