Mr And Mrs Chandramohan

Mr And Mrs Chandramohan
Di Kamar



Saat ini, Charlie sudah sampai dikamar nya dan segera membaringkan Mohini dengan hati hati diatas ranjang.


"Nah, sekarang kau tidurlah yang nyenyak." Ujar Charlie sambil tangan nya mengelus kepala istrinya.


"Iiihhh!! Belum mau tidur hubby..." rengek Mohini yang memang belum mengantuk sedikit pun.


"Lalu, kau mau apa sekarang honey ?" Tanya Charlie yang kini sudah berbaring disamping sang istri.


"Mau....mau cerita cerita saja." Ucap Mohini sambil bermanja manja dilengan kekar milik Charlie.


"Mau cerita apa memang nya ?"


"Masih ingat tidak, waktu kita masih kelas 1 SMP...kau terkenal sangat dingin dan hanya berteman dengan Vikram, Ashok, dan Arun saja." Ujar Mohini sambil mengingat kenangan lama nya saat masih duduk dibangku SMP.


"Iya, benar sekali. Dan kau tiba tiba masuk dalam circle ku dengan bantuan Vikram." Ujar Charlie menambahkan.


"Hehehe...iya. Kau tau, aku sampai memohon agar bisa masuk dalam circle kalian, hingga akhirnya Vikram setuju dengan syarat aku mentraktir nya 5 ice cream kulfi dan setelah nya ia memperkenalkan ku pada kalian semua." Kata Mohini sambil mengerucutkan bibir nya.


"Tapi, saat ku dekati kau itu benar benar dingin dan sarkas ternyata. Untung saja aku suka padamu. Apa lagi saat aku mengatakan perasaan ku pada mu, berulang kali dan jawaban nya tetap sama kau hanya menganggap ku sebagai teman tak lebih. Bahkan kau mengejek ku tak cantik seperti Rashi teman sekelas yang diam diam kau sukai" Tambah Mohini lebih lanjut yang membuat hati Charlie bergetar. Harus nya sejak dulu ia terima saja perasaan Mohini, toh pada akhirnya mereka juga bersatu.


"Maaf...dulu aku terlalu sarkas dan dingin pada mu. Tapi itu dulu, kalau sekarang aku sudah lebih baik bukan ?" Ujar Charlie yang menyesal.


"Iya sangat baik bahkan, aku saja sampai tak percaya bahwa aku telah menikah dengan Chandramohan Charlie yang di juluki Si Ice Cream Beku." Ujar Mohini sambil mengusap usap rahang Charlie.


"Oh Come on !!...jangan mengejek ku dengan panggilan itu. Lagi pula aku sudah tidak beku lagi semenjak menikah dengan mu." Ujar Charlie yang sedikit kesal bila ada yang memanggil nya dengan sebutan ice cream beku.


"Hubby...boleh aku minta sesuatu ?" Ujar Mohini penuh harap.


"Kau ingin apa honey ?"


"Aku ingin kau melepas baju mu sekarang." Ujar Mohini yang membuat mata Charlie membola sempurna. Pikiran pikiran erotis telah memenuhi otak nya, ia pikir Mohini mengajak nya Morena disiang hari.


"Apa kau hendak menggodaku honey ?" Tanya Charlie sambil membuka kaos putih nya hingga tampaklah tubuh kekar dengan otot yang liat tersebut.


"No, aku hanya ingin mencium aroma tubuhmu saja." Tutur Mohini yang segera meringkuk didada sang suami, mencium aroma tubuh maskulin milik Charlie. Sementara Charlie langsung lemas saat tau alasan istrinya menyuruh ia membuka bajunya.


Namun tak berapa lama, Mohini mulai usil rupanya. Ia mulai membuat pola pola abstrak diatas dada Charlie menggunakan jari telunjuk nya sambil sesekali memainkan bulu dada nya.


Charlie yang mendapat sentuhan seperti itu menjadi terangsang hingga tanpa sadar ia mendesah.


"Ehmmm....honey..kau membuat nya terbangun." Ucap Charlie dengan suara berat sambil menunjuk ke arah gundukan di celana boxer nya.


"Apa kau ingin menjenguk baby twins kita, hubby ?" Tanya Mohini yang terus memberi rangsangan terhadap Charlie. Bahkan, ia tangan kananya kini sedang ******* ***** gundukan yang masih tertutup celana.


"Ugghhh...apa boleh aku melakukan nya ?" Ujar Charlie seraya meminta izin istrinya.


"Tentu, tapi jangan terlalu dalam dan kasar dan jangan keluarkan di dalam." Jawab Mohini memperingati Charlie agar melakukan nya dengan hati hati.


"Tenang saja, aku akan hati hati." Ucap Charlie yang segera mengungkung Mohini di bawah tubuh kekar nya.


Charlie segera ******* bibir Mohini dengan rakus nya tanpa memberinya kesempatan menghirup oksigen terlebih dulu.


"Sshhh...eemmhh...hubby." desah Mohini saat ciuman Charlie menjalar ke leher jenjang nya. Perlahan Charlie mulai turun ke perut istrinya dan mendaratkan 2 ciuman di kanan dan kiri perut Mohini. "Sayang nya dady, hari ini dady jenguk kalian ya...dady janji tidak akan kasar." Ujar Charlie disela sela aksinya.


Tangan nakal Charlie telah mengobrak abrik bagian sensitiv Mohini, memelintir kacang merah yang membuat Mohini menggelinjang dan mendesah tanpa henti.


"Aaahhh....hubbyy...aku sam–paii." Jerit Mohini sambil menjambak rambut hitam Charlie saat mendapat pelepasan pertama nya.


"Kau sudah sangat basah honey." Ujar Charlie sambil menjilati jari nya yang basah akibat cairan yang disemburkan sang istri.


Charlie kemudian mulai penyatuan mereka dengan sangat lembut dan perlahan." Honey, sekarang kau yang memimpin." Charlie segera membalik posisi mereka hingga Mohini berada diatas tubuh Charlie.


Mohini mulai bergerak secara perlahan hingga membuat pepaya gantung nya bergoyang goyang dengan erotis. Charlie menangkupkan dua pepaya gantung seraya me****** biji ketapang berwarna merah muda yang menggoda iman.


"Aahhh....ssshhhhh..." desis Mohini seraya menekan kepala Charlie lebih dalam lagi.


"Aaahhh hubbyy.....aku keluaarrrr !!" Jerit nya lagi dengan tubuh yang bergetar hebat. Disaat yang sama pula, Charlie melakukan pelepasan kedua nya di luar tubuh istrinya yang juga mengakhiri kegiatan panas mereka.


"Hah...hah..hah.." Deru nafas kedua nya yang ngos ngosan setelah bertempur selama satu jam lama nya.


"Terimakasih...terimakasih banyak honey." Ujar Charlie yang segera menciumi wajah Mohini setelah ia membersihkan ***** nya yang berceceran di lantai.


"Sama sama hubby..." Jawab nya singkat sambil mengatur nafas nya perlahan.


"Hubby....menurut mu jenis kelamin anak kita apa ya ?" Tanya Mohini pada Charlie yang berbaring disebelahnya.


"Ntahlah...aku tak mempermasalahkan nya, yang penting kalian ber tiga sehat." Jawa Charlie sambil tersenyum kearah Mohini.


"Sekarang, kau tidur yang nyenyak...baby kita juga butuh istirahat." Ucap Charlie lagi yang sedang memeluk Mohini dalam dekapan hangat nya.


"Hmm...baiklah aku akan tidur." Mohini memejamkan matanya dan pergi kealam mimpi yang indah. Sementara Charlie yang melihat Mohini telah tidur pulas pun bangkit sambil memakai celana dan berjalan ke arah meja kerjanya.


Satu persatu ia mengecek email nya dan membalas nya. Kemudian ia menelpon asisten pribadi sekaligus sahabat nya yakni Ashok.


"Ya, ada apa bos ?" Tanya Ashok yang baru saja selesai memimpin rapat.


"Bagaimana kondisi kantor kita saat ini ?" Tanya Charlie


"Wah, sangat baik bos...para investor di perusahaan semakin banyak." Jawab Ashok dengan bangganya.


"Bagus..bagus...kau memang bisa diandalkan."


"Hehehehe...siapa dulu asisten nya, Ashok Khanna gitu loh !!" Ujar Ashok dengan narsis nya.


"Yayaya...terselah kau sajalah, dan untuk kerja keras mu aku akan memberi mu upah yang fantastis." Ujar Charlie yang membuat Ashok melompat lompat diruangan nya.


"Yess !! Terimakasih Charlie My Best Friend." Ucap nya saat mendapat notifikasi di hp nya.


"Sama sama....aku juga punya kabar gembira loh."


"Kabar apa bos ?" Tanya Ashok penasaran


"Sebentar lagi kalian dan akan mendapat ponakan kembar." Ujar Charlie dengan sangat bahagia.


"Oh astagaaa!!! Selamat ya Charlie !!" Ashok memberi selamat pada sahabat baik nya itu.


"Terimakasih Ashok...oh dan tolong bagikan manisan pada karyawan ku yang lain." Perintah Charlie pada sang asisten.


"Siap bos ! Sesuai perintah." Jawab Ashok yang segera mematikan telpon dan melakukan perintah Charlie dengan baik.


Mohini yang merasa Charlie tak ada disampingnya pun menggeliatkan tubuh nya, "Hubby....kau dimana ?" Panggil Mohini dengan mata terpejam.


Charlie yang mendengar panggilan istrinya berjalan mendekat." Aku disini honey...ada apa hem ?" Ucap Charlie lembut.


"Temani aku tidur..." Kata Mohini yang menarik paksa tangan Charlie.


"Baik, sekarang tidur lagi ya...aku ada disamping mu. Muachh." Ujar Charlie seraya mencium kening Mohini dan ikut tidur bersama.


VISUAL


Mohini



Ashok Khanna