
"Kami sampai di Delhi kemarin, Paman." Jawab Ahaan yang masih bermain dengan Jendra." Paman Akash juga ikut kemari kan ?" Tanya Mohini yang sudah lama tak bertemu dengan paman nya yang super sibuk ini.
"Dady dan momy juga ikut bibi, itu mereka !" Ujar Veera sambil menunjuk kearah kedua orangtuanya yang menuju kemari." Charlie, Mohini....lama kita tak berjumpa." Sapa paman Akash sambil menggandeng sang istri disamping nya.
"Paman, bibi...akhirnya aku bertemu kalian lagi." Mohini langsung menghambur ke bibi Veena dan memeluknya." Iya, bibi juga rindu dengan mu dan juga Janvi." Balas bibi Veena." Oh ya, dimana adik mu ?" Tanya bibi Veena lagi," Janvi sedang ke toilet bibi. Sepertinya dia mual mual tadi." Bibi Veena menganggukan kepalanya." Nama nya juga hamil muda, bibi juga begitu saat hamil Ahaan dulu." Rupanya bibi Veena turut mengalami mual dan muntah di kehamilan pertamanya dulu.
"Mom, kakek belum datang ya ?" Tanya Jendra yang tak melihat keberadaan kakek nya dari tadi." Mungkin masih diperjalanan sayang, sebentar lagi kakek pasti sampai." Ujar Charlie menenangkan sang anak." Jangan jangan kakek tidak jadi datang." Tebak Jendra yang mukanya sudah bersedih.
"Mana mungkin kakek tidak datang." Terdengar suara bariton yang sangat Jendra kenal pemilik nya." Kakekkk !!" Jendra segera berlari menuju kakek nya yang baru datang.
"Maaf kakek terlambat datang, jalanan sangat padat tadi." Ucap Manohar yang baru sempat hadir setelah menemani Rhea yang tiba tiba makan malam di restoran favoritnya." Tidak apa kek, Jendra tetap senang kakek datang kemari." Jendra tetap senang dengan kedatangan kakek nya meski sedikit terlambat.
"Paman Manohar...." Ahaan menyapa ayah Manohar dan menjabat tangan nya dengan hormat." Kau pasti Ahaan bukan ?" Ayah Manohar langsung mengenali sang keponakan yang jarang sekali bertemu, bahkan pertemuan pertama mereka adalah saat ia dan Rhea menikah.
Ahaan mengangguk membenarkan perkataan paman nya." Kau datang bersama siapa kemari ?" Tanya Ayah Manohar pada pemuda tersebut." Bersama Dady, Momy, dan Veera paman." Jawab Ahaan dengan ramah.
"Hai, Rhea...lama tidak bertemu." Sapa istri Akash pada Rhea dengan ramah." Veena ya ampun...kita bertemu lagi disini." Mereka pun saling berpelukan." Ku dengar, kau dan Janvi sedang mengandung saat ini ?" Tanya Veena yang penasaran dengan kabar yang ia dengar dari suaminya." Iya..baru 3 minggu usia nya." Jawab Rhea sambil mengelus perutnya yang masih rata.
"Selamat ya...semoga sehat sampai lahir nanti." Veena memberi ucapan selamat pada Rhea dan ikut mengelus perut nya." Terimakasih Veena.."Balas Rhea tersenyum ramah kearahnya.
"Sweetie, duduklah dulu...jangan terlalu lama berdiri." Manohar menarik kursi didekatnya untuk di duduki sang istri." Makasih, sayangku." Rhea tersenyum melihat suaminya yang begitu perhatian padanya terlebih sejak ia tahu bahwa dirinya sedang mengandung buah cinta mereka.
"Paman Akash !!" Seru Janvi yang berlari kearah paman kesayangan nya hingga melupakan kandungan nya." Astaga Janvi !! Perhatikan langkahmu, sayang !" Tegur Raj yang gemas dengan tingkah istrinya itu." Hehehehehe...maaf, aku terlalu merindukan paman Akash soalnya." Cicit Janvi yang memamerkan senyum pepsoden nya. Akash yang mendengarnya hanya menggelengkan kepalanya.
Mereka akhirnya kembali berkumpul bersama diacara peluncuran kali ini. Sebelum pulang, Dady Pratap mengajak sang adik beserta keluarganya untuk menginap di mansion." Malam sudah larut, sebaiknya kalian bermalam di mansion ku saja." Usul dady Pratap pada sang adik satu satunya.
"Ok, kami akan menginap di mansion mu kak." Akash menyetujui ide sang kakak dan mengajak keluarga kecil nya ikut menginap disana.